alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5283acdf17cb179003000009/idealisme-yang-terjajah-antara-guru-dan-ayah
Smile 
idealisme yang terjajah, antara guru dan ayah
Assalamualaikum...

saya bekerja sebagai seorang guru di sebuah sekolah swasta di Solo. kebetulan saya diberi tugas untuk mengajar komputer kelas 3 SD sampai 7 SMP. sedangkan untuk ekstra kulikuler, saya memegang komputer kelas 1 dan 2 SD.

begini ceritanya, dalam dunia pendidikan. sebelum pembelajaran di mulai, ada anjuran seorang guru membuat alfa zone, sebuah metode yang digunakan guru untuk mengosongkan pikiran anak agar dapat fokus pada pelajaran yang akan diajarkan. mungkin, bukan mengosongkan lebih tepatnya. menghilangkan sisi jenuh anak, agar nantinya dapat menikmati pelajaran yang akan doberikan.

Nah, untuk menarik siswa dengan pelajaran yang akan saya berikan, maka saya perlihatkan sebuah video yaitu goyang cesar. goyang yang sangat disukai dan dikenal banyak kalangan, termasuk anak-anak. alhasil, peserta didik saya sontak menirukan gerakan yang ada di layar LCD. dan mereka pun menerima pelajaran saya dengan ceria dan semangat.

2 hari kemudian, saya dihampiri kepala sekolah. beliau memberi saya sepucuk surat yang beliau terima dari wali murid. intinya, wali (ortu) murid memprotes karena tayangan goyang cesar yang saya perlihatkan. Gak ada manfaatnya. tidak ada nilai edukasinya! cari saja video yang lebih mendidik kan bisa?

Ya, saya terima itu. mungkin, kesalahan saya hanya memandang dari sudut hiburan saja. tidak melihat sisi edukasinya. Saya terima, saya "disalahkan'

******

2 bulan yang lalu, seorang tetangga di perumahan. merayakan pesta ulang tahun anaknya yang pertama. diundangnya seorang "pelawak" yang bertugas menghibur anak-anak yang hadir. termasuk anak saya, saat itu berusia 3,5 tahun.
si pelawak, akan memberikan hadiah kepada anak-anak yang berani maju. karena saya mendidik anak agar tampil PD, maka saya berkata kepada anak saya, "Mbak Qila maju... ayo maju, biar dapat hadiah!"
dan anak saya pun maju. walopun, saya yakin anak saya tidak akan mampu melaksanakan perintah si pelawak dengan baik. karena yang maju selain anak saya, berusia 7 tahun ke atas.

"yang bisa goyang cesar, tak kasih hadiah....!" kata si pelawak sambil memainkan / memutar musik "buka sitik joss".

sebagian besar anak yang maju hafal, paling tidak mengerti gerakan dasarnya. kecuali anak saya, dia hanya memutar tangannya saja. dan itu dia lakukan sampai goyangnya selesai.

'hebat anakkku, berani! dan tak terpengaruh oleh tontonan di TV" pikirku waktu itu. karena anak saya maksimal jam 8 sudah tertidur, dan biasanya tidur jam 18.30.

*****

seminggu yang lalu, ketika saya menyalakan laptop. anak saya berkata, " yah... jossss" sambil bergoyang seadanya. otak saya langsung konek ke yang namanya goyang cesar. lha anak saya kok tiba-tiba minta goyang cesar.
dan ketika saya putarkan video yang saya download dari youtube,

setiap kata-kata JOSS, anak saya hafal kapan harus diucapkan.

"kok tau goyang cesar mbak? dari siapa?

"Pak Guru...." halaaah... anak saya ternyata sudah melihat videonya... dan itu dengan gurunya di sekolah (Play Grup)

bingung saya, kalo dipirkan dengan seksama memang tidak begitu terasa manfaatnya goyang cesar. apa coba manfaatnya? hanya untuk have fun aja...

padahal untuk have fun, banyak cara yang lain yang lebih baik dan edukatif mungkin.

ditambah lagi, animo masyarakat terhadap acara sangat tinggi, terbukti acara yang menampilkan si Cesar sangat lama durasinya. kalo diperhatikan acaranya pun, kurang bergitu ada manfaat.kalo saya menyoroti sisi lain, acara yang katanya untuk menghibur itu... justru menunjukkan, betapa untuk mendapatkan uang mulai dari 250rb hingga 1 juta harus rela goyang selama kurang lebih 1 jam.

setelah goyang, mereka harus berebut simpati dari host dengan menggunakan kostum yang "aneh" dan dengan lambaian tangan, yang seolah mengatakan "pilih aku... aku aja... dst..."

dan ada episode yang saya tonton, yang mendapatkan hadiah ada yang sudah berumur.... masyaAllah...

idealisme kita sebagai seorang ayah yang ingin memberikan tontonan yang baik.... terus dijajah dengan tayangan yang menjamur... mulai dari goyang cesar... goyang gendong bayi... goyang patok ayam.. dll...

jarang sekali, saat sore hingga malam, tayangan edukasi untuk anak.

sebagai seorang guru (sebenarnya setiap kita adalah guru, setuju?) saya harus mulai menekankan edukasi yang baik pada anak didik saya... mana yang layak di "konsumsi' dan mana yang bukan...

sebagai seorang muslim, saya pernah tersenyum kecut... saat ada seorang ustadz bercanda dengan mengatakan,"misalkan Rosul Saw masih hidup dan mengetuk rumah kita, kita tak kenal. dan ketika Ariel peter pan yang datang, kita minta foto bareng...."

semoga bisa lebih baik...
dibaca dolo ya gan..
anak jaman sekarang idealisme yang terjajah, antara guru dan ayah
Baca dulu ah komen blakangan
Quote:Original Posted By azkiadut
Baca dulu ah komen blakangan

Setelah membaca, menelaah dan mempertimbangkan thread agan. Perlu saya sampaikan hal hal sebgai berikut:
1. Saya perlumengucapkan "selamat" kpada diri saya. Karena ternyata ada orang lain mnegalami hal yg sama dengan diri saya.
2. Saya juga seorang guru tikk dan seorang ayah sama seperti agan.
3. Syapun baru saja mengalami hal yg sama tadi malam.
4. Saya hanya bisa perihatin dengan keadaan agan (keadaan saya juga gan)
5. Cuma bisa elus dada.... Sambil kasih pengertian ke anak ane.....
hmm... guru juga pendidik di sekolah, sekaligus orang tua di rumah emoticon-Big Grin
yang adalah (suatu saat nantinya jadi) wali murid juga emoticon-Cool


btw jadi suami guru kynya boleh jg nih emoticon-Betty (S)
Kadang memang kita harus flexibel...
Karena manusia bukan robot gan...
emang sedkit ambigu gan,tapi emang kita harus lebih fleksibel sh emoticon-Smilie
ada ada aja
×