Bila Kerabat Tak Mau Pindah Setelah 10 Tahun Menumpang
TS
hukumonline.com
Bila Kerabat Tak Mau Pindah Setelah 10 Tahun Menumpang
Slmt siang agan&aganwati..
Niat baik ternyata tak selalu menuai hasil yang baik pula. Paling enggak ini yg dirasain oleh seseorang yg ngajuin pertanyaan ke hukumonline.com. Awalnya yg bersangkutan berniat membantu dgn mengizinkan kerabatnya menempati rumahnya. Namun setelah 10 tahun, si kerabat tak mau pindah. Apa langkah hukum yang bisa ditempuh? Berikut jawaban dari hukumonline.com yang barangkali berguna bagi agan/aganwati yang ingin meminjamkan rumahnya untuk ditempati oleh kerabat agan/aganwati.
Cekidot gan
Quote:
Salam, saya mempunyai rumah bersertifikat atas nama saya. Sepuluh tahun yang lalu ada kerabat, saya suruh menempati rumah tersebut tanpa sewa (gratis) karena tidak punya tempat tinggal. Setahun yang lalu saya bermaksud menempati rumah tersebut, tapi kerabat saya tersebut tidak mau meninggalkan rumah saya walaupun sudah saya somasi berulang kali. Mohon saran, pelanggaran apa yang dapat dikenakan kpda kerabat saya? Undang-undang apa yang dilanggar? Terima kasih.
Jawaban:
Pertama, kami jelaskan dulu bahwa tindakan Anda menyuruh kerabat Anda menempati rumah Anda tanpa sewa (gratis) diatur dalam Pasal 14 s.d. Pasal 16 Peraturan Pemerintah No. 44 Tahun 1994 tentang Penghunian Rumah Bukan Oleh Pemilik (“PP No. 44/1994”), yang disebut dengan penghunian rumah dengan cara bukan sewa menyewa.
Dalam artikel yang berjudul Masalah Penghunian Rumah dengan Cara Bukan Sewa Menyewa, penghunian rumah dengan cara bukan sewa menyewa didasarkan kepada suatu persetujuan antara pemilik dengan penghuni. Persetujuan tersebut dapat dibuat dalam bentuk tertulis maupun lisan (walaupun dianjurkan dalam bentuk tertulis untuk menghindari sengketa dan memudahkan pembuktian). Dalam persetujuan tersebut (baik secara tertulis maupun lisan) harus diperjanjikan jangka waktu penghunian.
Dalam kasus Anda ini, Anda tidak menjelaskan lebih lanjut apakah Anda membuat perjanjian tertulis atau tidak. Pada dasarnya, penghunian rumah dengan cara bukan sewa menyewa ini berakhir sesuai kesepakatan, baik yang tertulis dalam perjanjian atau tidak tertulis (Pasal 16 PP No. 44/1994).
Bila sebelumnya Anda tidak memperjanjikan mengenai kapan waktu berakhirnya jangka waktu penghunian, maka berdasarkan Pasal 1238 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPer”), Anda harus memberikan somasi kepada penghuni untuk mengosongkan rumah tersebut.
Berdasarkan cerita Anda, Anda telah memberikan somasi kepada kerabat Anda. Maka jika kerabat Anda tetap tidak mau meninggalkan rumah Anda, Anda bisa melakukan gugatan perdata atas dasar wanprestasi (Pasal 1243 KUHPer).
Pada praktiknya, perkara serupa juga pernah diputuskan oleh Mahkamah Agung dalam Putusan No. 53 PK/Pdt/2008. Di dalam perkara ini Para Penggugat (istri dan anak yang merupakan para ahli waris dari Totosarjono, pemilik rumah dan pekarangan) menggugat beberapa orang yang menghuni rumah dan pekarangannya dengan cara tanpa sewa menyewa (“Para Tergugat”) untuk keluar dari rumah dan pekarangannya karena akan digunakan oleh Para Penggugat. Antara Totosarjono dan Para Tergugat pada awalnya telah ada perjanjian secara lisan bahwa Para Tergugat akan dengan sukarela meninggalkan dan mengosongkan rumah dan pekarangan tersebut tanpa syarat dan tanpa beban apapun juga jika “sewaktu-waktu Para Penggugat membutuhkan untuk dipergunakan ataupun ditempati sendiri”.
Akan tetapi, pada saat Para Penggugat membutuhkan rumah dan pekarangan tersebut untuk digunakan sendiri, Para Tergugat tidak juga meninggalkan dan mengosongkan rumah dan pekarangan tersebut. Mengenai perkara ini, pengadilan memutuskan bahwa masa penghunian para Tergugat atas tanah pekarangan dan rumah tersebut telah berakhir menurut hukum dan tanpa syarat apapun juga.
Selain itu, secara pidana, kerabat Anda juga bisa dituntut atas dasar penggelapan yang didasarkan pada Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengenai penggelapan. Lebih lanjut, mengenai gugatan perdata dan tuntutan pidana dalam permasalahan sewa menyewa rumah ini, Anda dapat membaca artikel Penyelesaian Kasus Sewa Menyewa Rumah.
Demikian gan, semoga informasi di atas bisa menambah pengetahuan agan-aganwati sekalian.
Spoiler for Disclaimer:
Seluruh informasi yang disediakan oleh tim hukumonline.com dan diposting di Forum Melek Hukum pada website KASKUS adalah bersifat umum dan disediakan untuk tujuan pengetahuan saja dan tidak dianggap sebagai suatu nasihat hukum. Pada dasarnya tim hukumonline.com tidak menyediakan informasi yang bersifat rahasia, sehingga hubungan klien-advokat tidak terjadi. Untuk suatu nasihat hukum yang dapat diterapkan pada kasus yang sedang Anda hadapi, Anda dapat menghubungi seorang advokat yang berpotensi.