CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Buang Sampah ke Sungai Itu Warisan Zaman VOC
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51c82b125a2acf8871000007/buang-sampah-ke-sungai-itu-warisan-zaman-voc

Buang Sampah ke Sungai Itu Warisan Zaman VOC

emoticon-Sundul Gan (S)emoticon-Sundul Gan (S)emoticon-Sundul Gan (S)
Di Rate Dulu Gan.. emoticon-Big Grin

Quote:

Megaselokan Megapolitan
Buang Sampah ke Sungai Itu Warisan Zaman VOC

Tradisi mengotori kanal dengan limbah rumah sudah ada di Batavia sejak abad ke-17. Walhasil, masalah saluran air di Jakarta adalah sampah.

Buang Sampah ke Sungai Itu Warisan Zaman VOC
Pemungut sampah plastik sedang mengumpulkan sampah sampai harus menyelam ke dalam sungai. (Muchamad Noor Eva/Fotokita.net)

Saya mengikuti Sunaryo yang menaiki tangga baja melingkar menuju ruangan pengendali Pintu Outlet di Cipinang Besar Selatan. Setelah pintu terbuka, tampak ruangan memanjang bercat dan berlantai putih yang berisi panel-panel untuk mengoperasikan pintu air.

Dia sudah bertugas sebagai penjaga pintu air ini sejak Kanal Banjir Timur (KBT) resmi digunakan pada 2011. Dari deretan jendela di sepanjang ruangan yang mirip lorong itu Sunaryo bisa memantau bentang lingkungan hulu kanal.

Mulut saluran aliran keluar yang menuju Sungai Cipinang itu mulai mendangkal dan penuh sampah. Dari anjungan pintu air itu kami bisa menyaksikan aneka bungkus plastik mie instan, plastik pembungkus belanja, hingga bak mandi plastik yang kandas tengkurap.

“Di Jakarta menghilangkan sampah itu sangat sulit,” kata Sunaryo. “Kesadaran orang-orang di sini sangat susah.”

“Orang membuang sampah ke kali itu paling enak: Begitu dilempar sudah hilang,” ujar Sunaryo dengan kesal. “Sedangkan mengangkatnya lebih susah.”

Imbauan untuk tidak membuang sampah di sungai sekadar gembar-gembor. Tetap saja sampah menumpuk di pintu airnya. Kalau kanal tidak dibersihkan selama sebulan, alat ekskavator pun perlu turun mengangkut. “Kalau tenaga orang saja kewalahan.”

Terdapat lima sungai yang aliran dan sampah yang menyertainya ditampung oleh KBT. Dalam perjalanannya menuju muara sampah-sampah itu tersangkut di pintu-pintu outlet dan pintu bendung gerak.

Di kesempatan berbeda, saya bertanya soal sampah kepada Mona Lohanda, seorang peneliti sejarah Jakarta dan arsiparis di Arsip Nasional Republik Indonesia. Mona mengisahkan sebuah plakat bertahun 1630 yang berisi aturan yang dikenal sebagai negenuursbloemen—kalau diterjemahkan bebas artinya bunga-bunga jam sembilan.

Aturan yang dibuat Dewan Hindia—di dalamnya termasuk Gubernur Jenderal VOC—itu mengizinkan warga Kota Batavia untuk membuang sampah ke kanal kota setelah pukul 21.00. “Kata 'negenuurbloemen' itu pemanisan dari aturan membuang kotoran manusia dari rumah tangga di dalam tembok kota,” ungkapnya.

Di dalam buku Sejarah Para Pembesar Mengatur Batavia, Mona pernah menulis, “Sampah rumah tangga pun ikut dibuang ke kali, karena aturan membuat dan menempatkan bak sampah di muka rumah baru dikeluarkan pada pertengahan abad ke-19.”

Menurut Mona, aturan tersebut terus berlaku lantaran kakus baru ditemukan di Eropa pada abad ke-19 pula.Tampaknya aturan zaman VOC itu berlanjut ratusan tahun, bahkan hingga hari ini.


Kini, Sunaryo boleh sedikit berlega. Kampung di sekitar pintu airnya sudah mengusahakan untuk menunjuk petugas pengumpulan dan pengangkutan sampah di setiap rumah. Namun, tiba-tiba terlintas di benaknya tentang teman-temannya para petugas kebersihan KBT. “Tetapi, kalau kanal bersih, lalu yang biasa bersihin kanal kerjanya apa?”

Jelajahi kehidupan di tepian kanal perkotaan terpanjang dan berkawasan terluas di negeri ini dalam kisah Megaselokan Megapolitan di majalah National Geographic Indonesia edisi Juli 2013.
(Mahandis Y. Thamrin/NGI)

Sumber
___________________
Quote:
Halaman 1 dari 2
Thread Ane Yang Lain:
Quote:

Quote:
Diubah oleh Kucing_teybang
blakang rumah ane jg kali gan.. jd kebiasaan tnggal plung emoticon-Wink
ayo buang sampah pada tempatnya biar
Jakarta gak kebanjiran emoticon-Ngakak (S)
Quote:

wah, coba ilangin kebiasannya buang sampah sembarangan gan emoticon-Malu (S)
ane udah mulai ilangin kebiasan itu emoticon-Big Grin walopun rada susah sih emoticon-Ngakak (S) emoticon-Hammer (S)
walah.. ternyata bule dulu bule kampung juga ya???
Quote:

mugnkin gan, kelamaan tinggal di Batavia emoticon-Ngakak (S)
Quote:

bener gan, ga pantes untuk di lestarikan, kalo bisa di hilangkan
waduh VOC masih berdampak sampai sekarang emoticon-Cape d... (S)
nice inpo gan
ternyata emoticon-Hammer
buang sampah ke sungai pun ada sejarahnya emoticon-Embarrassment
Quote:


salut...masi inget temennya dia emoticon-Matabelo
Buang sampah di dpr aja emoticon-Ngakak
Walah.
Ternyata udah kebiasaan dari dulu ya..
korupsi..buang sampah..kenapa dijadiin warisan yaa??

emoticon-Big Grin
emang bener buang sampah di kali itu warisan VOC
tapi seharusnya sekarang kita lah yang harus menjaga lingkungan kota jakarta
mari bangkitkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampang pada tempatnya
Quote:

ada gan emoticon-Ngakak (S)
Quote:

nget dong emoticon-Ngakak (S)
Quote:

iyah gan dari turun temurun
Quote:

karena kebiasaan gan emoticon-Cape d... (S)
Quote:

bener gan, harus dari pribadi masing2 mau berubah atau tidak emoticon-Smilie
emang jorok banget nih mentalnya
harus cepet2 di rubah
kalo udah banjir aja pada sibuk nyalahin2 orang emoticon-Hammer
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 03
wow jaman VOC jadi yah ..
jaman penjajahan belanda masih dihelat hihihi
Mewarikan budaya yang buruk yah gan emoticon-Mad
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di