CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Dokter 9000 X lebih mematikan ketimbang pemilik senjata api!
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51b98b661cd719fa33000004/dokter-9000-x-lebih-mematikan-ketimbang-pemilik-senjata-api

Dokter 9000 X lebih mematikan ketimbang pemilik senjata api!

Inilah kenyataan yang harus kita terima gan emoticon-Matabelo . Suatu laporan yang luas dipublikasikan menjelaskan bahwa sebanyak 98.000 orang meninggal tiap tahunnya di Amerika Serikat emoticon-Turut Berduka oleh karena malpraktek dokter dan angka yang ada bisa saja lebih banyak dari yang ada.

Angka perkiraan dari the Institute of Medicine (IOM) masih terbilang rendah karena hanya melihat dari angka kematian pasien di dalam rumah sakit saja belum terhitung kematian karena
1)penyakit2 yang harus mengakhiri hidup pasien(biasanya liver,ginjal atau pecahnya pembuluh darah) dikarenakan efek samping yang mematikan dari tiap obat yang diminum *kita semua tahu bahwa obat kimia sangat mematikan dan bersifat adiksi fisik tinggi*

2)Angka kematian pasien rawat jalan yang tentunya pihak farmasi akan lepas tangan dengan menyatakan kematian bukan karena "produk bisnis" mereka!

3)Angka kematian karena overdosis pasien mengkonsumsi obat2an kimia yang rentan dan mudah memicu reaksi fatal Overdosis!

Dan penyebab2 kematian lain yang selalu ditutup-tutupi oleh perusahaan yang selalu mengagungkan bisnis mematikan mereka dan bahkan dianggap sebagai Tuhan kedua emoticon-Smilie


IOM merupakan organisasi non-profit yang menyediakan anjuran kebijakan kesehatan di bawah piagam kongresional terhadap the National Academy of Sciences.
Janet M. Corrigan yang adalah direktur Service Kesehatan IOM, mengatakan kepada para reporter di sebuah pertemuan singkat Capitol Hill, 8 Mei, bahwa studi yang ada tidak memperhitungkan kematian karena kesalahan perawatan medis di rumah, di UGD, atau juga di kantor dokter. Perkiraan angka kematian rendah juga karena kebanyakan informasi yang ada didasarkan pada tinjuan dokumentasi medis belum lagi mereka sangat rapi dalam menyimpan kebusukan kebusukan praktek bisnis mereka. Malpraktek merupakan suatu masalah yang telah tersembunyi dari publik jauh-jauh hari sebelumnya.
Dalam perhitungan Dr. Mercola, memperlihatkan perbandingan yang sangat mencengangkan, lebih buruk dari laporan artikel yang asli (karena studi yang asli kurang baik) berikut beberapa angka yang patut dipertimbangkan:

Jumlah dokter di Amerika Serikat = 700.000
Kematian karena dokter per tahun = 120.000
Angka kematian per dokter = 0,171

Jumlah pemilik senjata api di Amerika Serikat = 80.000.000
Kematian karena senjata api per tahun (segala umur) = 1.500
Angka kematian per pemilik senjata api = 0,0000188

Oleh karena itu, dokter 9.000 kali lebih berbahaya dibandingkan pemilik senjata api...... emoticon-Takut

Bagaimana dengan emoticon-I Love Indonesia gan?

Sampai detik ini,sayangnya negara kita belum pernah meliris angka mortalitas akibat "kelakuan" orang2 yang selama ini berperan besar dalam penyebabnya hilangnya nyawa seseorang di RS. Kapitalis farmasi selama ini menciptakan obat yang hanya membantu mengatasi gejala dimana efek destruktif begitu menyakitkan pasien, sebagai contoh Obat Batuk O*H C*mbiplus yang biasa beredar bebas di pasaran memiliki efek samping kanker hati,overdosis,kerusakan ginjal sampai kematian.Mau sembuh dari batuk tapi berujung kanker?
Spoiler for Mereka hanya mengutamakan profit semata dan mengabaikan keselamatan pasien!:


Secara garis besar,berikut lah alur tindakan farmasi dan dokter terhadap pasien di Indonesia
:1.) Mereka menciptakan obat yang hanya mengatasi per gejala(ga heran ketika kita sakit typhus *misal* kita akan diberi obat demam,antibiotik,obat penurun nyeri,obat dll dengan tujuan peningkatan angka penjualan produk mereka emoticon-Cape d... (S)
2) Obat yang kita minum tentunya mengandung efek samping yang mematikan,liver dan ginjal adalah penyakit paling umum yang biasa diderita oleh pengguna obat2an mereka *apalagi di dalam pemberian obat mereka tidak pernah memberitahukan kontradiksi dan apa2 yang dihindari dalam penggunaan obat2 "tidak terlarang" itu* sebagai contoh emoticon-Stick Out Tongueenggunaan antihistamin dilarang dicampur dengan obat depresant atau kematian sudah pasti jawabannya emoticon-Najis. Didalam petunjuk penggunaan obat2 bebas di warung juga tercantum kontra indikasi dan apa2 yang harus dicegah demi ketidakmatian kita namun dengan bahasa "mereka"

( 3) Kita akan membeli lagi obat mereka dengan tujuan menghilangkan penyakit karena efek samping yang didapat tanpa kita sadari obat selanjutnya yang kita minum akan meninggalkan "oleh-oleh" yang sama atau berbeda.

4) Kita akan mengalami gejala-gejala adiksi fisik yang sulit diberhentikan.Withdrawal dan kenaikan dosis adalah hal yang pasti dialami ketika seseorang mengalami adiksi fisik,salah seorang teman ane harus meminum 3 sampai 4 panad*l kala pusing atau bahkan ketika tidak saat pusing dikarenakan adiksi fisik yang melilitnya.Dan bahkan salah seorang kawan yang berdomisili di Indramayu harus merenggut nyawa dikarenakan OD neoremayc*l ketika dosisnya mencapai 3 tablet perhari untuk mendapat efek yang sama.
Spoiler for Doktrin kapitalis farmasi 1:


Spoiler for Doktrin Kapitalis Farmasi 2:


5.Ketika kita mengalami adiksi fisik berlebihan maka mereka akan menyarankan detoksifikasi racun dengan penawaran rehabilitasi dll dimana proses itu hanya akan menggantikan adiksi fisik anda dengan adiksi fisik baru dan pengerukan harta anda demi keuntungan mereka.

6.Kala kita meninggal akibat OD atau karena penyakit akibat efek samping yang diderita atau kesalahan teknis akibat produk bisnis mereka maka mereka tinggal mengeluarkan jurus andalan "Tuhan berkehendak lain, Umur memang siapa yang tau emoticon-Cape d... (S) emoticon-No Sara Please

Spoiler for Angka kematian = Fakta berbicara :


Belum lagi obat-obatan keras depresan yang dengan mudahnya kita temui di berbagai apotek atau bahkan pinggir jalan seperti di jl.Biak,jakarta barat.
Obat-obatan yang dengan mudahnya mematikan manusia dan meresahkan lingkungan karena efek-efek halusinogen dan kekacauan mentalnya.

Xanax,dumolid,alparazolam,tramadol,lexotan,kamlet dkk adalah obat legal yang dengan mudah dikonsumsi tanpa regulasi ketat.Ane sendiri sudah ada 4 kawan yang meninggal karena efek2 obat tersebut emoticon-Cape d... (S)

Michael Jackson sendiripun meninggal karena obat2an yang sedang menjadi tren di kalangan anak muda karena mudah didapat dan tanpa kontrol itu.

Spoiler for Michael Jackson korban kapitalis farmasi:


Rakyat kini dipaksa untuk dapat sembuh dengan cara yang mematikan,menyakitkan,mahal,ber-adiksi fisik tinggi,memiliki berbagai efek samping dll .*untungnya ane udah 4 tahun ga pernah sakit emoticon-Big Grin*
Di sisi lain,pemabuk dan orang2 yang ingin bertindak agresif dan kriminal mengkonsumsi obat2an keras yang kini menjadi booming karena mudah didapat dan tak terjerat hukum.Dan semua hasil penjualan obat2an kimia itu apapun motifnya :untuk sehat,untuk mabuk,untuk ngablu,untuk berbuat kriminal semuanya masuk ke kantung kantung kapitalis farmasi dan tentunya rakyat yang dirugikan karena keberadannya emoticon-Smilie

Sekarang,silakan tentukan sendiri opini agan agan sekalian emoticon-Malu (S)
ane hanya memberitakan kebenaran-kebenaran yang selama ini tidak pernah dipublish hanya untuk keuntungan kepentingan tertentu..


Spoiler for 1 Juta lebih nyawa melayang karena farmasi .:


Sumber : http://articles.mercola.com/sites/ar...accidents.aspx
dan berbagai sumber objektif,valid dan empirisme emoticon-Smilie

Spoiler for Jangan BUKA nanti ADIKSI :


By @lusehat salam senyum sehat emoticon-Smilie
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tien212700 dan 6 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh luqman miracle
Halaman 1 dari 9
Setuju TS emoticon-Shakehand2

Ortu ane selalu bilang "Obat itu racun" emoticon-Big Grin
Ya TS begitulah farmasi, ujung2nya nyalahin Tuhan emoticon-Ngakak
ane jarang kedokteremoticon-Ngacir
wah emoticon-Matabelo
asalkan dokternya profesional, insyaallah gak bakal ada hal-hal aneh gan emoticon-Cool
Quote:


Yap racun yang dilegalkan demi profit dan monopoli perobatan dunia emoticon-Big Grin

Quote:


Padahal obat yang mereka racik murni tangan mereka emoticon-Big Grin

Quote:


dokter yang sering ke ente ya? emoticon-Ngakak

Quote:


ane jg gan
emoticon-Malu
Quote:


ketauan ga baca -______-
Quote:


alhamdulillah emoticon-No Sara Please
emoticon-Ngakak boti-botian yang bikin OD sama ngablu terus nikam orang LEGAL emoticon-Najis
Tapi kenapa dokter ga percaya khasiat herbal atau bahkan melarang ya gan? emoticon-Bingung
Quote:


Ya kalo kembali ke herbal perusahaan farmasi bangkrut donk,
dokter kan juga dapet penghasilan dari penjualan obat.
bisa dilihat disini gan http://www.wakeupproject.com/,
terus dengerin wake up project radio yang Exposing The Medical Mafia.
udah bukan rahasia lagi gan, emang obat sebenernya berbahaya..
mending jangan minum obat minum jamu saja gan herbal emoticon-Ngakak
emoticon-Cape d... masuk kul kedokteran aja kudu duitnya seabreg
serem banget ganemoticon-Takut
hidup dan mati di tangan Tuhan gan.. toh dokter juga manusia.

emang mariyuana ga bikin mati gan.. tapu bikin nyandu emoticon-Hammer
Quote:


yap dan sudah banyak korbannya baik korban dari pelaku penggunanya maupun lingkungan sekitar emoticon-Matabelo

Quote:


karena mereka ingin memonopoli pelayanan kesehatan gan dimana pasien dijadikan pelanggan mereka. Industri kesehatan merupakan salah satu mafia terorganisir terbesar dunia emoticon-Cape d...

Quote:


Nice gan emoticon-Shakehand2
Quote:


bahkan bisa lebih berbahaya daripada penyakit yang diderita pasien emoticon-Najis (S)

Quote:


yap masalahnya BPPOM sendiri melarang penggunaan beberapa jamu dengan berbagai alasan yang kadang tidak pure atas dasar kemanusiaan emoticon-Frown

Quote:


yap karena sudah diset dari awal seperti itu jadi ga heran mereka sebagian besar "memoloroti" pelanggan-pelanggan mereka emoticon-Berduka (S)

Wuich ngeri gan
Macem2 ama dokter langsung suntik mati
Ngeriii
Makanya dari dulu sampe sekarang ane gak pernah mau ke Dokter. Analisanya suka aneh-aneh emoticon-Ngacir
Halaman 1 dari 9


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di