alexa-tracking

Akibat terlalu sering ciuman

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/521584fc1cd719813900000a/akibat-terlalu-sering-ciuman
Akibat terlalu sering ciuman
Akibat terlalu sering ciuman


Kissing Disease, nama resmi penyakit ini adalah Infectious Mononucleiosis. Penyakit ini disebabkan oleh Virus Cytomelago. Virus ini terdapat di kelenjar air liur, air seni, lendir leher rahim, sperma, air susu ibu, dan darah. Selain lewat berciuman, penularan penyakit ini juga dapat melalui transplantasi organ, donor darah, persalinan, serta oral seks.
Akibat terlalu sering ciuman

Diketahui bahwa virus ini sekerabat dengan Virus Herpes yang bersifat laten dalam tubuh manusia. Hampir sebagian besar orang dewasa pernah disinggahi virus ini, umumnya ketika masih usia remaja.

Di Amerika, virus ini banyak menyerang remaja putra usia 16-18 tahun, dan remaja putri usia 14-16 tahun atau rata-rata pada usia antara 15-25 tahun. Dikirakan karena pada usia sekian para remaja mulai melakukan aktifitas ciuman.

Gejala yang terjadi biasanya seperti gejala flu, yaitu demam, rasa tidak enak di tenggorokan, sering mengantuk, dan sebagainya. Tetapi gejala ini berlangsung dalam jangka yang lebih panjang, yaitu sekitar dua minggu. Dan tanpa disadari, hati dan limpa si pengidap akan membengkak.

Untuk mengetahui apakah seseorang mengidap penyakit ini atau tidak, perlu dilakukan pemeriksaan darah yang disebut TORCH. TORCH adalah kependekan dari Toxoplasma, Rubella, Cytomelago, dan Herpes.

Penyakit Kissing Disease ini menyerang selaput otak (meningen). Jaringan otak menjadi layu, kemudian secara perlahan-lahan sel-selnya mengalami kematian. Hal yang umum terjadi adalah berkurangnya pendengaran, gangguan penglihatan, kelumpuhan, dsb.

Jika terdapat bagian sel otak yang mati, kemudian menyerang bagian motorik otak, maka yang seperti ini dapat mengakibatkan kelumpuhan. Dalam kasus kelumpuhan, mungkin tidak terjadi serta merta begitu saja. Biasanya, fase ini terjadi perlahan-lahan.

Selain Virus Cytomegalo, ada jenis virus lain yang berpotensi ditularkan lewat berciuman, antara lain Virus Epstein-Barr, Virus Herpes-6, Virus Hepatitis, Parasit Toxoplasma, dan Virus HIV penular AIDS sendiri.

Virus Cytomegalo, Herpes-6, dan Toxoplasma, selain mengancam si empunya virus, juga dapat mengancam anak dalam kandungan. Ini hanya jika si ibu mengidap virus tersebut ketika hamil. Anak dalam kandungan tersebut terancam kelainan jantung, cacat, tuli, hydrocephalus, bahkan meninggal dunia atau keguguran. Maka dari itu, setiap ibu yang sedang mengandung janin sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan darah TORCH.

Walaupun virus ini sangat berbahaya dan dapat mematikan janin, tetapi virus ini pada umumnya tidak sampai mematikan orang dewasa. Tetapi belakangan ini ditakutkan virus ini dapat memicu kerusakan pada pembuluh darah koroner. Juga beberapa jenis virus yang dapat mengakibatkan penyakit jantung koroner. Selain itu, ditemukan juga bahwa virus ini berpotensi menimbulkan penyakit kanker kelenjar getah bening (Hodgkin).

Tidak ada antivirus yang dapat diandalkan untuk menyembuhkan penyakit virus ini. Satu-satunya jalan yang harus dilakukan untuk menyembuhkan penyakit ini adalah beristirahat total dan memulihkan sistem imun kita untuk melawan virus ini sendiri. Serta pada masa penyembuhan, pasien dilarang untuk berciuman dengan anak, istri, apalagi orang asing.

Sumber: http://old.tahukahkamu.com/2011/01/a...#ixzz2cfHNGr84
trus kalo udah kimpoi ngga boleh ciuman terus gitu gan? emoticon-Ngakak



emoticon-Kisstoker was here emoticon-Kiss
pagi gan emoticon-Smilie jadi takut nih gw ciuman gan
emm gitu ya emoticon-afro







@aluttee
#Assalamu'alaikum gan, wah kurang percaya gan emoticon-Ngakak

Quote:


kan yang dibahas yang terlalu sering gan emoticon-Cape deeehh
ngeri juga ya gan...emoticon-Ngakak
ga nikmat klo ga pake ciuman emoticon-Ngakak
w4H k381454aN Qu3 Ha12u5 d1 U84h n1H emoticon-Frown
ciuman tiap pagi saat mau brangkat kerja
dan tentunya setelah sikat gigi gan
emoticon-Ngakak
ane jadi takut ciuman gan emoticon-Matabelo
Quote:


ane gak mnta dipercaya gan, percayalah sama Tuhan masing2 emoticon-Shakehand2
untung ane blom pernah emoticon-Cool
Quote:


asalkan jangan sering2 gan emoticon-Ngakak
sebelum ciuman, bibirnya dilap dolo pake alkohol supaya higienis
baru denger gan hahahahah
emoticon-Ngakak
Quote:


Menambah thread agan biar pada percaya, kalo yang namanya hubungan seksual dalam bentuk apapun sebelum nikah sebaiknya sangat sangat dihindari, bahkan untuk ciuman. Hanya ciumlah istri / suami anda, agan agan sekalian..

"Cytomegalovirus (from the Greek cyto-, "cell", and -megalo-, "large") is a viral genus of the viral family known as Herpesviridae or herpesviruses. It is typically abbreviated as CMV. The species that infects humans is commonly known as human CMV (HCMV) or human herpesvirus-5 (HHV-5), and is the most studied of all cytomegaloviruses.[2] Within Herpesviridae, CMV belongs to the Betaherpesvirinae subfamily, which also includes the genera Muromegalovirus and Roseolovirus (HHV-6 and HHV-7).[3] It is related to other herpesviruses within the subfamilies of Alphaherpesvirinae that includes herpes simplex viruses (HSV)-1 and -2 and varicella-zoster virus (VZV), and the Gammaherpesvirinae subfamily that includes Epstein–Barr virus.[2] All herpesviruses share a characteristic ability to remain latent within the body over long periods. Although they may be found throughout the body, CMV infections are frequently associated with the salivary glands in humans and other mammals.[3] Other CMV viruses are found in several mammal species, but species isolated from animals differ from HCMV in terms of genomic structure, and have not been reported to cause human disease."

Human cytomegalovirus is a species of virus that belongs to the viral family known as Herpesviridae or herpesviruses. It is typically abbreviated as HCMV and is alternatively known as Human herpesvirus 5 (HHV-5).[2] Within Herpesviridae, HCMV belongs to the Betaherpesvirinae subfamily, which also includes cytomegaloviruses from other mammals.[3]

Although they may be found throughout the body, HCMV infections are frequently associated with the salivary glands.[3] HCMV infection is typically unnoticed in healthy people, but can be life-threatening for the immunocompromised, such as HIV-infected persons, organ transplant recipients, or new born infants.[2] It can cause hydrops fetalis in infants. After infection, HCMV has an ability to remain latent within the body over long periods. CMV persists in the host because the viral genome encodes multiple proteins that interfere with MHC class I presentation of viral antigens. One viral protein blocks translocation of peptides into the lumen of the endoplasmic reticulum, while two other viral proteins cause degradation of MHC class I proteins before they reach the cell surface.[4] Hence, diagnosis is done histologically by looking for inclusion bodies in salivary glands. A prevention by hygienic measures is included in information given to pregnant women.[5]

" HCMV is found throughout all geographic locations and socioeconomic groups, and infects between 50% and 80% of adults in the United States (40% worldwide[6]) as indicated by the presence of antibodies in much of the general population.[2] Seroprevalence is age-dependent: 58.9% of individuals aged 6 and older are infected with CMV while 90.8% of individuals aged 80 and older are positive for HCMV.[7] HCMV is also the virus most frequently transmitted to a developing fetus. HCMV infection is more widespread in developing countries and in communities with lower socioeconomic status and represents the most significant viral cause of birth defects in industrialized countries. CMV "seems to have a large impact on immune parameters in later life and may contribute to increased morbidity and eventual mortality."[8]

A vaccine against cytomegalovirus (CMV) is currently under investigation. As a member of the TORCH complex, cytomegalovirus can cause congenital infection. Because of this, there has been considerable effort made towards the development of a vaccine, with particular emphasis on protection for pregnant women. Development of such a vaccine has been emphasized as a priority by the National Vaccine Program Office in the United States. A phase 2 study of a CMV vaccine published in 2009 indicated an efficacy of 50%, thus the protection provided was limited and a number of subjects contracted CMV infection despite the vaccination. In one case also congenital CMV was encountered.[9] "

disadur dari http://en.wikipedia.org/wiki/Cytomegalovirus
serem gitu GAN akibatnya... tp kissing_nya ndk kapok
Ane umur 20 belum pernah ciuman bibir emoticon-Big Grin
hiii ngeri emoticon-Takutemoticon-Takutemoticon-Takut