CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
DEMONOLOGI ( studi mengenai setan / iblis serta sifat-sifatnya )
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51c8fba46112432c36000008/demonologi--studi-mengenai-setan---iblis-serta-sifat-sifatnya

DEMONOLOGI ( studi mengenai setan / iblis serta sifat-sifatnya )

Berikut ini akan dibahas tentang Demonologi menurut ajaran Bible

DEMONOLOGY


DEMONOLOGI ( studi mengenai setan / iblis serta sifat-sifatnya )


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Namun, apa perbedaannya setan dalam Alkitab?

Quote:


Quote:


Quote:


Kelahiran Setan / Terciptanya Setan

Quote:


Quote:


Quote:


Kejatuhan Malaikat

Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Pekerjaan Malaikat Yang Jatuh

Quote:


Quote:


Kelahiran Setan dalam diri kita

Quote:


Quote:


profile-picture
profile-picture
profile-picture
Tanaka Kyoharu dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh revelat10n
Halaman 1 dari 13
Nama-nama Setan

1. Diabolos

Spoiler for Ilustrasi gambar:


Quote:


2. Satanas


Spoiler for ilustasi gambar:


Quote:


3. Daimon

Spoiler for ilustrasi gambar:


Quote:


4. Beelzebul

Spoiler for ilustarasi gambar:


Quote:


5. Legion

Spoiler for ilustrasi gambar:


Quote:


6. Belial

Spoiler for ilustrasi gambar:


Quote:


7. Apollion / abaddon

Spoiler for ilustrasi gambar:


Quote:


Info tambahan gan :

Quote:

.
Diubah oleh revelat10n
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
ane taunya Beelzebul ama Lucifer doang emoticon-Big Grin
keren gan tridnya
Tambahan dari sesepuh kita
Spoiler for tambahan DEMONOLOGI:


Diubah oleh revelat10n
Quote:


udah ane baca gan, ternyata di Alkitab emang gak ada kata2 Lucifer ye emoticon-Hammer
Ini masih bagian dari tread Demonologi si Berwin bukan sih?
lupa lupa inget sama tread gini emoticon-Big Grin
Quote:


Wah,,udah ada yang bahas ginian apa gan sebelumnya . . .emoticon-Matabelo
wah setelah sekian lama bahas angelology akhirnya ada yg bahas demonology juga

lucifer kan dulunya malaikat ya, tapi karena kesalahannya akhirnya berubah menjadi demon
wah... menarik gan..
tapi emang sumbernya harus dari buku agama2 tertentu ya? emoticon-Hammer2
menarik gan bahasannya
emoticon-2 Jempol

btw studi ttg demonology nih beneran ada dipelajari dlm suatu institusi tertentu yah?
mksud ane, Demonology tuh cuma sekadar studi independen ato emg bneran ada pelajarannya gt.

Soalnya kalo ga salah di Vatican ada suatu satuan yg tugasnya khusus pada hal2 gituan yg lbh dikenal dgn para Exorcist ( salah satu nama yg terkenal misalnya Father Gabriel Amorth),
jd apa ada hubungannya dgn demonology ini?
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
pernah denger nama Beelzebul tapi lupa dimana emoticon-Hammer
Quote:


Para exorcist itu merupakan orang yang diyakini dapat mengusir iblis atau setan lainnya. untuk mengusir setan atau iblis, maka para exorcist harus tau seperti apa iblis itu, sifat-sifatnya bagaimana, apa yang mereka inginkan, dan mencari kelemahannya. Smuanya itu tentu ada dalam ilmu demonologi, makanya para exorcist itu pasti memiliki ilmu demonologi yang sangat dalam.

Ibaratnya kalo agan mau jadi Ahli mesin, maka agan harus belajar teknik mesin.

Quote:


gk juga sih gan, demonologi itu merupakan cabang dari ilmu theologia kristen gan, demonologi itu biasanya diperdalam bagi orang2 yang mau menjadi pengusir setan. pengusir setan kan gk cuman kristen gan, kalangan agama lain juga bisa jadi pengusir setan, tpi ane gak tau aja gan istilah demonologi dan pengusir setan di agama lain. demonologi pun ini awalnya dipelajari sama kalangan yahudi kog. jadi gk harus dari agama tertentu. kalo menurut ane, tergantung kepercayaan masing2 aja gan . . .

Iblis - إبليس

Iblis (bahasa Arab: إبليس, iblīs) adalah nama diri untuk sesosok makhluk ciptaan Allah dari api murni tanpa asap, yang merupakan musuh umat manusia, terutama menurut ajaran agama Kristen dan Islam.

Dalam agama Islam, nama "iblis" merupakan julukan yang diberikan kepada nenek moyang jin,Menurut agama Islam, nama aslinya Azazil. Menurut ajaran Islam dijelaskan bahwa Allah menciptakan tiga jenis makhluk berakal budi yaitu malaikat yang diciptakan dari cahaya (nuur), jin dari api (naar), dan manusia dari tanah (turaab).

Menurut agama Kristen, Iblis adalah malaikat yang memberontak kepada Allah, sehingga dibuang dari sorga dan kemudian menghasut manusia untuk berdosa. Di dalam Alkitab Ibrani atau Alkitab bahasa Indonesia bagian Perjanjian Lama kata "Iblis" hanya dipakai di 3 kitab, yaitu Kitab 1 Tawarikh, Kitab Ayub, dan Kitab Zakharia, yang merupakan terjemahan kata bahasa Ibrani: שטן (syatan atau "Setan"), yang berarti musuh. Di bagian Perjanjian Baru, Iblis disebutkan berusaha membawa manusia jauh dari Allah, malahan mencobai Yesus Kristus meskipun gagal dan diusir pergi oleh Yesus. Karenanya Iblis disebut sebagai musuh atau lawan bagi orang-orang Kristen. Kata Iblis dalam bagian Perjanjian Baru ini diterjemahkan dari bahasa Yunani: διάβολος (diabolos, artinya "pemfitnah', "penghasut") yang dalam bahasa Inggris disebut devil.

Etimologi

Dalam bahasa Arab nama Iblis berasal dari kata balasa بَلَسَ, yang artinya menyesal. Maka nama Iblis diartikan "Yang akan terus menyesal di dunia dan di akhirat". Iblis dahulunya beribadah kepada Allah, berwajah tampan dan berpenampilan baik. Namun setelah Allah menciptakan Adam sebagai khalifah, maka iblis mengingkarinya. sejak saat itu Iblis menjadi musuh utama yang sebenar-benarnya bagi anak cucu Adam (semua umat manusia). Wajahnya menjadi buruk rupa dan menjadi mahluk yang pertama kali berbohong di alam semesta ini.


Iblis menurut pandangan Islam

Asal Mula

Salah satu kutipan Al Quran yang cukup detil mengenai asal mula kisah Adam dan Iblis terdapat dalam Surat Shaad ayat 71-85 sebagai berikut:

“ (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah". Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya". Lalu seluruh malaikat itu bersujud semuanya, kecuali Iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.

Allah berfirman: "Hai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?" Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah". Allah berfirman: "Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk,sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan".

Iblis berkata: "Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan". Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat)". Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.

Allah berfirman: "Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan". Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya. (Shaad 38:71-85)


Sejak penciptaan manusia Adam, Iblis diperintahkan Allah untuk bersujud kepadanya, namun Iblis tidak mau sujud kepadanya. Oleh karena itu, Iblis di keluarkan oleh Tuhan dari Surga dan menjadi mahluk yang terkutuk.
Penangguhan umur Iblis

Iblis diberikan penangguhan umur hingga kiamat pada tiupan sangkakala pertama, terdapat pada Al-Qur'an surah Al-Hijr:

“ Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan. Allah berfirman: "(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan. (Al Hijr 15:36-38) ”


Tempat tinggal Iblis

Dalam sebuah hadits dari Anas bin Malik yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dikisahkan Iblis dan keturunannya akan tinggal dan berkumpul di kakus, pasar, tempat berpesta, tempat hiburan dan tempat maksiat.

Kisah Iblis di Neraka

Dalam sebuah hadits diterangkan bahwa ketika para penghuni neraka sudah sampai di neraka, di situ disediakan sebuah mimbar, pakaian, mahkota dan tali untuk mengikat Iblis, yang kesemuanya itu terbuat dari api.

Kemudian ada suara yang memerintahkan Iblis untuk naik ke mimbar: “Wahai Iblis, naiklah kamu ke atas mimbar dan berbicaralah kamu kepada penghuni neraka.”

Maka dia pun naik ke mimbar dan berkata: “Wahai para penghuni neraka.”

Semua orang yang berada dalam neraka mendengar ucapannya dan memandang ke arah pemimpin mereka itu.

“Wahai orang-orang yang kafir dan orang-orang munafiq, sesungguhnya Allah SWT telah menjanjikan kepadamu dengan janji yang benar bahwa kamu semua mati lalu akan dihimpun dan dihisab menjadi dua kumpulan. Satu kumpulan ke surga dan satu kumpulan ke neraka Sa’ir.”

Iblis berkata lagi: “Kalian semua menyangka bahwa kalian semua tidak akan meninggalkan dunia bahkan kamu semua menyangka akan tetap berada di dunia. Tidaklah ada bagiku kekuasaan di atasmu melainkan aku hanya mengganggu kalian semua.”

“Akhirnya kalian semua mengikuti aku, maka dosa itu untuk kamu. Oleh itu janganlah kamu mengumpat aku, mencaci aku, sebaliknya umpatlah dari kamu sendiri, karena sesungguhnya kamu sendirilah yang lebih berhak mengumpat daripada aku yang mengumpat...”

“Mengapakah kamu tidak mau menyembah Allah SWT? Sedangkan Dia yang menciptakan segala sesuatunya...”

“Hari ini aku tidak dapat menyelamatkan kamu semua dari siksa Allah, dan kamu juga tidak akan dapat menyelamatkan aku. Sesungguhnya pada hari aku telah terlepas dari apa yang telah aku katakan kepada kamu, sesungguhnya aku diusir dan ditolak dari keharibaan Tuhan.”

Setelah ahli neraka mendengar kata-kata Iblis itu, lalu mereka melaknati Iblis. Setelah itu Iblis dipukul oleh Malaikat Zabaniah dengan tombak yang terbuat dari api dan jatuhlah dia ke dasar Neraka yang paling bawah, dia kekal selama-lamanya bersama-sama dengan orang-orang yang menjadi pengikutnya.

Malaikat Zabaniah lalu berkata kepada Iblis dan pengikutnya: “Tidak ada kematian bagi kamu semua dan tidak ada pula bagimu kesenangan, kamu kekal di Neraka untuk selama-lamanya.”


Surat An-Nās (The Mankind ) - سورة الناس

بسم الله الرحمن الرحيم

DEMONOLOGI ( studi mengenai setan / iblis serta sifat-sifatnya )
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.

DEMONOLOGI ( studi mengenai setan / iblis serta sifat-sifatnya )
Raja manusia.

DEMONOLOGI ( studi mengenai setan / iblis serta sifat-sifatnya )
Sembahan manusia.

DEMONOLOGI ( studi mengenai setan / iblis serta sifat-sifatnya )
Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,

DEMONOLOGI ( studi mengenai setan / iblis serta sifat-sifatnya )
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

DEMONOLOGI ( studi mengenai setan / iblis serta sifat-sifatnya )
dari (golongan) jin dan manusia.
Diubah oleh Axvarlazzara
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Quote:


Buatin trit nya aja gan, ntar agan share, ane pasti kunjungin jadiin pengumpulan data gan . . .
Quote:


emoticon-Hammer2 emoticon-Hammer2
bukannya ente udah di pekiwan gan.. emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Diubah oleh Cemananyaa

Jin - جنّ

Jin (bahasa arab: جن Janna) secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi "tersembunyi" atau "tidak terlihat". Bangsa Jin dahulu dikatakan dapat menduduki beberapa tempat dilangit dan mendengarkan berita-berita dari Allah, setelah diutusnya seorang nabi yang bernama Muhammad maka mereka tidak lagi bisa mendengarkannya karena ada barisan yang menjaga rahasia itu.

“ ...dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya) (Al-Jin 9:72) ”


Etimologi

Asal pembentukan kata "jin" dari huruf 'jim' (ج) dan 'nun' (ن) menunjukkan makna tertutup, Syaikh al-Islam berkata: "Ia dinamakan jin karena ketertutupannya dari pandangan manusia."

Kata jin menurut bahasa (Arab) berasal dari kata ijtinan, yang berarti istitar (tersembunyi).

Jadi jin menurut bahasa berarti sesuatu yang tersembunyi dan halus, sedangkan syetan ialah sifat dari setiap yang durhaka dari golongan jin, manusia atau hewan.

Pandangan mitologi Arab

Dalam anggapan orang-orang sebelum Islam datang, Jin dianggap sebagai makhluk keramat, yang harus disembah dan dihormati. Orang orang pada masa tersebut menggambarkannya dalam bentuk patung sesembahan mereka.

Pandangan Islam

Unsur dasar

Tentang asal kejadian jin, Allah menjelaskan, kalau manusia pertama diciptakan dari tanah, maka jin diciptakan dari api yang sangat panas, dijelaskan dalam Al-Hijr dan Ar-Rahman,

“ "...dan kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas." (Al-Hijr 15:27) ”
“ "...dan Kami telah menciptakan jin dari nyala api." (Ar-Rahman 55:15) ”


Ibnu Abbas, Ikrimah, Mujahid dan Adh-Dhahak berkata, bahwa yang dimaksud dengan firman Allah: "Dari nyala api, ialah dari api murni". Yang di maksud dengan api murni adalah tidak dicampur unsur lain, seperti halnya manusia diciptakan dari berbagai unsur tanah.

Mereka juga berpendapat bahwa yang dimaksud "api yang sangat panas" (nar al-samum) atau "nyala api" (nar) dalam firman Allah di atas ialah "api murni". Ibnu Abbas pernah pula mengartikannya "bara api", seperti dikutip dalam Tafsir Ibnu Katsir.

Dalam riwayat lain dari Ibnu Abbas: "Dari bara api." Riwayat ini ditemukan dalam Tafsir Ibnu Katsir. Dalilnya dari hadits riwayat Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: "Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan (diceritakan) kepada kalian."

Wujud fisik

Jin dikatakan memiliki tanduk, berukuran kecil dalam kisah lain dikatakan kecil seperti lalat memiliki sayap.

Menurut ajaran Islam, jin dapat melihat manusia, namun sebaliknya manusia tidak dapat melihat mereka dalam wujud aslinya. Jikalau ada manusia yang dapat melihat jin, maka jin yang dilihatnya itu adalah jin yang sedang menjelma dalam wujud makhluk yang dapat dilihat mata manusia biasa.
“ "Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman." (Al-A'rof 7:27) ”


Kemudian tidak seorangpun mampu melihat jin, kecuali bila mereka mengubah diri (menjelma) dalam berbagai bentuk. Hanya nabi dan rasul saja yang sanggup melihat wujud aslinya.

Ada beberapa riwayat yang menjelaskan bahwasanya mereka mengubah diri ke dalam berbagai bentuk seperti di antaranya:

Menjadi seorang lelaki miskin,
Menjadi seorang Syaikh dari Najd,
Berbentuk ular,
Berbentuk tikus.

Jin bisa berujud seperti manusia siapapun kecuali sosok Nabi Muhammad, mereka dapat merubah wujud mereka menjadi hewan apapun. Serta bisa berujud Bani Adam seperti waktu setan mendatangi kaum musyrikin dalam bentuk Suraqah bin Malik kala mereka hendak pergi menuju Badr. Mereka dapat berubah-ubah dalam bentuk yang banyak, seperti anjing hitam atau juga kucing hitam. Karena warna hitam itu lebih signifikan bagi kekuatan jin dan mempunyai kekuatan panas.

Beberapa hewan dianugerahi bisa melihat jin, seperti keledai dan anjing

Leluhur jin

Al-Hasan Al-Bashri berkata: "Iblis tidak termasuk golongan malaikat sedikitpun. Iblis merupakan asal mula jin, sebagaimana Adam sebagai asal mula manusia.” Kemudian menurut Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di menambahkan: “Iblis adalah abu al-jan (bapak para jin).”

Ketika manusia pertama selesai diciptakan, kemudian Allah memerintahkan kepada para malaikat dan Azazil untuk bersujud dihadapan Adam. Seketika itu pula Azazil menolak untuk bersujud, kemudian ia dipanggil oleh Tuhan dengan kalimat Iblis. Jadi Iblis ini adalah "Setan Pertama", karena dia yang pertama kali membangkang atas perintah Tuhan.

Syaithan dalam bahasa Arab menurut Ibnu Jarir, sebenarnya adalah kata sifat yang bisa menunjukkan pada setiap yang durhaka kepada Tuhan, baik dari bangsa jin, manusia, hewan, atau segala sesuatu yang jauh dari kebaikan,pendapat ini diperkuat pada surah Al-An'am:
“ ...dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). (Al-An’am :112) ”


Berkembang-biak

Bangsa Jin memiliki jenis kelamin seperti halnya manusia yaitu, pria dan wanita, mereka sanggup beranak-pinak dan berkembang-biak
“ Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku,... (Al-Kahfi 18:50) ”


Kemudian bangsa Jin juga diyakini bisa mati sebelum datangnya hari kiamat, kecuali Iblis yang umurnya telah ditangguhkan.

Klasifikasi dan sifat

Jin terdiri dari tiga kelompok, yaitu yang memiliki sayap dan terbang diudara, satu kelompok berbentuk ular dan satu kelompok nomaden.

Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi pernah ditanya tentang perbedaan jin dan setan, ia menjawab: “Jin itu meliputi setan, namun ada juga yang shalih. Setan diciptakan untuk memalingkan manusia dan menyesatkannya. Kemudian jin yang shalih, mereka berpegang teguh dengan agamanya, memiliki masjid-masjid dan melakukan shalat sebatas yang mereka ketahui ilmunya. Hanya saja mayoritas mereka itu bodoh.”

Makanan dan minuman

Dikisahkan jin makan-makanan berasal dari kotoran manusia dan hewan, tulang, sari makanan dan minuman yang tidak disebutkan nama Allah, mereka menyukai aroma dupa dan kemenyan, dan minuman yang memabukkan.

Agama

Diantara mereka ada yang beriman dan ada pula yang kafir seperti halnya manusia, berdasarkan al-Quran surah al-Jin.
“ ...dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang saleh dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda. (Al-Jin 72:11) ”

dan
“ ...dan sesungguhnya di antara kami ada jin-jin yang taat dan ada jin-jin yang menyimpang (Al Jiin 72:14) ”


Kalangan bangsa jin juga ada yang menganut ateis, menyembah matahari, bahkan menyembah sesama jin, animisme, dinamisme, namun ada juga yang beragama Majusi, Yahudi, dan Nasrani. Hal ini sebagaimana layaknya manusia yang memiliki keyakinan dan aqidah yang berbeda-beda.

Habitat

Menurut beberapa hadist setan dari golongan jin tinggal dibeberapa tempat, golongan jin kafir suka tinggal ditempat yang kotor, dan mereka juga ada yang berdiam di masjid,[31] atau mengganggu manusia ketika salat. Tempat berdiam diantaranya adalah:

WC (tempat yang bernajis dan kotor),
Rumah,
Pekuburan,
Pasar,
Dekat unta dan kandangnya,
Lembah,
Lautan,
Padang pasir,
Lubang yang berada ditanah,
Tempat maksiat.
Tempat antara panas dan teduh,
Tempat atau benda yang dianggap keramat,
Tempat sunyi,

Qarin

Yang dimaksud dengan qarin dalam surat Qaaf 50:27 ialah yang menyertai. Setiap manusia disertai "Qarin dari kalangan Jin". Allah berfirman, artinya:
“ Yang menyertai dia (qarin) berkata pula: 'Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkan tetapi dialah (manusia) yang berada dalam kesesatan yang jauh... (QS Qaaf 50:27) ”


Manusia dan qarinnya itu akan bersama-sama pada hari berhisab nanti. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Aisyah ra mengatakan:

Rasulullah SAW keluar dari rumah pada malam hari, aku cemburu karenanya. Tak lama ia kembali dan menyaksikan tingkahku, lalu ia berkata: "Apakah kamu telah didatangi syetanmu?" "Apakah syetan bersamaku?" Jawabku, "Ya, bahkan setiap manusia." Kata Nabi Muhammad SAW. "Termasuk engkau juga?" Tanyaku lagi. "Betul, tetapi Allah menolongku hingga aku selamat dari godaannya." Jawab Nabi (HR Ahmad).

Berdasarkan hadits ini, Nabi Muhammad juga ternyata didampingi qarin. Hanya qarin itu tidak berkutik terhadapnya. Lalu bagaimana mendeteksi keberadaan jin (misalnya di rumah kita), apa tanda-tanda seseorang kemasukan jin? Tidak ada cara atau alat yang bisa mendeteksi keberadaan jin. Sebab jin dalam wujud aslinya merupakan makhluk ghaib yang tidak mungkin dilihat manusia.

“ Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. (Al-A'raf 7:27) ”


Manusia yang biasa tidak mampu melihat jin, melainkan mereka yang telah diizinkan Allah.Didalam Al-Quran melarang sama sekali kita meminta pertolongan kepada Jin, ini membuktikan terdapat beberapa bilangan manusia yang mampu melihat dan berbicara dengan mereka. Ada juga sesetengah ahli agama yang tersilap bicara diatas nafsu mereka seperti mengatakan Jin memakan asap padahal perkara ini tidak disebut sama sekali didalam Al-Quran.

“ ...dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. (Al-Jin 72:6) "



Surat Al-Falaq (The Daybreak) - سورة الفلق

بسم الله الرحمن الرحيم

DEMONOLOGI ( studi mengenai setan / iblis serta sifat-sifatnya )
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,

DEMONOLOGI ( studi mengenai setan / iblis serta sifat-sifatnya )
dari kejahatan makhluk-Nya,

DEMONOLOGI ( studi mengenai setan / iblis serta sifat-sifatnya )
dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

DEMONOLOGI ( studi mengenai setan / iblis serta sifat-sifatnya )
dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,

DEMONOLOGI ( studi mengenai setan / iblis serta sifat-sifatnya )
dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki".


Quote:


judul trit ente kan umum, bukan Demonologi (versi Kristen)

Quote:


maksute postiwan emoticon-Malu (S)

Diubah oleh Axvarlazzara
asik ada trit demonology emoticon-Big Grin

kalo gk salah dulu di forum supranatural juga ada emoticon-Embarrassment mungkin bisa jadi referensi emoticon-Smilie
Quote:


Wah,,ane gk tau yang di forsup nya ganemoticon-Matabelo...
apa ini termasuk empirisme dalam setan?
gw bingung caranya ngempirisnya gimana?

ada cara mitos tradisional (baca2 apalah) ada yg dah modern yg sekarang ngetren pake radar yg dulu pernah jadi HT di kaskusemoticon-Cape d... (S) emoticon-Cape d... (S)
Halaman 1 dari 13


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di