alexa-tracking

[With Pictures] History of FIre Arms in Japan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/526f17b3bdcb17ea16000002/with-pictures-history-of-fire-arms-in-japan
Cool 
[With Pictures] History of FIre Arms in Japan
History of FIre Arms in Japan


Arquebus,Musket and Bronze or Swivel Cannon Periode

Jepang sebagai salah satu negara yang memiliki sejarah militerisme dan Nasionalisme paling panjang di dunia ternyata sudah cukup lama mengenal senjata api dan sudah mengaplikasikannya dalam berbagai pertempuran sejak abad ke-13. Jepang memiliki kemampuan untuk mengadopsi teknologi baru dan mengembangkannya secara mandiri dengan kecepatan dan ketrampilan adaptasi yang luar biasa.

Di era Sengoku Jidai, Jepang mengembangkan versi Arquebuse-nya sendiri yang mereka peroleh teknologinya dari para Nanban Portugal dan Spanyol yang mulai berdatangan sejak tahun 1543. Mereka juga mengembangkan Swivel Cannon dan Demi Cannon yang teknologinya mereka peroleh dari kedua negara pelaut itu. Kemampuan manufaktur dan industri lokal Jepang di era itu sempat menjadikan angkatan perang Jepang di bawah Nobunaga, Toyotomi Hideyoshi dan Tokugawa Ieyasu menjadi salah satu pemakai fire arms terbesar di dunia dari segi jumlah kepemilikan senjata api dan yang paling kompleks penggunaannya dan pengaplikasiannya di medan tempur.

Sakaku era, atau seclusion era dimana Tokugawa Iemitsu menyerukan untuk menutup Jepang dari pengaruh asing, terutama bangsa Eropa yang menyebarkan agama Kristen di Jepang akhirnya membuat perkembangan teknologi dan pengembangan taktik penggunaan senjata api di Jepang menjadi cukup mandeg dan cukup tertinggal dibanding negara-negara Eropa daratan yang pada saat itu dilanda perang besar dimana-mana. Sebaliknya Jepang mengalami masa damai dan pengembangan sastra dan budaya yang sangat signifikan di bawah pemerintahan Tokugawa. Jadi sebenarnya, senjata api di Jepang masih digunakan oleh para prajurit Tokugawa tapi frekuensi penggunaanya saja yang menjadi sangat jauh lebih sedikit dibandingkan dengan di era Sengoku Jidai ataupun Imjin War.

Sebagai bukti nyata bahwa senjata api masih digunakan dan dikembangkan secara internal oleh bangsa Jepang, terdapat sekitar 200 lebih gunsmith/bengkel pembuat senjata di Jepang pada akhir era Tokugawa/Periode Edo.

Kunitomo Ikkansai pada tahun 1820-an mengembangkan airgun versi Jepang yang menggunakan teknologi yang diakusisi dari pos dagang Belanda di Pulau Dejima. Airgun ini menggunakan teknologi mekanisme Flintlock. Jepang sendiri di awal tahun 1800-an banyak mempelajari ilmu pengetahuan Barat yang mereka peroleh melalui Belanda dan proses pembelajaran ini di era tersebut kerap disebut dengan “Rangaku”.


Salah seorang bangsawan Samurai dari Nagasaki bernama Takashima Shuhan pada tahun 1840-an mulai mengimport dalam jumlah besar flintlock musket dari Belanda yang dikenal dengan “Gewehr”. Dia mulai mengadopsi taktik militer dan persenjataan barat dan menunjukannya kepada Shogun Tokugawa dalam sebuah parade militer di Tokumarugahara yang terletak di sebelah utara kota Edo.
Kedatangan Commodore Perry dan kebijakannya untuk membuka Jepang secara paksa membuat Jepang mulai mengadopsi flintlock musket dan melengkapi seluruh prajurit mereka dengan senjata baru dan melatihnya dengan standar taktik yang digunakan oleh Barat (walau proses ini mendapatkan tantangan dari banyak samurai dan bangsawan lokal).
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:
Quote:


Quote:


Quote:
Quote:


Quote:


Quote:
.

Quote:
Quote:


Quote:

Quote:
Quote:


Quote:


Quote:
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:
[With Pictures] History of FIre Arms in Japan
ilustrasi diagram tanegashima musket
Quote:


Quote:
Quote:


Quote:


Quote:
Quote:

Quote:

Quote:

Quote:

Quote:
Quote:

Quote:


Quote:
fotonya keren2. trnyata musket jepang jman dulu jga mcem2 jenisnya yakk kraen 1 tipe aja.
nanya. dulu pas jman sengoku yg pling banyak memakai musket apa pasukannya oda nobunaga?? n apa mreka jga dh mengadopsi line infantry ala barat jga ya??

The Right Tactis and using Fire arms bring Nobunaga to win the Battle

Quote:
Quote:


Oda itu berasal dari provinsi miskin di Jepang, dan gak memiliki banyak kelas samurai atau bangsawan. Jadi untuk mengatasi kekurangannya Oda mengandalkan pasukan Ashigaru yang dilatih dari rakyat biasa/kelas petani dan membentuk mereka melalui pelatihan yang rutin dan keras. Dan ketika musket diperkenalkan Oda menyadari kelebihan senjata satu itu dan mengadopsinya secara luas untuk pasukan ashigarunya. Kalau di Eropa perbandingan musketeer dan pasukan Tercio/pikemen hanya sekitar 1 : 6 hingga delapan, Oda secara drastis mengubah lebih dari seperempat pasukannya menjadi pasukan musketeer dan memperkenalkan beragam taktik dan inovasi perang yang baru. Itulah sebab mengapa Oda mampu mengalahkan Daimyo lainnya yang memiliki lebih banyak samurai dan kelas bangsawan di pasukan mereka.

Bukannya mengadopsi tapi mereka mengembangkan versi mereka sendiri lho. Spanyol yang dianggap kekuatan nomor satu Eropa sendiri gak mau berbuat macam-macam melawan Jepang lho walaupun ratusan warganya di salib di era Tokugawa Iemitsu, itu karena Jepang di era itu dianggap sebagai pemilik kekuatan darat nomor satu di Asia.
pernah nanya ke polda metro, dan ternyata matchlock (termasuk flintlock) dikategorikan sebagai senjata api, jadi mo beli buat pajangan juga ndak boleh emoticon-Frown
Quote:


pnjelasane lngkap bnget sma pas bner ada artikelnya battle nagashino jga. trnyata provinsinya oda miskin ya brti emng nobunaga pnter melihat peluang n bakat ampe ngrekrut hideyoshi sgala.
kekuatan daratnya trlalu kuat smpe2 invasi k korea jga ya. tu d foto2 musketnya trus mngalami prkmbngan smpe taun 18sekian. tpi kok tentaranya tokugawa ampe kalah sma tentara satsuma-chosu pas jman restorasi meiji. apakah krena tokugawa nggak update strategi perang baru gtu n snapan nya klah modern gtu?
Quote:


Individual guns used By Both Sides During Boshin War


Numerous types of more or less modern smoothbore guns and rifles were imported, from countries as varied as France, Germany, the Netherlands, Britain or the United States, and coexisted with traditional types such as the Tanegashima (Japanese matchlock).

Most Shogunate troops used Büchse (Gewehr) smoothbore guns, which had been imported in Japan since around 1840, initially from the Netherlands by Takashima Akiho (高島秋帆). These guns were rather ancient and had limited capabilities, with an effective lethal range of about 50 meters, and a firing rate of about 2 rounds per minute. The Daimyo of Nagaoka however, an ally of the Shogun, possessed two Gatling guns and several thousand modern rifles.

The Shogunate is known to have placed an order for 30,000 modern Dreyse needle guns in 1866. Napoleon III provided Tokugawa Yoshinobu with 2,000 state-of-the-art Chassepot rifles, which he used to equip his personal guard. Antiquated Tanegashima matchlock guns are also known to have been used by the Bakufu however.

Imperial troops mainly used Minié rifles, which were much more accurate, lethal, and had a much longer range than the smoothbore Gewehr guns, although, being also muzzle-loading, they were similarly limited to two shots per minute. Improved breech-loading mechanisms, such as the Snider, developing a rate of about ten shots a minute, are known to have been used by troops of the Tosa Domain against the Shogunate's Shōgitai, at the Battle of Ueno in July 1868.

In the second half of the conflict, in the northeast theater, Tosa Province troops are known to have used American-made Spencer repeating rifles.American-made handguns were also popular, such as the 1863 Smith & Wesson Army No 2, which was imported to Japan by the Scottish trader Thomas Blake Glover and used by the Satsuma forces.

Quote:


Quote:
Quote:


iyalah, flintlock atau matchlock bahkan arquebus jadul bisa dipake buat nembak orang mbah dari jarak sekian emoticon-Big Grin
Quote:

Quote:


Quote: