MuslimAirForce
TS
MuslimAirForce
Kenapa Saya dan Teman-teman Memilih Kuliah di Universitas Terbuka Indonesia ?
Sudah 2 semester ini saya kuliah di Jurusan Satra Inggris Universitas Terbuka.Sejak Kuliah di jurusan Satra Inggris inilah minat saya untuk menulis bangkit kembali.Saya suka menulis sejak saya duduk di bangku kelas 4 sd.Ketika belajar Bahasa Indonesia tugas yang paling saya senangi adalah mengarang.Tetapi kemudian minat menulis menurun dan saya malah tidak pernah menulis lagi.

Saya kuliah di jurusan Satra Inggris Universitas Terbuka sebenarnya secara tidak sengaja.Tadinya saya hanya ingin kursus Bahasa Inggris.Tetapi ketika saya mengadakan survey tentang biaya kursus Bahasa Inggris yang bagus ternyata biayanya sangat mahal.Berkisar 1,5 juta sampai jutaan rupiah pertingkat.Itupun yang diajari nantinya hanya seputar tenses dan lain-lainnya.

Akhirnya saat itu tanpa sengaja saya membaca berita tentang para TKI di Hongkong yang kuliah di Universitas Terbuka.Dan kebanyakan mereka mengambil jurusan Satra Inggris Bidang Penerjemahan di Universitas Terbuka.

Akhirnya saya membuka website Universitas Terbuka.Saya membuka bagian katalognya.Ketika itu adalah bula Juli 2012.Saya pelajari Katalog yang ada di Universitas Terbuka.Biaya yang tercantum ketika itu adalah 20 ribu rupiah persks ditambah uang adm 135 ribu uang administrasi untuk mahasiswa baru.

Dengan mengucapkan Bismillah saya mendaftarkan diri masuk jurusan Satra Inggris Universitas Terbuka.Tujuan saya adalah untuk menguasai Bahasa Inggris sebagai bekal saya mencari beasiswa ke luar negeri.

Uang kuliah yang terjangkaulah yang menjadi alasan saya kuliah di Universitas Terbuka.Pertama kali yang saya bayarkan di Universitas Terbuka adalah sejumlah 600 ribu untuk biaya 23 sks plus 500 ribu untuk membeli 7 buah buku modul.Total yang saya bayar 1,1 juta rupiah.

Murah dan terjangkau,itu alasan saya dan teman-teman saya mendaftar di Universitas Terbuka.Teman-teman saya Di Universitas Terbuka mempunyai profesi yang beragam.Ada yang sudah menjadi mahasiswa di tempat lain tapi karena ingin kuliah doble akhirnya mendaftar lagi di Universitas Terbuka.Ada yang sudah bekerja tetapi tidak punya waktu untu kuliah dan dananya juga sangat terbatas.Mereka yang sudah bekerja profesinya bermacam-macam,ada pramuwisma,TKI di luar negeri,penjaga toko,buruh,guru honorer,kuli bangunan,tukang ojek ,karyawan,dan lain sebagainya.Mereka memilih kuliah di Universitas terbuka karena tidak punya banyak waktu,uang terbatas karena gaji kecil,tetapi keinginan kuat untu kuliah.Sistem kuliah di Universitas Terbuka yang tidak punya kelas,tidak ada dosen di kelas,tidak ada teman sekelas dan belajar tutorial lewat internet.Belajar di Universitas Terbuka memerlukan kemandirian dan kemauan yang besar.Selain itu memiliki mdul merupakan kewajiban.Tetapi ada juga teman saya yang tidak sanggup membeli modul .Akhirnya mereka hanya memfotokopi ,membaca modul di perpustakaan virtual atau ada yang hanya mengeprint bahan tutorial online di website UT.

Ketika pada tahun ajaran 2013 1,uang kuliah di UT naik berkisar antara 15 sampai 35 ribu rupiah persks.Jurusan Satra Inggris Naik menjadi 41 ribu persks.Hal ini diakibatkan kebijakan Uang Kuliah Tunggal yang dibuat oleh pemerintah.

Tetapi karena tekat yang kuat untuk jadi sarjana banyak yang tetap bertahan,ada juga yang mundur dan berhenti kuliah karena kenaikan yang cukup tinggi.Bagi saya dan teman-teman yang ekonominya terbatas kenaikan uang kuliah ini cukup berpengaruh.

UT adalah kampus wong kecil kata teman saya.DI UT tidak ada uang gedung puluhan juta yang harus dibayar.Mahasiswa-mahasiswa di UT bukan mahasiswa golongan menengah ke atas yang setiap hari bisa membawa mobil keluaran terbaru,memakai ultra book atau tablet pc berharga jutaan rupiah.Banyak mahasiswa UT yang tidak mampu membeli komputer.Bahkan sahabat saya untuk membeli netbook saja merupakan impian yang belum terwujud,tetapi jadi sarjana dan meraih pendidikan adalah tjuan utama. Memiliki komputer adalah kemewahan.

Jurusan yang paling banyak diminati di UT adalah fakultas keguruan,ekonomi manajemen dan Jurusan Satra Inggris.Jurusan Satra Inggris bidang Penerjemahan paling banyak banyak diminati karena banyak yang sadar menguasai bahasa Inggris untuk saat ini sangat penting.Karena bahasa Inggris adalah bahasa pergaulan Internasional.

http://lifestyle.kompasiana.com/cata...ka-551268.html

Kuliah di UT (Universitas Terbuka) itu AWESOME....!!!


TS : Apa yang ada dipikiran kamu kalau denger kata "UT"???


"S1 penyetaraan Guru"

"Masuk mudah, lulus susah"

"Kuliah Online"

"Kuliah Mandiri"

"Ijazah gak diakui"



Ya, mungkin beberapa ada yang benar, tapi tentu saja gak semua persepsi yang beredar di masyarakat tentang UT itu semuanya benar. kebanyakan selama ini masyarakat mempunyai pandangan yang salah terhadap kualitas dari proses belajar dan mengajar di UT. Mereka kurang mengerti kebenaran yg sebenarnya.

Maka dari itu, aku sebagai salah satu mahasiswa UT, memiliki tanggung jawab untuk meluruskan itu semua dengan membuat postingan ini. Terlebih banyak teman-teman yang menganggap remeh kuliah di UT seperti main-main dan aneh. Bahkan ada salah satu teman yang menyebut UT itu "Ulang Terus, Uang Teruss". Sedikit sakit hati kalau denger seseorang menganggap kuliah di UT seperti kuliah di instansi yang gak jelas, dimana ijazahnya gak berlaku untuk mencari kerja.

UT memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri, seperti semua hal yang ada didunia ini, pasti gak akan ada yang sempurna, kecuali Tuhan kan...


Emang UT yang sebenarnya gimana sich bro?

Oke, kita mulai dulu dari pengenalan tentang Universitas Terbuka atau yang sering disingkat UT. Universitas Terbuka (UT) adalah Perguruan Tinggi Negeri ke-45 di Indonesia yang diresmikan pada tanggal 4 September 1984, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 41 Tahun 1984. Ya UT itu PTN, perguruan tinggi negeri, jadi statusnya setara dengan ITB, UGM, UNY, Undip, UnSri, UI dan PTN-PTN negeri yang lain, dan karena negeri jadilah jelas diakui oleh pemerintah, dan otomatis juga status ijazahnya jelas, dan stara dengan ijazah-ijazah yang dikeluarkan oleh universitas lainnya. Jadi kalau ada yang bilang ijazah UT gak diakui, ohhhh gosh…itu kesalahan besar, besar sekali malahan…(mungkin orang yang bilang kayak gitu itu, orang yang iri dengan kepopuleran UT..hihihi). Kalau pemerintah aja mengakui, masak perusahaan-perusahaan kagak, ya jelas bisa donk, ijazah UT bisa untuk mecari pekerjaan. Mau lamar jadi PNS, jadi Karyawan BUMN, atau karyawan swasta juga bisa sob…

Selain UT itu negeri, kuliah di UT itu menyenangkan sob, karena kita bener2 diberi kebebasan untuk belajar mandiri, dan yang jelas kuliahnya sangat-sangat fleksibel, karena kalau kita lagi males banget ikut kuliah, karena harus dateng di Kelas, ya kita bisa ambil TUTON (Tutorial Online) aja.

Bicara tentang proses belajar mengajar, di UT mengenal 3 cara belajar. Yang pertama di sebut TUTON atau Tutorial Online, tutorial ini bisa kita ikuti melalui website student.ut.ac.id (tu kan canggih loh belajar di UT) didalam website tersebut, kita akan diberi teori-teori sesuai dengan matakuliah yang kita ambil setiap semesternya oleh staf pengajar, bisa tutor atau dosen, dan metode ini gratis tis, alias secara otomatis akan disediakan pihak UT apabila kita melakukan aktivasi TUTON tersebut…Gimana asyik kan???

Nah, kalau seandainya kita termasuk orang yang lebih senang berada di kelas, jangan kawatir, UT juga menyediakan metode pembelajaran dengan system tatap muka atau lebih dikenal dengan istilan TTM yaitu Tutorial Tatap Muka (Bukan teman tapi mesra loh..hehe) jadi di TTM ini kita akan diwajibkan untuk mengikuti tatap muka sebanyak 8 pertemuan dengan kewajiban hadir sebanyak 5 kali dalam setiap semester. Untuk TTM selalu diadakan di hari sabtu atau minggu, atau terkadang menyesuaikan waktu peserta TTM-nya. Dan yang ketiga metode 100% Mandiri, yupss, kalau kalian males buka2 internet, trus males dateng ke kelas juga, ya udah belajar sendiri aja. Hehehe, mungkin ini yang terkadang dibilang orang, kuliah di UT itu aneh, tapi disitulah kelebihan UT, karena kita tidak harus diwajibkan ikut Tuton/TTM, sehingga mahasiswa lebih bisa merasa bebas, karena belajar tanpa ada ikatan (tu kannnn, asik gila, apalagi bagi orang yang berjiwa bebas, pas banget metode belajar kayak gini…).


Trus kualitas UT gimana?

Bentar…bentar, ini kualitas apanya dulu nih. Kalau bicara kualitas bahan ajar UT, wahhhh bro..jangan diragukan lagi deh, bener-bener terjamin materi yang diberikan di setiap prodi. Nah bahan ajar UT itu udah terstandarisasi dengan baik bahkan sudah sesuai dengan ISO 9001 dan ICDE (Internasional Council for Distance Education) yup, UT juga sudah diakui secara internasional sob, jadi jelas donk, Ijazah UT bisa diterima di luar negeri.

BMP atau Buku Materi Pokok atau lebih dikenal dengan istilah Modul UT, merupakan hasil dari kerjasama dari tim UT dan universitas atau lembaga besar, salah satunya UI. Jadi jelas donk kualitasnya gimana, secara ya kan….

Dan karena saking bagusnya materi modul UT ini, ada loh sebagian universitas atau PT swasta yang mengadopsi materi dari modul UT ini, entah secara resmi atau gak. Bahkan Open University of Malaysia juga bekerja sama dengan UT tetang pengadaan materi kuliah.


Akreditasi UT pasti gak ada ya kan?

Weiiiissss, jangan ngomong ngawur sob, progam studi UT sendiri sudah terakreditasi “B” , yup sudah “B”, sesuai dengan SK Nomor 052 & 054 tahun 2011 oleh BAN-PT alias Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

Ya elah, masak masih ragu sih sob sama kualitas UT, tu kan faktanya dan buktinya udah banyak banget….


Tapi UT kan gak ada skripsi, kan meragukan kalau lulus S1 tapi gak pakai skripsi?

Ya elah sob, dirimu kira skripsi itu gampang ya, susah bro…lagian kenapa kalian milih jalan yang susah, kalau ada jalan yang lebih sederhana menjadi sarjana, ya kan…
Dan lulus di UT itu gak gampang sob, penuh perjuangan, walaupun memang gak ada skripsi, tapi untuk lulus setiap mahasiswa di wajibkan untuk mengikuti TAP atau Tugas Akhir Program, dan mulai tahun 2013, mahasiswa UT juga diharuskan untuk membuat karya ilmiah sebagai syarat kelulusan yang kedua. Nah, karya ilmiah ini fungsinya hampir sama dengan skripsi, bedanya kalau karya ilmiah mungkin tanpa sidang tapi lebih mirip seperti seminar.


Loe dari tadi bilang kuliah di UT penuh perjuangan, mang maksudnya apa bro?

Ya perjuangan bro, jadi gini, system kelulusan mata kuliah itu ditentukan berdasarkan nilai keberhasilan dari ujian akhir semester alias UAS, dan ujian sendiri diadakan sebanyak dua kali setiap semesternya, minggu pertama dan minggu kedua. Nah ujian ini biasanya diadakan di sekolah-sekolah (SMP/SMA) yang berada disekitar kantor perwakilan UT (disebut UPBJJ) di setiap daerah, dan yang horornya lagi tempat ujian dan nomor kursi diacak-acak, jadi kemungkinan kecil kita bisa satu ruangan dengan teman kuliah kita, oleh sebab itu gak ada yang namanya contek-contekkan dengan bangku sebelah, soalnya selain gak kenal, mata kuliah yang diujikan juga belum tentu sama (tuuu kan hororrr gak klo gitu…hihihi).

Nah, system ujian ini mengadopsi dengan system Ujian Nasional, jadi semua terpusat di Tangerang, sehingga dari soal dan nilai, semua ditentukan dari pusat, jadi otomatis gak ada istilah lobi-lobi nilai seperti yang sering kita denger di PT swasta. Kalau gak belajar ya dipastikan gak bakal lulus ujian, kecuali pas lagi beruntung milih jawaban yang bener,hehehehe….

Dan apabila kita gak bisa mengikuti ujian tertulis, UT sendiri juga menyediakan ujian online. Ujian online sendiri adalah system ujian menggunakan jaringan internet yang tersambung langsung ke UT pusat. Waktu diadakannya ujian ini lebih lama satu bulan dengan ujian tertulis. Walaupun namanya online, bukan berarti kita bisa ikut ujian melalui PC di warnet atau pakai modem dirumah loh, kita harus dateng ke kantor perwakilan UT alias UPBJJ (Unit Program Belajar Jarak Jauh) disitulah nanti kita mengikuti ujiannya, tentu saja tetap ada pengawas ujiannya ya..hehehe..

Selain system ujian yang super ketat, perjuangan kuliah di UT lebih kepada kemampuan diri sendiri untuk disiplin dan tanggung jawab pada setiap proses belajar yang kita pilih (TUTON, TTM atau Mandiri). Bayangin aja bro, kalau kita diberi kebebasan dalam belajar, gak ada sosok dosen yang kita temui setiap harinya tapi hanya lewat computer, gimana coba?? Pasti klo gak disiplin dan tanggung jawab, bisa bisa setiap ada tugas gak pernah ngerjain, apalagi sekedar baca modul, ihhhh males banget kan baca buku tebel-tebel gitu…

Makanya itu, kuliah di UT itu super duper perjuangan….


Wah seru juga ya kuliah di UT bro, trus katanya murah, emang semurah apa sich bro?

Wah UT mah bukan murah lagi bro, tapi keterlaluan murahnya bro..hehehe, bayangin aja kita hanya diwajibkan untuk membayar uang kuliah untuk biaya SKSnya aja, yaitu 36.000/SKS, gila kan…

La kalau kita mau ikut TTM, kita bakal dikenai biaya administrasi sebesar 150.000/mata kuliah, untuk TUTON gratis bro, apalagi yang mandiri, gak usah bayar, Cuma bayar SKS trus beli modul di TBO. Karunika (Toko buku online khusus menjual modul UT). Jadi gak usah bayar uang gedung, sumbangan atau apalah yang biasanya diwajibkan di universitas lainnya.

Jadi karena murah dan fleksibel itulah kelebihan dari UT, walau murah tapi bukan berarti murahan ya bro…Camkan itu !!!!


Tapi aneh juga ya, UT kan universitas tapi kok gak ada kampusnya?

Halooooooooo….Pertanyaan macam apa itu bro. Tentu saja UT juga punya kampus donk, dan kampusnya super keren ya, Alamatnya ada di :

JL. CABE RAYA, PONDOK CABE, PAMULANG, TANGERANG SELATAN, BANTEN.

Disitulah berdiri kampus UT pusat yang megah, mau bukti, nih fotonya..

Dan karena system UT merupakan pembelajaran jarak jauh, jadi dihampir setiap daerah di Indonesia ini ada perwakilan UT/UPBJJ. Sehingga jangan heran kalau UT termasuk megauniversity dengan mahasiswa berjumlah ribuan setiap angkatannya.

Dan bagi mahasiswa daerah yang ber IPK tinggi, bisa diwisuda di UT pusat ini, tentu saja harus IPK diatas 3,00, yahuuud banget kan…

Tapi gimana kualitas alumninya, emang ada yang jadi “orang besar”?

Buset dah sob, kok ngomong gitu ya…#ngelus dada..

Gini sob, pada awalnya UT memang dibentuk untuk program penyetaraan kualitas guru di Indoneisa, itulah kenapa program studi di UT dibedakan menjadi dua yaitu Pendas (Pendidikan dasar) dan non-pendas, tapi lambat laun UT menerima masyarakat luas.
Nah, kalau ditanya alumni ada yang jadi orang besar, tentu aja ada dong sob, antara lain nih ya:

1. Bpk. Joko Suyanto (Lulusan S1 FISIP UT Tahun 1996): sebagai Menko PolHukam
2. Bpk. E.E Mangindaan (Lulusan S1 FISIP UT Tahun 1995): sebagai Meneg P.A.N dan Reformasi Birokrasi
3. Ibu Linda Amalia Sari (Lulusan S1 FISIP UT Tahun 1995): sebagai Meneg Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak
4. Ibu Ani Bambang Yudhoyono (Lulusan S1 FISIP UT Tahun 1998): sebagai Ibu Negara RI
5. Bpk. Eko Maulana Ali : sebagai Gubernur Bangkabelitung

Bukan Cuma para pejabat politik sob, dari kalangan selebritis juga ada seperti Dewi Hughes, Asmirandah, Diah Permatasari, Elis Stannia (Stardut), dll.

Dikalangan pengusaha juga ada sob antar lain:
1. Mooryati Soedibyo (Pemilik Mustika Ratu kosmetik)
2. Dewi Motik (MONO Grup.)
dll.
http://simply-sunday.blogspot.com/20...rbuka-itu.html

Ingin kuliah di PTN negeri dgn biaya yg murah & berkualitas.........Universitas Terbuka Indonesia adalah jawabannya

situs UTI
www.ut.ac.id

salam
Diubah oleh MuslimAirForce 03-08-2013 12:27
0
47K
35
Thread Digembok
Urutan
Terbaru
Terlama
Thread Digembok
Komunitas Pilihan