alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/523bf0861acb177d0700000b/konkret-kontribusi-hm-sampoerna-siapkan-masyarakat-siaga-bencana
Konkret, Kontribusi HM Sampoerna Siapkan Masyarakat Siaga Bencana
Kemitraan PT HM Sampoerna dengan Aksi Cepat Tanggap memasuki fase ketiga dari empat fase Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Komunitas sejak Juni 2013 dan direncanakan berakhir Desember 2013.

Minimnya pengetahuan dan kecakapan masyarakat dalam menghadapi situasi saat terjadi bencana, faktor terbesar penyebab besarnya jumlah korban bencana. Umumnya masyarakat panik dan bingung apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya. Aksi Cepat Tanggap (ACT) bermitra dengan PT HM Sampoerna menggelar Pelatihan dan Gladi Simulasi Kesiap-siagaan Bencana. Kegiatan ini berjalan simultan dengan aktivitas pembinaan masyarakat, renovasi dan pembangunan kembali fasilitas pemukiman yang rusak akibat gempa di Padang Pariaman, Sumatra Barat.

Pelatihan berlangsung Jum'at, 9-17 September 2013 sejak 09.00–16.00 wib. Kamis, 26 September 2013, Gladi Simulasi Kesiapsiagaan Bencana menjadi puncak acara ini, bertempat di Korong Ambung Kapur, Nagari Sungai Sarik, Kecamatan VII Koto Sungai Sarik, Kab. Padang Pariaman, Prop. Sumatera barat.

Gladi Simulasi Kesiapsiagaan Bencana direncanakan akan dihadiri Gubernur Sumatera Barat Prof DR H Iwan Prayitno, M.Si, Wakil Bupati Kab. Padang Drs. H. Damsuar, MM. Dandim Kab. Padang Pariaman, Kadinsos Kab. Padang Pariaman, Camat VII Koto. Kepala BPBD Kab Padang Pariaman, Perwakilan PT HM Sampoerna tbk., Muspika, Wali Nagari, Wali Korong, Tokoh masyarakat, Penerima Manfaat rumah ramah gempa (65 orang), serta Perwakilan ACT.

Kerjasama kemitraan ACT & Sampoerna tahun ini untuk Indonesia bertajuk Disaster Resistant Housing And Disaster Preparedness Training For Community, berlangsung sejak bulan Juni 2013 sampai Desember 2013 di Korong Ambung Kapur, Nagari Sungai Sarik, Kecamatan VII Koto, Kab. Padang Pariaman, Propinsi Sumatera Barat. Program ini mengadopsi konsep besar Pelatihan Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK) atau yang secara umum dikenal sebagai pelatihan CBDRM (Community Base Disaster Risk Management).

Sinergi ACT dan PT HM Sampoerna dalam mengedukasi masyarakat terkait kesiapsiagaan bencana telah melalui beberapa tahapan kerjasama apik: pertama pelaksanaan Vulnerability & Capacity Assessment (VCA) dengan metode Rapid Rudal Appraisal (RRA) dan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang merupakan upaya menggali potensi masyarakat dan menggali kesadaran kritis masyarakat secara partisipatif akan kondisi kerentanan dan ancaman wilayahnya, sehingga outputnya adalah kesadaran akan pentingnya pendirian organsisasi Kelompok Siaga Bencana (KSB) dan melakukan renstra & penguatan organisasi, ini untuk membuat program-program yang mengarah kepada upaya-upaya pengurangan risiko bencana. Milestone pertama ditandai peresmian program 13 Juni 2013.

Kedua, pelaksanaan renovasi dan pembangunan Rumah Ramah Gempa, menyasar 65 rumah terparah di antara korban gempa Padang Pariaman tahun 2009 yang belum mendapatkan bantuan rehabilitasi/rekonstruksi dari pemerintah atau sudah mendapatkan bantuan pemerintah tetapi belum selesai renovasinya, rumah-rumah rusak berat sesuai kriteria dari pemerintah milik keluarga dhuafa/miskin, keluarga para janda dll. Milestone kedua ini ditandai peletakan batu pertama salah satu rumah yang dibantu rekonstruksi/rehabilitasinya menjadi rumah ramah gempa oleh Bpk Gubernur Sumbar beberapa waktu lalu.

Ketiga, pelaksanaan pelatihan Rescue Basic Training dan Disaster Preparedness Training for Community bagi Kelompok Siaga Bencana (KSB) yang sudah dibentuk yang merupakan bagian dari program besar Pelatihan Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK). Di dalam pelatihan tersebut juga diajarkan pelatihan bagi fasilitator, pelatihan hazard maping dan pemasangan disaster sign serta pelatihan bagi warga dan tukang tentang standar pembangunan rumah tahan gempa secara sederhana. Pada milestone ketiga ini akan ditandai dengan Pelantikan organisasi Kelompok Siaga Bencana dan Pembukaan Pelatihan Simulasi dan Gladi Siaga Bencana yang dilakukan oleh tim KSB. Kegiatan ini berlangsung Agustus-September 2013.

Keempat, penyerahan kunci secara simbolis kepada penerima manfaat yang menandakan berakhirnya program Disaster Resistant Housing And Disaster Preparedness Training For Community ini. Kegiatan ini menurut jadual berlangsung Oktober - Nopember 2013.

Insan Nurrahman, Direktur Disaster Management Institute of Indonesia (DM11) mengatakan, “Kerjasama kemitraan PT HM Sampoerna dengan ACT pada tahapan ini memiliki beberapa tujuan penting.“

Pertama, ini merupakan tahapan dimulainya rencana persiapan Milestone Ketiga yaitu Persiapan Pelaksanaan Disaster Basic Skill Training for Community dengan konsep Pelatihan Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK), yaitu Pelatihan bagi 35 orang warga Ambung Kapur anggota ISAB dengan tema pelatihan Pengurangan Resiko Bencana Berbasis Komunitas (PRBBK) selama delapan hari.

Kedua Gladi dan simulasi kesiapan tim siaga bencana Korong Mabung Kapur dalam menghadapi keadaan darurat gempa melalui simulasi skenario penanganan tanggap darurat gempa yang melibatkan stakeholder bencana Nagari Sungai Sarik.

Ketiga mengajak semua stakehokder lokal untuk menjadikan program ini sebagai model dan sarana pembelajaran dan contoh program Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas.

Keempat sebagai komunikasi program PT HM Sampoerna, tbk, kepada para mitra dan para stakeholder bencana dan pihak media bahwa program ini akan memasuki fase berikutnya.

“Ini menunjukkan, program tidak difahami sepotong-sepotong. Kesiapsiagaan juga tidak bisa instan. Kemitraan ini mengedukasi semua pihak, bencana bukan peristiwa yang terencana, tapi menghadapinya perlu perencanaan demi meminimalisasi dampak dan risikonya. Untuk itu, semua proses harus diikuti secara tertib tahapan-tahapannya. Apa yang dilakukan di Ambung Kapur ini, bisa menjadi pembelajaran berharga bagaiama sebuah komunitas dipersiapkan sedemikian rupa sehingga memiliki kesiapsiagaan yang memadai ketika benmcana datang, atau menularkan pengetahuannya untuk komunitas lainnya,” jelas Insan Nurrohman. Konkret, Kontribusi HM Sampoerna Siapkan Masyarakat Siaga Bencana