alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52ca30cac0cb1751418b470e/a-b-k
Love 
A B K……????
A B K……????

Pernah denger istilah ABK..??
ABK bukan Anak Buah Kapal…bukan juga Anak Buah Kingkong…hehehe..

ABK adalah singkatan dari Anak Berkebutuhan Khusus, atau dikenal juga sebagai Anak Spesial. Istilah tersebut muncul untuk menyebut anak-anak yang memiliki perbedaan tertentu dengan rata-rata anak lainnya. Perbedaannya itu sendiri bisa berbeda dari fisik maupun psikologis.

Kalo secara medis, ABK adalah anak yang dalam proses tumbuh kembangnya secara signifikan mengalami hambatan / kelainan / penyimpangan dalam mengikuti proses pembelajaran.

Dan karena kelainan fisik, mental, intelektual, emosional, dan / atau sosial dibandingkan anak-anak lain seusianya maka anak-anak ini membutuhkan pelayanan pendidikan khusus.

Sebagian dari anak berkebutuhan khusus ini memang harus skolah di sekolah khusus ataupun sekolah luar biasa (SLB), tapi banyak juga dari mereka justru dihindarkan dari pola pendidikan tersebut karena sistem belajar mereka yang ‘imitasi’ sehingga selalu meniru apa yang dilihat dan didengar dari sekelilingnya.

Oleh sebab itu sangat baik bagi mereka, sebagian dari anak-anak berkebutuhan khusus ini, mendapatkan pendidikan dalam ruang kelas yang bercampur dengan anak-anak normal seusianya.

Tapi sayangnya…belum banyak masyarakat yang mengetahui, mengerti dan memahami akan keberadaan mereka, apalagi harus memikirkan pendidikan mereka. Terkadang sebagian masyarakat menilai anak-anak ini semua sama, pembedanya hanya menjadi 2, yaitu anak pintar dan anak bodoh…sayangnya anak berkebutuhan khusus ini sering di katekorikan pada kriteria kedua yaitu ‘anak bodoh’. Malah ada juga yang merasa anak-anak mereka tidak boleh dan pantas jika belajar di ruang kelas yang sama dengan anak-anak yang memiliki kelainan prilaku tersebut.

Belum lagi dari para pendidik yang belum sepenuhnya memahami sehingga mereka hanya bisa menilai bahwa anak-anak ini sangat sulit diajarkan dan tidak bisa sekolah bersama-sama dengan anak-anak normal lainnya. Sedangkan di sekolah luar biasa sendiri, anak-anak spesial ini tidak bisa diterima karena kemampuannya melebihi kriteria persyaratan anak-anak yang harus masuk sekolah luar biasa. Jika sudah begini keadaannya, dimana anak-anak spesial ini harus sekolah…….????

Solusi dari pihak pemerintah adalah di bentuknya sekolah – sekolah inklusi, yaitu sekolah yang menyatukan sistem pembelajaran anak-anak normal dengan beberapa anak berkebutuhan khusus di dalamnya dengan persyaratan tertentu. Hal ini sebenarnya efektif jika semua pendidik/guru dari masing-masing sekolah inklusi tersebut memahami posisi dan kondisi tersebut. Tapi dalam kenyataannya belum semua guru-guru memahami akan hal tersebut. Ditambah lagi masih kurangnya sekolah-sekolah inklusi di Indonesia, Jabodetabek khususnya. Jika pun ada, sekolah tersebut dikelola oleh swasta yang biayanya sangat besar, hingga tidak semua orang bisa memasukkan anaknya ke sekolah tersebut.

Oleh karena itu, bagi para orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus usia sekolah, saat-saat mencari sekolah merupakan momok yang sangat menakutkan. Takut akan penolakan, pengharapan yang tidak pasti dan akhirnya bingung kemana lagi harus mencari tempat pendidikan yang dapat menerima anak-anak mereka.

Tapi apapun masalahnya, apapun rintangannya..toh semua itu harus dihadapi anak-anak berkebutuhan khusus ini dan juga orang tuanya. Tetap berusaha, terus semangat dan selalu berdoa agar bisa ditemukan jalan keluar yang terbaik hingga ABK dapat hidup nyaman, aman dan damai di dunia, khususnya Indonesia.
**tulisan seorang ibu yang memiliki anak spesial usia 13 tahun

sooowwhattt?!!!...
Coba share di sf kid & parenting, siapa tau ada yang membutuhkan
http://www.kaskus.co.id/forum/429/kids--parenting
Kurang ngerti ane gan...
Quote:Original Posted By bhethoro.kolo
Coba share di sf kid & parenting, siapa tau ada yang membutuhkan
http://www.kaskus.co.id/forum/429/kids--parenting


terfikir juga awalnya ..khawatir gak tepat trheadnya... tks for information
Quote:Original Posted By iridescent65k
sooowwhattt?!!!...


Quote:Original Posted By onid handino
Kurang ngerti ane gan...


maaf agan/wati... memang perlu perhatian dan pemahaman khusus membacanya..
klo boleh dibilang ini seperti tulisan yg keluar dari hati seorang ibu yang memiliki anak spesial.
tks for all
Quote:Original Posted By cacahealthyshop




maaf agan/wati... memang perlu perhatian dan pemahaman khusus membacanya..
klo boleh dibilang ini seperti tulisan yg keluar dari hati seorang ibu yang memiliki anak spesial.
tks for all


anaknya umur berapa tan? emoticon-Malu (S)
Emang kenapa anaknya ditolak masuk SLB tan?
Adiknya muridku autis & dyslexia..
Dia pinter tapi ga bisa baca n yaaa tau sendiri kan anak autis gimana?
Ortunya ga mau masukin ke SLB, tetep ngotot masuk sekolah biasa..
Akhirnya kasian deh, dia suka dibully gitu di sekolahnya..

Bukan bermaksud mendiskreditkan ABK ya, tapi menurut aku ABK memang sebaiknya dimasukkan ke SLB..
Karena kalau dipaksakan masuk ke sekolah biasa, ga semua guru mengerti tentang Pendidikan Luar Biasa..
Lagian setau aku, sekolah inklusi juga cuma titel deh..
Pendidikan di dalamnya ya tetap aja ga ada inklusi2nya..
Tidak ada guru pendamping khusus yang disediakan untuk mendampingi belajar..
Akibatnya nanti malah si ABK yang kesulitan dalam mengikuti pelajaran atau bersosialisasi dengan teman2nya..

Tapi itu cuma pendapat aku sih emoticon-Malu
Quote:Original Posted By ..My..
Emang kenapa anaknya ditolak masuk SLB tan?
Adiknya muridku autis & dyslexia..
Dia pinter tapi ga bisa baca n yaaa tau sendiri kan anak autis gimana?
Ortunya ga mau masukin ke SLB, tetep ngotot masuk sekolah biasa..
Akhirnya kasian deh, dia suka dibully gitu di sekolahnya..

Bukan bermaksud mendiskreditkan ABK ya, tapi menurut aku ABK memang sebaiknya dimasukkan ke SLB..
Karena kalau dipaksakan masuk ke sekolah biasa, ga semua guru mengerti tentang Pendidikan Luar Biasa..
Lagian setau aku, sekolah inklusi juga cuma titel deh..
Pendidikan di dalamnya ya tetap aja ga ada inklusi2nya..
Tidak ada guru pendamping khusus yang disediakan untuk mendampingi belajar..
Akibatnya nanti malah si ABK yang kesulitan dalam mengikuti pelajaran atau bersosialisasi dengan teman2nya..

Tapi itu cuma pendapat aku sih emoticon-Malu


setuju nih, anak berkebutuhan khusus memang butuh lingkungan khusus dalam belajar supaya bisa lbh siap buat menghadapi dunia luarnya

CMIIW emoticon-Embarrassment
apaan ini maksudnya ya ???
Quote:Original Posted By ..My..
Emang kenapa anaknya ditolak masuk SLB tan?
Adiknya muridku autis & dyslexia..
Dia pinter tapi ga bisa baca n yaaa tau sendiri kan anak autis gimana?
Ortunya ga mau masukin ke SLB, tetep ngotot masuk sekolah biasa..
Akhirnya kasian deh, dia suka dibully gitu di sekolahnya..

Bukan bermaksud mendiskreditkan ABK ya, tapi menurut aku ABK memang sebaiknya dimasukkan ke SLB..
Karena kalau dipaksakan masuk ke sekolah biasa, ga semua guru mengerti tentang Pendidikan Luar Biasa..
Lagian setau aku, sekolah inklusi juga cuma titel deh..
Pendidikan di dalamnya ya tetap aja ga ada inklusi2nya..
Tidak ada guru pendamping khusus yang disediakan untuk mendampingi belajar..
Akibatnya nanti malah si ABK yang kesulitan dalam mengikuti pelajaran atau bersosialisasi dengan teman2nya..

Tapi itu cuma pendapat aku sih emoticon-Malu


kakak TSnya yang ga mau masukin anaknya ke SLB, kakak My..
tapi memang bisa dimengerti, kalo kakak My sering ke SLB, biasanya SLB itu campuran isinya.. anak yang handicapped, anak dengan kebutuhan khusus, bahkan ada orang tua dengan anak2 yang normal tapi karena masalah akhirnya dimasukkan SLB.. di sinilah sebenarnya masalahnya.. karena penduduknya terlalu beragam, gurunya pun kesulitan untuk menghandle seluruh kelas.. dan lagi kurangnya tenaga pengajar untuk SLB and skill yang dibutuhkan..
saya sangat mengerti hal yang TS kemukakan.. ga mudah untuk jadi orang tua, terutama saat anak usia sekolah.. mungkin kalo sudah cukup umur, bisa dipertimbangkan untuk home schooling.. kalo ada duit cukup, mungkin lebih baik pertimbangkan untuk menyekolahkan anak di negeri tetangga.. kalo ada duit lebih, mari buka sekolah anak kebutuhan khusus..

maaf ga bisa kasih jalan keluar, kakak TS m(_ _)m
always lift my hat up high 4 such parents like this emoticon-Angkat Beer
IMHO, ada 2 macem ABK : yg diatas normal (jenius / indigo) & yg dibawah normal (cacat fisik / mental) emoticon-Amazed

Kalo yg dibawah normal (mungkin bisa) dipaksakan normal dgn cara dibaur dgn anak2 normal, trus apa yg diatas normal kalo dibaur dgn anak2 normal berarti juga "dipaksa" jadi normal? emoticon-Confused
semangat pagiiiiii..
tks for advice and supportnya....
memang dunia abk saat ini masih perlu perhatian... selain dari lingkungan, sekolah maupun campur tangan pemerintah dan yang utama adalah penanganan di rumah.

semoga kedepan Indonesia pada umumnya dan jabotabek khususnya bisa tercipta Lingkungan yang Ramah terhadap Spesial Need (ABK)

emoticon-I Love Indonesia (S)
×