[CULTURE] Head Hunter Tribes. Ketika simbol derajat tertinggi manusia ada di kepala.
TS
f4ckj4r
[CULTURE] Head Hunter Tribes. Ketika simbol derajat tertinggi manusia ada di kepala.
[CULTURE] Head Hunter Tribes. simbol derajat tertinggi manusia ada di kepala.
Quote:
Sebelum kita masuk ke pembahasan selanjutnya, mohon untuk di pahami:
- Trit ini ane buat terlepas dari segala muatan yang mengarah ke arah SARA.
- Tabboo/tabu, hanyalah untuk kepentingan yang bersifat sakral,
dan trit ini hanya membicarakan sisi kulturnya saja, semata untuk pengetahuan kita semua.
- Kata primitif, mengacu pada pola/perilaku/peralatan keseharian yang menunjang hidupnya. BUKAN PADA MANUSIANYA.
- TS pun mengumpulkan materi trit ini, juga dari berbagai sumber di internet, jadi bisa di mungkin-kan ada terjadi kekurangan/kesalahan dalam penjabarannya.
- Berbagai penampakan di trit ini, sudah lulus sensor berdasarkan KATEGORI TS SENDIRI.
dan yang paling penting. - TRIT INI BUKAN UNTUK ANAK KECIL (atau bisa juga yang berpikiran seperti anak kecil). atau UNDER AGE RESTRICTION(18+).
-HEAD HUNTER- Ketika kepala manusia menjadi objek perburuan...
Tidak bisa di pungkiri, bahwa tanah air kita ini di diami oleh berbagai suku yang sangat beragam jumlahnya, mulai dari yang masih menjunjung tinggi kepercayaan-nya, sampai yang sudah bersentuhan dengan modernisasi (no vicky praseto yah..).
Dan dari seluruh penjuru suku-suku di dunia, diantara-nya ada beberapa yang memiliki kultur tidak lazim, bahkan cenderung ekstrim.
(ekstrim disini konteks-nya adalah untuk sebuah ritual, upacara, atau kebiasaan).
Kenapa ekstrim...?
Karena bisa di bilang sangat di "LUAR" kebiasaan seperti pada kebiasaan manusia umum-nya.
Dimana ekstrim-nya...?
Memenggal kepala manusia (musuhnya).
-ESENSI KEPALA-
antara kepercayaan, status sosial, roh jahat dan kesuburan tanah...
Suku-suku yang memiliki kultur penggal/berburu kepala ini, hampir bisa di katakan memiliki sedikit banyak, esensi yang sama. Yaitu:
Kepercayaan akan roh leluhur (animisme), status sosial pasukan perang, pengakuan predikat "kejantanan" laki-laki dewasa, penaklukan atas roh jahat, sampai melimpahnya hasil panen/ternak mereka.
-LETS THE HISTORY REVEAL-
Quote:
1. The JIVARO Indians : Amerika Selatan, pedalaman ekuador
Suku primitif ini, merupakan salah satu yang sangat terkenal di dunia, juga salah satu suku dengan cakupan area yang luas, mereka memiliki andil besar terhadap "ide" dari tropi/piala penghargaan di masa moderen sekarang, atau yang biasa mereka sebut "tsantsa".
Spoiler for "PENAMPAKAN":
Spoiler for "The Stories":
Suku Indian Jivaro bisa di katakan memiliki sesuatu yang sangat unik, yaitu membuat persembahan untuk roh leluhurnya dengan menggunakan kepala manusia (yang menjadi musuhnya).
"Tsantsa" (di baca; sansah), "The Shrunken Head", atau bila di artikan, kepala yang menciut. Adalah sebuah persembahan suku indian Jivaro, untuk menghormati roh para leluhurnya, yang di penggal dari kepala-kepala orang yang menjadi musuhnya.
Pasukan perang suku indian Jivaro ini pernah menorehkan kemenangan besar dalam sejarah, yaitu mengalahkan penjajahan bangsa spanyol.
"Ketika Spanyol menaklukkan sebagian besar Amerika Selatan dimulai pada abad ke-16, mereka menemukan Jivaro adalah merupakan tantangan terberat. Mereka adalah prajurit yang ganas yang tidak mudah ditundukkan. Menurut catatan, pada tahun 1599 suku-suku Jivaro bersatu dalam pemberontakan melawan Spanyol. Rupanya 25.000 penjajah tewas selama serangan. Selama pemberontakan, dimana Jivaro menyerbu kota Logrono dan mengeluarkan kemarahan mereka atas pajak dan atas perdagangan emas dengan menjatuhkan gubernur yang berkuasa saat itu, dan menuangkan emas cair ke tenggorokannya".
Aksi pemenggalan kepala Dilakukan karna mereka percaya, bahwa setiap darah yang mengalir dari 1 nyawa, juga harus di balaskan dengan memenggal kepala dari pelakunya. Tapi tidak hanya memengal kepalanya, suku indian Jivaro memiliki kebiasaan yang tidak di miliki suku-suku pemenggal kepala lainnya di penjuru dunia manapun, yaitu mengawetkan kepala-kepala musuh yang telah mereka penggal.
Menggunakan metode yang sangat tradisional, mereka mengawetkan kepala-kepala ini dengan cara di asapi, dan dengan di bubuhi pasir dan kerikil-kerikil panas, tentunya sebelum proses pengawetan ini dilaksanakan, prajurit tersebut menguliti bagian kepala dan mengeluarkan tengkoraknya dan memasukan pasir/tanah/kerikil didalamnya....
Akibat dari proses pengawetan ini, membuat kepala menjadi men"ciut", dan tampak kontras dengan rambut yang masih tetap disisakan..
Selain persembahan untuk roh leluhurnya, mereka percaya bahwa semakin banyak prajurit perangnya memiliki "Tsantsa", makan akan semakin kuat pula kekuatan tempur mereka, dan selain itu juga ber-singgungan langsung bagi kesuburan tanah dan hasil panen mereka.
2. IGOROT, suku di pedalaman Luzon Philipina.
Di negeri philipina pun ternyata juga memiliki suku dengan kebiasaan "Head Hunter"
Yaitu suku IGOROT.
Spoiler for "PENAMPAKAN":
Spoiler for "The Stories":
Pemenggalan kepala musuh di dalam suku ini memiliki esensi yang sedikit agak "sepele", yaitu sebuah pengakuan bagi orang/prajurit perang yang telah beranjak dewasa. Dengan memenggal kepala musuhnya, maka mereka akan "di akui" ke jantanan-nya.
"Igorot adalah suku yang suka berperang, sebelum pengaruh kristen memasuki daerah ini (pedalaman Luzon).
Sebuah perang suku biasanya dimulai setelah pasukan perang memenggal kepala dari anggota dari suku lain. Pemenggalan kepala adalah suatu ritus peralihan menuju kedewasaan. Hal ini dapat dimulai pula oleh seorang anggota suku yang berniat untuk menikah".
Sebuah perang biasanya terjadi ketika ada suku yang merasa dirugikan, dan dapat menuntut pembalasan. Jika yang mengambil kepala menginginkan perdamaian yang berkesinambungan, pemimpin suku Berpengaruh dikirim ke suku lain untuk bernegosiasi. Kompensasi dibayar dan kesepakatan itu disegel dengan pertukaran artikel. Jika kesepakatan tidak mencapai maka tantangan perang dikeluarkan oleh pihak yang dirugikan. DISINI DISINI
Quote:
3. Konyak; pedalaman Burma, India.
Sama seperti suku Igorot, suku konyak di pedalaman burma juga memiliki tradisi penggal kepala.
Spoiler for "PENAMPAKAN":
The Woman Wariors of Konyak- Nagaland.
Spoiler for "The Stories":
"Perang antar desa, yang berpuncak pada pengambilan kepala musuh, adalah bagian dari kehidupan sehari-hari di Naga. Berburu kepala adalah praktek yang diselenggarakan dari suatu keyakinan bahwa jiwa-materi, di mana semua kehidupan bergantung, yang disimpan dalam kepala manusia. Jadi, setiap kali seseorang dipenggal dan kepalanya dibawa ke desa lain, masalah jiwa dalam kepala terpenggal juga dipindahkan ke desa itu. Desa penerima, diyakini akan mendapatkan dalam kemakmuran, penduduk akan meningkat, ternak akan berkembang biak dan tanaman akan melimpah".