alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Good conversationalist
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/518a33003c118e7f19000004/good-conversationalist

Good conversationalist

Bingung mo membicarakan apa dengan teman Anda?

Anda pun menjadi sibuk berpikir panjang lebar tentang topik yang akan dibahas, atau mungkin malah berakhir dengan awkward silence.

Sesungguhnya obrolan yang nyaman adalah ketika kedua pihak berkontribusi terhadap percakapan. Sehingga obrolan terus mengalir dan semua merasa diikutsertakan. Itu apabila kita mengasumsikan keadaan yang ideal, dimana semua pihak tidak ada yang pasif dan tidak memberikan kontribusi sama sekali.

Nah tetapi pada kenyataannya seorang conversationalist sejati, adalah orang yang lebih jarang berbicara, melainkan lebih banyak MENDENGARKAN.

Leil Lowndes dalam bukunya How to Talk with Anyone, memberikan nama satu teknik menjadi conversationalist yang baik, dengan nama tekniknya “parroting”, atau meniru tingkah burung kakak tua. Contoh pengaplikasiannya seperti dibawah ini :

A : “Saya dulunya bekerja sebagai salesman”
B : “Salesman?”
A : “Ya, salesman, jadi saya bertugas untuk menjual produk-produk yang ditawarkan oleh perusahaan saya”
B : “Menjual produk?”
A : “Ya dulu banyak produk yang saya jual, contohnya bla bla bla”

Begitu seterusnya. Teknik parroting ini sangat efektif, karena menunjukkan bahwa sesungguhnya Anda mendengarkan lawan bicara Anda dan Anda tertarik untuk mengetahui hal lebih lanjut tentang apa yang dia sampaikan. Dan Anda tidak perlu banyak-banyak memikirkan bahan pembicaraan yang selanjutnya. Cukup mendengarkan lawan bicara Anda dengan tulus dan kesungguhan.

Anda juga seringkali dapat menjadi pendengar yang baik hanya dengan melontarkan kata-kata seperti contoh di bawah ini :
“ya gue ngerti”
“kalo gue di posisi elu pasti gue bakal berbuat hal yang sama”
“gue bisa liat posisi elu memang sulit”

Namun jangan sekali-sekali Anda menambahkan kata “tapi” dibelakangnya dan kemudian mengabaikan perkataan Anda sebelumnya. Atau “gue tau yang elu rasain” atau “gue juga pernah di posisi elu” yang mana secara subconciously Anda meremehkan posisi mereka.

Seringkali Anda akan merasakan dorongan untuk memberikan kontribusi balik atau memberikan perbandingan pengalaman yang mirip dengan lawan bicara Anda, yang mungkin Anda rasa lebih baik. Belajarlah untuk menahan dorongan tersebut, dan tetap mendengarkan. Karena seringkali orang yang berbicara dengan Anda hanya membutuhkan telinga untuk mendengarkan, bukan solusi, nasihat ataupun pengalaman yang lebih baik dari yang mereka alami.

Dari yang saya amati, orang yang sering memberi nasihat sebenarnya adalah orang yang mencari validasi dari orang lain. Lebih-lebih apabila orang tersebut sebenarnya tidak qualify untuk memberi nasihat untuk topik yang bersangkutan. Dan ini biasanya hanya akan menimbulkan perasaan negatif kepada si target nasihat tersebut.

Apabila nasihat tersebut keluar dari orang-orang semacam itu, yang terjadi malah kekacauan yang lebih parah. Si pemberi nasihat tersebut mengharapkan targetnya untuk menurutinya, namun ketika si target tidak berlaku seperti yang dia maui, si pemberi nasihat akan merasa tersinggung dan frustrasi akibat kehausannya akan validasi tidak terpenuhi.

Jadi, nasihat itu mungkin baik, tetapi Anda pun harus sangat jeli untuk memilih-milih nasihat yang mana saja yang diberikan secara tulus, nasihat mana saja yang memiliki maksud di belakangnya. Ingat tentang “value”. Taruhlah posisi Anda sebagai pemberi nasihat. Apakah latar belakang Anda memberi nasihat? Karena Anda memang benar-benar tulus ingin menolong, ataukah ini hanya dorongan subconcious Anda karena Anda miskin validasi?

Selain itu, menjadi pendengar yang baik memang tidak mudah. Terkadang bahkan terasa sangat menyebalkan. Ingat kembali yang saya katakan tentang “high value”. Dalam hal ini, Anda menawarkan value Anda kepada orang lain, untuk menjadi pendengar.

Percayalah, semua value yang Anda berikan kepada orang lain akan kembali dengan sendirinya, terlebih lagi jika Anda tidak mengharapkan apa-apa darinya.

A good conversationalist and a good leader is actually a great listener.

SUMBER

Spoiler for "JANGAN DIBUKA!":
Diubah oleh exorio
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
Good conversationalist
^ selamat ente dapet petromax emoticon-Shakehand2

diatur juga lah gan intonasi suaranya
kalo orangnya sensitip malah tersinggung entaremoticon-Hammer
Quote:


Bener gan. Intonasi sama body language itu penting juga.
emoticon-Shakehand2
saling mengerti satu sama lain akan menyebabkan chemistry antara lawan bicara gan emoticon-Big Grin haha
Quote:


belon tentu gan.

ada pepatah "there's nothing more erotic than having a good conversation"

tapi kalo keduanya terlalu nyaman satu sama lain sering2nya bisa kena friendzone juga.

baca ini gan http://lakitulen.wordpress.com/2013/...09/friendzone/
emoticon-Shakehand2
nice info gan, lumayan nambah2 ilmu
pantesan temen2 gw pada demen klo ngobrol sama gw padahal gw orangnya cenderung diem dan manut2 emoticon-Hammer
Quote:


hahaha senasib gan... ane basically introvert.

orang introvert atau pendiem pada bilangnya paling enak dicurhatin emoticon-Ngakak
emoticon-Sundul Up
kalo ngobrol ngegunain teknil paroting sih suka rada gk jelas gan makanya ngegunain teknik gajah aja elephant kalo dia bilang ciyus kita gampar pake belalai emoticon-Hammer2
Quote:


garing ah si agan emoticon-Cape d... (S)
emoticon-Shakehand2
Quote:


iya kak..dengan nada yang cukup besar bisa membuat orang hilfil
Quote:


contohnya?
jadi berasa orang bego
tapi sedikit lebih baik daripada tidak mengikuti conversation samasekali
Quote:


nah setuju nih gua emoticon-Ngacir
Quote:


ane sih lebih milih cuma berasa doang gan... daripada bego beneran emoticon-Big Grin

Waktu kita ngebiarin orang lain bicara, kalo kita bisa mancing dia terus dan kita tetep mendengarkan (listen), instead of nyosor terus2an... informasi yang kita dapat bisa jadi berkembang ke mana-mana.

Dan kalau target udah simpatik sama kita, sisanya gampang.

Ini sih yang ane lakuin tiap hari. Ane ga banyak omong apalagi ngejilat. Cukup kasih respon dikit-dikit terus biarin mereka ngomong. Ane ngomong seperlunya aja. Lama-lama mereka terus buka informasi.

Nahhh, kalo udah simpatik, mereka juga bakal lebih ngedengerin kita. Itu intinya.

Ini kayak main catur aja gan. Biarin dia dapet yang putih. Supaya agan bisa ngelihat langkahnya dia.
Diubah oleh exorio
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di