LOS ANGELES, KOMPAS.com-- Dua perusahaan film porno besar Amerika Serikat mengajukan gugatan untuk membatalkan undang-undang kondom di Los Angeles. Dalam undang-undang yang disetujui pada November silam tersebut mewajibkan aktor film porno menggunakan kondom.
Kebijakan ini didukung oleh organisasi pemerhati AIDS, Aids Healthcare Foundation (AHF), yang menyebut undang-undang itu akan menjaga aktor porno terinfeksi virus HIV. Vivid Entertainment dan Califa Productions mengatakan kebijakan itu melanggar jaminan kebebasan menyatakan pendapat sebagaimana diatur dalam Amendemen Pertama Konstitusi AS.
"Membatalkan undang-undang ini adalah sesuatu yang sangat menggairahkan buat saya,'' kata Steven Hirsch, pendiri Vivid Entertainment, kepada kantor berita AFP. "Saya meyakini sistem tes (HIV) yang ada saat ini bekerja dengan baik,'' tambahnya. Aktor porno Kayden Kross dan Logan Pierce turut ikut dalam gugatan ini.
Kekhawatiran HIV
Undang-undang penggunaan kondom resmi ditandatangani oleh Walikota Los Angeles Antonio Villaraigosa pada Januari 2012 silam. Dan sejak saat itu perusahaan film porno mengancam untuk keluar dari California, tetapi menghadapi kesulitan hukum. Produksi film porno di LA terhenti pada masa lalu karena kekhawatiran HIV.
Para pengkritik penggunaan kondom mengatakan aktor menjalani tes secara rutin, dan kewajiban mengenakan kondom akan menggangu bisnis dan mendorong studio melakukan produksi secara diam-diam. "Kami menemukan bahwa banyak penonton di rumah yang tidak mau melihat ada kondom dalam film porno,'' kata Keiran Lee, seorang bintang porno asal Inggris di Los Angeles, kepada BBC.
Spoiler for Pembuat Film Porno AS Gugat Otoritas LA Atas Aturan Penggunaan Kondom:
Los Angeles - Perusahaan pembuat film porno Amerika Serikat (AS) mengajukan gugatan terhadap pemerintah distrik Los Angeles. Gugatan ini terkait peraturan yang mengharuskan bintang film porno memakai kondom saat shooting. Gugatan diajukan oleh sejumlah perusahaan pembuat film porno terkenal, seperti Vivid Entertainment, Calfa Productions, beserta 2 orang bintang film porno setempat, yakni Kayden Kross dan Logan Pierce. Gugatan diajukan langsung ke pengadilan federal AS.
Para pembuat film porno ini menilai, peraturan yang diterapkan pemerintah Los Angeles mulai November 2012 lalu itu, bertentangan dengan konstitusi AS. Para penggugat mengklaim industri film porno telah memiliki peraturan tersendiri untuk melindungi para aktor dan aktrisnya dari HIV AIDS dan penyakit seksual lainnya. Selain itu, mereka juga menyebut peraturan yang dsiebut Measure B ini melanggar Amandemen Pertama tentang kebebasan berekspresi. "Pencabutan aturan ini merupakan hal yang paling saya inginkan," ujar pendiri Vivid Entertainment yang bermarkas di LA, Steven Hirsch, seperti dilansir AFP, Sabtu (12/1/2013). "Saya meyakini, sistem pemeriksaan yang diterapkan industri ini saat ini bisa berjalan baik," imbuhnya.
Hirsch mengklaim, sejak tahun 2004 pihaknya telah merekam lebih dari 300 ribu film porno tanpa adanya insiden penularan virus HIV/AIDS oleh para aktornya. Menurutnya, aturan yang diterapkan pemerintah LA ini akan tumpang tindih dengan ketentuan yang telah dilakukan pelaku industri ini sejak lama. "Measure B memiliki konsekuensi buruk yang luas, yang dapat merusak upaya yang selama ini dilakukan pelaku industri ini dalam menjaga kesehatan para aktor dan aktris kami," jelas Hirsch. Jika aturan ini tetap diberlakukan, Hircsh khawatir para pembuat film akan 'hijrah' secara paksa ke luar negeri yang jelas-jelas tanpa perlindungan yang layak.
Selama ini, industri film porno di AS berpusat di Los Angeles, California, atau tepatnya di kawasan San Fernando Valley. Industri ini berkembang cukup pesat. Bahkan, LA Inc yang berwenang mengeluarkan izin syuting film di wilayah LA, menyatakan sekitar 5 persen dari total 45.500 izin yang dikeluarkan per hari, ternyata untuk pembuatan film porno. Dalam voting yang digelar November 2012 lalu, otoritas LA pun menyepakati bahwa aturan penggunaan kondom ini harus diberlakukan. Dengan adanya aturan ini, setiap produser harus mendapat izin dari pemerintah setempat jika ingin melakukan shooting di wilayah LA. Biaya yang didapat dari permohonan izin tersebut kemudian akan digunakan Departemen Kesehatan Publik LA untuk mendanai inspeksi di lokasi-lokasi shooting guna memastikan apakah para aktor mematuhi ketentuan yang berlaku, yakni memakai kondom saat shooting. Mereka yang melanggar akan dihukum denda atau bahkan dijerat pidana.