CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Pak, Ada Uang Rokok??
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51c18d201acb172c09000003/pak-ada-uang-rokok

Pak, Ada Uang Rokok??

Karena tidak ada yang disuruh belanja, hari ini aku belanja sendiri, yah itung-itung sekalian tahu harga :-) .. karena sebelumnya juga telah terbiasa belanja sendiri jadi tidak begitu masalah ketika hari ini juga harus melakukan sendiri lagi, hanya saja mungkin berbeda saja, waktu dan juga ketemu orang-orangnya.

Sesampainya di tempat belanja, biasa si bos pemilik gak pernah mantau anak buah dengan dagangannya, ia hanya di depan komputer dan buku keuangan, setiap ada transaksi ia hanya menuliskan apa yang diberitahukan anak buahnya.

Seperti hari itu, aku juga langsung menuju gudang belakang, dimana biasa banyak pekerja di sana dengan barang-barangnya, aku pun memilih barang yang hendak aku beli, lihat ke kanan, ke kiri, ke depan, balik lagi, kenapa ya susah banget barang yang aku cari hari ini, padahal dulu untuk mencari barang yang akan aku beli sangat mudah ditemukan, tinggal memilih dan tinggal dikemas dan bayar terus pulang, tapi hari ini, kenapa susah sekali? Akhirnya aku tanyakan kepada salah satu pekerja yang sedang sibuk dengan barang dagangannya, aku bilang cari barang ini, dan aku lihat ada satu barang yang aku cari, padahal yang aku butuhkan ratusan, “Mana barang ini, aku butuh banyak nih…”.

“yang mana mas? Yang ini, oh yang ini harus pesan dulu…”

Pesan dulu, aku sempat mikir, kenapa harus pesan dulu, padahal setahuku barang yang akan aku beli ini ada banyak sekali. ”O ya, pesen yang ini seratus ada gak?” tanyaku sambil menunjuk barang yang aku maksud.

“Ada, tapi gimana kalau besok diambilnya, karena barangnya dicari dulu”

“Hah, besok, nanti bisa gak, nanti sore lah..” aku coba tawar waktu, sayang juga kalau waktu cuma buat satu kepentingan saja, padahal banyak kepentingan lain.

“Bisa saja, nanti sore gimana, tapi jangan jam 5 karena sudah tutup dan kami sudah pulang”

“Ok, jam 4 ya… habis ashar saya kesini lagi, barang sudah ada ya?”

Akhirnya aku pulang dulu. Sekarang habis zhuhur, nanti kesini lagi habis ashar, ya sudah tidak apa-apa, mungkin memang aku harus istirahat dulu.

Sampai waktunya shalat ashar dan setelah shalat segera saja aku berangkat kembali untuk mengambil barang daganganku.

Sesampainya di sana, langsung saja aku temui pekerja yang tadi dan ternyata ia sudah menyiapkan barang yang aku mau dalam sebuah karung yang terbungkus rapi. Langsung saja aku menuju bos untuk membayar barang yang ku beli tersebut. Pekerja tadi menunjukkan sekarung barang belanjaanku sambil mengatakan, “Mi, seratus.” Setelah tawar menawar sebentar walaupun akhirnya tidak bisa ku tawar juga, maka ku bayar sebagaimana harga yang ditetapkan ibu itu. Aku serahkan uang dan aku terima kembalian dan aku pun baru saja mau mengangkat barang belanjaanku, tiba-tiba pekerja tadi berkata kepadaku, “Pak, ada uang rokok?”

Aku menoleh dan spontan mengatakan, “Oh, gak ada, tapi kalau uang lelah atau buat beli minum ada, mau?” kataku sambil mengambil uang di dompet kembalian dari ibu tadi.

“Iya Pak..”

“Ya sudah, sekalian bawain ke depan ya?” akhirnya aku suruh sekalian ia mengangkatkan belanjaanku ke depan dimana kendaraanku aku parkir.

“Baik pak..” katanya sambil mengangkat barang belanjaanku.

Saat ia menaruh barang belanjaanku, aku kembali bilang kepadanya, ”Kalau minta jangan uang rokok, karena saya pasti tidak akan mau memberi, karena sama saja saya mendukung orang merokok, jadi bilang saja uang lelah untuk membeli teh manis, maka saya lebih senang seperti itu.”

Pekerja itupun hanya mengangguk dan tersenyum.

:: Sebenarnya ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari cerita sederhana di atas, tapi saya percaya pembaca cerita ini lebih cerdas dalam memahami dan mengambil pelajaran dari cerita di atas.

By: heane
Halaman 1 dari 2
hanya orang2 itu sisa2 dari bangsa yang bobrok ini gan emoticon-Berduka (S) emoticon-Berduka (S)
Quote:


Maksudnya apa gan??
Naik..naik..
Diubah oleh heane
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 03
Quote:


Mari gan kita rubah dari sekarang..
nice inpo gan
baru tau ane mas gan emoticon-Embarrassment
lebih keren kalo bilangnya uang tip emoticon-Cool
Quote:


emoticon-Toast
Kalau ane suka sungkan ngomong kaya agan.

Tapi ane pernah ngasih uang kopi.
Itu ane ngasih atas inisiatif, bukan dia yg minta
Quote:


Tapi kalau uang tip, tuh PLN punya cap dilarang memberi uang tip kepada petugas.. Gimana coba?
kakwkwkwk kalo minta uang rokok g dikasih emoticon-Ngakak

dikasih ny uang es teh , udh ganti ya ??? emoticon-Bingung
Pak, ada uang rokok nya?
Quote:


Sepertinya lain konteks-nya kalau dia minta dan atas inisiatif kita.
Ane anti rokok gan dan ane gak akan membiarkan orang merokok dari hasil pemberian ane dengan setau ane, tanpa setau ane, lain ceritanya..
Quote:


Ane gak suka rokok gan, dan ane gak suka juga liat orang ngerokok, tapi keputusan ada pada masing-masing kan? Dan...anggaplah itu sebagai bentuk nasihat walaupun sederhana..
Gimana kalo kita bilang...
'hei sini kasih uang...! Atau gue tampolin lu ! ' emoticon-Ngakak
ngasih uang rokok sama aja ngeracunin orang lain gan emoticon-Cendol (S)
kenapa disebut uang rokok krn pada mugkin pada umumnya uang itu buat beli rokok(buat santai2)
yg anehnya knp pekerja itu minta ke agan? kebiasaan yg kyk gini yg juga hrs dirubah, dikit2 kyk gtu
yg ane tangkap dari cerita ini..

- TS org yg pelit, tidak mau rugi dan berbagi. terbukti dengan kasih uang udah nyuruh2.

- pekerja tersebut punya bakat mengemis.

Opini ane, kalau ingin berbagi dan iklhas tidak harus tanya dan tdk perlu tau uang itu mau di pake untuk apa.
Dalam hal ini, jika TS memberikan uang, TS tdk mendukung org merokok, karena poin awalnya adalah BERBAGI. tanpa uang dari TS pekerja tersebut tetap merokok.

Pada akhirnya, kembali kepada diri masing2 emoticon-Traveller
Diubah oleh xaviiour
mungkin malu gan kalo bilang uang lelah
jd udah kebiasaan bilang uang rokok mungkinemoticon-Malu
klo uang buat beli cendol kayaknya keren gan
kaskus banget gituloh
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di