alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/523d69eafeca177303000008/pic-wowww--mobil-murah-lcgc-itu-kagak-seberapanya-dibanding-mobil-buatan-its-ini
[PIC] Wowww ... Mobil Murah LCGC itu Kagak Seberapanya Dibanding Mobil buatan ITS ini
[PIC] Wowww ... Mobil Murah LCGC itu Kagak Seberapanya Dibanding Mobil buatan ITS ini
[PIC] Wowww ... Mobil Murah LCGC itu Kagak Seberapanya Dibanding Mobil buatan ITS ini
[PIC] Wowww ... Mobil Murah LCGC itu Kagak Seberapanya Dibanding Mobil buatan ITS ini
[PIC] Wowww ... Mobil Murah LCGC itu Kagak Seberapanya Dibanding Mobil buatan ITS ini


ITS Luncurkan Mobil Listrik Generasi Kedua
Sabtu, 21 September 2013, 06:40 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meluncurkan mobil listrik (Electric Car-EC) generasi kedua atau EC-ITS II warna merah. Anggota Tim EC-ITS II Grangsang Sotyaramadhani mengatakan body EC-ITS II berasal dari 100 persen memakai pelat baja produksi dalam negeri, termasuk kaca, alas, dan ban, kecuali baterai dan motor listrik yang masih memakai produk luar negeri. "Itu karena memang belum diproduksi di Indonesia. Untuk speedometer dan GPS, kami rancang dari Komputer Tablet yang dibongkar secara total. Speedometer-nya tidak hanya berisi informasi tentang kecepatan, tapi kekuatan baterai dan indikator lampu," katanya dalam pernyataannya, kemarin.

Tentang spesifikasi kendaraan, inisiator dan dosen pembimbing Dr M Nur Yuniarto menegaskan bahwa motornya memakai motor listrik 60 kw. "Dengan motor 60 kw, tenaga yang dihasilkan jauh lebih besar, yakni kecepatan maksimum 150 km per jam, sedangkan generasi pertama hanya 50 km per jam," katanya. Namun, katanya, jika dibandingkan dengan mobil konvensional berbahan bakar minyak, maka mobil listrik EC-ITS memiliki tingkat efisiensi lebih tinggi, karena sekali charger (maksimal 10 jam dengan listrik 5 ampere 220 volt) menghasilkan efisiensi 1 : 4. "Yang jelas, tingkat safety jauh lebih aman dibandingkan dengan generasi pertama, karena mobil itu menempatkan sistem baterai bawah jok agar bisa didistribusikan ke seluruh bagian mobil," katanya seraya menyebut biaya riset dan pembuatan selama 4-5 bulan berkisar Rp400 juta," katanya. Rencananya, mobil listrik EC-ITS II akan digunakan dalam ajang APEC di Bali, Oktober mendatang. Selain itu, ITS juga berencana memproduksi dua mobil untuk riset dan sekaligus keliling kawasan kampus
http://www.republika.co.id/berita/ot...generasi-kedua

[PIC] Wowww ... Mobil Murah LCGC itu Kagak Seberapanya Dibanding Mobil buatan ITS ini
[PIC] Wowww ... Mobil Murah LCGC itu Kagak Seberapanya Dibanding Mobil buatan ITS ini


Mobil Listrik Generasi II ITS Siap Pakai
Di-Charge Hanya 30 Menit, Kecepatan 150 Km/Jam
Sabtu, 21 September 2013 , 11:19:00

SURABAYA - Mobil listrik ITS (EC ITS) generasi kedua sudah rampung. Kemarin sore (20/9) mobil itu langsung dibawa menghadap Rektor ITS Prof Triyogi Yuwono. Tak lama menunggu, mobil itu pun langsung dinaiki Triyogi bersama Ketua Tim Mobil Listrik ITS Nur Yuniarto mengelilingi halaman depan rektorat. Cepat, lincah, tanpa suara bising. Itulah kesan sebagian orang saat melihat mobil berdesain sporty merah tersebut melaju. Memang EC ITS 2.0 itu mampu berlari hingga 150 km/jam tanpa suara bising khas mobil dengan tenaga baterai listrik. Spidometernya pun memakai komputer tablet. Nur Yuniarto mengklaim mobil itu lebih sempurna daripada pendahulunya, EC ITS 1.0 berwarna putih, yang sempat terbakar beberapa waktu lalu. "Kalau yang putih dulu hanya bisa melaju 50 km per jam," katanya.

Selain itu, mobil listrik generasi kedua itu tidak perlu waktu berjam-jam untuk mengisi daya baterai. "Cukup setengah jam fast charging dengan daya besar," katanya. Mobil itu digarap sejak lima bulan yang lalu. Dia juga menjelaskan, pada mobil generasi kedua tersebut, tim mobil listrik ITS memperbaiki tingkat keamanannya. Bedanya dengan mobil listik ITS generasi pertama, baterai pada mobil generasi kedua tidak kentara di kap atau jok belakang mobil. "Kami memang sengaja menempatkannya di jok bawah sehingga distribusi beratnya merata dan aman," tuturnya.

Mobil dengan berat mencapai 1.500 kilogram itu pun dibuat dengan menelan biaya riset hingga Rp 400 juta. Nur juga menjelaskan bahwa mobil listrik tersebut lebih hemat empat kali lipat daripada mobil dengan bahan bakar bensin. "Kalau mobil biasa 1 liter 10 kilometer. Dengan mobil ini, bisa empat kali lipatnya, hingga 40 kilometer," jelasnya. Di sisi lain, Triyogi mengapresiasi penyelesaian mobil listrik yang tepat waktu sesuai dengan jadwal semula pada 20 September 2013. Dia bangga lantaran ITS bisa menunjukkan kepada Kemendikbud karena bisa membuat mobil nasional berkelas.

Namun, dia berharap karya ITS itu juga diapresiasi penuh oleh pemerintah agar bisa diproduksi masal. "Selama ini koordinasi antara akademisi, pebisnis, dan pemerintah di Indonesia sangat lemah," katanya. Karena itu, banyak produk dalam negeri yang potensial untuk dikembangkan malah gugur. Dia mencontohkan kebijakan mendatangkan mobil murah impor oleh pemerintah. Kebijakan itu justru membuat cita-cita proyek mobil nasional jauh dari realisasi. "Kapan kita bisa maju kalau semuanya impor. Ada potensi, tapi industri dalam negeri tidak bisa menangkap," katanya. Triyogi menyatakan akan membuka tangan sebesar-besarnya bila ada pabrikan yang mau melirik mobil karya ITS itu untuk diproduksi secara masal di Indonesia. "Tentu kami butuh goodwill dari pemerintah dan industri untuk mengembangkan menjadi skala masal," jelasnya. Sesuai dengan rencana, mobil itu dan mobil generasi pertama yang berwarna putih akan dibawa Kemendikbud untuk dipamerkan di ajang APEC Oktober 2013.
http://www.jpnn.com/read/2013/09/21/...TS-Siap-Pakai-

[PIC] Wowww ... Mobil Murah LCGC itu Kagak Seberapanya Dibanding Mobil buatan ITS ini

Kecewa dengan LCGC, ITS Luncurkan EC-ITS II
Jumat, 20 September 2013, 23:33 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meluncurkan mobil listrik generasi kedua atau EC-ITS II warna merah untuk menyaingi mobil murah yang digagas pemerintah. "Kami kecewa dengan kebijakan mobil murah, karena hal itu akan mematikan mobil nasional dan mobil nasional akan semakin jauh dari cita-cita. Kalau semua impor, kapan kita bisa membuktikan," kata Rektor ITS Tri Yogi Yuwono, Jumat (20/9). Ia menambahkan, ITS sudah siap untuk mendukung mobil nasional dengan 90 persen komponen dalam negeri. "Mobil listrik EC-ITS II warna merah yang melengkapi mobil listrik EC-ITS I yang masih sedang perbaikan pasca-terbakar membuktikan kesiapan ITS untuk tugas mobil nasional itu, tapi semuanya bergantung goodwill pemerintah," lanjutnya.

Menurut dia, ITS hanya lembaga riset yang memiliki inovasi teknologi dan sumber daya manusia (SDM). Sedangkan produksi massal hanya bisa dilakukan oleh pabrikan. "Di sini dibutuhkan kerja sama ABG, yakni akademisi, businessman dan government," katanya. Secara terpisah, anggota Tim EC-ITS II Grangsang Sotyaramadhani mengatakan bodi mobil ini 100 persen memakai pelat baja produksi dalam negeri. Termasuk kaca, alas, dan ban, kecuali baterai dan motor listrik yang masih memakai produk luar negeri. "Itu karena memang belum diproduksi di Indonesia. Untuk spedometer dan GPS, kami rancang dari Komputer tablet yang dibongkar secara total. Speedometer-nya tidak hanya berisi informasi tentang kecepatan, tapi kekuatan baterai dan indikator lampu," katanya.

Inisiator dan dosen pembimbing, M Nur Yuniarto menambahkan, unit ini menggunakan motor listrik 60 kw. Sehingga, kecepatan yang dihasilkan maksimum 150 km per jam. Jauh lebih baik ketimbang generasi pertama yang hanya 50 km per jam. Jika dibandingkan dengan mobil konvensional berbahan bakar minyak, ujarnya, maka EC-ITS memiliki tingkat efisiensi lebih tinggi. Karena sekali pengisian baterai (maksimal 10 jam dengan listrik 5 ampere 220 volt) menghasilkan efisiensi 1:4. "Yang jelas, tingkat safety jauh lebih aman dibandingkan dengan generasi pertama. Karena mobil itu menempatkan sistem baterai di bawah jok agar bisa didistribusikan ke seluruh bagian mobil," katanya seraya menyebut biaya riset dan pembuatan selama 4-5 bulan berkisar Rp 400 juta. Rencananya, mobil listrik EC-ITS II akan digunakan dalam ajang APEC di Bali, Oktober mendatang. Selain itu, ITS juga berencana memproduksi dua mobil untuk riset dan sekaligus keliling kawasan kampus.
http://www.republika.co.id/berita/ot...urkan-ecits-ii

-------------------------------

Kayaknya ITS kolaborasi aja dengan pemegang merk terkenal (principal) yang sudah perkasa di dalam negeri, seperti TOYOTA ASTRA atau Daihatsu. Kagak apa-apa awalnya menjadi salah satu variannya TOYOTA aja dulu, dengan diberi nama misalnya aja Toyota-ITS2. Bisa jadi ini akan menjadi langkah awal anak bangsa menembus pasar dunia dengan produk 100% buatan sendiri, mirip kisah 'succes story' TOYOTA-Kijang itu dulu.


emoticon-Angkat Beer
nyimak dlo gan
ini silent car gan... kaga ada deru mesinnya...
Spionnya punya Xenia emoticon-Ngakak
wow keren gan emoticon-Matabelo
jangan lupa pertimbangin aspek safety sama human factor engineering.. kalo 2 itu udah kepegang pasti sukses di industri..
soalnya kebanyakan mobil buatan univ masih lebih suka fokus di mesin dan konsumsi energi..
Jangan kolaborasi sama pabrikan gede ya, malah jadi komersil nantinya bukan? Mahal2 juga ujungnya, teknologinya malah lari keluar negeri lagi..
Nah ini nih yang musti d dukung....bukan mobil murah merk internasional.....
Ini yang namanya produk nasional....top dah anak ITS
kl diprodukasi massal ,bakalan bikin macet gak emoticon-Traveller:
Justru yg terpenting dari inovasi mobil listrik adalah pengembangan sistem propulsinya emoticon-Big Grin

Kalau cuma body dan sist GPS dalam negeri, sist avionik pesawat jg sebagian bisa dalam negeri emoticon-Embarrassment

Mau Bikinan ITB, ITS, gundalanya dahlan, LIPI, semuanya cuma ngerakit body dan nempelin motor listrik dan batere impor emoticon-Embarrassment

Kalau dahlan mau mikir panjang, dia harusnya bikin center of mobil listrik yg integrated khusus untuk penelitian. Gak cuma nyuruh bikin mobil listrik kayak karoseri aja.

APEC mmg proyek mercusuar, gak kebayang dana trilyunan untuk APEC bakalan terbengkalai kalau berkaca dari venue sea games yg skg bikin miris kondisinya emoticon-Frown
mantab dah.. eniwei gw ikut nyumbang doa aja, moga ga tenggelem kaya esemka dulu, anak teknik mmg top markotop!!
Kalo diproduksi massal, gantian bingung, listriknya dari mana. Sekarang saja listrik masih byarpet, ntar di daerah dan desa2 dikorbankan lagi, lebih sering mati daripada hidupnya.
Wow kerwn gan mobilnya
jangan harap pemerintah akan membantu pengembangan mobil ini, karena pasti akan ditekan oleh pihak luar seperti toy**ta, ho**da, suz**i, dll.
kalau mobil ini laku, pastinya merk lain ga akan laku.
Quote:Original Posted By karung..goni2
Jah ini mah sama aja Esemka, comotan semua emoticon-Betty (S)
Lampu depan comot dari fiesta, spion comot dari xenia, pilar body belakang tiru honda CRZ
Hasilnya = mobil bertampang acakadut emoticon-Betty (S) emoticon-Betty (S)

Kreatif dikit lah mahasiswa2 ini emoticon-thumbdown:


masih mendingan mereka daripada loe njink! emoticon-fuck2
loe udah buat apa yang dapat dibanggakan di negara ini?
juancukkk...!!!!


UAAAAPPPIKKK TENAN CAK...!!!!!


dari segi design body...90 nilainya....belakangnya aja yang kurang bagus... pake lampu jazz ya...?

ini baru mobil... ketimbang si merah nya dahlan....
wihhh keren gan bodynyaemoticon-Matabelo.. berasa berkelas
Quote:Original Posted By karung..goni2
Jah ini mah sama aja Esemka, comotan semua emoticon-Betty (S)
Lampu depan comot dari fiesta, spion comot dari xenia, pilar body belakang tiru honda CRZ
Hasilnya = mobil bertampang acakadut emoticon-Betty (S) emoticon-Betty (S)

Kreatif dikit lah mahasiswa2 ini emoticon-thumbdown:

halah loe bego aja
ngak bisa bedain senjata nuklir belagu
nuklir di pakai senjata defensifemoticon-Ngakak
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meluncurkan mobil listrik generasi kedua atau EC-ITS II warna merah

kok di foto warnanya putih emoticon-Bingung (S)
Yg gw enggak suka dari mobil listrik, charge batere nya lama. Batere nya cepet habis pula, masih inget mobil listrik nya pak DI yg mogok di jalan. Selama teknologi batere nya belum berkembang, mobil listrik susah lakunya.