KOMUNITAS
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
۩ Rumah Filsafat Kaskus ۩ - ipse se nihil scire id unum sciat
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51a86478bbf87b3a5b000005/rumah-filsafat-kaskus----ipse-se-nihil-scire-id-unum-sciat

۩ Rumah Filsafat Kaskus ۩ - ipse se nihil scire id unum sciat

۩ Rumah Filsafat Kaskus ۩ - ipse se nihil scire id unum sciat


Apa itu Filsafat?

Quote:


Tujuan belajar filsafat ?
Secara garis besar.
Manfaat belajar manfaat belajar filsafat adalah sebagi berikut:

• Filsafat membantu kita memahami bahwa sesuatu tidak selalu tampak seperti apa adanya.
• Filsafat membantu kita mengerti tentang diri kita sendiri dan dunia kita
• Filsafat membuat kita lebih kritis
• Filsafat mengembangkan kemampuan kita dalam:
  1. menalar secara jelas
  2. membedakan argumen yang baik dan yang buruk
  3. menyampaikan pendapat secara jelas
  4. melihat sesuatu melalui kacamata yang lebih luas
  5. melihat dan mempertimbangkan pendapat dan pandangan yang berbeda.

• Filsafat dapat memberi bekal dan kemampulan pada kita untuk memperhatikan cara pandangan kita sendiri dan pandangan orang lain dengan kritis


Pada umumnya dapat dikatakan bahwa studi filsafat semakin menjadikan orang mampu untuk menangani pertanyaan mendasar manusia yang tidak terletak dalam wewenang metodis ilmu-ilmu khusus. Jadi filsafat membantu untuk mendalami pertanyaan-pertanyaan asasi manusia tentang realitas (filsafat teoritis) dan lingkup tanggung jawabnya (filsafat praktis). Kemampuan itu dipelajarinya dari luar jalur secara sisitematik dan secara historis.

Nah, sekian dulu. Pembahasan lebih lanjut menunggu update yaemoticon-I Love Kaskus (S)


۩ Rumah Filsafat Kaskus ۩ - ipse se nihil scire id unum sciat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
haekalxt dan 14 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh samanosuke20
Halaman 1 dari 75
GENERAL RULES B-log Filsafat

  • Wajib Prime ID
  • Dilarang membuat obrolan diluar topik Filsafat.
  • Dilarang membahas Filsafat Theologi/Ketuhanan/Religi.
  • Dilarang membuat obrolan yang bersifat spaming
    (membuat obrolan sejenis dimana-mana/disemua forum dan isinya tidak sesuai topik Filsafat).
  • Sebelum membuat obrolan baru, selesaikan obrolan sebelumnya
  • Dilarang mempromosikan thread jual beli di B-log Filsafat.
  • Isi obrolan yang tidak boleh di posting:
    [INDENT]1. Bersifat menyerang
    2. Memancing kerusuhan/pertengkaran
    3. NO PORNOGRAFI
    4. NO SARA[/INDENT]
  • Bisa mengontrol diskusi yg mengarah ke discuss, bukan Debat
  • Apabila ada masalah yang ingin diselesaikan secara pribadi, silahkan lewat PM
  • Jangan me-reply postingan yang dirasa kurang/tidak penting
  • Dilarang menggunakan signature (secara manual) apalagi yang berupa link referral (terutama diluar forum kaskus) / promosi (apalagi dagangan) / propaganda
  • Dilarang mengucapkan selamat pagi, selamat siang dan sejenisnya (absen/greetings) di B-Log ini. Kategori yang dilarang adalah one liner (hanya menulis salam saja) dan postingan pendek. Tapi apabila salam tersebut dipakai di awal atau diakhir sebuah postingan yang berisi pernyataan (jawaban)/pertanyaan lain (yang penting) diperbolehkan


emoticon-Kiss (S)Rules di atas hanya sementara, akan di update bila perlu emoticon-Kiss (S)


*Dengan menjadi anggota B-Log Home Filsafat, anggota dengan penuh sadar dan kemauan mematuhi Rules yg berlaku.
*Sanksi atas pelanggaran Rules dapat berupa teguran, delete post, atau banned.
emoticon-shakehand
Diubah oleh philia.sophia
List Penghuni



Quote:
Diubah oleh philia.sophia
Diubah oleh philia.sophia
Arti filsafat

Apakah filsafat itu? emoticon-Bingung (S)
Bagaimana definisinya? emoticon-Bingung (S)
Demikianlah pertanyaan pertama yang kita hadapi tatkala akan mempelajari ilmu filsafat. emoticon-I Love Kaskus (S)

Quote:


Beberapa definisi

Karena luasnya lingkungan pembahasan ilmu filsafat, maka tidak mustahil kalau banyak di antara para filsafat memberikan definisinya secara berbeda-beda.

Quote:


Kesimpulan
Setelah mempelajari rumusan-rumusan tersebut di atas dapatlah disimpulkan bahwa:
  • Filsafat adalah 'ilmu istimewa' yang mencoba menjawab masalah-masalah yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa kerana masalah-masalah tersebut di luar jangkauan ilmu pengetahuan biasa.
  • Filsafat adalah hasil daya upaya manusia dengan akal budinya untuk memahami atau mendalami secara radikal dan integral serta sistematis hakikat sarwa yang ada,
    yaitu: hakikat Tuhan, hakikat alam semesta, dan hakikat manusia.
    [INDENT]Serta sikap manusia sebagai konsekuensi dari paham tersebut.
    Perlu ditambah bahwa definisi-definisi itu sebenarnya tidak bertentangan, hanya cara mengesahkannya saja yang berbeda

    Mari gan, belajar filsafat
    emoticon-I Love Indonesia[/INDENT]

Diubah oleh farhan
Post ini telah dihapus

Ideologi: Ilmu Pengetahuan tentang Ide-Ide

Pejwan ini ane sempetin buat pengantar tentang Ideologi. Mengapa? Karena dari Ideologi inilah nantinya akan muncul kaum2 dan tokoh2 idealis yang melahirkan berbagai aliran dalam Filsafat. emoticon-Kaskus Lovers

Istilah ideologi pertama kali digunakan oleh Antoine Destutt de Tracy (1754-1836) pada abad ke 18, meski akar-akar pengertiannya dapat ditarik jauh ke belakang, bahkan sampai kepada Plato. Ada juga yang mengkaitkannya dengan konsep idola dari Francis Bacon. Pada De Tracy pengertian ideologi sudah jauh bergeser baik dari makna idea maupun idola. Destutt de Tracy memandang ideologi sebagai ilmu pengetahuan tentang ide. Di sini ideologi adalah suatu cabang ilmu pengetahuan yang dianggap netral. Sebagai ilmu pengetahuan ideologi dituntut obyektif dalam mempelajari tiap ide dalam arti mengesampingkan prasangka-prasangka metafisika dan agama. Bidang kajiannya meliputi asal-usul ide, mengapa suatu ide muncul, bagaimana berkembangnya suatu ide, dan strategi-strategi apa yang dapat dilakukan untuk menyebarkan suatu ide. (Larrain, 1996, Thompson, 1990)

emoticon-I Love Kaskus (S)Finally ane sisipkan Quote sebagai persiapan kita untuk menerima logika dan realita emoticon-I Love Kaskus (S)


“Tragedi terbesar dalam ilmu pengetahuan terjadi ketika hipotesis yang indah dimatikan oleh fakta-fakta yang buruk”
(Thomas Henry Huxley,1825-1925)


۩ Rumah Filsafat Kaskus ۩ - ipse se nihil scire id unum sciat
Diubah oleh maling
Post ini telah dihapus
Pilosophy atau filsafat berasal dari kata philosophia, 'love of wisdom' (cinta pada kebijaksanaan), merupakan suatu ilmu yang membahas suatu konsep secara rasional dan kritis. Keberadaan filsafat tidak terlepas dari peran tokohtokoh filsafat dengan pemikirannya yang mendunia.

Bidang Filsafat
Filsafat dibagi menjadi 4 bidang sebagai berikut.
1. Metafisika, ilmu filsafat yang memfokuskan pada hal-hal diluar rasio
manusia.
2. Epistemologi, ilmu filsafat yang membahas asal-usul, validitas, dan
keterbatasan ilmu.
3. Etik, mempelajari moralitas dan bentuk keberpihakan suatu konsep.
4. Estetika, ilmu yang mempelajari tentang keindahan dan seni.


Tokoh-Tokoh Filsafat Masa Awal


Herakleitos
Quote:


Parmenindes
Quote:


Socrates
Quote:


Plato
Quote:
Diubah oleh Nieyzar
Quote:

Quote:





Quote:

Quote:
Diubah oleh sabna.tamara
Post ini telah dihapus
Cara Membatasi Filsafat

Quote:



Cabang - Cabang Filsafat

Quote:


Tujuan, Fungsi dan Manfaat Filsafat

Quote:
Diubah oleh bremmakibo
Post ini telah dihapus
Post ini telah dihapus
Post ini telah dihapus
Post ini telah dihapus
Post ini telah dihapus
Post ini telah dihapus

mengkaji filsafat melalui wayang

siapa yang tidak kenal dengan wayang?

walau sekarang ini, wayang sudah jarang terdengar gaungnya lagi di bumi pertiwi ini, namun wayang merupakan salah satu media yang digunakan oleh para nenek moyang kita untuk mendalami dunia filsafat sejak jaman dulu kala..

Di samping bernilai filosofi yang dalam, wayang juga sebagai wahana atau alat pendidikan moral dan budi pekerti atau yang dikenal dengan etika. Dunia perwayangan memberi peluang bagi orang Jawa untuk melakukan suatu pengkajian filsafi dan mistis sekaligus. Di sisi lain, cerita wayang merupakan suatu jenis cerita didaktik yang di dalamnya memuat ajaran budi pekerti yang menyiratkan tentang perihal moral. Bahkan bidang moral merupakan anasir utama dalam pesan-pesan yang disampaikan wayang. Sebagai jenis kesenian yang mencakup beberapa cabang seni (seni teater, ukir, musik, dan sastra), estetika wayang begitu indah dan mempesonakan. Nilai filosofi, etika, dan estetika itulah yang jika ditemukan dalam ritual ruwatan, sebuah tradisi kebudayaan Jawa yang ditandai dengan pergelaran wayang purwa cerita Bathara Kala dalam lakon “Murwakala”

Wayang memberikan gambaran lakon perikehidupan manusia dengan segala masalahnya yang menyimpan nilai-nilai pandangan hidup dalam mengatasi segala tantangan dan kesulitannya. Dalam wayang selain tersimpan nilai moral dan estetika, juga nilai-nilai pandangan hidup masyarakat Jawa. Melalui wayang, orang memperoleh cakrawala baru pandangan dan sikap hidup umat manusia dalam menentukan kebijakan mengatasi tantangan hidup.

Hal itulah yang dirasakan Dr Franz Magnis Suseno SJ, seorang sarjana filsafat dan rohaniawan kelahiran Jerman yang kini bermukim di Jawa. Setelah menekuni wayang, sampaikah dia pada kesimpulan bahwa dalam memasuki kebudayaan Jawa, ternyata manusia memasuki kesadaran paling dalam seluruh umat manusia. Kebijaksanaan Jawa yang paling dalam, ternyata milik seluruh umat manusia.

Cerita wayang merupakan suatu jenis cerita didaktik yang memuat ajaran budi pekerti. Bahkan bidang moral, merupakan anasir utama dalam pesan-pesan wayang. Dua aspek (filosofi dan etika) dalam wayang ini disempurnakan dengan nilai estetika wayang sehingga seni wayang yang mencakup cabang kesenian ini (seni teater, musik, sastra, ukir, dan sebagainya), menjadi sebuah seni yang bernilai tinggi. Bisa dipahami, jika di tahun 2004 lalu, seni dan budaya wayang kulit dari Indonesia ini (the Wayang Puppet Theater of Indonesia) dinobatkan sebagai karya adiluhung (masterpiece) oleh PBB. Menurut Unesco, 28 jenis seni dan kebudayaan di dunia ini, wayang kulit menempati urutan pertama sebagai karya adi luhung lisan warisan kemanusiaan yang tak dapat dinilai (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Antara filsafat dan wayang, keduanya tidak dapat dipisahkan. Berbicara tentang wayang berarti kita berfilsafat. Wayang adalah filsafat Jawa. Karena wayang mengambil ajaran-ajarannya dari sumber sistem-sistem kepercayaan, wayang pun menawarkan berbagai macam filsafat hidup yang bersumber pada sistem-sistem kepercayaan tersebut, yang dari padanya dapat kita tarik suatu benang merah filsafat wayang.

Seni pertunjukan wayang itu sendiri, juga mengandung nilai filosofi. Sebagai contoh, gending-gending pembukaan (talu) yang mengawali sebuah pergelaran wayang, sudah dibakukan jenis dan urutannya. Gending patalon itu terdiri dari Cucur bawuk, dilanjutkan Pare Anom, Ladrang Srikaton, Ketawang Sukmailang, naik ke Gending Ayak-ayakan Manyura dan Srepegan Manyura, dan dipungkasi Gending Manyura. Gending patalon ini melambangkan suatu tataran tingkat kehidupan manusia, atau penjelmaan zat. Gending patalon ditabuh sebelum pertunjukan sebagai lambang penjelmaan zat sebelum manusia lahir di alam kehidupan nyata. Ini berarti, rancangan tataran tingkat kehidupan manusia sudah ada terlebih dulu di zaman alam baka.

Dihadapkan pada pengertian filsafat, budaya wayang yaitu unsurfalsafahnya dapat dimasukkan dalam pengertian filsafat sebagai pandangan hidup. Bertolak dari filsafat sebagai pandangan hidup itu dapat disusun filsafat sebagai ilmu filsafat. Ilmu filsafat bertumpu pada kemampuan rasio yaitu akal atau cipta untuk menganalisa sedalam-dalamnya tentang sesuatu. Ketika kemampuan akal manusia belum mampu mengetahui sesuatu maka lantas meloncat dengan menciptakan simbol-simbol sebagai gambaran realita yang tinggi atau high reality. Karena itu wacana filsafat wayang adalah simbol-simbol perwujudan high reality. Dengan demikian, maka wayang adalah produk alkulturasi budaya yang di dalamnya mengandung filsafat dalam pengertian pandangan hidup. Filsafat wayang diperoleh dari proses penalaran dan intuisi guna mencapai kebenaran dalam bentuk simbol-simbol.

Dalam posisinya sebagai pandangan hidup, filsafat wayang mempunyai tujuan yang berbeda dengan filsafat barat. Filsafat barat bertujuan mencari kearifan atau wisdom, "kawicaksanan", sedangkan filsafat wayang mencari kesempurnaan atau perfection, "kasampurnan". Namun kedua tujuan itu akhirnya sampai dimuara yang sama yaitu pada kebenaran dan kenyataan.Inilah yang disebut "kasunyatan", maksudnya yang nyata dan benar. Karena memiliki tujuan mencari kesempurnaan atau "nggayuhkasampurnan" itu, maka metoda atau cara yang ditempuh juga lebih menekankan pada perenungan. Mencapai kesempurnaan hidup ditempuh melalui upaya yang sungguh-sungguh mendekatkan diri pada Yang Maha Sempurna yaitu Tuhan Yang Maha Esa.


namun sayangnya, saat ini budaya wayang Indonesia makin lama makin terkikis keberadaannya...

padahal, banyak manfaat yang dapat kita peroleh di dalamnya... emoticon-Berduka (S)
Diubah oleh arruma
Post ini telah dihapus
Quote:

Quote:


Quote:
Diubah oleh sabna.tamara
Halaman 1 dari 75


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di