alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50b8ade1e374b4da01000015/konsultasi-kesehatan-jiwa-ask-your-psychiatrist-here
Konsultasi Kesehatan Jiwa, Ask your psychiatrist here
Dear kaskuser,

Saya adalah seorang psikiater (Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa). Di sini saya memberikan konsultasi kesehatan jiwa gratis bagi kaskuser mengenai kondisi-kondisi psikiatrik tertentu, semisal: skizofrenia, depresi, gangguan bipolar, gangguan cemas, gangguan panik, gangguan psikosomatik, gangguan penyalagunaan zat adiktif (opiat, bezodiazepin, halusinogen, dll), gangguan psikiatrik terkait kondisi medis umum (misal: depresi pada stroke, depresi pada penderita diabetes melitus, psikotik pada epilepsi, delirium, dll), gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas pada anak, autisme, dan gangguan psikiatrik lainnya.

Dalam satu hari, saya hanya akan membantu menjawab maksimum 3 buah pertanyaan konsultasi yang lebih dahulu masuk, mengingat keterbatasan waktu yang saya miliki. Pertanyaan boleh seputar konsultasi kondisi psikiatrik yang dialami sendiri, dialami keluarga, atau sekedar ingin menanyakan informasi mengenai suatu gangguan psikiatrik tertentu.

Thread ini khusus ditujukan untuk konsultasi saja, mohon tidak memposting informasi lainnya di thread ini dan mohon tidak untuk dijadikan ajang untuk junk post.

Thanks

dr.Fr.Irma,Sp.KJ
ajib yah gan
salut ane gan

Masalah Obsesive Compulsive Disorder (OCD)

Salam Dokter,
Nama saya Dedy dari Bandung usia 37 th menikah 2 anak
Sifat saya cenderung perfeksionis,
Dari kecil saya sudah mempunyai sifat mengulang periksa air dan pintu beberapa kali) sebenarnya pada waktu kecil saya tidak mengerti istilah "ocd"dan hal ini tidak menjadi masalah bagi saya. Pada th 1999 tidak berapa lama setelah saya berumah tangga mungkin ada masalah sehingga ocd ini begitu mengganggu saya dan saya berobat kebeberapa psikiater dan setelah menemukan psikiater yang cocok pada waktu itu saya didiagosa mengalami gangguan obsesive compulsive disorder berobat selama +- 10 tahun obat yang menetap agak lama diberikan terakhir adalah (kalxetin) obat utama dan (serenace) mungkin semacam penenang dengan dosis yang semakin lama semakin menurun. Pada waktu itu dokter menjelaskan bahwa ocd ini tidak bisa dihilangkan hanya ocd ini dapat dibiarkan tanpa mengganggu aktivitas (tujuan pengobatan) dan mengatakan bahwa obat bukanlah hal utama tetapi hanya membantu dan diri sendirilah yang berperan penting. hal yang paling penting adalah pengalihan atau menjadikan diri sibuk ketika pikiran ocd ini datang. setelah merasa bahwa ocd ini tidak begitu mengganggu saya berhenti berobat sudah 2 tahunan. yang ingin saya tanyakan:
1. Akhir-akhir ini sebelah kaki saya suka berkedut apakah ini berasal dari ocd atau gangguan saraf biasa semisal kurang vitamin b.
2. Akhir-akhir ini saya kurang bisa fokus atau konsentrasi apakah ini disebabkan oleh ocd
dan memohon saran dari Dokter terima kasih atas perhatiannya
Selamat malam Pak Dedy, terima kasih atas pertanyaan bapak dan akan saya coba jawab Pak. Namun sebelumnya, mengingat OCD terdiri atas dua komponen, pikiran obsesif dan perilaku kompulsi, yang mana yang bapak rasa paling banyak bapak alami, meskipun yang sering adalah mengalami ke-2nya dialami sekaligus. Saya rasa karena sudah cukup lama bapak mengalami OCD, tentunya sudah banyak hal yang bapak ketahui mengenai OCD. Saya hanya mengulang sedikit di sini sekaligus untuk edukasi pada kaskuser awam yang kebetulan mampir pula ke thread ini.

OCD, baik pikiran obsesif (pikiran berulang-ulang mengenai satu topik yang sama secara terus-menerus, merupakan pikiran milik sendiri, sangat sulit dilawan dan dihentikan, bukan pikiran kecemasan problema hidup sehari-hari) maupun perilaku kompulsi (perbuatan mengulang-ngulang hal yang sama secara terus-menerus, biasanya dilakukan untuk menurunkan kecemasan yang timbul akibat pikiran obsesif). Kecemasan yang ditimbulkan bisa sangat besar hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, misalnya pekerjaan dan sekolah ataupun mengganggu fungsi sosial, misalnya komunikasi dengan orang lain.

Betul pak bahwa OCD adalah jenis gangguan yang sifatnya kronis dan berlangsung dalam jangka waktu panjang. Sangat jarang terjadi di mana gejala-gejala OCD menghilang sepenuhnya. Yang bisa dilakukan biasanya adalah bagaimana beradaptasi dengan gejala dan menurunkan kecemasan yang ditimbulkannya. Terapi yang diberikan adalah obat yang dikombinasi dengan psikoterapi. Obat digunakan untuk mengendalikan kecemasan dan perilaku kompulsi sementara psikoterapi yang dilakukan biasanya berjenis CBT dengan tujuan beradaptasi dengan gejala OCD yang dialami. Saya rasa psikiater bapak sudah memberikan terapi yang sangat tepat dalam hal ini.

Jadi mari kembali pada pertanyaan bapak.
1. Akhir-akhir ini sebelah kaki saya suka berkedut apakah ini berasal dari ocd atau gangguan saraf biasa semisal kurang vitamin b.

Untuk menjawab pertanyaan ini, berkedut seperti apa yang bapak alami? Bila yang dimaksud adalah otot yang berkedut maka bisa dipastikan Pak bahwa hal ini tidak berkaitan dengan OCD namun dapat disebabkan oleh berbagai faktor fisik. Namun lain halnya bila yang dimaksud adalah keinginan untuk menggerakan sebelah kaki secara terus-menerus yang bisa jadi ditimbulkan oleh OCD.

2. Akhir-akhir ini saya kurang bisa fokus atau konsentrasi apakah ini disebabkan oleh ocd dan memohon saran dari Dokter terima kasih atas perhatiannya

Sama seperti jawaban pertanyaan di atas maka kurang fokus dan konsentrasi dapat merupakan bagian dari OCD bila mana disebabkan oleh suatu pikiran obsesif ataupun suatu perilaku kompulsi namun bila tidak maka kemungkinan besar bukan.

Hal yang perlu diperhatikan seperti apakah kurang fokus dan konsentrasi yang bapak alami, apakah lebih ke arah memang sudah usaha untuk fokus namun tidak berhasil ataukah karena mungkin banyak pikiran lain yang dipikirkan sehingga tidak memperhatikan sekitar dan munculnya terlihat seperti kurang fokus atau konsentrasi. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan kapan kondisi ini muncul, apakah sepanjang waktu atau hanya di waktu-waktu tertentu saja? Kurang fokus atau konsentrasi dapat disebabkan selain oleh gangguan psikiatri semacam cemas dan depresi, juga dapat disebabkan oleh berbagai penyakit fisik.

Saran saya Pak, bila mana kondisi kurang fokus dan konsentrasi tersebut sampai mengganggu aktivitas bapak sehari-hari dalam bekerja ataupun berelasi dengan orang lain maka ada baiknya Bapak kembali mengunjungi psikiater Bapak sehingga dapat dilakukan pemeriksaan kembali secara menyeluruh.

Semoga jawaban saya membantu.
bermanfaat banget gan trit ente

OCD

Quote:Original Posted By psikiaterku
Selamat malam Pak Dedy, terima kasih atas pertanyaan bapak dan akan saya coba jawab Pak. Namun sebelumnya, mengingat OCD terdiri atas dua komponen, pikiran obsesif dan perilaku kompulsi, yang mana yang bapak rasa paling banyak bapak alami, meskipun yang sering adalah mengalami ke-2nya dialami sekaligus. Saya rasa karena sudah cukup lama bapak mengalami OCD, tentunya sudah banyak hal yang bapak ketahui mengenai OCD. Saya hanya mengulang sedikit di sini sekaligus untuk edukasi pada kaskuser awam yang kebetulan mampir pula ke thread ini.

OCD, baik pikiran obsesif (pikiran berulang-ulang mengenai satu topik yang sama secara terus-menerus, merupakan pikiran milik sendiri, sangat sulit dilawan dan dihentikan, bukan pikiran kecemasan problema hidup sehari-hari) maupun perilaku kompulsi (perbuatan mengulang-ngulang hal yang sama secara terus-menerus, biasanya dilakukan untuk menurunkan kecemasan yang timbul akibat pikiran obsesif). Kecemasan yang ditimbulkan bisa sangat besar hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, misalnya pekerjaan dan sekolah ataupun mengganggu fungsi sosial, misalnya komunikasi dengan orang lain.

Betul pak bahwa OCD adalah jenis gangguan yang sifatnya kronis dan berlangsung dalam jangka waktu panjang. Sangat jarang terjadi di mana gejala-gejala OCD menghilang sepenuhnya. Yang bisa dilakukan biasanya adalah bagaimana beradaptasi dengan gejala dan menurunkan kecemasan yang ditimbulkannya. Terapi yang diberikan adalah obat yang dikombinasi dengan psikoterapi. Obat digunakan untuk mengendalikan kecemasan dan perilaku kompulsi sementara psikoterapi yang dilakukan biasanya berjenis CBT dengan tujuan beradaptasi dengan gejala OCD yang dialami. Saya rasa psikiater bapak sudah memberikan terapi yang sangat tepat dalam hal ini.

Jadi mari kembali pada pertanyaan bapak.
1. Akhir-akhir ini sebelah kaki saya suka berkedut apakah ini berasal dari ocd atau gangguan saraf biasa semisal kurang vitamin b.

Untuk menjawab pertanyaan ini, berkedut seperti apa yang bapak alami? Bila yang dimaksud adalah otot yang berkedut maka bisa dipastikan Pak bahwa hal ini tidak berkaitan dengan OCD namun dapat disebabkan oleh berbagai faktor fisik. Namun lain halnya bila yang dimaksud adalah keinginan untuk menggerakan sebelah kaki secara terus-menerus yang bisa jadi ditimbulkan oleh OCD.

2. Akhir-akhir ini saya kurang bisa fokus atau konsentrasi apakah ini disebabkan oleh ocd dan memohon saran dari Dokter terima kasih atas perhatiannya

Sama seperti jawaban pertanyaan di atas maka kurang fokus dan konsentrasi dapat merupakan bagian dari OCD bila mana disebabkan oleh suatu pikiran obsesif ataupun suatu perilaku kompulsi namun bila tidak maka kemungkinan besar bukan.

Hal yang perlu diperhatikan seperti apakah kurang fokus dan konsentrasi yang bapak alami, apakah lebih ke arah memang sudah usaha untuk fokus namun tidak berhasil ataukah karena mungkin banyak pikiran lain yang dipikirkan sehingga tidak memperhatikan sekitar dan munculnya terlihat seperti kurang fokus atau konsentrasi. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan kapan kondisi ini muncul, apakah sepanjang waktu atau hanya di waktu-waktu tertentu saja? Kurang fokus atau konsentrasi dapat disebabkan selain oleh gangguan psikiatri semacam cemas dan depresi, juga dapat disebabkan oleh berbagai penyakit fisik.

Saran saya Pak, bila mana kondisi kurang fokus dan konsentrasi tersebut sampai mengganggu aktivitas bapak sehari-hari dalam bekerja ataupun berelasi dengan orang lain maka ada baiknya Bapak kembali mengunjungi psikiater Bapak sehingga dapat dilakukan pemeriksaan kembali secara menyeluruh.

Semoga jawaban saya membantu.


Selamat malam Dokter, Terima kasih atas penjelasannya
Berarti yang point 1 yang saya rasakan lebih karena otot karena tidak ada keinginan untuk menggerakan kaki saya
yang point 2 berdasarkan pilihan dari dokter yang paling saya rasakan: "banyak pikiran lain yang dipikirkan sehingga tidak memperhatikan sekitar dan munculnya terlihat seperti kurang fokus atau konsentrasi" dan ini sering terjadi
juga,....(kalau hal ini bagusnya harus gimana Dok)
saya ini tipe orangnya banyak kuatir juga
oke sekali lagi saya berterima kasih atas perhatiannya.
bermanfaat banget gan trit ente
Quote:Original Posted By dedy75


Selamat malam Dokter, Terima kasih atas penjelasannya
Berarti yang point 1 yang saya rasakan lebih karena otot karena tidak ada keinginan untuk menggerakan kaki saya
yang point 2 berdasarkan pilihan dari dokter yang paling saya rasakan: "banyak pikiran lain yang dipikirkan sehingga tidak memperhatikan sekitar dan munculnya terlihat seperti kurang fokus atau konsentrasi" dan ini sering terjadi
juga,....(kalau hal ini bagusnya harus gimana Dok)
saya ini tipe orangnya banyak kuatir juga
oke sekali lagi saya berterima kasih atas perhatiannya.


Untuk poin 1 berarti memang tidak berkaitan denganOCD Bapak sementara untuk nomor 2, biasanya sy meminta pasien saya dalam psikoterapi untuk mengenali pikiran yang dipikirkan. Terkadang pikiran itu "seperti sambil lewat" Pak tapi dampaknya bisa jadi seperti bola salju makin lama makin besar kalau tidak dikontrol.

Kalau pikiran yang banyak ini merupakan pikiran obsesif maka yang bisa dicoba adalah ketika pikiran mulai muncul, sadari pikiran tersebut muncul, dan kemudian berlatih untuk mengatakan STOP pada pikiran tersebut dan mengalihkannya pada hal lain.

Bila pikiran yang banyak bukan merupakan pikiran obsesif, maka tetap penting mengenali pikiran , segera alihkan pikiran pada hal lain (bukan memikirkan problema lain). Paling mudah adalah dengan tekhnik mindfulness dengan memperhatikan detil lingkungan sekitar. Namun saran saya, lebih baik kembali pada psikiater bapak Pak Dedy. Mintalah psikoterapi pada beliau.

Semoga membantu.



Quote:Original Posted By psikiaterku


Untuk poin 1 berarti memang tidak berkaitan denganOCD Bapak sementara untuk nomor 2, biasanya sy meminta pasien saya dalam psikoterapi untuk mengenali pikiran yang dipikirkan. Terkadang pikiran itu "seperti sambil lewat" Pak tapi dampaknya bisa jadi seperti bola salju makin lama makin besar kalau tidak dikontrol.

Kalau pikiran yang banyak ini merupakan pikiran obsesif maka yang bisa dicoba adalah ketika pikiran mulai muncul, sadari pikiran tersebut muncul, dan kemudian berlatih untuk mengatakan STOP pada pikiran tersebut dan mengalihkannya pada hal lain.

Bila pikiran yang banyak bukan merupakan pikiran obsesif, maka tetap penting mengenali pikiran , segera alihkan pikiran pada hal lain (bukan memikirkan problema lain). Paling mudah adalah dengan tekhnik mindfulness dengan memperhatikan detil lingkungan sekitar. Namun saran saya, lebih baik kembali pada psikiater bapak Pak Dedy. Mintalah psikoterapi pada beliau.

Semoga membantu.





Selamat malam Dokter,
Terima kasih atas penjelasannya

penyakit ssah konsentrasi dan pikirn sering hank

trit yg sangat berguna
emoticon-Sundul Gan (S)

Depresi susah cari kerja, salah jurusan kuliah

Saya mau konsultasi dokter irma
saya baru lulus S1 sampe sekarang sulit cari pekerjaan..sudah setahun sejak saya lulus..memang saya merasa dulu saya salah jurusan tetapi karena tidak boleh pindah jurusan sama ortu saya tetap kuliah walau saya gak terlalu berbakat di jurusan ini..slama kuliah saya merasa gak dpet apa2..lulus pun skill prakteknya pas-pasan...untuk bisa lulus bikin skripsi saja saya sempet stress karena saking susahnya...smpe saat ini saya memang selalu mencari pekerjaan yang beda dari jurusan saya waktu kuliah karena saya takut kalo saya melamar pekerjaan sesuai jurusan skill saya nggak mumpuni, dan gak mau stress lagi (pekerjaan yg sesuai jurusan saya memang kebanyakan memiliki tgkat stress & tekanan yg tinggi)
Semakin hari saya semakin takut,,,cemas,,khawatir,,depresi...karena panggilan tak kunjung datang sedangkan sanak saudara,tetangga terus2an bertanya apa sudah kerja apa belum....bahkan orgtua smpe kecewa udah nguliahin saya...
kadang saya seperti orang gila...saya merasa nggak berguna..useless.......saya takut kalo berlarut-larut saya bisa bener2 kehilangan akal...emoticon-Sorry
mohon sarannya ya dok...
permisi dokter,
saya sering ada rasa emosi
ada beberapa penyebabnya, jadi saya tahan2
gimana cara menanggulangi nya?

terima kasih dokter.
salam sejahtera.