CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Amien Rais: Siapa bilang Jokowi itu Anak Bangsa yg Terbaik? Banyak Naifnya kok!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52508df90d8b46f412000007/amien-rais-siapa-bilang-jokowi-itu-anak-bangsa-yg-terbaik-banyak-naifnya-kok

Amien Rais: Siapa bilang Jokowi itu Anak Bangsa yg Terbaik? Banyak Naifnya kok!

Inilah berbagai Kenaifan Jokowi dimata Amien Rais:
Amien Rais: Siapa bilang Jokowi itu Anak Bangsa yg Terbaik? Banyak Naifnya kok!
Jokowi

Amien Rais Ragukan Nasionalisme Jokowi
Kamis, 12 September 2013 | 12:39 WIB

Amien Rais: Siapa bilang Jokowi itu Anak Bangsa yg Terbaik? Banyak Naifnya kok!
Tokoh Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, meragukan kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Ia menilai kesuksesan yang disebut-sebut melekat dalam kepimimpinan Jokowi, begitu sang gubernur biasa disapa, hanya pencitraan. "Di Solo itu yang bekerja Rudi (FX Rudi, wakil wali kota). Saya ini orang Solo, kemiskinan dan kumuh masih banyak," katanya kepada Tempo di kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 12 September 2013. Menurut Amien, Jokowi belum bisa dianggap sukses memimpin Jakarta. Alasannya, kemacetan dan kumuh masih menjadi persoalan. "Dia berhasil membersihkan Pasar Tanah Abang, tetapi macet Jakarta masih terasa," ujarnya.

Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat 1999-2004 itu juga meragukan Jokowi punya komitmen nasionalisme kuat kendati berasal dari partai nasionalis, PDI Perjuangan. Amien menyebut kebijakan Megawati Sukarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan, saat menjadi presiden, yaitu menjual saham PT Indosat Tbk ke asing, pembebasan utang pengusaha hitam, merupakan kebijakan yang berlawanan dengan semangat nasionalisme. "Mega saja bisa seperti itu," katanya. Mantan Ketua Umum Muhammadiyah itu menilai kelompok politik Islam belum tentu berkoalisi dengan Jokowi jika maju sebagai calon presiden. "Belum tentu," katanya. Pernyataan itu berbeda dengan pernyataan Amien baru-baru ini di berbagai media yang menggadang-gadang kemungkinan Jokowi berduet dengan Hatta Rajasa, Ketua Umum PAN.
http://www.tempo.co/read/news/2013/0...nalisme-Jokowi

Amien Rais:
Ada Pemodal Besar Bakal Sandera Jokowi
Selasa, 1 Oktober 2013 | 19:00 WIB

Amien Rais: Siapa bilang Jokowi itu Anak Bangsa yg Terbaik? Banyak Naifnya kok!
The Rising Star

Jakarta - Tokoh reformasi 1998 Amien Rais belakangan gencar mengritik Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi. Dia menilai ada kekuatan modal di belakang Jokowi yang bakal menyandera mantan wali kota Solo itu. Penilaian Amien Rais itu disampaikan dalam wawancara khusus dengan inilah..com di kediamannya di bilangan Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (1/10/2013). "Saya melihat ada brain trust yang melambungkan Jokowi ke aras politik, bahkan mungkin hingga ke kursi presiden RI," ujar Amien.

Mantan ketua MPR RI itu mengaku dirinya dapat menyimpulkan fenomena Jokowi dikarenakan ada kekuatan modal yang melambungkannya. Jika upaya ini berhasil, Jokowi dinilai Amien cukup risau. "Kalau sampai keinginan modal besar ini berhasil, saya takut, saya kasihan Jokowi akan tersandera. Saya tidak mengatakan presiden boneka, tapi akan menurut kepada yang melambungkan yang sangat luar biasa itu," ujar Amien. Namun, saat ditanya lebih lanjut tentang pemilik modal tersebut, pendiri dan mantan ketua umum DPP PAN tersebut enggan menyebutnya lebih detail. Hanya, Amien menyebutkan pemilik modal dimaksud selama 24 jam hanya berorientasi pada untung semata. "Hampir bisa dipastikan, pemodal besar itu mesti dihinggapi patologi profit. Jadi siang-malam yang dipikir adalah profit dan profit," tegasnya.

Keyakinan Amien bukan tanpa dasar. Menurut dia, jejak rekam Jokowi sebagai wali kota Solo tidak kalah bagus bila dibandingkan dengan kepala daerah lainnya seperti Wali Kota Surabaya Tri Rimsharani, bekas Wali Kota Yogyakarta Hery Zudianto dan kepala daerah lainnya. "Tetapi memang, menurut saya ada usaha yang sistematik, dari mobil Esemka yang pepesan kosong itu, sampai mempopulerkan Jokowi seorang wali kota terbaik dari lima wali kota di muka bumi, maka saya makin ngeri," ujar Amien serius
[url]http://nasional.inilah..com/read/detail/2034429/amien-ada-pemodal-besar-bakal-sandera-jokowi#.UktlGSdU2QW[/url]

Jokowi seperti Joseph Estrada
Kamis, 26 September 2013 06:28:00

Amien Rais: Siapa bilang Jokowi itu Anak Bangsa yg Terbaik? Banyak Naifnya kok!
Amien Rais: Siapa bilang Jokowi itu Anak Bangsa yg Terbaik? Banyak Naifnya kok!
Amien Rais & Jokowi

Amien Rais mengingatkan masyarakat Indonesia untuk tidak salah memilih pemimpin. Apalagi memilih hanya karena kepopulerannya seperti Jokowi. "Dulu, Joseph Estrada (mantan Presiden Filipina) juga dipilih mutlak. Dia kan bintang film Filipina. Setiap sore, masyarakat melihat filmnya, dikeroyok tujuh orang menang, ditembak tidak pernah kena," katanya.

Karena ketenarannya lewat film-filmnya itu, kata dia, masyarakat Filipina melihatnya sebagai sosok yang bisa mengatasi masalah sehingga kemudian terpilih sebagai Presiden Filipina. "Masyarakat Filipina melihat Joseph Estrada ketika itu sebagai 'The Hero of Filipina'. Namun, kurang dari sembilan bulan menjabat ternyata dia (Joseph Estrada) sudah mendapat 'impeachment' (pemakzulan)," katanya.

Memang, kata Amien, Pak Jokowi orangnya baik dan tidak separah Joseph Estrada, tetapi untuk memahami persoalan bangsa yang luas dengan menjadi capres, sebaiknya 'jam terbangnya' diasah menjadi gubernur dulu.
http://www.merdeka.com/politik/4-ser...h-estrada.html

Jokowi Lumayan Tapi Tak Spektakuler
Kamis, 26/09/2013 13:45 WIB

Amien Rais: Siapa bilang Jokowi itu Anak Bangsa yg Terbaik? Banyak Naifnya kok!

Saat itu Jokowi masih menjadi Wali Kota Solo, dan sempat masuk dalam nominasi peraih penghargaan walikota terbaik dunia. Namun, ternyata prestasi ini dianggap biasa saja oleh tokoh pergerakan reformasi, Amien Rais. "Sesungguhnya pencapaiannya belum spektakuler, tetapi memang lumayan juga," ujar Amien Rais usai acara berbuka bersama di rumah dinas Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, Jalan Denpasar, Jakarta Selatan, Senin (6/8/2012).

Amien menambahkan, salah satu contoh kegagalan dari pria yang akrab disapa Jokowi itu adalah beberapa permasalahan di Kota Solo yang tak kunjung usai. Seperti permasalahan macet dan kemiskinan. Amien juga mengkritik mengenai angka kemiskinan di Solo yang lebih besar daripada Jakarta namun tidak pernah diungkap ke publik. Oleh karena itu dia mengimbau kepada warga Jakarta untuk memberikan pilihan secara cerdas, karena pilihan itu akan bertahan selama 5 tahun."Saya sebagai orang Solo saya kembalikan kepada warga Jakarta sebaiknya memang direnungkan lebih cermat, karena yang ditentukan oleh di kotak suara itu untuk 5 tahun masa depan Jakarta," tutur Amien.
[url]http://news.detik..com/read/2013/09/26/133456/2370108/10/2/4-kicauan-amien-rais-tentang-jokowind772204btr[/url]

Jokowi gagal pimpin Solo

Amien Rais: Siapa bilang Jokowi itu Anak Bangsa yg Terbaik? Banyak Naifnya kok!
Joko Widodo

Amien Rais pernah mengkritik habis-habisan Jokowi saat menjadi wali kota Solo. Amien mengaku heran mengapa orang membangga-banggakan Jokowi padahal gagal memimpin di Solo. "Solo itu masih kumuh, gelap, agak miskin. Sebenarnya ini sudah masa tenang kampanye sebetulnya tidak boleh, tapi Anda (wartawan) tanya ya saya jelaskan. Solo itu kemiskinannya tertinggi di Jawa Tengah," kata Amien Rais kepada wartawan di Monas, Rabu (19/9) tahun lalu.

Karena itu, mantan ketua MPR ini mengaku heran mengapa Jokowi dinobatkan sebagai salah seorang wali kota terbaik di dunia. "Saya heran. Saya itu orang Solo, kalau Solo jadi wali kota terbaik di muka bumi, itu gagal dan lemah. Saya sudah keliling ke Timur Tengah, Eropa Timur, Eropa Barat, Amerika, Australia, Rusia, itu kota bagus cemerlang, rapi, hijau," katanya.
http://www.merdeka.com/politik/4-ser...mpin-solo.html

Jokowi diminta tak bernafsu nyapres

Jika Jokowi tetap maju dalam Pilpres 2014 mendatang, Amien pun meragukan etika politik mantan wali kota Solo itu. Amien meminta Jokowi lebih dulu membuktikan semua janji-janjinya saat berkampanye di Pilgub DKI tahun lalu. "Lebih baik bersabar, buktikan dulu sukses sebagai Gubernur DKI, saya kira nanti berbondong-bondong orang akan memilih dia," kata Amien saat melepas rombongan mudik PAN di Senayan, Jakarta, Minggu (3/8).

Amien mengakui, elektabilitas Jokowi saat ini memang tinggi mengalahkan capres lainnya seperti Prabowo Subianto, Megawati, Aburizal Bakrie dan Hatta Rajasa. Namun, peta politik jelang pemilu bisa berubah-ubah. Sekarang ini memang Jokowi paling tinggi, tapi politik itu biasanya memang suka berubah-ubah," kata Amien Rais.
http://www.merdeka.com/politik/4-ser...u-nyapres.html

Amien ingatkan sumpah jabatan Jokowi

Amien Rais: Siapa bilang Jokowi itu Anak Bangsa yg Terbaik? Banyak Naifnya kok!
Joko Widodo

Amien Rais mengingatkan Jokowi sudah disumpah jadi gubernur selama lima tahun. Menurut Amien, Jokowi harus mengabdi selama 5 tahun terlebih dahulu kepada warga Jakarta, baru maju ke capres. "Dia (Jokowi) kan disumpah untuk lima tahun (sebagai Gubernur DKI Jakarta). Untuk mengatasi kemacetan, banjir, kekumuhan, dan lain-lain yang dihadapi masyarakat Jakarta," katanya.

Menurut mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu, pengalaman Jokowi harus diasah sebagai gubernur di DKI Jakarta dulu, baru bisa naik 'peringkat' jadi calon presiden. Dalam perpolitikan ada fatsunnya, atau etika berpolitik yang harus ditaati, termasuk berkaitan dengan Jokowi yang sudah disumpah untuk menyelesaikan berbagai problem di Jakarta selama lima tahun. "Jokowi orangnya baik, ketawa-ketawa, suka blusukan, makan gado-gado dengan tukang becak, merakyat, masuk got kemudian keluar lagi, melewati jembatan berayun-ayun, dan sebagainya," kata Amien.
http://www.merdeka.com/politik/4-ser...an-jokowi.html

Dan ... tak kurang PDIP sendiri Mengingatkan Jokowi:
PDIP Ingatkan Jokowi Waspadai Bohir Politik
Jum'at, 02 Agustus 2013 | 06:22 WIB

Amien Rais: Siapa bilang Jokowi itu Anak Bangsa yg Terbaik? Banyak Naifnya kok!
kader PDIP yang paling setia ...

Metrotvnews.com, Jakarta: Popularitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden (capres) yang terus meningkat harus dibarengi dengan kewaspadaan. Pasalnya, banyak pemodal yang akan mencoba mendekati serta memengaruhi kebijakan Jokowi jika maju dan terpilih sebagai presiden. "Jokowi tidak boleh terlena dengan hasil survei, apalagi sampai tersandera dengan bohir-bohir (pemodal) politik yang sudah mengintai di sekitar dia," kata politikus PDIP Effendi MS Simbolon di Jakarta, Kamis (1/8).

Untuk itu, lanjut Effendi, PDI-P tidak boleh terlena dengan fenomena Jokowi kendati keduanya saling mendapatkan keuntungan karena simbiosis. "Ya tapi di situlah kami (PDIP) tidak mudah terbuai, tapi justru kami lebih hati-hati untuk mencermati bagaimana fenomena alam. Apa itu reaksi masyarakat yang kuat, ya kenapa tidak untuk kita menuju Pemilu 2014," kata Effendi. Fenomena Jokowi yang datang begitu cepat juga dikhawatirkan bisa menghancurkan partai yang sudah mapan dibangun berpuluh-puluh tahun. "Ini tidak ada resistensi terhadap Jokowi, warning pun tidak ada apalagi resistensi. Dia bagian dari PDIP, justru PDIP yang berkepentingan untuk sesuatu yang nampaknya mudah cepat datang itu kan juga cepat pergi. Jadi ini kami takutnya bisa terjadi," kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI tersebut.

Effendi juga memperingatkan gaya kepemimpinan Jokowi. Menurutnya, Jokowi tidak boleh terjebak dengan rekayasa instan dan pencitraan media. "Di sini Jokowi harus benar-benar terukur dan berperan sebagai politisi. Jangan sampai semua yang dilakukan hanya rekayasa untuk mendapatkan kursi nomor satu di republik ini," kata Effendi. Dia juga mengaku tidak mengetahui siapa orang yang berperan di belakang mantan Wali Kota Surakarta itu. "Saya enggak tahu kalau itu. Ini kan pemikiran yang saya serap dari perkembangan selama ini. Jadi seperti apa Ibu (Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri) terhadap beliau, ya saya enggak tahu. Tapi yang perlu diingat, Jokowi adalah hasil talent scouting Ibu Megawati," tukasnya
http://www.metrotvnews.com/metronews...-Bohir-Politik

Prabowo buka Kartu Truff! Kontrak Politik Pilkada DKI, Gerindra Larang Jokowi Nyapres
Kontrak Politik Pilkada DKI, Gerindra Larang Jokowi Nyapres
05/09/2013 12:42

Amien Rais: Siapa bilang Jokowi itu Anak Bangsa yg Terbaik? Banyak Naifnya kok!
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo

Partai Gerindra secara tegas meminta PDIP tidak mengusung Joko Widodo atau Jokowi sebagai capres pada Pilpres 2014. Jika hal itu tak diindahkan, PDIP dinilai sudah melanggar kontrak politik saat mengusung Jokowi-Ahok dalam Pilkada lalu. Ketua Umum DPP Partai Gerindra Suhardi, menjelaskan kontrak politik antara Gerindra dengan PDIP secara tegas menyebutkan Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama untuk konsisten memimpin Jakarta hingga masa jabatannya selesai. Karena pasangan Jokowi-Ahok diusung PDIP dan Gerindra dalam Pilkada DKI lalu. "Kalau (pencapresan) itu urusan Jokowi dan urusan PDIP. Kita hanya mengingatkan janji kepemimpinan harus konsisten. Kontrak politik Jokowi harus menuntaskan tugas sebagai Gubernur Jakarta. Kita tidak mencampuri," kata Suhardi Jakarta, Kamis (5/9/2013).

Meski meminta PDIP untuk konsisten menjadikan Jokowi sebagai Gubernur DKI sampai periode berakhir, Gerindra tidak merasa memanas-manasi PDIP. "Itu hal yang biasa dalam berpendapat. Hubungan kami sejak dahulu baik sampai sekarang. Kami ketemu ketika acara Pak Taufiq Kiemas di Teuku Umar," imbuhnya. Soal kontrak politik antara PDIP dan Gerindra sejak Pemilu 2009, menurut Suhardi biarlah menjadi pembahasan antara Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. "Biar mereka yang berbicara," tuturnya. Yang jelas, lanjutnya, Gerindra sudah membulatkan tekad untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai capres pada Pilpres 2014. Karena itu ia berharap pencapresan Prabowo bisa mendapatkan dukungan dari masyarakat, termasuk dari PDIP. "Partai ini sudah bulat mendukung Prabowo. Dan berharap mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk PDIP," pungkasnya.
http://news.liputan6.com/read/684350...jokowi-nyapres

---------------------------------------

Beri aja dia kesempatan, nanti kalau kagak beres, kita "Gus Dur"-kan lagi, gitu aja kok repot!

emoticon-Ngakak
Halaman 1 dari 7
Kenapa seorang Jokowi ditakutkan kekuatan politik jelang Pemilu dan Pilpres tahun depan?
Amien Rais: Siapa bilang Jokowi itu Anak Bangsa yg Terbaik? Banyak Naifnya kok!

Jokowi Bikin Lawan Politik "Sakit Kepala"
Jum'at, 06 September 2013 06:23 wib

JAKARTA- Nama Joko Widodo (Jokowi) yang kerap kali menduduki posisi teratas sebagai calon presiden, membuat 'sakit kepala' lawan politik PDI Perjuangan. "Banyak partai yang uring-uringan karena Jokowi selalu menduduki posisi teratas. Salah satunya Partai Gerindra," ujar Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin kepada Okezone, Kamis (5/9/2013). Karena itu, Said menilai, ada dua cara untuk menghadang langkah Jokowi menuju RI-1. "Pertama tentunya dengan cara bekerja keras untuk dapat meningkatkan elektabilitas calon yang diusungnya. Dan ke dua, tentu dengan mengecilkan lawannya," terangnya.

Terkait langkah kedua, Said melihat hal itu mulai dilakukan oleh sejumlah partai, termasuk partai Gerindra. " Pertama, Gerindra mulai menyinggung kontrak politik Jokowi-Ahok dalam memimpin Jakarta, lalu survei terkini dari INES yang menempatkan Prabowo di atas Jokowi pun bisa dimanfaatkan mereka untuk menggiring opini publik bahwa ada capres lain yang layak menjadi presiden," kata Said. Terkait pernyataan yang terlontar dari Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan menyatakan Gerindra tidak ingin Jokowi maju, kata Said, hal itu menjadi isyarat tersendiri bahwa memang betul adanya mereka ingin menghadang langkah Jokowi. "Kalau sampai seorang Ahok yang hanya menjabat Wakil Gubernur berani menyatakan itu, berarti memang ada strategi yang dibangun di kalangan internal partai yang tidak ingin Jokowi maju sebagai capres," tandasnya.
http://news.okezone.com/read/2013/09...k-sakit-kepala

Fenomena Jokowi Ubah Kalkulasi Politik
Rabu, 28 Agustus 2013 | 08:35 WIB

Amien Rais: Siapa bilang Jokowi itu Anak Bangsa yg Terbaik? Banyak Naifnya kok!

JAKARTA, KOMPAS.com — Kemunculan Joko Widodo dengan elektabilitas tertinggi dibandingkan dengan sosok lain diperkirakan makin menghidupkan persaingan dalam bursa calon presiden tahun 2014. Apalagi sejumlah partai politik tetap ingin mengajukan calon sendiri. Namun, fenomena Joko Widodo membuat kalkulasi politik berubah. Dalam survei Kompas, elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) paling tinggi, di atas Prabowo Su- bianto, Megawati Soekarnoputri, Jusuf Kalla, dan Aburizal Bakrie. Jokowi pun diyakini paling berpeluang memenangi Pemilihan Umum Presiden 2014. Bursa calon presiden (capres) tampaknya makin dinamis, termasuk dengan saling mengawinkan pasangan untuk mencapai elektabilitas tinggi. Sampai saat ini, walaupun masih banyak yang menunggu hasil pemilu legislatif, sejumlah parpol bertekad tetap mengusung calon sendiri, seperti Prabowo (Gerindra), Aburizal Bakrie (Golkar), Hatta Rajasa (PAN), Wiranto-Hary Tanoesoedibjo (Hanura).

Fenomena Jokowi juga menjungkalkan konstelasi politik lama yang persiapannya sudah dirintis sejak 2009. Direktur Riset Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, tokoh-tokoh lama, seperti Prabowo dan Aburizal, harus berhitung ulang menghadapi fenomena itu. Semua pihak sedang menunggu tiga hal yang kemungkinan bisa terjadi. ”Pertama, berharap PDI-P tidak ajukan Jokowi agar kekuatan semua pihak kembali lagi pada titik nol,” katanya. Kedua, kompetitor Jokowi bisa berkoalisi dengan Jokowi, entah bagaimana negosiasinya. Skenario ketiga, pada titik ekstrem, kubu non-Jokowi bisa punya satu semangat untuk menjegal Jokowi secara bersama-sama agar kekuatan Jokowi bisa diimbangi. ”Mereka pasti akan berhitung dengan variabel Jokowi ini, entah melawan, menjatuhkan, atau bergabung,” kata Yunarto, Selasa (27/8). Siapa pun yang akan menjegal atau mengajak Jokowi tetap punya peluang mencapai titik kulminasi, tetapi bedanya saat ini momentum sedang berada di tangan Jokowi.

Namun, parpol lain juga terus bergerak. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan bahwa partainya mengamati lima hingga delapan sosok sebagai calon wakil presiden. Dari nama-nama itu, umumnya bukan orang partai dan dua sampai tiga orang adalah perempuan. ”Kongres Luar Biasa Partai Gerindra pada Februari 2012 memutuskan Prabowo Subianto sebagai capres dan memberi amanat kepada Prabowo untuk mengambil keputusan tentang calon wakil presiden yang akan mendampingi. Meski punya kewenangan penuh, Prabowo biasanya selalu minta pertimbangan kami. Saat ini, kami dalam proses komunikasi dengan lima hingga delapan nama calon wakil presiden itu,” kata Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Fungsionaris PAN, Teguh Juwarno, juga menegaskan, hasil survei Kompas menjadi lecutan bagi kader untuk memperoleh hasil terbaik dalam pemilu legislatif. PAN juga tetap akan mengusung Ketua Umum Hatta Rajasa sebagai capres meski tidak masuk lima besar. Namun, PAN terus berupaya mendorong peningkatan popularitas serta elektabilitas Hatta, antara lain menyosialisasikan keberhasilan Hatta sebagai Menteri Koordinator Perekonomian. Jadi, PDI-P pun sebaiknya memastikan Jokowi sebagai kandidat presiden menjelang pemilu legislatif sehingga elektabilitas PDI-P dapat ditingkatkan. Hasil survei itu harus dipertimbangkan betul-betul oleh PDI-P. Kalau salah menentukan, itu justru bisa menurunkan elektabilitas PDI-P,” kata pakar hukum tata negara Saldi Isra. Sekretaris Jenderal PDI-P Tjahjo Kumolo mengatakan, pihaknya akan memperhatikan momen yang tepat untuk mengumumkan capres, termasuk cawapres. ”Momentum menentukan capres menjadi strategi dan kebijakan partai,” katanya. Untuk itu, diperlukan telaah mendalam. Dinamika politik perlu diperhatikan. Perlu dipertimbangkan pula, yaitu cawapres yang akan dipilih.

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambut baik dan siap mendampingi Jokowi sebagai capres ataupun cawapres jika hal itu bisa membawa manfaat bagi rakyat dan negara. Namun, semua itu berpulang pada kehendak PDI-P yang akan mengusungnya, dan pilihan rakyat itu sendiri. ”Bagi saya, hanya satu, selama bisa bermanfaat bagi rakyat dan negara, saya siap melaksanakannya jika bersama Pak Jokowi,” ujarnya. Menurut Kalla, Jokowi adalah sosok yang didorongnya saat akan menjadi calon gubernur DKI Jakarta tahun lalu. ”Jokowi sosok yang memiliki kepribadian baik, punya kemampuan, bisa mengambil keputusan dan memenuhi aspirasi rakyat. Lebih penting lagi, jika saya bersama Jokowi, ada yang bilang, itu sebuah harmoni, antara perwakilan Jawa dan luar Jawa,” lanjutnya.

Bagi Tjahjo, PDI-P sangat memperhitungkan hasil-hasil survei yang dilakukan secara independen. PDI-P juga perlu mendengarkan aspirasi masyarakat. ”Saya tidak bisa men-declare ya atau tidak. Perlu dilihat dinamika politik,” kata Tjahjo ketika ditanya apakah PDI-P mengumumkan Jokowi sebagai capres menjelang pemilu legislatif. Peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, R Siti Zuhro, mengatakan, PDI-P perlu mempertimbangkan Jokowi, tetapi perlu dikalkulasi serius karena PDI-P juga harus menghitung keberlanjutan politik dinasti yang selama ini melekat pada sosok Megawati. ”Lampu belum hijau, tetapi sudah mulai kuning. Ada kalkulasi politik yang harus dipertimbangkan PDI-P. Tak tertutup kemungkinan, pada akhirnya partai ini akan mengajukan Jokowi sebagai capres,” katanya.
http://nasional.kompas.com/read/2013...kulasi.Politik

Amien Rais: Siapa bilang Jokowi itu Anak Bangsa yg Terbaik? Banyak Naifnya kok!

Menafsirkan Ramalan Jayabaya ‘Notonegoro’:
Betulkah nama JOKO WIDODO (jokowi) TermasukSimbol Nama yang Dimaksud?
16 March 2013 | 15:21 wib

Salah satu peninggalan sejarah di Kediri yang terkenal adalah Patilasan atau tempat Raja Jayabaya moksa. Sedangkan yang paling tersohor dari Jayabaya adalah sebuah ramalan atau orang sering menyebut Jangka Jayabaya. Salah satu ramalan yang tersohor adalah NOTONEGORO yaitu sebuah ramalan tentang nama seseorang yang akan memerintah negeri ini. Buah dari akibat ramalan ini adalah nama "TO" dan "NO" atau konsonan "O" di akhir nama orang jawa.

Para orangtua (lebih ke pihak bapak) memberi nama anaknya dengan akhiran TO atau NO atau O, seperti Suprapto,Supeno, Tarno, Parno dan lain-lain, tidak lain tujuannya adalah supaya anak tersebut menjadi raja atau presiden. Dalam ramalan NOTONEGORO di yakini oleh sebagian besar masyarakat jawa sudah terbukti 2 orang yakni Soekarno dan Soharto yang memiliki karakteristik dan khas masing-masing. Apabila nama ini di penggal akhirannya sudah terbentuk kata NOTO atau (me)NATA.

Pada era ‘90-an saat Soeharto masih berkuasa, ramalan presiden ke tiga sudah terlihat sangat transparan. Seolah memang sudah di persiapkan, semua orang sudah meyakini bahwa orang ke tiga adalah sang wakil sendiri, yaitu Tri Sutrisno. Begitu melihat nama, penafsiran orang-orang menunjuk angka tiga (try) dan NO (Ramalan dalam NOTONEGORO). Namun kenyataan berbicara lain. Sang Presiden tidak mau memberikan kekuasaan justru menendang dan menggandeng B,j Habibie sebagai wakil.

Penafsiran orang-orang tidaklah sepenuhnya meleset, jika menggunakan ilmu asal gathuk yang penting cocok. Presiden ke tiga adalah B,j Habibie yang merupakan wakilnya.Walau tidak berakhiran TO atau NO penafsiran ini terus berlangsung dengan mengatakan bahwa NE (NOTONEGORO) menyatakan presiden bukan dari orang jawa. Disini orang-orang berpendapat bahwa nama orang jawa itu identik dengan akhiran huruf O.

Berlanjutnya penafsiran ini hingga presiden ke empat dan ke lima. Untuk Gus Dur dan Megawati ini tidak lagi mengangkat nama atau asal suku seseorang, melainkan dari kejadian yaitu GORO yang artinya gara(-gara) atau Sengketa. Sedangkan untuk presiden ke enam yaitu Susilo Bambang Yudhoyono dengan nama berakhiran NO sehingga penafsirannya berputar kembali dari NO kemudian TO dan Ne, maka dalam penafsiran ini presiden selanjutnya (setelah SBY) adalah seseorang berakhiran TO.

Kelemahan penafsiran ini tidak adanya konsisten dari nama kemudian suku dan menjadi suatu peistiwa. Sehingga lebih kepada asal gathuk (cocok) atau mencocok-cocokkan dengan ramalan.

Penafsiran Versi Kedua, ini dari kata NOTONOGORO. Kata Ne tidak ada yang ada NO. Jika melihat pada penafsiran ini maka ke tiga presiden seperti BJ. Habibie, Gus Dur, dan Megawati tidaklah masuk hitungan atau tidak di akui sebagai raja. Apa karena ini Megawati masih berambisi menjadi presiden, karena belum merasa menjadi presiden yang sesungguhnya.

Dalam ramalan ini berawal dari Soekarno, Soeharto dan Susilo Bambang Yudhoyono. Sedangkan pemimpin ke empat adalah seseorang yang berawalan GO yang tentu bukanlah sosok Anggodo atau Anggoro, bisa hancur mina negeri ini.

Kelemahan penafsiran ini adalah tidak di akuinya ke tiga presiden dan tetap bersikukuh ramalanlah yang benar kendati negeri ini telah di pimpin 3 orang yang berbeda ang tidak ada dalam ramalan..

Penafsiran versi ke tiga adalah berdasarkan sosok tokoh yang terkenal. Semisal RO ini ditafsirlkan Amien ROis. ada juga GO di tafsirkan GOs Dur. MeGOwati kata GO ada dalam penafsiran Mega.

Kelemahan penafsiran ini adalah mencocok-cocokkan dengan ramalan dengan memaksa seseorang sesuai ramalan, kalau bahasa kasarnya maksa walau terlihat jauh.

Dalam pemilihan 2014, ramalan ini sudah di pastikan akan muncul ke permukaan kembali. Tim sukses pun akan secara getol menggelontorkan sesuatu berbau mistik seperti ramalan ini untuk calonnya. Terbukti di era PDIP menang 1999 salah satunya adalah sebuah ramalan Ratu Adil, sedangkan di era Susilo Bambang Yudhoyono menang dalam pemilihan presiden salah satunya adalah Ramalan akan Satrio Piningit.

Lalu, bagaimana dengan anda di tahun 2014?
Nama JOKO WIDODO (yang akrab dipanggil Jokowi itu), juga memenuhi ktreteria syarat ramalan eyang Jayabaya itu, karena Joko Widodo berakhiran konsonan "O". Nah, tinggal anda percaya atau tidak, itu urusan lain. Tapi harap di ingat, 60% pemilih dalam Pilpres dan Pemilu itu adalah orang jawa (etnis jawa), yang suka pada klenik dan ilmu 'gatuk' seperti itu. Bisa saja, timses Jokowi di pedesaan jawa akan 'bekerja keras' untuk mensosialisasikan ramalan NOTOGERO dari eyang Jayabaya itu, bukan? Namanya juga politik, gan!
http://politik.kompasiana.com/2013/0...ro-537616.html

Amien Rais: Siapa bilang Jokowi itu Anak Bangsa yg Terbaik? Banyak Naifnya kok!


Fenomena Jokowi mirip SBY di Pilpres 2004
Sabtu, 14 September 2013 18:28:31

Para politikus partai satu suara menilai Jokowi sebagai cerminan SBY sewaktu mencalonkan diri pada pemilu 2004 lalu. Publik pun diingatkan untuk tidak terlena, sebab rakyat akhirnya akan kecewa belakangan. "Fenomena Jokowi mirip SBY 2004, kalau dibandingkan Jokowi beda tipis. Dia Jenderal. Ke depan dalam waktu 6 bulan akan masih populer tergantung dari masalah," ujar Wakil Bendahara Partai Golkar Bambang Soesatyo di diskusi politik bertajuk 'Memilih Capres Secara Rasional' Cheese Cake Factory, Jakarta, Sabtu (14/9). Menurut dia, popularitas Jokowi bisa hancur seketika jika dalam 6 bulan ke depan terlibat masalah. Terutama soal pengelolaan Jakarta. "Bukan tidak mungkin, ada pemicu yang memukul balik Jokowi apa yang sudah dirapikan, lalu diberantakin, seperti Tanah Abang berontak," tukasnya. Sementara itu, Pengamat Politik Boni Hargens memiliki pandangan berbeda dengan para politikus partai itu. Dia justru melihat Jokowi berbeda dari SBY. Sebab kualitas Jokowi sudah terjamin. "Dimana besarnya Jokowi yang kita lihat potensi dari Jokowi. Dia akan terus berkembang dan membesar itu menjadi antitesis dari realitas kalau di zaman SBY itu cuma fatamorgana," ujar Boni.
http://www.merdeka.com/politik/bamba...pres-2004.html

emoticon-Ngakak
Diubah oleh AkuCintaNanea
amin mulai panik nih jelang 2014 ... takut pak uban keok 1 putaran emoticon-Ngakak
Pak tua sudahlah emoticon-Embarrassment
Kynya si Amin ini emg uda benar2 pikun, meskipun dia org solo tp kan dia tinggal dijogja. membandingkan kinerja Rudy yg kader asli PDIP dgn Jokowi yg dlnya rekrutan ya beda jauh, wong tinggal nglanjutin warisan program Jokowi disolo aja gak beres.
Pak Amien lagi terguncyang ... cemas kalo si Uban kalah sebelum nyapres resmi!


emoticon-Ngakak
brisiik amet neh manusia rongsokaan.....narik ojek aee luu iiss...emoticon-Najis
Amien rais makin banyak omong makin kelelep emoticon-Big Grin
Brizik banget nih manusia muna yang ngaku bapak refotnasi.... Udah tuwir bau tanah bukannya tobat malah menjadi jadi mulut baunya
emoticon-Shakehand2emoticon-Salamanemoticon-Maaf Agan
Hal2 seperti ini lah yang akan menjadikan negara kita lebih baik.
emoticon-I Love Indonesia (S)
Cuman nongol kalo ada maunya, kalo maunya ga keturutan ngumpet..ah elah...
Masih lebih cerdas kaskuser disini ah...
Klu mnurut ane ada bnar na jga...bukti kan dlu kinerja si joko membenahi jkrt bru ikut pilpres,ini bukti na aja blm ada udah mw jd pres...weleeeh weleeeh
Agan Orang Solo ?
Amien Rais orang Solo
Pasri lebih tau dari Agan
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
lah yang bilang banyak labilnya padahal udah tuaemoticon-Ngakak
Yang penting rame emoticon-Ngakak

Ane pengen ngomentarin niat TS bikin trit, banyak amat yak? emoticon-Matabelo
Berapa berita nih TS? emoticon-cystg


Harus diakui klo kaskuser gak sekedar asal jadi klo bikin trit emoticon-Recommended Seller

Ini adl lebihnya kaskuser didanding forumer lain emoticon-I Love Kaskus

__________________

Beda pandangan itu wajar gan, biar jd penyeimbang emoticon-Shakehand2
Amin lg amin lg emoticon-Cape d... (S)
Seandainy Jokowi dipasangkan dgn Hatta pasti-lah nanti bicarany lain lg....
emoticon-Ngakak
Quote:


Ane org solo dan ane lebih tau karna saya tahu amin lbh byk tinggal dijogja drpd disolo emoticon-Embarrassment
amin rais kluar dari gua emoticon-Najis (S)..................udah pensiun pak urusin uban nya aja...
Siapa bilang kalau amien rais orang yang berguna bagi bangsa dan negara?
Amien Rais emang paling top dah
ngakunya orang Solo, ngakunya sedih ngelihat Solo masih kumuh, eh malah nyuruh anaknya mencalonkan diri jadi walkot Jogja
kalah pulak

mungkin kalau Amien Rais dan anaknya diberi kepercayaan memimpin kota Solo, bisa jadi Kota Solo akan jadi lebih bagus

tapi itu mungkin lho ya...
siapa sih yang mau percaya ama orang yang pagi bilang tempe siangnya sudah bilang tahu

emoticon-Stick Out Tongue
Halaman 1 dari 7


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di