alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/528b51edfaca17d809000004/menyambangi-kastil-megah-di-lombardy
Menyambangi Kastil Megah di Lombardy
KASTIL Sforza adalah satu tempat yang direkomendasikan saat kita berselancar di internet dan mencari tahu lokasi-lokasi menarik di Milan, Italia. Kastil yang bersejarah itu menjadi saksi bisu momentum-momentum dramatik serta masa-masa kejayaan Milan selama tujuh abad.

Tidak sulit mencari kastil yang berada di wilayah Lombardy ini. Dengan menumpang kereta bawah tanah atau Metro di jalur hijau, kita bisa turun di Stasiun Lanza dan jika menggunakan jalur merah turun di Stasiun Cairoli. Dari stasiun, kastil yang beralamat di Piazza Castello 20121 Milan ini bisa dicapai dalam 10 hingga 15 menit dengan berjalan kaki.

Berbicara sejarah memang membosankan jika hanya membaca buku. Akan tetapi, sejarah menjadi menarik ketika obyeknya tertampang di depan mata.

Ya, Kastil Sforza atau dalam bahasa Italia disebut Castello Sforzesco memang seperti magnet. Kemegahannya membuat wisatawan tertarik untuk mendekat. Di dalam bangunan tua dan megah ini terdapat museum yang dibuka setiap hari (kecuali Senin) mulai pukul 09.00 hingga 17.30.

Kastil menjadi terlihat sepi karena saking luasnya. Luas pelataran di dalam kastil itu mencapai 25,9 hektar. Adapun benteng yang mengelilingi pelataran luas itu sepanjang tiga kilometer. Pantas saja terlihat sepi karena orang-orang hanya terlihat seperti titik kecil dari kejauhan.

”Luas sekali, saya tidak selesai mengelilinginya,” kata Miranda, turis dari Amerika Serikat dan lantas tertawa. Ia datang bersama keluarganya dan ingin mengunjungi Roma setelah Milan. Usia Miranda kira-kira 20-an tahun.

Dari Visconti ke Beltrami

Kastil ini digunakan untuk tempat tinggal semasa pemerintahan Visconti (abad ke-14 hingga ke-15). Sebagian bangunan yang kuat itu runtuh pada periode pemerintahan Republik Ambrosian pada 1447-1450. Setelah itu, kastil pun dipugar dan sebagian dibangun kembali oleh penguasa kota yang baru, Francesco Sforza.

Sejak itu, kastil yang kemudian dinamai Sforza itu pun digunakan sebagai gedung pengadilan, salah satu yang besar dan berpengaruh di Eropa semasa rezim Galeazzo Maria dan Ludovico I’ll Moro. Kastil sebelumnya pernah digunakan sebagai barak militer setelah tidak digunakan lagi sebagai tempat tinggal.

”Pada masa-masa berikutnya, kastil ini tetap dipelihara selama berabad-abad. Kastil dijaga oleh penguasa Spanyol yang mendominasi Milan pada 1535-1706, lalu Austria (1706-1796), Perancis (1796-1814), dan kembali ke tangan Austria (1814-1858),” demikian tertulis di papan museum.

Pada akhir abad ke-19, Luca Beltrami merestorasi kastil Sforza, mengembalikannya kepada warga Milan. Fungsi kastil pun berubah menjadi pusat museum dan arena rekreasi warga. Kini, kastil ini menjadi monumen paling penting dan masyhur di seantero dunia. Sforza menjadi bangunan bersejarah dan mahakarya yang dituju turis-turis asing.

Museum

Terdapat 14 kategori atau ruangan yang ada di dalam Kastil Sforza. Pertama adalah museum seni kuno yang memajang 2.000 koleksi patung Late-Antiquity, Madieval, dan Renaissance. Dekorasi ruangan-ruangan di dalamnya bergaya Spanyol. Semua pajangan merujuk pada sejarah kota dan wilayah. Terdapat monumen abad ke-14, Bernabo Visconti, yang dibikin oleh Bonino da Campione.

uangan lain adalah galeri lukisan, yang memajang sekitar 1.500 karya seni. Susunan terbaru di ruangan ini dikerjakan pada 2005 dan belum diganti hingga sekarang. Lantas ada museum Mesir yang megah, didedikasikan untuk bangsa Mesir kuno. Di dalamnya ada patung, lukisan, batu bertulis, kayu, hingga mumi. Semuanya merupakan artefak dan karya seni yang menggambarkan peradaban dan sejarah Mesir kuno.

Apa lagi? Tentu tidak mungkin memasuki semua ruangan yang luar biasa luas itu hanya sehari, apalagi hanya beberapa jam. Ruangan lain meliputi museum prasejarah, museum seni dekorasi, museum instrumen musik, dan museum furnitur.

Lantas masih ada museum Achille Bertarelli. Museum ini adalah dedikasi untuk Bertarelli (1863-1938), warga Milan yang telah mendonasikan 300.000 karya, mulai poster, sketsa, hingga buku lawas. Ruangan lain digunakan, antara lain, untuk museum fotografi dan perpustakaan.

Pfff...... Butuh waktu lama untuk bisa menikmati karya seni di museum itu satu per satu dengan detail. Itu belum termasuk menikmati suasananya, duduk-duduk di tamannya, memotret, dipotret, mengobrol dengan teman.
×