CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Jangan Pernah Su’uzhan Dengan Makanan
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/517027ed5a2acf091c000004/jangan-pernah-suuzhan-dengan-makanan

Jangan Pernah Su’uzhan Dengan Makanan

Teringat obrolan dengan teman tadi saat makan jambu biji bareng, kata temanku ada salah satu temannya melarangnya untuk memakan biji jambunya karena bisa menjadi penyakit.

Nah, dari sini aku jadi tertarik untuk membahas pernyataan teman tersebut, bahwa saat kita memakan jambu biji, bijinya jangan ikut dimakan, karena bisa menyebabkan penyakit. Penyakit seperti apa? Katanya penyakit seperti usus buntu, itu seringnya katanya. Sebabnya ketika kita memakan jambu biji maka biji jambu tersebut tidak akan hancur dan ditakutkan ketika di dalam usus ia tidak langsung menuju pencernaan tapi singgah di usus buntu dan membusuk di sana sehingga menjadi penyakit usus buntu.

Lucu. Itu tanggapanku saat mendengar cerita temanku itu, jadi kalau kita makan jambu biji kita harus memakannya daging kulitnya saja, sedangkan bijinya dibuang gitu kan maksudnya. (ribet amat). Kalau jambunya besar kayak jambu Bangkok, mending daging buahnya banyak karena tebal, masalahnya kalau kita disuguhi atau pengen makan jambu biji tapi adanya hanya jambu biji jenis jambu kerikil yang kecil-kecil tapi sudah matang itu gimana? Berapa banyak yang akan kita makan… (gak jadi makan jambu deh…).

Jalan keluar yang paling mendekati untuk bisa memakannya lebih banyak adalah dengan kita memblender jambu tersebut, kemudian kita saring baru kemudian kita makan tuh saringan blender jambunya setelah memisahkan dari bijinya, katanya itu lebih selamat.

Sekarang mari kita jawab pernyataan-pernyataan di atas, dengan logika saja, karena memang saya tidak punya kompetensi dalam hal ilmu kesehatan/kedokteran (maaf ya…)

Pertama, jambu itu salah satu dari sekian buah yang diciptakan Allah subhanahu wata’ala kepada kita, untuk kita manfaatkan, bahkan menurut penelitian justru menyehatkan bukan menyebabkan penyakit . Seperti kita tahu, jambu biji ya seperti itu, banyak bijinya, kalau tidak ada bijinya berarti bukan jambu biji kan? Jambu air saja ada bijinya, bukan begitu? Akan tetapi karena biji pada jambu air itu lebih besar dan bisa dipisahkan dari dagingnya maka tidak begitu masalah, berbeda dengan jambu biji yang kalau kita perhatikan malah justru pada bijinya itu yang paling enak dan paling manis (nah lhoo..), gak usah makan jambu biji deh daripada kebanyakan mikir yang jelek-jelek tentang jambu biji. Mudah kan?

Kedua, dengan memblender biji jambu akan terpisah dari dagingnya sehingga kita bisa memakan jambu biji tanpa bijinya.

Iya juga sih… tapi ribet amat sih, mau makan jambu biji saja harus dengan diblender dulu, disaring, baru diminum. Sesekali boleh sih, buat variasi makan saja biar tidak monoton dalam makan jambu biji. Tapi.. perhatiin deh, ketika kita memblender jambu biji, bukankah biji jambu itu tidak terpecah/hancur walaupun diblender? Alasan inilah yang menjadikan mereka punya ide memisahkan antara daging jambu dengan bijinya dalam mengkonsumsinya.

Berarti sumber masalahnya ketemu kan, yaitu biji jambunya.

Padahal kalau kita perhatikan, yang punya biji kan bukan cuma jambu saja, hampir semua buah mempunyai biji/terdapat biji di tengah buahnya, misalnya buah apa coba? Tebak sendiri deh… aku tahu kamu bisa menjawabnya, hehe..

Hanya saja, ketika biji kita jadikan sumber masalah dan dikatakan sebagai sumber penyakit, seharusnya bukan cuma jambu biji saja dong, sebutlah misalnya buah berbiji yang sering kita blender, seperti tomat dan strawberry, atau cabe yang sering kita masak sebagai perasa pedas. Sekali lagi, perhatikan baik-baik, apakah biji tomat atau biji strawberry tersebut hancur ketika diblender atau biji cabai itu hancur ketika di ulek ( diulek :-o , duh, bahasa yang tepat apaan ya? ).

Katakanlah, seperti yang teman katakan itu, bahwa biji jambu yang ikut kemakan itulah yang bisa menjadi penyebab penyakit usus buntu. Kalau begitu jangan hanya biji jambu saja dong, biji tomat juga tidak hancur begitu pula biji strawberry setelah diblender juga tidak hancur, mungkin saja kan ia mampir di usus buntu dan mengendap di sana sampai membusuk akhirnya menjadi penyakit?

Apa yang dapat kita petik dari cerita di atas?

Tidak lain adalah agar kita tidak su’uzhan (berprasangka buruk) dengan ciptaan Allah yang ada di sekitar kita, apakah itu makhluk yang hidup maupun yang tidak hidup, karena dengan kita su’uzhan, maka hanya ketakutan-ketakutan yang mengikuti kita, jangan-jangan begini, jangan-jangan menyebabkan ini, dan seterusnya, malah susah sendiri kan?

Lain halnya ketika kita husnuzhan (berprasangkan baik) dengan apa-apa yang ada di sekitar kita, misalnya kita makan jambu biji ternyata bijinya banyak banget, dengan kita husnuzhan dengan jambu itu karena itu adalah salah satu ciptaan Allah yang tentunya terdapat manfaat darinya bagi tubuh kita, maka kita tidak takut memakan bijinya, toh seperti kita memakan tomat, strawberry dan juga buah lainnya juga kita baik-baik saja dengan seizin Allah subhanahu wa ta’ala tentunya. Penyakit itu sudah ditakdirkan, terkadang justru sakit itu karena kita terlalu su’uzhan dengan sesuatu sehingaa karena kasih sayang Allah kepada kita maka kita diuji dengan sakit tersebut, apakah kita bisa sadar atau justru semakin mengeluh.

Terakhir, jangan pernah su’uzhan dengan ciptaan Allah ta’ala apakah itu makanan, manusia ataupun jenis ciptaan yang lainnya karena hanya membuat hati kita sakit, pikiran tidak tenang karena senantiasa dilanda ketakutan, gelisah dan seterusnya. Mari kita senantiasa husnuzhan dengan segala ciptaan Allah, maka perasaan kita akan lebih tenang karena semua yang terjadi sudah merupakan kehendak-Nya, yang kita tidak dapat menjadwalkan terjadinya, dan hidup kita akan semakin nyaman, karena semua telah diserahkankepada Allah Subhanahu wata’ala. Walhamdulillahi bini’matihi tatimmushshalihat. Wallahu a’lam.

[sumber]
Halaman 1 dari 2
kalau kita su'uzhan terhadap makanan/minuman sama saja kita tidak mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Alloh tapi selama apa yang kita makan/minum itu adalah halal..
menambah pengetahuan banget gan emoticon-2 Jempol
bagus gan. masuk akal. tapi bukankah sebaiknya meminta keterangan dari pihak kesehatan seperti dokter. biar ada dasarnya. apakah memang seharusnya tidak dimakan atau sebaliknya.
Quote:


Setuju sama agan emoticon-Toast
Quote:


Terimakasih gan..
Quote:


Belum sempat gan, kalau agan sudah pernah tanyain share aja di sini..
Naik..naik..
bukan gt gan. biji buah adalah salah satu bagian yg tidak bisa dicerna tubuh.

inipun pasti ada hikmahnya. biji adalah cikal bakal pohon baru. jika biji bisa dimakan manusia, gimana buah2an tersebut bisa berkembang biak dengan bijinya. udah abis dimakan terus.

Allah Maha Adil emoticon-Peluk
biji salak juga jangan dimakan gan.. ntar keselek emoticon-Ngakak
Quote:


Itu dia gan, suka dengan komen ente emoticon-Toast
Quote:


Pengalaman pribadi gan? Makan biji salak emoticon-Ngakak
iya gan, ane stuju bngt ama agan... ada jga ko jambu yanguntuk menyembuhkan penyakit (jambu yg ada bijinya) tp ya, untuk bner ato ga nya, silahkan hubungi dokter terdekat aja, spya lbih jelas... emoticon-Smilie
Quote:

like this emoticon-Matabelo
Quote:


Tanyanya gimana gan? emoticon-Bingung
bener banget gan, apalagi biji nangka
wwah ini nambah informasi dan pengetahuan lagi gan
emang sih sekarng banyak oran yang takut kalo mau makan apa2,tapi kalo ane asal ane tau tuh makanan yaudah sikat langsung
btw,nice info gan
Quote:


Biji nangka bisa dimakan Gan, dimasak juga enak, kata orang sih..
Quote:


Intinya sama kan Gan, jangan su'uzhan..
bener gan, bener banget malah emoticon-2 Jempol

emang bener sih , selama ini ane makan jambu biji alhamdulillah kaga kenapa2 udh 20tahun makan g kenapa emoticon-Ngakak
emoticon-Matabelo
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di