alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50cd35148327cf967800000e/ternyata-khitan---sunat-byk-bgt-manfaatnya-gan
ternyata khitan / sunat byk bgt manfaatnya gan
ternyata khitan / sunat byk bgt manfaatnya gan

Khitan atau operasi pengangkatan kulit penis merupakan prosedur medis yang biasa dilakukan pada anak-anak atau remaja muslim. Namun dalam dunia medis, prosedur ini masih dianggap kontroversial meski ban
yak yang sudah membuktikan manfaat kesehatannya.

Salah satu organisasi dokter anak terkemuka di dunia yaitu American Academy of Pediatrics pun menyatakan bahwa manfaat khitan itu jauh lebih besar daripada risikonya. AAP pun meluncurkan pedoman baru terkait prosedur ini untuk mendukung dan mempromosikan manfaat kesehatan dari khitan.

"Topik tentang prosedur ini mungkin menyentuh isu-isu sensitif seperti budaya, agama, etnis, tradisi keluarga hingga estetika namun kami tak mendukung isu tertentu dalam merekomendasikan prosedur ini," kata Dr. Andrew Freedman, anggota AAP.

Di antara kelompok yang banyak mengeluarkan pernyataan menentang khitanan pada saat ini adalah kelompok NOCIRC (National Organization of Circumcision Information Resource Centers), NOHARMM (National Organization to halt the Abuse and Routine Mutilation of Males), Norm (National Organization of Restoring Males), recap (Re-cover A Penis) dan Buff (Brothers Britania for Future Foreskins)

Banyak pakar anak mendukung dan memandang baik praktek khitan di kalangan anak-anak lelaki, di antaranya Dr. Edgar J. Schoen. Beliau pernah ditunjuk menjadi Ketua Komite Bertindak Berhubung Khitan di Amerika (Task Force on Circumcision of the American Academy of Paediatrics) pada tahun 1993 dan sekarang merupakan profesor Kedokteran Anak di Universitas California di San Francisco. Beliau juga pernah menjadi Kepala Bagian Kedokteran Anak di Kaiser Permanente, Oakland selama 24 tahun. WebMD Medical News tertanggal 6 Maret 2000 melaporkan tentang penelitian yang telah ia lakukan bersama-sama dengan rekan-rekannya dan mereka menemukan dari "89 kasus kanker penis, 87 diantaranya adalah dari kalangan pria yang tidak berkhitan". Justru, mereka merumuskan, khitanan mencegah pria dari mengidap kanker penis dan penemuan ini telah dimuat dalam majalah Pediatrics. (Neil Osterweil, Experts Disagree on Whether Procedure Should Be Routine, WebMD Medical News, Lycos Kesehatan, March 6 2000)

Dalam satu keputusan dari penelitian yang dilakukan di Afrika Selatan membuktikan berkhitan mengurangi tingkat infeksi HIV di kalangan pria hektroseksual sebesar 60%. Studi yang dilansir dalam Public Library of Science Medicine, menemukan hasil tersebut dalam penelitian yang melibatkan 3,280 pria. Di samping itu, ada banyak penelitian yang telah dilakukan yang menunjukkan khitan mencegah dari berbagai jenis penyakit. Risiko seseorang wanita mengidap kanker leher rahim (cervix) adalah tinggi jika pasangannya tidak berkhitan.

Satu penelitian yang dilakukan di Lembah Kashmir pada tahun 1993 menunjukkan, praktek berkhitan di tempat ini menyebabkan persen kanker leher rahim menjadi
rendah jika dibandingkan dengan wilayah lain di India. Menurut Dr. Edgar J. Shoen, seorang pakar anak yang terkenal, luka yang sering terjadi di kulup ketika melakukan persetubuhan yang
dilakukan pria yang tidak berkhatan terinfeksi kuman penyakit infeksi seksual, terutama siplis, kankroid dan Herpes Genitalis. (Dr. Edgar J. Shoen, Circumcision A Lifetime of Medical Benefits, Medicirc, 2000)Dr. Gerald Weiss, seorang dokter bedah, menegaskan tanpa khitanan, bagian di bawah kulit yang menutupi kepala penis akan menjadi tempat tinggal berbagai jenis kuman dan ini meningkatkan risiko mendapatkan infeksi.

Terkadang kondisi ini akan mengeluarkan bau busuk yang tidak menyenangkan. Pada tahun 1982 dilaporkan, 95% kasus radang saluran kencing yang menginfeksi bayi berumur 5 hari 8 bulan terjadi pada mereka yang tidak berkhitan. Penyakit ini bisa menyebabkan demam, sakit ketika kencing serta muntah dan di antara komplikasi yang bisa menimpa adalah kerusakan ginjal.

Penelitian Dr. Tom Wiswell dari Amerika memperkuat temuan ini. Efek yang sama juga bisa terjadi pada pria dewasa yang tidak berkhitan dan penemuan ini telah dilaporkan di dalam Journal of American Medical Association (JAMA) pada tahun 1992.

Khitanan wanita telah menjadi satu isu internasional yang hangat diperdebatkan pada saat ini. Banyak dari kalangan di Barat yang menentangnya dan menganggapnya sebagai pencacatan anggota kelamin setelah terjadi beberapa peristiwa kematian dan cedera pada anak perempuan yang dikhitan. Namun, sebelum ini, masih banyak tokoh-tokoh medis di Amerika yang mendukung praktek khitanan wanita, sebagai contoh, Dr. W.G. Rathmann (MD) dari Hospital Centinella di Inglewood, California. Ia pernah menulis tentang
kebaikan khitanan wanita pada tahun 1959 dan tulisan beliau telah dimuat dalam majalah GP, terbitan September, 1959. (WG Rathmann, MD, Male Circumcision: Indications dan New Technique, GP, vol. XX, no. 3, pp 115-120, September, 1959)
gan gan emoticon-Cool
Spoiler for ...: