CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Pentingnya Mengajarkan Budaya Antri Ke Anak Kita
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/52097082e474b4152500000a/pentingnya-mengajarkan-budaya-antri-ke-anak-kita

Pentingnya Mengajarkan Budaya Antri Ke Anak Kita

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اَللّهِالرّحْمن الرّحيم


Assalamualaikum Wr Wb...
Salam sejahtera buat agan/aganwati,kaskuser,admin,dan pembaca kaskus yang budiman emoticon-Smilie
Kali ini saya ingin mengulas pentingnya mengajarkan budaya antri ke anak kita,maaf jika repost

Silahkan langsung ke TKP saja

Mengajarkan Anak Pandai Berhitung, Seberapa Penting? (Penting untuk di baca oleh para orang tua, guru dan Mendiknas)

Seorang guru di Australia pernah berkata: “Kami tidak terlalu khawatir jika anak-anak SD kami tidak pandai matematika, kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

Sewaktu ditanya “Mengapa dan kok bisa begitu?” karena yang terjadi di negara kita justru sebaliknya, inilah jawabanya:

1. Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.

2. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian dari mereka ada yang menjadi penari, atlet olimpiade, penyanyi, musisi, pelukis dsb.

3. Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan etika moral dan pelajaran erharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.

”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI?”

”Oh iya, banyak sekali pelajaran berharganya:”

1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.

2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.

3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..

4. Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.

5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri).

6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.

7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.

9. Anak belajar disiplin, teratur dan kerapian.

10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.

11. Anak belajar bekerjasama dengan orang-orang yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.

12. Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain
dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silakan Anda temukan sendiri sisanya.

Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta.

Apa yang dipertontonkan para orang tua pada anaknya dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan:

1. Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk “menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi dan berkata “Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja!”

2. Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar penakut” karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.

3. Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya dibolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Taktik yang sama juga digunakan di lokasi antrian permainan yang berbeda.

4. Ada orang tua yang malah marah-marah karena anaknya ditegur karena menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.

5. Dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga.

Ah sayang sekali ya, padahal disana juga banyak pengunjung orang asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini.

Ah sayang sekali jika orang tua, guru, dan Kementerian Pendidikan kita masih saja meributkan anak muridnya tentang calistung (baca tulis hitung), les matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran bahwa mengajarkan MORAL pada anak jauh lebih penting daripada hanya sekadar mengajarkan anak pandai berhitung.

Ah sayang sekali ya, mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral.

Ah sayang sekali ya, seperti apa kelak anak-anak yang suka menyerobot antrian sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini?

Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus dilatih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia.

Yuk kita ajari anak kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik.

Yuk kita mulai dari keluarga kita terlebih dahulu.

Mau?
emoticon-Matabelo
mantap nih gan TS
nice info gan emoticon-I Love Indonesia (S)
budaya antri harus selalu dijaga emoticon-I Love Kaskus (S)




gue aja diajak gak usah antri sama bokap gue
Harus digalakkan lagi budaya antri di jaman sekarang emoticon-Malu
nays share juraganemoticon-Angkat Beer
ortu yang baik memberikan pondasi yang baik bagi anak2nya....infonya bagus sekali gan....
iy gan,, bner banget tuh

:)

Quote:


iya gan,anak ane umur 3 tahun (cwek) skrg lg ane ajarin budaya antri dan malu
weww betul banget nih gan
setubuh nih emoticon-Big Grin
bener bgt gan. kl gak bs antri, mau jd apa di masyarakat.
tp di SD ane gk pernah diajarin soal antri emoticon-Big Grin
setuju sama ts,
sekarang budaya antri sudah semakin hilang

harus dibudayakan lagi sejak dini emoticon-thumbsup
boneng tuh gan...
anak emang harus diajarkan budaya antre sejak usia kecial biar menjadi penerus bangsa yang antre emoticon-Cendol (S)
betul,mknya di luar negeri beberapa bnyk yg antri,tpi sebagian negaa jg msh mirip indonesia emoticon-Smilie
Penting bgt gan! emoticon-2 Jempol
Pentingnya Mengajarkan Budaya Antri Ke Anak Kita

Masih banyak anak2 Indonesia belum berbudi pekerti dan bertata krama yang baik dan benar.
Meski hanyalah seorang anak kecil, kalau mereka tidak mengantri ane tegur, meski orang2 sekitar ane memandang ane sinis dan mungkin dalam hati mereka mengatakan "Ga mau ngalah sama anak kecil."
Kemarin ini pas naik pesawat ane ke toilet, karena toiletnya penuh maka ane antri lah. Dan dibelakang ane ada 2-3 orang juga antri.
Tiba2 ada anak cowo sekitar 7-8 tahun maju dengan penuh percaya diri, lugu, tanpa dosa langsung ke depan pintu toilet dan narik2 pintu coba buka. Langsung aja ane bilang ke dia, "Kamu harus antri dibelakang."
Ga lama kemudia orang yang habis pakai toilet keluar dan anak kecil itu langsung mau masuk.
Ane langsung cepat2 masuk ke dalam bilik dan bilang lagi ke dia, "Kamu harus belajar antri!" (sambil menunjuk kearah dia seraya seperti memarahi dia).

Ane ga merasa bersalah.
Klo kita terlalu berkompromi pada seorang anak kecil maka besarnya dia akan tetap begitu saja.
Entah di sekolah diajarin apa ama gurunya.
Entah di rumah diajarin apa ama emaknya.

Hanya 3 tipe manusia yang akan gw relain antrian gw diserobot:
1. Ibu2 hamil
2. Penyandang cacat
3. Orang lanjut usia yang udah susah jalannya
paling sebel ane kalo ada yang nyerobot antrian
Quote:

Bener tuh... Paling sering kalau lagi bayar di kasir mall/minimarket emoticon-Cape d...
NICE INFO GAN TAPI KEK BACA KORAN GANE

emang sekrang pada antri aja susah banget yah tuh yang pada belanja di pasar tradisional


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di