CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Militer /
analisis: PANTSYR S-1 DAN S-300, KOMBINASI MAUT ARHANUD TNI
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5199c0947c1243325700000d/analisis-pantsyr-s-1-dan-s-300-kombinasi-maut-arhanud-tni

analisis: PANTSYR S-1 DAN S-300, KOMBINASI MAUT ARHANUD TNI

Senin, Mei 20, 2013
HANUD-(IDB) : Melihat perkembangan persenjataan yang terjadi disekitar RI dan aspek lain yang mengikuti seperti kebutuhan akan penting kekuatan pertahanan demi menjaga keamanan domestik dan menjaga keutuhan kedaulatan dari ancaman yang muncul karena perkembangan situasi yang dinamis.

Menyusul kampanye modernisasi kekuatan militer RI sesuai pedoman Minimum Essential Forces (MEF), ketiga matra TNI pelan namun terarah sudah mulai menunjukan adanya perubahan dalam alutsista masing2 matra.

TNI AU sudah memiliki proyek pembelian T-50 GE, Airbus C295, SuperTucano, dan lainnya, TNI AD sedang menjajaki pembelian 8 unit AH 64 D Apache Longbow, 114 biji Leopard dan 50 IFV Marder, Rudal StarStreak, dll kemudian TNI AL masih berkutat dengan program penambahan KCR, Frigate, Kapal Selam, selain itu uji coba rudal Yakhont juga ikut menambah daya serang TNI AL.

Mari kesampingkan dulu ribetnya proses pembelian alutsista canggih untuk TNI, yang baru wacana saja udah banyak yang protes dan koar2.

Federasi Rusia melalui perusahaan penjualan senjata Rosoboronexport sudah menawarkan kepada TNI dan Kemhan alutsista Rudal anti serangan udara jarak pendek Pantsyr-S1 dan jarak menengah S-300.

Kebutuhan akan modernisasi untuk sistem pertahanan udara nasional sudah sangat layak untuk segera di lakukan, Pantsyr-S 1 (NATO: SA-22 Greyhound) memiliki kemampuan maut untuk menangkis berbagai jenis senjata: pesawat tempur, helikopter, roket, peluru kendali, precision-guided munition hingga UAV. Pantsyr S1 juga bisa menghancurkan light-armoured ground targets.

Dibanding saingan sejenisnya, Tunguska M1 (NATO SA-19 Grison), diperkirakan Pantsyr-S1 lebih presisi akurasinya karena menggunakan sistem yang lebih baru seperti Sistem pertahanan dan persenjataannya dapat diaktifkan dalam beberapa mode frekuensi serta mampu beroperasi pada multimode adaptive radar-optical control system. Pantsyr-S1 juga didesain untuk menghancurkan target berkemampuan high-precision weapons.

analisis: PANTSYR S-1 DAN S-300, KOMBINASI MAUT ARHANUD TNI
pantsyr wheeled

analisis: PANTSYR S-1 DAN S-300, KOMBINASI MAUT ARHANUD TNI
pantsyr tracked

Spesifikasi umum Pantsyr-S 1 :

Produsen : KBP Instrument Design Bureau, Tula. Dirakit oleh Ulyanovsk Mechanical Plant, Ulyanovsk, Rusia.

Power : Mengangkut 2 rudal 57E6 Surface to Air dengan hulu ledak 16 kg, berat 65kg , kecepatan maksimum 1,1 km/ detik, daya jangkau 1 – 12 km.

Mobility : bisa dipasang di truk The Ural-5323 8×8 atau di kendaraan lapis baja berantai (tracked).

User : Rusia, Uni Emirate Arab, Suriah.

analisis: PANTSYR S-1 DAN S-300, KOMBINASI MAUT ARHANUD TNI
the terminator Tunguska M1, alternatip lain

Tepat rasanya bila TNI mampu memiliki alutsista pertahanan udara ini, selain mengganti persenjataan hanud yang udah usang, Pantsyr-S1 makin menambah kepercayaan diri Arhanud TNI dalam melindungi kedaulatan udara nasional dan backup pendukung pergerakan kavaleri lapis baja.

Jika TNI berminat memboyong beberapa Pantsyr-S1 sebaiknya memilih 2 platform sekaligus, menggunakan roda biasa (truk) untuk digunakan ditempat2 dengan kondisi medan mudah dijangkau seperti perkotaan dan kendaraan berantai (tracked) untuk dengan medan yang sulit.

Selanjutnya ke Alutsista yang berlevel lebih tinggi sehingga bisa memberikan efek deterens ke lawan meski senjatanya belum digunakan. Sistem pertahanan udara Jarak Jauh/Menengah, S-300.

Rosoboronexport Rusia juga sudah menawari RI untuk membeli S-300 nya, meski masih belum ada tanda2 persetujuan Kemhan dan TNI untuk memasukan ke dalam daftar belanja MEF. Pemerintah RI sudah pernah belajar bahwa untuk mengcover wilayah udara RI tak cukup dengan upgrading dan penambahan Radar canggih.

analisis: PANTSYR S-1 DAN S-300, KOMBINASI MAUT ARHANUD TNI
S-300/S-400 missiles

Apa artinya bila kita memiliki mata dan telinga yang tajam, namun tidak memiliki tangan dan kaki untuk bertindak. Jangan sampe Indonesia kecolongan lagi seperti insiden F-18 Amerika yang se enak udelnya ngubek-ubek kedaulatan udara RI diatas pulau bawean.

Melalui TNI AU dengan armada F-16 memang masih diandalkan untuk menghalau kucing nyasar, tapi sampai saat ini peran Arhanud masih minim, belum terdengar kabar apapun tentang sepak terjang Arhanud dalam menghalau ancaman udara asing.

Cukup dimaklumi karena persenjataan Arhanud sudah sangat perlu di restorasi. Selain ancaman pelanggaran udara, Arhanud juga diperlukan untuk melindungi pergerakan satuan darat seperti Tank Leopard 2A6,Heli Serbu MI-35, MLRS, Skuadron UAV dan artileri medan. Kehadiran Pantsyr-S1 rasanya belum cukup mengcover semua, adanya sistem rudal jarak menengah/jauh bisa memberikan daya lindung yang lebih maksimal.

Ada banyak varian S-300 yang ditawarkan rusia, beberapa kandidat seperti S-300P (NATO : SA-10 Grumble), S-300P/M (NATO : SA-10d/e), S-300 F (NATO :SA-N-6) atau bila mau bisa sekalian ambil varian terbarunya, S-400.

Saking hebatnya kehadiran S-300, Ibukota Rusia, Moscow menempatkan sekitar 80 baterai S-300 untuk melindungi penduduk dan aset-aset berharga di Ibukota.

Sedang untuk menjaga perbatasannya, Rusia mengandalkan pasukan S-400 nya. Terbukti, lengkapnya perlindungan udara Rusia di segala penjuru wilayahnya membuat ekspansi NATO ke Eropa Timur tak akan mudah.

Untuk memperkuat sistem pertahanan nasional serta memberikan efek deterens bagi pihak yang ingin mengganggu kedaulatan NKRI, baterai-baterai S-300 bisa ditempatkan di titik-titik vital, seperti Ibukota RI, Perbatasan Malaysia di Kalimantan, Perbatasan Australia di NTT dan Merauke, dan sebagainya menyesuaikan dengan tingkat ancaman yang ada.

Asal ada kemauan kuat, dukungan dari semua elemen di tanah air, upaya untuk memiliki sistem pertahanan udara handal bukan hal mustahil, uang kalau dicari pasti ada tinggal aspek politicalnya. Jika Iran memiliki hambatan untuk memiliki S-300 karena loby Israel di Rusia, Indonesia sepertinya juga akan memiliki hambatan dari Paman SAM demi menjaga keunggulan militer anak angkatnya, Singapura.

Kehadiran Pantsyr S1 dan S-300 dalam jajaran alutsista RI jelas akan meningkatkan Arm race di kawasan ASEAN dan mengubah strategi geopolitik negara kawasan. Pihak yang paling getol merespon pastinya Malaysia dan Singapura, uji coba roket RHAN lapan saja bikin mereka berkeringat.

Bisakah TNI memiliki sistem pertahanan udara yang capable dan unggul, kita tunggu saja......!!!!

http://indo-defense.blogspot.com/201...nasi-maut.html

kekuatan besar mendatangkan tanggung jawab besar
profile-picture
tien212700 memberi reputasi
Diubah oleh brokenarroww
Thread sudah digembok
Halaman 1 dari 8
Quote:


Thanks om..
Quote:


Yah mungkin saja om mengingat kita lg kondusif sama us..kalau untuk 52id saja dikasih pinsilnya, ada kemungkinan dikasih tpi tergantung isi dompet.
Quote:


yakin tuh? nasams kan pake missile amraam buatan amerika.. ujungnya ketok palu konggres dulu
lagian surplus nya Nasams Norwegia mau dibeli sama croatia yg sama-sama anggota NATO

http://www.b92.net/eng/news/politics...8&nav_id=96645
Diubah oleh pecotot
Quote:


Sori typo maunya nulis 30km
ada yang versi 30km
Diubah oleh mufiapyscho
Quote:



BUK M bukannya rangenya cma 3-20,5 km gan? kyknya ga nyampe 50 km
Quote:


Ask mado n mista
Quote:


Om merk, indinesia bukannya dulu pernah ditawarin nasams 1 + hibah hercules sama norwegia ya? Kelanjutannya gimana ya?

Duit?
ane pikir sudah saatnya indonesia akuisisi arhanud yg gahar sekalian S-400 daripada nanggung gak karuan.
soal anggaran..., masak gitu aja pakai pendapat awam.
Quote:


Biarlah BUK bekas juga yaang penting kita udah punya medium range yang 50km-an
Quote:



maklum gan TNI msh berkutat mengganti alutsista yang udah tua, blm fokus kualitas
cmiiw
ya allah tetangga tuh minimal udh punya Aster, kita masih bergudik di SHORAD starstreak
Quote:


Dan kekuatan besar membutuhkan dana yang besar

Quote:


Nah setuju nih. Pengen sih tapi mending tambahin pesawat aje.
Btw ni trit zombie yah.. emoticon-Ngacir

Edit: ada yg ngequote ane di trit zombie Sorry
Diubah oleh HarsoMukmiin
What the
^
Indonesia nga punya duit, so pemikiran utk punya sista sekelas itu butuh dibuang. Klo duit ada ngapain juga tuh S-60 dieman-eman ampe diupgrade segala.
Post ini telah dihapus oleh vitawulandari
Trit zombie...

Tapi kalo ngeliat arhanud sbg alutsista yg ga pernah diutamain ketiga matra kenapa ga beli sistem yg bisa ngeluncurin rudal sisa dari kapal atau pesawat?

Misalnya nasams klo fighter kita abis, hanggarnya kejatuhan tomahawk, sisa rudal amraam ama sidewinger bisa dipakai bwt SAM. Kalau AL pake essm kapalnya ancur, sisa essm bisa jadi SAM. Ga perlu pengadaan rudal khusus....

Kalau sukanya barang first launch yg belum operasional dan nyelametin inggris yg lagi krisis ada CAMM, (pengganti sea wolf, asraam ama rapier).

Dari dua produk yg ane sebutin tadi kurang apa coba kalo dicocokin ama pola pengadaan kita? Dan kenapa di formil belum ada yg coba nyelesin... perlu dikasih angka noceng kah?
Halaman 1 dari 8
GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di