alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/516581d5601243f64f000001/penyalahgunaan-antibiotika-bukan-narkotika-saja-yang-disalahgunakan
Poll: Apakah anda termasuk penyalahguna Antibiotika?
Tentu saja, saya menggunakan Antibiotika seperti kacang goreng0% (0 votes)
Hampir setiap kali sakit0% (0 votes)
Hanya saat tidak bisa menemukan dokter terdekat0% (0 votes)
Antibiotika hanya sesuai petunjuk dokter100% (1 votes)
Kalo Dokter menyarankan antibiotika saya minta diganti dengan jamu saja0% (0 votes)
Penyalahgunaan Antibiotika (bukan narkotika saja yang disalahgunakan)
Kali ini yang akan di bahas adalah penyalahgunaan obat, atau drug abuse (versi saya) yang paling jarang di tangkap sama polisi, karena yang disalahgunakan adalah obat-obat yang bukan golongan narkotika, tetapi obat-obat yang di jual bebas di pasaran. Langsung saja:
also publish on my blog Blok Dokter Andre

Amoksisilin dan Ampisilin
Dua antibiotika ini termasuk antibiotika yang paling sering disalahgunakan, sebenarnya ada juga tetrasiklin, tetapi sekarang semakin jarang. Kenapa dua golongan ini saya golongkan pada drug abuse, karena memang selalu disalahgunakan. Pengalaman saya praktek (dan pasti pengalaman kebanyakan dokter juga) ketika pasien datang ke tempat praktek dan di tanya apakah sudah minum obat, dan obat apa yang di minum, kebanyakan jawabannya adalah Amosksisilin atau Ampoisilin,tidak peduli apakah dia mengalami sakit kepala, sakit perut, sakit maag, luka, demam, dll. Parahnya lagi biasanya Amoksisilin atau Ampisilin hanya diminum 1 atau 2 tablet dan berhenti.
Disini terletak beberapa kali kesalahan,


Pertama kenapa amoksisilin dan ampisislin atau antibiotika lain bisa ditemukan di warung, pasar, kios, dan beragam tempat jualan lainnya. Saya masih maklum kalau ditemukan di pasar gelap, karena di situlah memang tempat ditemukannya barang-barang yang tidak bisa di jual bebas. Harusnya obat-obatan dengan lebal lingkaran merah tepi hitam dan huruf K di dalamnya harusnya hanya di jual di apotik dan hanya boleh di beli jika ada resep dokter.

Penyalahgunaan Antibiotika (bukan narkotika saja yang disalahgunakan)

Kedua
Obat-obatan tersebut adalah golongan Antibiotika. Antibiotika (menurut wikipedia, dan saya juga setuju) adalah segolongan senyawa, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Jadi penggunaan antibiotika seharusnya hanyalah pada infeksi bakteri dan bukan pada semua jenis penyakit. Antibiotika bukanlah obat simptomatik (yang menyembuhkan gejala) tetapi adalah obat yang menyembuhkan penyebabnya yaitu bakteri. Penyakit infeksi yang disebabkan karena virus, jamur atau organisme lain selain bakteri tidak bisa sembuh dengan menggunakan antibiotika, apalagi sakit kepala yang disebabkan karena kebanyakan online. Tetapi dalam masyarakat, amoksisilin telah terlanjur menjadi obat dewa yang bisa menyembuhkan hampir segala jenis penyakit.
Kenapa Obat-obat ini harus dengan resep dokter, karena dokter yang akan menilai (melalui gambaran laboratorium, atau evidence based, pengalaman, dan pengamatan yang saksama) apakah penyakit yang di derita disebabkan oleh bakteri atau bukan, kalau disebabkan oleh bakteri apakah cocok dengan amoksisilin/ampisilin ataukah lebih baik golongan antibiotika lain (yang kemungkinan juga sebentar lagi akan disalahgunakan).
Ketiga
Penggunaan antibiotika terutama golongan ini (untuk kebanyakan jenis infeksi bakteri) seharusnya tidak boleh hanya dengan menegak 1-2 tablet saja meskipun gejala penyakitnya sudah reda atau bahkan hilang sama sekali. Penggunaan antibiotika biasanya 3 hari atau lebih, untuk memastikan bahwa bakteri penyebab telah benar-benar di hilangkan (eradikasi). Selain itu pemberian 1 atau 2 atau 3 atau 4 kali sehari memiliki nilai penting dalam pengobatan, hal ini berhubungan dengan waktu paruh obat dan dosis terapi. Apabila dosis terapinya tepat tapi dipakai hanya 1 atau 2 kali, bakteri tidak akan tereradikasi sempurna, jika penggunaannya juga tidak mencapai dosis terapi (tidak diminum teratur selama waktu yang ditentukan) juga tidak akan mengeradikasi bakteri dengan sempurna. Apa bahayanya jika terjadi demikian? bahayanya ialah akan semakin banyak bakteri yang resisten atau kebal terhadap antibiotika tersebut, karena bakteri yang masih tetap bertahan karena pengobatan yang tidak adekuat (mencukupi) akan membentuk kekebalan terhadap obat tersebut, dan saat bakteri tersebut berkembangbiak terbentuklah bakteri-bakteri yang kebal terhadap antibiotika.

Penyalahgunaan Antibiotika seperti amoksisilin dan ampisilin memberikan dampak yang luas terhadap system kesehatan, biaya kesehatan akan semakin mahal, karena untuk influenza ringan saja kita butuh antibiotika-antibiotika terbaru yang harganya lebih mahal, dan apabila pola ini tidak berubah maka kejadian tetrasiklin, yang sudah terjadi saat ini pada amoksisilin dan ampisilin akan segera berlanjut ke antibiotika-antibiotika lain yang beredar di pasar terang (bukan pasar gelap, heheheh).

Solusinya:
masalah pertama. saya tidak mampu mengubah system pasar dan penjualan obat-obat tersebut, saya kan hanya dokter kecil (yang kebetulan badannya besar) tapi gak punya power besar untuk mempengaruhi system pasar. Jadi biarlah itu menjadi tanggungjawab para pembuat kebijakan, dan mari kita doakan agar semakin banyak dokter yang peduli masuk jadi anggota DPR, dan jangan berhenti berdoa sampai disitu, tapi berdoa juga supaya pas jadi anggota DPR gak terpengaruh
masalah kedua dan ketiga. ini yang bisa kita lakukan sama-sama baik sebagai dokter dan masyarakat. kalau sakit, jangan segera beli amoksisilin atau ampisilin atau antibiotika yang lain, kalaupun terpaksa beli minumlah sesuai dosis yang dianjurkan dengan masa waktu jga yang dianjurkan (minimal 3 hari atau lebih). Saran saya lebih baik sebelum mengkonsumsi antibiotika bertanyalah dulu kepada dokter, kalau dokternya mahal, tanya saja sama saudara atau teman yang dokter. Caranya: pertama-tama puji dulu bilang dia ganteng, atau cantik, terus kalau sudah termakan pujian baru mulai cecar dengan pertanyaan seputar antibiotika, pasti di jawab sampai ke akar-akarnya. emoticon-Smilie Sebagai dokter, pastikan bahwa pengobatan yang dilakukan rasional berdasarkan laboratorium evidence, maupun evidence based medicine. Kalo masalah ini bisa saya lakukan, dan pasti akan tetap saya usahakan. Pastikan juga anda melakukan penyuluhan tentang penyalahgunaan antibiotika pada pasien, agar pasien akan semakin mengerti.


Mudah-mudahan langkah kecil kita bisa mencegah penyalahgunaan antibiotika yang terus terjadi setiap hari.

Blessing!
Nice info dok emoticon-2 Jempol ane selalu saranin temen ato keluarga yang punya persepsi salah tentang penggunaan antibiotik tapi karena background pendidikan ane jauh dari kedokteran seringnya mereka malah tidak percaya emoticon-Sorry

mau tanya dok kalo sariawan itu disebabkan oleh bakteri juga bukan?
minta saran untuk penyembuhan sariawan yang ampuh
Quote:Original Posted By and1vj17
Nice info dok emoticon-2 Jempol ane selalu saranin temen ato keluarga yang punya persepsi salah tentang penggunaan antibiotik tapi karena background pendidikan ane jauh dari kedokteran seringnya mereka malah tidak percaya emoticon-Sorry

mau tanya dok kalo sariawan itu disebabkan oleh bakteri juga bukan?
minta saran untuk penyembuhan sariawan yang ampuh


Sariawan itu sebenarnya adalah peradangan pada mukosa (selaput lendir) mulut termasuk juga lidah. Faktor pencetusnya bisa banyak. Mulai dari tergigit hingga menjadi luka, sampai yang berat2 misalnya karena melemahnya kekebalan tubuh karena HIV AIDS. Bisa juga yang ternyata kita kira sariawan saja, ternyata adalah lesi (luka awal) dari kanker mulut (biasanya kalo sariawan tidak sembuh-sembuh dalam hitungan minggu sampai bulan kita harus mewaspadai adanya penyebab yang mendasari.
Bisa juga terjadi karena penggunaan antibiotika dosis tinggi (baik untuk terapi maupun dalam penyalahgunaan antibiotika) menyebabkan flora (organisme) normal di dalam mulut berkurang sehingga memicu pertumbuhan kandida (sejenis jamur). Bisa juga karena kekurangan kolagen, atau zat besi, dan kekurangan vitamin C (scurvy, yang merupakan penyakit tersendiri, dimana salah satu gejala utamanya muncul luka2 seperti sariawan di dalam mulut)

nah, jadi sariawan itu sebenarnya penyebabnya banyak, sedangkan untuk pengobatan simtomatik (sesuai gejalanya) biasanya yang gampang digunakan itu triamcinolone acetonide pasta (nama dagang yang palin saya ingat kenalog), semacam salep yang di oleskan langsung ke sariawan, (sakitnya akan segera hilang, meskipun dapat muncul lagi setelah beberapa jam, namun, akan terasa tidak nyaman di dalam mulut untuk beberapa saat, karena obat tersebut akan mengeras di sekitar sariawan yang di gosok)
Perbanyak konsumsi buah-buahan terutama yang mengandung vitamin C
jika sariawan yang berlangsung lama dan tidak sembuh2 apalagi jumlahnya banyak sebaiknya periksakan diri ke dokter agar dapat di cari faktor penyebabnya dan bisa di terapi.
cara-cara non medis juga seperti penggunaan kopi, dll banyak di laporkan membantu, bisa di cari di google dengan kata klunci "pengobatan sariawan".
Anda bisa memilih.

mudah2an membantu.
itu terjadi juga kesalahan apotek yg terlalu mudah menjual antibiotik,coba aja agan datang ke apotek bli amoxicillin pasti dikasih deh...
Quote:Original Posted By andre99semuel


Bisa juga yang ternyata kita kira sariawan saja, ternyata adalah lesi (luka awal) dari kanker mulut (biasanya kalo sariawan tidak sembuh-sembuh dalam hitungan minggu sampai bulan kita harus mewaspadai adanya penyebab yang mendasari.
Bisa juga terjadi karena penggunaan antibiotika dosis tinggi (baik untuk terapi maupun dalam penyalahgunaan antibiotika) menyebabkan flora (organisme) normal di dalam mulut berkurang sehingga memicu pertumbuhan kandida (sejenis jamur). Bisa juga karena kekurangan kolagen, atau zat besi, dan kekurangan vitamin C (scurvy, yang merupakan penyakit tersendiri, dimana salah satu gejala utamanya muncul luka2 seperti sariawan di dalam mulut)



waduh ane jadi ngeri dok emoticon-Takut biasanya memang sebelum menjadi sariawan terasa seperti iritasi dan dalam beberapa hari baru terbentuk sariawan, dan biasanya baru sembuh dalam hitungan minggu.
Memang ane jarang makan sayur dan buah, tapi sering minum minuman pengganti sayuran (ti*co)

Makasi atas jawabannya dok, ane mesti mulai rubah pola makan
emoticon-Rate 5 Star
Quote:Original Posted By hedy20
itu terjadi juga kesalahan apotek yg terlalu mudah menjual antibiotik,coba aja agan datang ke apotek bli amoxicillin pasti dikasih deh...

betul, di tempat ane, gak usah ke apotik, ke warung juga ada...emoticon-Sorry
seneng juga ada yang bikin thread semacam ini. benernya penggunaan antibiotika yang rasional itu utamanya adalah tanggung jawab dari masing2 dokter. karena pola perilakua masyarakat sangat ditentukan oleh dokter yang bertugas di daerah tersebut.

misalnya di daerah perkotaan, para orang tua sudah mulai concern dg obat (terutama antibiotika) yang diberikan oleh dokter kepada anaknya. bahkan sudah mulai banyak yang menghindari penggunaa antibiotika. hal ini karena mereka sudah mulai paham dg efek samping antibiotik, hingga kemungkinan terjadinya resistensi di kemudian hari.
akan tetapi masyarakat di daerah luar perkotaan (kota kecil/pedesaan), umumnya perilaku mereka masih seringkali menganggap antibiotika sebagai salah satu obat dewa, sehingga muncul istilah di "bom dg antibiotik". atau semakin bangga apabila diobati dg antibiotika yang mahal dan jenis baru.

hal ini seringkali juga dipengaruhi oleh perilaku dokter yang kadang terikat kerjasama yg kurang rasional dg farmasi tertentu. bahkan di kota B, sampai muncul slogan "apapun sakitnya C... obatnya" sangkin seringnya dokter itu meresepkan obat C... kepada tiap pasien yang berobat.

repotnya lagi, karena masyarakat sudh terbiasa dg obat C..., maka apabila dia berobat ke dokter lain dan tidak mendapatkan obat C..., maka mereka menganggap obatnya tidak manjur.

jadinya ini menjadi lingkaran setan yg sangat sulit utk diputus...

jadi terpenting dari ini semua adalah nurani seorang dokter utk memberikan resep secara tepat dan rasional tidak dipengaruhi oleh berbagai kepentingan apalagi dipengaruhi oleh yang namanya UANG ....

Quote:Original Posted By jfk2000
seneng juga ada yang bikin thread semacam ini. benernya penggunaan antibiotika yang rasional itu utamanya adalah tanggung jawab dari masing2 dokter. karena pola perilakua masyarakat sangat ditentukan oleh dokter yang bertugas di daerah tersebut.

misalnya di daerah perkotaan, para orang tua sudah mulai concern dg obat (terutama antibiotika) yang diberikan oleh dokter kepada anaknya. bahkan sudah mulai banyak yang menghindari penggunaa antibiotika. hal ini karena mereka sudah mulai paham dg efek samping antibiotik, hingga kemungkinan terjadinya resistensi di kemudian hari.
akan tetapi masyarakat di daerah luar perkotaan (kota kecil/pedesaan), umumnya perilaku mereka masih seringkali menganggap antibiotika sebagai salah satu obat dewa, sehingga muncul istilah di "bom dg antibiotik". atau semakin bangga apabila diobati dg antibiotika yang mahal dan jenis baru.

hal ini seringkali juga dipengaruhi oleh perilaku dokter yang kadang terikat kerjasama yg kurang rasional dg farmasi tertentu. bahkan di kota B, sampai muncul slogan "apapun sakitnya C... obatnya" sangkin seringnya dokter itu meresepkan obat C... kepada tiap pasien yang berobat.

repotnya lagi, karena masyarakat sudh terbiasa dg obat C..., maka apabila dia berobat ke dokter lain dan tidak mendapatkan obat C..., maka mereka menganggap obatnya tidak manjur.

jadinya ini menjadi lingkaran setan yg sangat sulit utk diputus...

jadi terpenting dari ini semua adalah nurani seorang dokter utk memberikan resep secara tepat dan rasional tidak dipengaruhi oleh berbagai kepentingan apalagi dipengaruhi oleh yang namanya UANG ....

yup, dokter memang punya peranan penting untuk meminimalisasi (memutus sih gak mungkin) terjadinya lingkaran setan itu.
×