alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52274a258127cfc858000002/baca1-dollar--11000-rupiah-salah-siapa-mungkin-kita
Inspiratif 
[BACA] 1 Dollar = 11.000++ rupiah. Salah siapa? (mungkin) KITA
Agan pasti sudah tau kan kalau sekarang harga $1 sama dengan Rp 11.000 lebih. agan juga pasti dah tau efek dari naiknya nilai Dollar emoticon-Bingung (S)
berangam reaksi muncul diantara kita,
- Mungkin banyak dari kita beranggapan kalau ini semua mutlak salah pemerintah emoticon-Mad (S)
- Ada juga yang masa bodoh emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)

KITA TAU PASTINYA PEMERINTAHAN NEGARA KITA SEBURUK APA. NAMUN DI THREAD INI, SEJENAK KITA HILANGKAN ASPEK PEMERINTAH TERSEBUT

apakah ada diantara kita yang merasa bahwa ulah kita punya andil dlm menjeblokkan Rupiah?? emoticon-Sorry

yup, sesuai sesuai nama thread di atas. ane hanya ingin memberikan sedikit pemaparan buat yang ingin bertanya; kok bisa sih? apa hubungannya sama tindakan kita?


you know.. kita jangan melulu menyalahkan pemerintah. memang sih pemerintah Indonesia masih belum layak jika di sandingkan dengan pemerintah di negara maju.
mari kita berpikir, pernahkah kita menyadari banyak tindakan kita yang membuat negara ini semakin terpuruk?


Kita Bahas Secara Gampangnya saja


Naiknya kurs Dollar

baru-baru ini kita melihat di media, diwartakan bahwa harga dollar melejit melewati 11.000 Rupiah. kenapa bisa demikian?
salah satunya penyebabnya adalah naiknya kebutuhan Impor yang berbanding terbalik dengan produktifitas Ekspor kita.
taukah agan, apa yang dijadikan Importir dan Eksportir sebagai media tukar mereka?
yup, Dollar. karena dollar merupakan mata uang internasional.
masih ingatkah agan pelajaran SMP? yang berbunyi; "harga barang akan dikatakan meningkat/naik jika terjadi kelangkaan barang tersebut" anggaplah barang akan mahal jika banyak yang menginginkannya.

kembali ke Dollar tadi, jika dolllar banyak dicari untuk dipergunakan, otomatis nilai dollar akan naik.

kembali ke masalah Ekspor - Impor.
untuk lebih mudahnya kita ambil saja ilustrasi:

misal saat posisi $1=Rp1 dan kondisi impor-ekspor 1:1(berimbang/sama2 membutuhkan):
misal transaksi antara negara A dan negara B.
negara A memiliki mata uang Dollar sedang negara B memiliki mata uang Rupiah.
negara A memilki pasokan berlian dan negara B memiliki emas.
negara A butuh emas, dan negara B butuh berlian

pada saat A membutuhkan emas dari negara B, negara A akan membayar dengan mata uang Dollar (ingat: Posisi Impor-ekspor kedua negara masih pada posisi berimbang, jadi Dollar yang diperoleh negara B dapat juga digunakan untuk membeli pasokan Berlian dari negara A karena nilainya sama)
Dalam hal itu kedua negara masih dalam ketergantungan yang berimbang, Namun(yang terjadi oleh negara Indonesia) negara B tidak hanya butuh berlian, ia juga butuh kedelai, ditambah lagi, ia juga butuh beras, besi, batu dari negara A. Disini tampak negara A menerima permintaan ekspor yang besar dari negara B. Apa yang terjadi pada Dollar?
yup, negara A akan menerima Dollar yang banyak dari negara B, namun masalahnya negara B hanya memperoleh Dollar dari sektor berlian saja. yang artinya itu sangat terbatas.
pertanyaannya; Apakah negara A mau menerima Rupiah sebagai alat tukar dengan negara B?
jika ketergantungan kedua negara sama, mungkin "iya". namun jika dilihat dari persoalan diatas, akan rugi jika negara A merima rupiah dari negara B padahal kebutuhan/ketergantungan negara A hanya sebatas Emas dari negara B.
Karena negara A mendapatkan banyak rupiah dari negara B, padahal Rupiah yang menumpuk tidak berlaku di negara A, dan untuk menghabiskan itu semua negara A harus membeli banyak Emas dari negara B, sedangkan negara A kehilangan lebih dari berlian, namun juga kedelai, beras, besi, juga batu. disini sudah tampak ketidak seimbangan Dollar dan Rupiah dimana negara A lebih terbebani secara resiko.
Sesuai nilai teori barang, barang akan naik nilainya jika semakin dibutuhkan dan jumlahnya terbatas, disini adalah Dollar. maka dari itu berlakulah 1:5 artinya butuh Rp5 untuk setara dengan $1.


Impor – Ekspor

Jika ketergantungan negara B semakin kompleks maka nilai Rupiah akan semakin jatuh seiring naiknya quota impor. Sebenarnya negara B dapat menekan tumbuhnya nilai Dollar jika negara B mampu mengimbangi jumlah impor yang besar tentunya dengan quota ekspor yang besar pula.

Kita anggap saja negara B adalah Indonesia. Meskipun rantai permasalahnya tidak sesimpel itu. emoticon-Malu (S)

Mohon maaf ane tidak bermaksud menggurui ataupun menghakimi,
Cobalah kita lihat, berapa banyak gadget yang kita punya. Kendaraan mana yang kita pakai. Makananan apa yang kita makan. Pakaian berlogo apa yang kita kenakan emoticon-Cendol (S)

Negara maju terdiri dari masyarakat yang besar, masyarakat yang besar terdiri dari individu yang hebat.
kalau bukan kita siapa lagi yang kan merubah Indonesia ini
emoticon-Cendol (S)

Spoiler for baca dulu sebelum komen:


ane hanyalah manusia yang tak luput dari kesalahan, mohon koreksi agan yang lebih berpengalaman emoticon-Cendol (S)

Spoiler for Best komen:


terimaksih jika ada yang memberi emoticon-Blue Guy Cendol (L)
Spoiler for komen agan2:

emoticon-Matabelo
emoticon-Bingung (S)
yg salah pemerintah dan kita gan emoticon-Malu (S)
Gilaaaaa.. Inflansi garagara bbm inimah emoticon-Sorry
ya juga sih. kita memang salah dengan perilaku kita. pemerintah juga salah dengan kebijakannya. emoticon-Cape d... (S)
memang ekspor impor ini slah satu aspek penting dalam ekonomi negara, jika dikelola dengan baik masih mungkin negara kita akan menjadi sprti China, Japan Korea. mereka cuman modal SDM ma ekspor human quality bisa jadi negara makmur emoticon-Matabelo
kita? loe aja kaleemoticon-fuck
Quote:Original Posted By zobain
salah rupiahnya lemah gan.... dollarnya yg kuat emoticon-Matabelo

[BACA]1 dollar = 11.000++ rupiah. Salah siapa? (mungkin) KITA


salah gan.. rupiah melemah.. soalnya ampir smua naek kursnya..
emoticon-Big Grin
kenapa? ya ga tau.. ane bukan pengamat ekonomi emoticon-Ngakak
gila ya gan rupiah bisa melemah secepat itu emoticon-Berduka (S)
Quote:Original Posted By gitbisteu
Gilaaaaa.. Inflansi garagara bbm inimah emoticon-Sorry


emang bbmnya kenapa gan? emoticon-Ngakak (S)

yoo mulai cintai produk dalam negeri, kurangi pemakaian barang impor, biar kalo ada dolar gonjang ganjing kita ga terlalu kena dampaknya
emoticon-Big Grin
CMIIW
yang salah adalah koruptor.
berarti saya mendukung memperkuat rupiah ya gan, soalnya saya dapet dollar, dicairin mulu ke rupiah tuh. lagi enak nih dollar naek, dapet rupiahnya jadi banyak emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin

TuanBeruang
bener juga lu gan. ane kadang nyalahin pemerintah. padahal kalo mawas diri, apa yg udah gw lakukan ke negara sendiri saja bisa
dihitung jari.

Indonesia kan udah export? itupun hanya bahan baku, coba kalo sudah diolah, dan pemerintah lebih menggencarkan export, setidaknya bisa meningkatkan nilai rp. CMIIW
Hidup sederhana didesa lebih enak gan, hehehe,...
paling jauh paling beli minyak sama pulsa
koruptor emg derajat yg paling rendah !!!
ane ijin nyimak dulu gan
Iya gan,jangan nyalahin pemerintah melulu emoticon-Ngakak pemerintah udah bener kok,cuma masalah korupsi dlembaga aja yang salah emoticon-Ngakak
Ya betul..tp kalo kita temuin di pasaran kan lebih banyak brg impor..knp?kalo ga impor/lokal,bos2 di atas ga bakalan dpt marjin impor/malahan pelicin impor..aka lokal ga ada uangnya untuk bos2 itu gan..jd ya walhasil cthnya aja.buah impor jumlahnya jauh lebih banyak drpd buah lokal..sering mn,liat apel fuji apa apel malang kalo di supermarket?
sebenernya yang mempengaruhi inflasi rupiah itu apa sih? emoticon-Bingung (S)
"berapa banyak gadget yang kita punya. Kendaraan mana yang kita pakai. Makananan apa yang kita makan. Pakaian berlogo apa yang kita kenakan"

ya klo indonesia mw di paksa make produk lokal jg ya ga bisa... karena kualitasnya beda jauh... walaupun sbenarnya indonesia jg bisa memproduksi barang'' yg ga kalah kualitasnya dgn negara lain... trus yg di butuhkan apa? sumber daya manusianya yg cerdas... tp kemanakah mereka? tanyakan sama pemerintah...

back to GOVERNMENT... emoticon-Cape d...
kitanya engga bangga dengan negara sendiri, coba kalau bangga ketergantungan impor kita kan menurun coz negara kita kan kaya mustinya kebutuhan yang utama tuh ga perlu impor, yang impor adalah teknologi dsb2 yang notabene kelebihan negara mereka.. coba klo hasil alam kita bisa ekspor banyak, perbandingannya jadi 1:1 we're even