alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/529d6f12bfcb17cc52000063/benarkah-kondom-efektif-menangkal-hiv-aids
Benarkah kondom efektif menangkal HIV/AIDS?
emoticon-Rate 5 Star Jangan lupa rate 5 dan kasih komeng ya ganemoticon-Rate 5 Star

Spoiler for Cek Repsol:


emoticon-Takut Siapa yang masih berani main2 sama HIV/AIDS? Saya yakin tidak ada. Setelah baca thread ini, semoga ada pelajaran yang dapat kita petik bersama.

Benarkah kondom efektif menangkal HIV/AIDS?

Kondom mampu mencegah penularan HIV/AIDS. Benarkah pernyataan tersebut? Apakah kondom benar-benar efektif mencegah penularan HIV/AIDS?

Efektivitas penggunaan kondom guna menangkal penularan HIV/AIDS banyak diragukan sejumlah pakar, tidak saja ahli dalam negeri tetapi juga banyak peneliti internasional. Walaupun demikian, ada juga sejumlah “pakar” yang menyangkalnya dan meyakini bahwa kondom efektif untuk menangkal virus HIV/AIDS. Polemik ini baru menyentuh masalah teknis, belum psikologi massa, dan juga aspek sosiologis.

Salah seorang pakar di negeri ini yang gencar mengampanyekan rendahnya efektivitas penggunaan kondom sebagai pelindung dan sebagai penangkal penyebaran virus HIV/AIDS adalah Prof. Dr. dr. H. Dadang Hawari. Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini sejak bertahun-tahun lalu tidak bosan-bosannya menyerukan kepada masyarakat dan juga pemerintah tentang fakta ilmiah tersebut.
Menurut Dadang, “Di Indonesia, masih saja ada kelompok masyarakat yang menyatakan kondom seratus persen aman. Padahal, kenyataannya tidaklah demikian. Survei di lapangan dan penelitian di laboratorium membuktikan bahwa penggunaan kondom hanya dapat mereduksi resiko penularan, tetapi tidak dapat menghilangkan sama sekali resiko penularan virus HIV/AIDS.”

Beberapa temuan ilmiah seputar rendahnya efektivitas kondom bagi upaya penyebaran virus HIV/AIDS, dipaparkan seperti dibawah ini:

• Direktur Jenderal WHO Hiroshi Nakajima (1993) menyatakan bahwa efektivitas kondom diragukan.

• Pernyataan J. Mann (1995) dari Harvard AIDS Institute yang menyatakan bahwa tingkat keamanan kondom hanya tujuh puluh persen.

• Penelitian yang dilakukan oleh Carey (1992) dari Division of Physical Science, Rockville, Maryland, USA, menemukan kenyataan bahwa virus HIV dapat menembus kondom. Dari 89 kondom yang diperiksa (yang beredar dipasaran) ternyata 29 darinya terdapat kebocoran, atau dengan kata lain tingkat kebocoran kondom mencapai tiga puluh persen.

• Dalam konferensi AIDS Asia Pasific di Chiang Mai, Thailand (1995), dilaporkan bahwa penggunaan kondom aman tidaklah benar.

• Disebutkan bahwa pada kondom (yang terbuat dari bahan latex) terdapat pori-pori dengan diameter 1/60 mikron dalam keadaan tidak meregang, sedangkan bila dalam keadaan meregang, lebar pori-pori tersebut mencapai sepuluh kali. Sementara ukuran virus HIV berdiameter 1/250 mikron. Dengan demikian, virus HIV dapat dengan leluasa menembus kondom.

Spoiler for Virus HIV":


Spoiler for Virus HIV":


• Laporang dari Customer Report Magazine (1995) menyatakan bahwa pemeriksaan dengan menggunakan mikroskop elektron dapat dilihat pori-pori kondom yang sepuluh kali lebih besar dari virus HIV.

Spoiler for Perbandingan ukuran "HIV":


Spoiler for Ilustrasi HIV":


M. Potts (1995), Presiden Family Health Internasional, salah seorang pencipta kondom mengakui, “Kami tidak dapat memberitahukan kepada banyak orang sejauh mana kondom dapat memberikan perlindungan pada seseorang. Sebab, menyuruh mereka yang telah masuk ke dalam kehidupan yang memiliki resiko tinggi (seks bebas dan pelacuran) ini untuk memakai kondom sama saja artinya dengan menyuruh orang yang mabuk memasang sabuk ke lehernya.”

V. Cline (1995), professor Psikologi Universitas Uttah, Amerika Serikat, menegaskan bahwa memberi kepercayaan kepada remaja atas keselamatan berhubungan seksual dengan menggunakan kondom adalah sangat keliru. Jika para remaja percaya bahwa dengan kondom mereka aman dari HIV/AIDS atau penyakit kelamin lainnya, berarti mereka telah tersesatkan.

Pakar AIDS, R. Smith (1995), setelah bertahun-tahun mengikuti ancaman AIDS dan penggunaan kondom, mengecam mereka yang telah menyebarkan “safe sex” dengan cara mengunakan kondom sebagai “sama saja dengan mengundang kematian”. Selanjutnya, beliau mengetengahkan pendapat bahwa penularan/penyebaran HIV/AIDS dapat diberantas dengan cara menghindari hubungan seks diluar nikah.

• Di Indonesia pada tahun 1996 yang lalu, kondom yang diimpor dari Hongkong ditarik dari peredaran karena lima puluh persen bocor.

• Hasil Penelitian yang dilakukan oleh Prof. Dr. Biran Effendi (2000) menyatakan bahwa tingkat kegagalan kondom dalam Keluarga Berencana (KB) mencapai dua puluh persen. Hasil penelitian ini mendukung pernyataan Prof. Dr. Haryono Suyono (1994) bahwa kondom dirancang untuk Keluarga Berencana dan bukan untuk mencegah HIV/AIDS.

• Dapat diumpamakan bahwa besarnya sperma seperti ukuran jeruk garut, sedangkan kecilnya virus HIV/AIDS seperti ukuran titik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegagalan kondom untuk program Keluarga Berencana saja mencapai dua puluh persen, apalagi untuk program HIV/AIDS, maka akan lebih besar lagi tingkat kegagalannya. (Majalah Eramuslim Digest, Edisi Koleksi 5)



Intinya, jika ingin mencegah penyebaran HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya adalah dengan menjauhi zina. Tampaknya, kondom hanya alat yang dibuat supaya seseorang aman dan nyaman berbuat zina. Kalaupun pada suatu saat nanti ditemukan kondom yang benar-benar aman dari virus HIV/AIDS, lalu apakah para pezina itu aman dan nyaman dari murka Allah? Silahkan nilai sendiri.


Spoiler for TS Mengharapkan:

Spoiler for TS tidak mau:
hmm yg penting sih kita main ama pasangan resmi kita gan emoticon-Big Grin

btw makasih gan atas infonya emoticon-Big Grin
yang efektif itu tidak melakukan seks bebas
Agan yang di atas cepet banget...

Setuju gan, yang belum punya istri mending bersabar emoticon-Jempol
sebetulnya sih kondom itu opsi terakhir dalam "mereduksi resiko penularan"

opsinya kan:
1. Tidak melakukan seks pranikah
2. Jika ga bisa point di atas, usahakan setia pada pasangan
3. Jika tetap ga bisa juga, pake kondom...

Manusia kan beda2 gan, ga semuanya alim
Quote:Original Posted By trahbuthex
yang efektif itu tidak melakukan seks bebas


setuju.. berhubungan sama satu orang aja, yaitu istri / suami masing2.. emoticon-Cool



jangan berani maen kalo ga siap emoticon-Big Grin mending ntar kalo dah kimpoi dipuasin emoticon-Big Grin emoticon-rose


sampai tumpeh tumpeh emoticon-Ngakak
itu virus buatan ASU loh... sengaja di ciptakan .. hmmmemoticon-Matabelo
lebih baik hindari seks bebas. emoticon-Ngakakemoticon-Matabelo
ane setuju ma TS..sebenernya kondom hanyalah untuk mencegah kehamilan diluar nikah..jadi pembagian kondom bisa di artikan "Silahkan anda seks dilurar nikah tanpa khawatir akan terjadinya kehamilan"
Legalisasi seks bebas...
klo itu yang terjadi maka segeralah anda benar2 mengawasi sanak kluarga anda yang berkelamn wanita..Apakah kalian rela melihat sanak keluarga anda yang cewek ditiduri oleh siapa saja seperti barang yang tak berharga???
Buat cowok yang ada niat free seks??
coba bayangkan jika adik kandung anda yang cewek ditiduri oleh banyak cow hidung belang, bayangkan jika putri anda ditiduri oleh banyak temen lelakinya....bagaimana perasaan anda sebagai ayah, atau kakak???????

Berpikirlah ribuan kali untuk melakukan free sex!!!






Deatharm
Open your mind dude
Pengenalan kondom bukan karena membenarkan zinah, tapi lebih ke arah safe sex
Kalo uda urusan zinah, ada atau tidak adanya kondom ga akan bisa dicegah kalau moral aja udah rusak

2 faktor yang menurut gw kenapa penggunaan kondom layak diperkenalkan ke masyarakat Indonesia adalah yang pertama untuk birth control
Uda bukan rahasia umum lagi kalau di Indonesia dan banyak negara di dunia, free sex udah jamak
Khusus untuk di Indonesia, populasi penduduk udah jadi major concern
Sekarang bayangin kalau populasi Indonesia nambah lagi, sedangkan beras aje masih pake impor imporan
Mo dikasi makan apaan tu anak? Belom lagi kimpoi siri dimana mana, bikin anak sana sini
Jadi menurut gw kondom itu perlu untuk birth control, sebagai contoh liat aja pas jaman Pak Harto, dimana kondom dan alat kontrasepsi lainnya digalakkan untuk mendukung gerakan Keluarga Berencana
Jaman sekarang mana ada lagi tuh suaranya Keluarga Berencana? Kalo bisa berkembang biak aje dimana mana, kimpoi sana sini

Kedua adalah untuk mencegah penularan penyakit (HIV dan sebagainya) melalui hubungan seksual
Ente semua bisa jamin pasangan ente si bersih dari penyakit? Ente bisa jamin juga diri ente bersih dari penyakit? Kalo abis dari 1 orang, ente atau pasangan ente maen lagi sama orang laen, apa ga semakin luas penularan tu penyakit?
Makanya coba deh berpikir dari sudut pandang yang bener, ga semata mata dari blind faith doang

Kalo emang bener kondom dituding tuding sebagai pendukung sex bebas, kita adain riset secara bukti aja
Bikin statistik efek adanya kondom dengan banyaknya sex bebas, bener ga ada impactnya?
Itung juga sama statistik penularan penyakit dan pertumbuhan populasi

Jangan cuma karena dibutakan agama lantas ga bisa mikir jernih emoticon-Malu (S)
emoticon-Thinking
wah ternyata kondom gk bisa mencegah virus HIV yak gan emoticon-Takut
pikir2 lg deh kalo mau jajan sembarangan emoticon-Ngacir




Quote:Quote:emoticon-Cool
Mau hadiah gan? Mampir aja disini !
Kalong Malam 2nd Anniversary Competitionemoticon-Request
Buruan Ikutan Gan Hadiahnya Bejibun emoticon-Ngacir2
yg efektif ya g usah zina.. klo g ya buruan nikah..
tergantung..
Dg siapa lawan nya emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By eragorn


• Disebutkan bahwa pada kondom (yang terbuat dari bahan latex) terdapat pori-pori dengan diameter 1/60 mikron dalam keadaan tidak meregang, sedangkan bila dalam keadaan meregang, lebar pori-pori tersebut mencapai sepuluh kali. Sementara ukuran virus HIV berdiameter 1/250 mikron. Dengan demikian, virus HIV dapat dengan leluasa menembus kondom.



Bs tolong dunk gan kasi jg linknya ato sumber ilmiah/medis yg nyebutin ky gt, bahwa dengan pemakaian yg benar pun kondom tidak bisa mencegah atau setidaknya mengurangi kemungkinan terkena HIV/AIDS? kok di CDC (Centers for Disease Control and Prevention) dan FDA (Food and Drugs Administration) di Amrik di situsnya g ngasi gituan? emoticon-Bingung

Dari CDC, khusus kondom dr latex
Dr FDA

Tlg juga dong sumber2 untuk pernyataan2 yg laen.. Minimal judul berita atau karya ilmiahnya dunk.. soalnya ane jg liat dr artikel yg sama:
Kompasiana
itu jg g disebutin sumbernya... padahal mau nambah ilmu...
emoticon-Sorry
nyimak dulu gan..
Quote:Original Posted By miyavizm
Open your mind dude
Pengenalan kondom bukan karena membenarkan zinah, tapi lebih ke arah safe sex
Kalo uda urusan zinah, ada atau tidak adanya kondom ga akan bisa dicegah kalau moral aja udah rusak

2 faktor yang menurut gw kenapa penggunaan kondom layak diperkenalkan ke masyarakat Indonesia adalah yang pertama untuk birth control
Uda bukan rahasia umum lagi kalau di Indonesia dan banyak negara di dunia, free sex udah jamak
Khusus untuk di Indonesia, populasi penduduk udah jadi major concern
Sekarang bayangin kalau populasi Indonesia nambah lagi, sedangkan beras aje masih pake impor imporan
Mo dikasi makan apaan tu anak? Belom lagi kimpoi siri dimana mana, bikin anak sana sini
Jadi menurut gw kondom itu perlu untuk birth control, sebagai contoh liat aja pas jaman Pak Harto, dimana kondom dan alat kontrasepsi lainnya digalakkan untuk mendukung gerakan Keluarga Berencana
Jaman sekarang mana ada lagi tuh suaranya Keluarga Berencana? Kalo bisa berkembang biak aje dimana mana, kimpoi sana sini

Kedua adalah untuk mencegah penularan penyakit (HIV dan sebagainya) melalui hubungan seksual
Ente semua bisa jamin pasangan ente si bersih dari penyakit? Ente bisa jamin juga diri ente bersih dari penyakit? Kalo abis dari 1 orang, ente atau pasangan ente maen lagi sama orang laen, apa ga semakin luas penularan tu penyakit?
Makanya coba deh berpikir dari sudut pandang yang bener, ga semata mata dari blind faith doang

Kalo emang bener kondom dituding tuding sebagai pendukung sex bebas, kita adain riset secara bukti aja
Bikin statistik efek adanya kondom dengan banyaknya sex bebas, bener ga ada impactnya?
Itung juga sama statistik penularan penyakit dan pertumbuhan populasi

Jangan cuma karena dibutakan agama lantas ga bisa mikir jernih emoticon-Malu (S)


ini masukan yang realistis . mau idealis boleh aja . tapi apa bisa bermodalkan idealisme tinggi sama agama aja nyetop penyebaran HIV dan sex bebas ?kenyataannya bukankah makin banyak . Sama aja kaya bahaya rokok!pembunuh nomor 1 ,tetep aja pada ngerokok . Jadi edukasi edukasi lebih penting daripada sekedar menakut nakuti . Liat kedepannya kalo ternyata HIV makin banyak gara2 minim edukasi ada yang salah toh sama edukasi sex kita . Beragama, berakhlak yang baik itu penting tapi jaman sekarang edukasi juga sangat penting supaya senjata lengkap terutama buat generasi muda kita .

Dan setau ane virus HIV itu gabisa hidup tanpa media cairan,dalam hal ini sperma atau cairan vagina-jadi kalau spermanya gabisa nembus kondom ya 80% must be safe to use condom as protection. - ada sumbernya diweb us
"
Sexually Transmitted Diseases, Including HIV Infection
Latex condoms, when used consistently and correctly, are highly effective in preventing the sexual transmission of HIV, the virus that causes AIDS. In addition, consistent and correct use of latex condoms reduces the risk of other sexually transmitted diseases (STDs), including diseases transmitted by genital secretions, and to a lesser degree, genital ulcer diseases. Condom use may reduce the risk for genital human papillomavirus (HPV) infection and HPV-associated diseases, e.g., genital warts and cervical cancer."

http://www.cdc.gov/CONDOMEFFECTIVENESS/LATEX.HTM

thanks link diatas hehe

buat ane sendiri si ga efektif tapi yah namanya usaha mencegah apa salahnya emoticon-Embarrassment