Kaskus

Entertainment

rajaendaAvatar border
TS
rajaenda
Organ Tubuh Mayat TKI dari Malaysia Dicuri
Organ Tubuh Mayat TKI dari Malaysia Dicuri

Tebingtinggi: Awalnya mengadu nasib di negeri orang, beruntung diperistri pria idamannya warga Malaysia dan telah menetap selama 7 tahun, dikaruniai 2 orang anak. Tetapi nasib berkata lain, dirinya meregang nyawa dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di kawasan Jalan Parit Masjid Pontian, Lorong Baru, Johor-Malyasia.

Wanita itu adalah Melpa Suriani Simanjuntak (27) warga Jalan Pulau Sumatera, Lingkungan II Kelurahan Tualang Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi, anak dari pasangan suami istri Alm. Robin Simanjuntak dan Rosledi Br. Sianturi harus pulang ke kampung halamannya dalam keadaan sudah tidak bernyawa dalam sebuah peti mati.

Duka menyelimuti keluarga Simanjuntak semakin dalam, baru saja mendapat khabar kematian anak ke dua mereka, karena peristiwa kecelakaan lalu lintas di negeri jiran Sabtu malam lalu (30/3), duka mereka semakin bertambah dalam ketika jenazah korban yang dibawa dari Malaysia tiba ke rumah duka Selasa (2/4) sore ternyata masih menyimpan sebuah “misteri“.

Pihak keluarga mengaku terkejut usai menerima dan membuka peti jenazah korban, seperti biasanya dalam tradisi (adat) Batak, keluarga harus “mangulos “ jenazah, namun betapa terkejut sanak keluarga Simanjuntak saat melihat kondisi jasad korban, tubuh bagian depannya penuh jahitan. Luka jahitan terlihat mulai dari bawah pusar naik ke atas hingga ke bagian belakang kepala, ungkap Marjuang Lumbangaol (42) yang mengaku opung dari korban Melpa.

Kejahatan Medis

Jerit dan tangis semakin mengharukan suasana di kediaman Simanjuntak, kondisi ini membuat keluarga korban bertanya-tanya, karena selain bekas jahitan di bagian depan tubuh jenazah, hanya ada luka memar di bagian kaki kiri korban.

Kerabat almarhum mengindikasikan ada organ tubuh bagian dalam korban ada yang “dihilangkan“ oknum-oknum tertentu di Rumah Sakit Hospital Sultan Ismail, Johor Baru-Malaysia pasca kematiannya.

Sejumlah sumber yang dimintai keterangannya mengatakan, jenazah dikirim dari Malaysia menggunakan angkutan udara, lewat jasa agensi yang beralamat di kawasan Taman Johor Jaya Malaysia yang dihunjuk Konsulat Indonesia untuk Malaysia, tepatnya Selasa (2/4) petang tiba di Kota Tebingtinggi.

Kondisi jenazah yang dianggap tidak wajar ini memaksa pihak keluarga korban memberitahukan ke Mapolres Tebingtinggi, mendapat laporan, sejumlah personil melakukan pengecekan langsung ke rumah duka, namun pihak kepolisian setempat menghadapi kendala, karena belum dapat dipastikan jenazah Melpa br Simanjuntak yang dikirim dari Malaysia dalam keadaan penuh luka jahitan merupakan tindak kejahatan medis.

Alasannya, selain pihak keluarga belum memberi ijin untuk dilakukannya outopsi ulang, keluarga dan pihak berwenang masih membutuhkan keterangan dari adik kandung dan adik ipar korban yang masih di Malaysia dan rencananya akan tiba di Tebingtinggi dalam waktu dekat.

“Kita belum bisa memastikan dugaan organ tubuh wanita ini telah hilang atau diambil sebelum melakukan outopsi ulang, kita harus mendapat persetujuan pihak keluarga dan kita juga masih harus meminta keterangan adik kandung dan adik ipar korban yang saat ini masih berada di Malaysia,“ ujar Pawas, AP Pandu H Sasmita.

Kakak korban, Reni Simanjuntak kepada MedanBagus.Com, mengatakan sesuai hasil rembuk keluarga, disepakati jenazah adiknya Melpa Suriani dikuburkan walaupun tidak dilakukan otopsi oleh dokter forensik.

"Kami sangat sedih melihat kondisi tubuh korban yang dibelah dan tidak masuk akal sampai ada bekas jahitan melingkar di leher terus memanjang membelah dada, perut dan berujung di atas bagian kelamin," sebutnya.

"Kenapa bagian tubuhnya dibelah, ada apa," ujarnya Reni penuh kecurigaan.

Sementara lanjutnya, dalam dokumen mayat dari rumah sakit Ismail Johor Bahru, disebutkan penyebab kematian korban adalah chest trauma to road trafifc fatality. Artinya, korban meninggal dunia akibat benturan tabrakan.

Semula, pihak keluarga berencana melakukan otopsi melalui dokter forensik. Namun urung dilakukan megingat kondisi ekonomi keluarga korban juga karena proses otopsi akan memakan waktu yang lama.

Selain menghadirkan dokter forensik, pihak keluarga juga harus meminta izin untuk menghadirkan konsulat Malaysia agar dapat menyaksikannya tahapan otopsi.

"Yah keluarga pasrah saja menerima kondisi jenazah Melpa Suriani Simanjuntak yang dihiasi jahitan memanjang membelah dada dan perutnya. Jika suaminya berkeinginan untuk diotopsi nanti, terpaksa kuburannya digali lagi nanti. Kami keluarga di Kota Tebingtinggi masih menunggu kabar dari suaminya," ungkap Reni.

Sumber : batakspot.com

emoticon-Blue Guy Bata (L)emoticon-Nohopemarahemoticon-Marah
0
1.9K
7
Thread Digembok
Urutan
Terbaru
Terlama
Thread Digembok
Komunitas Pilihan