alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/523feb0bbecb172e76000003/thailand-penuhi-tuntutan-subsidi-petani
Thailand Penuhi Tuntutan Subsidi Petani
Thailand Penuhi Tuntutan Subsidi Petani


Quote:Bisnis.com, BANGKOK – Keputusan Thailand untuk melanjutkan subsidi bagi petani beras dan karet untuk meredam aksi protes akan mengganggu upaya pengendalian peningkatan utang, di saat negara tetangga Malaysia dan Indonesia memangkas program semacam itu.

Pemerintah Thailand akan menggelontorkan secara langsung 21,2 miliar baht (US$681 juta) ke rekening petani di bank untuk mengimbangi penurunan harga. Angka tersebut naik dari kesepakatan sebelumnya 10 miliar baht.

Langkah pemerintah Thailand diambil setelah terjadi bentrokan antara polisi dan petani demonstran yang menuntut subsidi.

Pemerintah juga bersedia membeli beras petani beras petani dari hasil musim yang berbeda di atas rata-rata harga pasar, yakni senilai 270 miliar baht.

Pembayaran tersebut akan memperlambat rencana Perdana Menteri Yingluck Shinawatra untuk menyeimbangkan anggaran pada 2017. Rasio utang terhadap produk domestik bruto naik 44,3% pada Juni 2013 dari 38,2% pada akhir 2008.

Indeks sentimen bisnis pada Juli turun ke level terendah dalam setahun, sedangkan kepercayaan konsumen turun ke level rendah 9 bulan di tengah kekhawatiran terhadap peningkatan risiko politik yang memperlemah ekonomi.

“Ini situasi yang sulit, memenuhi tuntutan para demostaran,” kata Euben Paracuelles, econom pada Nomura Holdings Inc. di Singapore. “Pemerintah tidak memiliki cukup ruang untuk memberi subsidi.”

Risikonya adalah para pemrotes akan bertahan lebih lama dan kekhawatiran akan menjadi-jadi, sehingga akan menambah beban ekonomi yang sudah melemah.


Baht menjadi mata uang ketiga dengan kinerja terburuk dalam 6 bulan terakhir di antara 11 negara anggota Asia. SET Index (SET) Thailand naik 6,8% tahun ini.

Jalan Diblokir
Sekitar 12.000 petani memblokade jalan dan jalur kereta api sejak 26 Agustus, sehingga ribuan penumpangnya terlantar dan lalu lintas menjadi kacau di provinsi selatan yang merupakan penghasil 80% karet Thailand.

Sebanyak 76 polisi terluka dan 9 kendaraan dibakar dalam bentrokan di Nakhon Sri Thammarat.

Yingluck pada 15 September menyatakan bahwa pemerintah dan sebagian besar petani karet telah menyepakati sejumlah subsidi, dan mendorong demostran untuk kembali ke perkebunan mereka.

Karet di pasar Tokyo telah melorot 14% dari rata-rata tinggi dalam 11 bulan pada Februari tertekan pelambatan permintaan akibat pelambatan pertumbuhan ekonomi China dan resesi di Eropa.

Di Thailand, negara penghasil dan eksportir terbesar karet, harga turun 19% menjadi 83,20 baht per kg kilogram dari musim panen tahun ini 102,7 baht.

Negara di Asia Tenggara telah menggelontorkan 675 juta baht sejak Oktober 2011 untuk membeli komoditas secara langsung dari petani. Pemerintah memperkirakan kehilangan 137 juta baht pada musin tanam 2011-2012, dan kemudian menjualnya dalam harga rugi.

Pemerintahan Yingluck pada awal bulan ini mengurungkan pembelian dengan harga yang lebih rendah setelah petani beras mengancam untuk turun ke jalan – jalan di Bangkok.


Sumber

Dari negara Thailand ini seharusnya kita belajar bahwa subsidi petani sangat tidak efektif dan hanya membuat mereka "ketagihan". Apalagi jika subsidi tsb dibiayai oleh utang yg menyebabkan rasio utang terus meningkat. emoticon-Cape d... (S)
Semoga siapapun yang naik pada tahun 2014 nanti tidak akan membuat kebijakan populis sejenis subsidi petani di Thailand. emoticon-I Love Indonesia (S)
Jadi pada setuju subsidi petani gak nih, setelah melihat kasus negara thailand?
bangkok apanya mangkok gan.....emoticon-Big Grin



salah kamar bray.....................................
thailan pinter, bentar lagi indo esia impor beras lagi
.
.

---------------------------------------------------------------------------------------------
Mari gabung, bersama membangun Perusahaan Property (terutama jika anda warga Jabodetabek)
●●▌Diskusi▐●● Prakiraan Kerjasama - Developer Property <---- click Link
thailand sebelah mananya jakarta bray?
Kalo pemerintahnya memperhatikan rakyat seperti di Thailand dan tegas seperti di China, US tidak ada apa2nya sama kita emoticon-I Love Indonesia (S)

Btw salah kamar BPLN masih lurus lagi perempatan belok kiri emoticon-Ngakak

petani

jangan subsidi petani


subsidi saja yang pengin punya mobil turunkan pajaknya jadi mobil murah (LGCC).............
subsidi saja BBM terus menerus
subsidi saja para PNS

subsidi saja anggota dpr
subsidi saja partai

.................


Quote:Original Posted By san2salim
thailan pinter, bentar lagi indo esia impor beras lagi


Pinter palalo.

Kalaupun Indonesia impor beras, itu berarti berkat SUBSIDI pemerintah Thailand.
Sekarang kita untung atau rugi? Kita menikmati beras yang sudah di SUBSIDI oleh Thailand.Kita menikmati beras dengan harga yang murah karena disubsidi oleh WARGA THAILAND YANG MEMBAYAR PAJAK.
= kita menerima bantuan langsung dari Thailand.
Jelas kita untung. Bego loe tong.
Quote:Original Posted By anakkfeui


Pinter palalo.

Kalaupun Indonesia impor beras, itu berarti berkat SUBSIDI pemerintah Thailand.
Sekarang kita untung atau rugi? Kita menikmati beras yang sudah di SUBSIDI oleh Thailand.Kita menikmati beras dengan harga yang murah karena disubsidi oleh WARGA THAILAND YANG MEMBAYAR PAJAK.
= kita menerima bantuan langsung dari Thailand.
Jelas kita untung. Bego loe tong.


jadi sekarang impor itu menguntungkan...^^

hidup pak gita...^^
Terlepas salah kamar.. mayan bwt bahan melek

Wiw subsidi kebablasan di sektor pertanian, emoticon-Big Grin disini subsidi bahan bakar makin kencang emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By Fenz
Kalo pemerintahnya memperhatikan rakyat seperti di Thailand dan tegas seperti di China, US tidak ada apa2nya sama kita emoticon-I Love Indonesia (S)

Btw salah kamar BPLN masih lurus lagi perempatan belok kiri emoticon-Ngakak


Mau membandingkan kebijakan thai dgn indo harus BPLN juga ya, sorry deh emoticon-Berduka (S)

Quote:Original Posted By elf321
Terlepas salah kamar.. mayan bwt bahan melek

Wiw subsidi kebablasan di sektor pertanian, emoticon-Big Grin disini subsidi bahan bakar makin kencang emoticon-Ngakak


Lapor kemana ya kalo salah kamar?
dobel post.
Rasio utangnya Thailand sampe 44.3% dari GDP... yeaks... parah.
Kerja buat bayar utang. Rentan banget itu APBN nya.

Negara tukang ngutang paling parah di ASEAN tuh Malaysia, utangnya sampe lebih 50% GDPnya. Indonesia meskipun utangnya gede, tapi kalau dibandingin sama GDP-nya terhitung sehat, 23% doang.

---------------

Pertama,
Bedain dulu subsidi BBM sama subsidi petani. Ini sifatnya beda.
Kalau BBM lu subsidi orang pake BBM, kalau subsidi petani ujungnya lu subsidi orang yang makan hasil pertanian. Nah dari sini aja kan kita udah bisa lihat kepentingan di belakang dua subsidi ini. Kalau BBM gak disubsidi ya paling kita naik bis, kalau pangan gak dijaga pake subsidi, bisa mampus kita.

Gak semua sektor harus disubsidi, dan gak semua subsidi harus dicabut. Subsidilah sektor yang penting, cabut subsidi yang ngaco. Gua pikir, subsidi ke petani itu SANGAT PENTING, karena ini soal makanan.

Kedua,
Subsidi sektor/orangnya, jangan subsidi barangnya. Karena yang butuh subsidi itu orang, kalau barang yang disubsidi, orang yang gak layak dapat subsidi bisa pake barangnya.

Ketiga,
Harus ingat kapasitas keuangan negara. Yang dilakukan Thailand ini sebenarnya bagus, tapi keuangan negaranya gak mampu. Thailand harus hati-hati banget keluarin subsidi terus-terusan, karena kalau tiba2 negaranya kolaps, akhirnya kejeblos utang lebih dalam. Ini aja udah hampir 45% dari GDP utangnya. Udah dipinggir jurang.

Cuma gimana ya. PM Thailand ini punya reputasi hambur2 duit sih. Dari kakaknya Thaksin, sampai Yingluck, programnya selalu memperbesar subsidi. Ujungnya krisis melulu tu negara.

Keempat,
Kalau di Indonesia, subsidi BBM sama subsidi benih dan pupuk, harus dioper jadi subsidi petani. Ada yang salah tuh sama subsidi pupuk, masa udah disubsidi petani Indonesia masih kesulitan buat beli pupuk? Mendingan monopoli pupuk diapusin aja, kasih duitnya ke petani, petani bisa bikin benih dan pupuk sendiri. Tinggal diatur aja di tingkat koperasi biar bisa patungan bikin pupuk bareng hingga ongkosnya lebih murah.

Dari semua parpol yang ngomongin subsidi, cuma PPP (Partai Persatuan Pembangunan) yang ngomongin ini. Gua bukan mihak PPP, tapi ya cuma partai ini yang komentar RAPBN 2014nya sebutin subsidi petani.

Kelima,
Harus tau waktu. Subsidi yang diminta petani Thailand dan dijanjiin pemerintah Thailand ini untuk NALANGIN TURUNNYA HARGA BERAS. Dan ini sektor utama ekspornya Thailand. Sektor yang sangat penting buat penerimaan negara dan ketahanan pangannya sendiri. Jadi bukan subsidi permanen atau terus-terusan. Kalau menurut gua, ini mau gak mau harus dilakukan. Kalau nggak putaran modalnya petani bisa macet.

Kalau sifatnya kaya begitu sebenarnya bukan subsidi murni, tapi sekedar menstabilkan harga. Kalau subsidi kaya begini ya dibolehkan. Pemerintah harus mantau terus kondisi harganya, dan kasih tahu ke petani gimana harga di masa depan. Jadi petani bisa siap2 sama harga yang barunya.

Situasi di Thailand sama di Indonesia jauh beda. Thailand ini negara yang punya sistem pangan yang bagus sekali.

Kalau di Indonesia lempar apa aja bisa tumbuh, tapi belum tentu yang nanem bisa makan hasil sawahnya.
Kalau di Thailand apa yang ditanam, pasti bisa dimakan, sampai bisa diekspor.

Ngomong2 Thailand itu sekarang juga pengekspor singkong paling gede sedunia jek. Di sini kita makan masakan thailand harus ke mall, di sono makanan apa aja murah kale bah.
msh mending kasi subsidi sm petani dan bisa ekspor berbagai komoditas gan..dari pada kasi subsidi bbm sm org kaya dan bisanya impor sgala macam komoditi..dari beras daging ubi kacang kedele..dll...emoticon-Cape deeehh
manteb bener thailand,
Gpp wlopun salah kamar
Pantesan Thailand pertaniannya maju, iklan pupuk-nya saja kyk gini:

youtube-thumbnail

emoticon-Ngakak
wew.... pattaya udah pindah dimari yah..............





































salah kamar blog...................
Quote:Original Posted By satpamtoko
Rasio utangnya Thailand sampe 44.3% dari GDP... yeaks... parah.
Kerja buat bayar utang. Rentan banget itu APBN nya.

Negara tukang ngutang paling parah di ASEAN tuh Malaysia, utangnya sampe lebih 50% GDPnya. Indonesia meskipun utangnya gede, tapi kalau dibandingin sama GDP-nya terhitung sehat, 23% doang.

---------------

Pertama,
Bedain dulu subsidi BBM sama subsidi petani. Ini sifatnya beda.
Kalau BBM lu subsidi orang pake BBM, kalau subsidi petani ujungnya lu subsidi orang yang makan hasil pertanian. Nah dari sini aja kan kita udah bisa lihat kepentingan di belakang dua subsidi ini. Kalau BBM gak disubsidi ya paling kita naik bis, kalau pangan gak dijaga pake subsidi, bisa mampus kita.

Gak semua sektor harus disubsidi, dan gak semua subsidi harus dicabut. Subsidilah sektor yang penting, cabut subsidi yang ngaco. Gua pikir, subsidi ke petani itu SANGAT PENTING, karena ini soal makanan.

Kedua,
Subsidi sektor/orangnya, jangan subsidi barangnya. Karena yang butuh subsidi itu orang, kalau barang yang disubsidi, orang yang gak layak dapat subsidi bisa pake barangnya.

Ketiga,
Harus ingat kapasitas keuangan negara. Yang dilakukan Thailand ini sebenarnya bagus, tapi keuangan negaranya gak mampu. Thailand harus hati-hati banget keluarin subsidi terus-terusan, karena kalau tiba2 negaranya kolaps, akhirnya kejeblos utang lebih dalam. Ini aja udah hampir 45% dari GDP utangnya. Udah dipinggir jurang.

Cuma gimana ya. PM Thailand ini punya reputasi hambur2 duit sih. Dari kakaknya Thaksin, sampai Yingluck, programnya selalu memperbesar subsidi. Ujungnya krisis melulu tu negara.

Keempat,
Kalau di Indonesia, subsidi BBM sama subsidi benih dan pupuk, harus dioper jadi subsidi petani. Ada yang salah tuh sama subsidi pupuk, masa udah disubsidi petani Indonesia masih kesulitan buat beli pupuk? Mendingan monopoli pupuk diapusin aja, kasih duitnya ke petani, petani bisa bikin benih dan pupuk sendiri. Tinggal diatur aja di tingkat koperasi biar bisa patungan bikin pupuk bareng hingga ongkosnya lebih murah.

Dari semua parpol yang ngomongin subsidi, cuma PPP (Partai Persatuan Pembangunan) yang ngomongin ini. Gua bukan mihak PPP, tapi ya cuma partai ini yang komentar RAPBN 2014nya sebutin subsidi petani.

Kelima,
Harus tau waktu. Subsidi yang diminta petani Thailand dan dijanjiin pemerintah Thailand ini untuk NALANGIN TURUNNYA HARGA BERAS. Dan ini sektor utama ekspornya Thailand. Sektor yang sangat penting buat penerimaan negara dan ketahanan pangannya sendiri. Jadi bukan subsidi permanen atau terus-terusan. Kalau menurut gua, ini mau gak mau harus dilakukan. Kalau nggak putaran modalnya petani bisa macet.

Kalau sifatnya kaya begitu sebenarnya bukan subsidi murni, tapi sekedar menstabilkan harga. Kalau subsidi kaya begini ya dibolehkan. Pemerintah harus mantau terus kondisi harganya, dan kasih tahu ke petani gimana harga di masa depan. Jadi petani bisa siap2 sama harga yang barunya.

Situasi di Thailand sama di Indonesia jauh beda. Thailand ini negara yang punya sistem pangan yang bagus sekali.

Kalau di Indonesia lempar apa aja bisa tumbuh, tapi belum tentu yang nanem bisa makan hasil sawahnya.
Kalau di Thailand apa yang ditanam, pasti bisa dimakan, sampai bisa diekspor.

Ngomong2 Thailand itu sekarang juga pengekspor singkong paling gede sedunia jek. Di sini kita makan masakan thailand harus ke mall, di sono makanan apa aja murah kale bah.


Saya sepaham dengan agan yang satu ini...
Sekedar koreksi saja, sebenarnya masalah petani bukanlah masalah harga ataupun ketersediaan pupuk, karena harga pupuk di indonesia sudah cukup murah dan ketersediaannya sudah merata, kelangkaan pupuk biasanya terjadi kalau ada gangguan di jalur transportasinya saja an. Masalah utama petani indonesia itu sebenarnya adalah harga obat2an pertaniqn alias pestisida, biaya penggunaan pestisida di indonesia sekitar 60% dari biaya tanam suatu komoditas. Harga-harga pestisida di indonesia sekarang mahal, hal ini dikarenakan petani indonesia sudah terlalu banyak menggunakan pestisida sehingga muncul resistensi dari hama yang ada dan hilangnya musuh alami hama tetsebut, hal ini menakibatkan poplasi hama dan grade resistensi hama terhadap jenis pestisida yang ada meninkat, sebagai dampaknya petani menyemprot pestisida dengan volume serta konsentrasi pestisida yang tinggi taun ke tahun sehingga berimplikasi terhadap naiknya biaya pestisida.
Quote:Original Posted By anakkfeui


Pinter palalo.

Kalaupun Indonesia impor beras, itu berarti berkat SUBSIDI pemerintah Thailand.
Sekarang kita untung atau rugi? Kita menikmati beras yang sudah di SUBSIDI oleh Thailand.Kita menikmati beras dengan harga yang murah karena disubsidi oleh WARGA THAILAND YANG MEMBAYAR PAJAK.
= kita menerima bantuan langsung dari Thailand.
Jelas kita untung. Bego loe tong.


yang lebih bego elo tong beras di ekspor jadi comoditi yang pasti harga jauh beda sama yang dijual di dalem tailand masyarakat thailand bisa menikmati beras murah sekaligus mendapat keuntungan dari jual beras. keuntungan jual bisa dipake untuk nutupi subsidi. dimana-mana kalo namanya jual ya yang dicari untung pemerintah tailand kagak bego kayak elo dan pejabat yang suka impor.
×