alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/529469d9fcca17c03e000053/the-historic-villages-of-shirakawa-go-and-gokayama
The Historic Villages of Shirakawa-go and Gokayama
Shirakawa dan Gokayama adalah dua desa pegunungan yang terletak di puncak tertinggi di Gunung Haku di Pegunungan Ryōhaku. Wilayah desa ini sekitar 95,7%-nya merupakan hutan pegunungan , dan tempat-tempat yang curam menjadi ciri khasnya. Di antara pegunungan mengalir Sungai Sho, Sepanjang sungai ada beberapa daerah datar, dan desa yang tersebar di dekat mereka.

Pemandangan dari desa-desa pegunungan bercampur dengan sifat setiap musim - daun hijau segar di musim semi, daun berwarna di musim gugur, salju musim dingin - dan suasana desa dengan rumah-rumah tradisional berdiri berdampingan tampak seperti dongeng.

Dengan berlatar keindahan alam, beberapa rumah yang masih mempertahankan tradisinya dari masa Edo. Layak dikunjungi adalah rumah berikut sebagai aset budaya penting Jepang: "Murakami House" di mana kepala keluarga menceritakan sejarah Gokayama kepada pengunjung saat mereka duduk di sekitar perapian terbuka. Dan beberapa rumah tradisional lainnya terbuka untuk umum, menawarkan kesempatan untuk belajar tentang bagaimana keseharian orang jaman dulu.
Desa ini menjadi salah satu daftar dalam Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1995.

The Historic Villages of Shirakawa-go and Gokayama

Gassho-zukuri Style

Yang menjadi keunikan Desa ini adalah gaya arsitektur yang dikenal sebagai Gassho-zukuri. Gaya ini ditandai dengan atap jerami dan kemiringan yang tajam menyerupai dua tangan yang tertelungkup saat doa ( Shinto/Buddhis ). Atap memiliki kemiringan hingga 60 ° untuk memungkinkan salju yang bertumpuk dan berat berat (kadang-kadang sebanyak 4 meter) untuk meluncur turun lebih mudah. Desainnya sangat kuat dengan kombinasi unik untuk menahan dan melepaskan berat hujan salju berat di kawasan itu di musim dingin.

Tidak heran, karena wilayah Shirakawa menjadi salah satu yang memiliki iklim ekstrim dunia saat musim dingin tiba, salju yang turun bisa sangat hebat menyelimuti seluruh desa. Sampai saat ini, desa-desa masih mempertahankan struktur bangunan yang demikian. Selain untuk hunian, penduduk juga membangun rumah yang dibagi-bagi sebagai tempat pembiakan ulat sutera saat musim dingin yang parah, dibagian lain digunakan untuk memproduksi bubuk mesiu di masa lalu dan beberapa fungsi lain dalam satu rumah. Masih banyak bangunan kuno lain yang bisa didapati seperti dam, jembatan, turbin kuno serta gaya hidup masa lalunya juga.

Hmmm, jadi inget Mbaru Niang di Flores #JOURNEY13
emoticon-Traveller
udah pernah kesini..tempatnya kereeen..pas kesana malah lebih banyak turis lokal..oia, waktu itu ane ambil train ke takayama,nginep semalem + jalan2 ampe siang, sorenya baru naik bis ke shirakawa go..
di shirakawa go, penginapan lumayan mahal..dapet +10.000 yen, tempatnya asyik..jadul gitu,,,sarapan n makan malamnya enaaak, banget..
iih..jadi pegen kesana lagi