alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/50a5e9d50176083878000008/ini-draf-struktur-kurikulum-baru-sd
Ini Draf Struktur Kurikulum Baru SD
Ini Draf Struktur Kurikulum Baru SD
[quote=]JAKARTA, KOMPAS.com — Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 di sektor pendidikan, penataan kurikulum pendidikan menjadi salah satu target yang harus diselesaikan. Rencananya pada Juni 2013 nanti, sekolah yang ada di Indonesia sudah mulai menggunakan kurikulum baru yang kini masih dibahas. Draf perubahan kurikulum sudah dipaparkan di depan Wakil Presiden Boediono, Selasa (13/11/2012).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan bahwa perubahan kurikulum ini merata untuk setiap jenjang, baik dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah menengah kejuruan (SMK).

"Ini dilakukan di tiap jenjang sekolah. Tujuannya tentu untuk menjawab tantangan zaman yang terus berubah agar anak-anak ini mampu bersaing di masa depan nanti," kata Nuh saat jumpa pers di Kantor Kemdikbud, Selasa (13/11/2012).

Untuk jenjang SD, anak-anak tidak lagi mempelajari masing-masing mata pelajaran secara terpisah pada kurikulum baru ini. Pembelajaran berbasis tematik integratif yang diterapkan pada tingkatan pendidikan dasar ini menyuguhkan proses belajar berdasarkan tema untuk kemudian dikombinasikan dengan mata pelajaran yang ada.

6 mata pelajaran berbasis tematik

Seperti diketahui, mata pelajaran untuk anak SD yang semula berjumlah 10 mata pelajaran dipadatkan menjadi enam mata pelajaran, yaitu Agama, PPKn, Matematika, Bahasa Indonesia, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, serta Seni Budaya dalam kurikulum baru ini. Sementara empat mata pelajaran yang dulu berdiri sendiri, yaitu IPA, IPS, muatan lokal, dan pengembangan diri, diintegrasikan dengan enam mata pelajaran lainnya.

"Memang sewajarnya seperti itu. IPA dan IPS dijadikan penggerak dan masuk dalam materi bahasan semua mata pelajaran. Begitu pula dengan mulok dan pengembangan diri itu kaitannya nanti dengan seni budaya," ujar Nuh.

Dengan pemadatan mata pelajaran dan pembelajaran berbasis tema ini, anak-anak juga tidak akan lagi kerepotan membawa buku yang banyak dalam tasnya. Nuh mengungkapkan dengan pendekatan tematik ini, anak-anak hanya perlu membawa paling tidak dua atau tiga buku sesuai dengan tema yang dipilih pada minggu tersebut.

Belajar di sekolah lebih lama

Namun, berkurangnya mata pelajaran dalam kurikulum ini justru membuat durasi belajar anak di sekolah bertambah. Nuh menjelaskan bahwa metode baru ini mengharuskan anak-anak untuk ikut aktif dalam pembelajaran dan mengobservasi setiap tema yang menjadi bahasan.

"Pola ini tentu tidak bisa dilakukan dengan durasi belajar sebelumnya. Untuk itu ditambah sebanyak empat jam pelajaran per minggu," kata Nuh.

Dengan demikian, untuk kelas I-III yang awalnya belajar selama 26-28 jam dalam seminggu bertambah menjadi 30-32 jam seminggu. Sementara pada kelas IV-VI yang semula belajar selama 32 jam per minggu di sekolah bertambah menjadi 36 jam per minggu.

"Penambahan jam belajar ini masih sesuai karena dibandingkan negara lain, Indonesia terbilang masih singkat durasinya untuk anak usia 7-9 tahun," ungkap Nuh.

Pramuka jadi ekskul wajib

Dari berbagai paparan di atas, Bahasa Inggris yang sebelumnya sempat disebut-sebut akan dihilangkan memang tidak tercantum dalam salah satu mata pelajaran yang ada. Ternyata untuk tingkat SD ini, Bahasa Inggris masuk dalam kegiatan ekstra kurikuler bersama dengan Palang Merah Remaja (PMR), UKS, dan Pramuka.

"Pramuka ini akan jadi ekskul wajib untuk berbagai jenjang tidak hanya di SD. Nanti akan dibicarakan juga dengan Kemenpora," tuturnya.

Demikian bentuk kurikulum baru yang akan diberlakukan pada anak-anak tingkat SD. Sistem pembelajaran berbasis tematik integratif ini telah dijalankan di banyak negara, seperti Inggris, Jerman, Perancis, Finlandia, Skotlandia, Australia, Selandia Baru, sebagian Amerika Serikat, Korea Selatan, Singapura, Hongkong, dan Filipina.
sumber
[/quote]

~dengan kurikulum yg baru dan ditunjang tenaga pengajar yg berkualitas semoga bisa menghasilkan lulusan ygberkualitas juga~
aduh 6 mata pelajaran itu cuma cocok dari SD kelas 1-3
kok bisa segampang itu ngerubah kurikulum pendidikan
harusnya ada pembelajaran terlebih dahulu
M Nuh adalah meteri pendidikan yang paling tidak kompeten

bener-bener kayanya sengaja mau ngebegoin generasi muda biar gampang di brain wash sama paham GJ

kayanya tradisi emas pada olimpiade sains dan teknologi Indonesia bisa berhenti menyusul tradisi emas bulu tangkis pada olimpiade yang terhenti
bbrp sekolah swasta udh ada yg coba menerapkan tematik, tpi ujung ujung nya tetep aja pelajaran yang sama yg diajarkan..

perlu garis besar yg jelas nh ttg mata pelajarannya..

meniru setengah-setengah

Menterinya parah!
Bahasa Inggris nya mana? itu anak-anak di International School yang TK udah bisa ngomong bahasa Inggris lhoo..

Ketauan banget pengen anak miskin Indonesia pada bego.
Biar udah gede jadi TKI ke luar negeri disetrika, dicincang, mati karena gak bisa bahasa Inggris!
gak ada bahasa inggris nya ya, padahal di kehidupan sehari-hari aja bhs inggris ada contoh alat alat elektonik tulisannya lebih banyak bhs inggris.
yang harus dibubah itu cara mengajarnya.. bukan kurikulumnya..

kalo cara mengajarnya masih pake sistem apa yang dikatakan guru adalah benar mah sama aja.. ga bakal maju pendidikan di negara kita...
mending masukin international school deh biar mahal tapi berkualitas,sekolah reguler skrg biaya tetep mahal tapi gak berkualitas emoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By Pyron
aduh 6 mata pelajaran itu cuma cocok dari SD kelas 1-3
kok bisa segampang itu ngerubah kurikulum pendidikan
harusnya ada pembelajaran terlebih dahulu
M Nuh adalah meteri pendidikan yang paling tidak kompeten

bener-bener kayanya sengaja mau ngebegoin generasi muda biar gampang di brain wash sama paham GJ

kayanya tradisi emas pada olimpiade sains dan teknologi Indonesia bisa berhenti menyusul tradisi emas bulu tangkis pada olimpiade yang terhenti


-----

Quote:Original Posted By SpeakTruth
Menterinya parah!
Bahasa Inggris nya mana? itu anak-anak di International School yang TK udah bisa ngomong bahasa Inggris lhoo..

Ketauan banget pengen anak miskin Indonesia pada bego.
Biar udah gede jadi TKI ke luar negeri disetrika, dicincang, mati karena gak bisa bahasa Inggris!


lah emang anak2 sekarang di arahkan ke pembodohan, kalo mau niru sistem pendidikan contoh finlandia

http://edukasi.kompasiana.com/2012/0...-di-finlandia/

http://11020li.blogspot.com/2012/06/...ikan-yang.html

ane sebagai pengajar menyadari, kalo sekolah lama-lama jadi tempat penitipan anak dan sang guru menjadi baby sitternya.

ganti mentri ganti peraturan, ini istilah yang dipakai guru2 senior dan jam belajar akan terus ditambah kondisi si anak dan pengajar, si pembuat peraturan takkan pernah mengerti.

yang penting nilai bagus dan lulus 100% skill ? bukan hal utama.

jadi ortu yang crot.. crot... bikin anak ga capek lagi urusnya.

coba perhatikan pelajaran Informasi Teknologi (IT) dan komputer di sdn bukan pelajaran inti, padahal IT terus berkembang...


kok jamnya malah di tambah...emoticon-Mad

Quote:Jam Belajar Anak SD Indonesia Lebihi Standar UNESCO

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, mengatakan, jam belajar anak Sekolah Dasar (SD) di Indonesia mencapai 1.400 jam per tahun, melebihi standar jam belajar 800 jam per tahun yang telah ditetapkan UNESCO.
"Standar belajar UNESCO 800 jam per tahun untuk anak SD, sedangkan anak SD di Indonesia belajarnya mencapai 1.400 jam. Kejamnya luar biasa," ujar Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak yang akrab dipanggil Kak Seto, di Jakarta, Sabtu (14/4) sore.

Menurut dia, istilah wajib belajar sekarang ini salah. Mengenyam pendidikan bagi anak merupakan hak bukan kewajiban, justru yang wajib adalah pemerintah yang harus menyediakan tempat belajar yang menyenangkan.

Dia mengatakan, seharusnya semua orang dapat membuat belajar itu terkait dengan pengalaman yang menyenangkan.

"Anak-anak pada dasarnya sejak kecil senang belajar. Yang membuat mereka tidak senang ya gara-gara sekolah itu dibuat jadi 'susah', PR-nya, kurikulumnya terlalu padat," ujar dia.

'Homeschooling' yang sedang dikembangkan saat ini merupakan cara baru bagi anak untuk tetap belajar tanpa perasaan tertekan, ujar dia. Masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan legalitas dari 'homeschooling' tersebut kalau memang undang-undang menjaminnya.

"Yang penting kurikulumnya sesuai standar kompetensi lulusan," ujar dia.
duh kasian nih ntar adek gw,
taun depan SD emoticon-Berduka (S)
Quote:Original Posted By SpeakTruth
Menterinya parah!
Bahasa Inggris nya mana? itu anak-anak di International School yang TK udah bisa ngomong bahasa Inggris lhoo..

Ketauan banget pengen anak miskin Indonesia pada bego.
Biar udah gede jadi TKI ke luar negeri disetrika, dicincang, mati karena gak bisa bahasa Inggris!


biarin itu anak anak international school pandai bahasa inggris....
anak indonesia HARUS DAN WAJIB bisa bahasa indonesia yg baik dan benar...bukan bahasa inggris !...emoticon-Nohope


TKI tidak harus bisa bahasa inggris...TKI butuh bahasa tempat mereka bekerja[arab dll]
bangsa yg bermartabat adalah bangsa yg maju...mereka yg butuh mereka yg belajar bahasa kita.

jadi intinya agan itu salah satu produk generasi bangsa yg letoy.... pintar di otak dan bahasa asing tapi nol di budi pekerti & cinta bangsa...emoticon-thumbdown
maaf kalau komen saya kasar...krn memang seperti itu pendapat saya.emoticon-Embarrassment
emoticon-shakehand
Quote:Original Posted By SpeakTruth
Menterinya parah!
Bahasa Inggris nya mana? itu anak-anak di International School yang TK udah bisa ngomong bahasa Inggris lhoo..

Ketauan banget pengen anak miskin Indonesia pada bego.
Biar udah gede jadi TKI ke luar negeri disetrika, dicincang, mati karena gak bisa bahasa Inggris!


gila nih agan satu ini calon mentri pendidikan di masa yg akan datang emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak bahasanya sangat bombastis emoticon-Ngakak

prihatinku melihat bangsaku calon2 tki yg tersiksa

pendidikan firlandia adalah pendidikan terbaik didunia mengapa?
Hal-hal yang mendukung kemajuan pendidikan di Finlandia sebagai berikut ini:

1.Setiap anak diwajibkan mempelajari bahasa Inggris serta wajib membaca satu buku setiap minggu.
2.Sistem pendidikannya yang gratis sejak TK hingga tingkat universitas.
3.Wajib belajar diterapkan kepada setiap anak sejak umur 7 tahun hingga 14 tahun.
4.Selama masa pendidikan berlangsung, guru mendampingi proses belajar setiap siswa, khususnya mendampingi para siswa yang agak lamban atau lemah dalam hal belajar. Malah terhadap siswa yang lemah, sekolah menyiapkan guru bantu untuk mendampingi siswa tersebut serta kepada mereka diberikan les privat.
5.Setiap guru wajib membuat evaluasi mengenai perkembangan belajar dari setiap siswa.
6.Ada perhatian yang khusus terhadap siswa-siswa pada tahap sekolah dasar, karena bagi mereka, menyelesaikan atau mengatasi masalah belajar bagi anak umur sekitar 7 tahun adalah jauh lebih mudah daripada siswa yang telah berumur 14 tahun.
7.Orang tua bebas memilih sekolah untuk anaknya, meskipun perbedaan mutu antar-sekolah amat sangat kecil.
8.Semua fasilitas belajar-mengajar dibayar serta disiapkan oleh negara.
9.Negara membayar biaya kurang lebih 200 ribu Euro per siswa untuk dapat menyelesaikan studinya hingga tingkat universitas.
10.Baik miskin maupun kaya semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar serta meraih cita-citanya karena semua ditanggung oleh negara
11.Pemerintah tidak segan-segan mengeluarkan dana demi peningkatan mutu pendidikan itu sendiri.
12.Makan-minum di sekolah serta transportasi anak menuju ke sekolah semuanya ditangani oleh pemerintah.
13.Biaya pendidkan datang dari pajak daerah, provinsi, serta dari tingkat nasional.
14.Mengenai para prospek karier dan kesejahteraan, setiap guru menerima gaji rata-rata 3400 euro per bulan setara 42 juta rupiah. Guru disiapkan bukan saja untuk menjadi seorang profesor atau pengajar, melainkan disiapkan juga khususnya untuk menjadi seorang ahli pendidikan. Makanya, untuk menjadi guru pada sekolah dasar atau TK saja, guru itu harus memiliki tingkat pendidikan universitas.

copas tetangga
selamat datang madesu( stiap mentri ganti terus ya) jabangbayi dah

perbandingan sekolah firlandia dan indonesia

Lalu bagaimana dengan kebijakan pendidikan Indonesia jika dibandingkan dengan Finlandia?

Pendidikan di Indonesia di penuhi dengan test evaluasi seperti ulangan harian, ulangan blok, ulangan mid-semester, ulangan umum / kenaikan kelas, dan ujian nasional. Finlandia menganut kebijakan mengurangi tes jadi sesedikit mungkin. Tak ada ujian nasional sampai siswa yang menyelesaikan pendidikan SMA mengikuti matriculation examination untuk masuk PT.

KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) menyebabkan siswa yang gagal tes harus mengikuti tes remidial dan masih ada tinggal kelas. Sebaliknya, Finlandia menganut kebijakan automatic promotion, naik kelas otomatis. Guru siap membantu siswa yang tertinggal sehingga semua naik kelas.
Pemberian tugas Pekerjaan Rumah (PR) di sekolah Indonesia dianggap penting untuk mendisiplikan siswa rajin belajar. Sebaliknya, di Finlandia PR masih bisa ditolerir tapi maksimum hanya menyita waktu setengah jam waktu anak belajar di rumah.

Kualifikasi guru SD Indonesia masih mengejar setara dengan S1, di Finlandia semua guru tamatan S2.

Indonesia masih menerima calon guru yang lulus dengan nilai pas-pasan, sedangkan di Finlandia the best ten lulusan universitas yang diterima menjadi guru.

Indonesi masih sibuk memaksa guru membuat silabus dan RPP mengikuti model dari Pusat dan memaksa guru memakai buku pelajaran BSE (Buku Sekolah Elektronik), di Finlandia para guru bebas memilih bentuk atau model persiapan mengajar dan memilih metode serta buku pelajaran sesuai dengan pertimbangannya.

Jarang sekali guru di Indonesia yang menciptakan suasana proses belajar-mengajar itu menyenangkan (learning is fun) melalui penerapan belajar aktif. Bahkan lebih didominasi metode belajar mengajar satu arah seperti ceramah yang membosankan.Di Finlandia terbanyak guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui implementasi belajar aktif dan para siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil. Motivasi intrinsik siswa adalah kata kunci keberhasilan dalam belajar.

Di Indonesia dikembangkan pengkatasan kelas yaitu klasifikasi kualitas kelas dalam kelas reguler dan kelas anak pintar, kelas anak lamban berbahasa Indonesia dan kelas bilingual (bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar) dan membuat pengkastaan sekolah (sekolah berstandar nasional, sekolah nasional plus, sekolah berstandar internasional, sekolah negeri yang dianakemaskan dan sekolah swasta yang dianaktirikan). Sebaliknya di Finlandia, tidak ada pengkotakan siswa dan pengkastaan sekolah. Sekolah swasta mendapatkan besaran dana yang sama dengan sekolah negeri.

Finlandia pelajaran bahasa Inggris mulai diajarkan dari kelas III SD. Alasan kebijakan ini adalah memenangkan persaingan ekonomi di Eropa, membuka kesempatan kerja lebih luas bagi lulusan, mengembangkan wawasan menghargai keanekaragaman kultural.

Jumlah hari Sekolah di Indonesia terlalu lama yaitu 220 hari dalam setahun (termasuk negara yang menerapkan jumlah hari belajar efektif dalam setahun yang tertinggi di dunia). Sebaliknya, siswa-siswa Finlandia ke sekolah hanya sebanyak 190 hari dalam satu tahun. Jumlah hari liburnya 30 hari lebih banyak daripada di Indonesia. Kita masih menganut pandangan bahwa semakin sering ke sekolah anak makin pintar, mereka malah berpandangan semakin banyak hari libur anak makin pintar. Bahkan terkadang para guru mesih memberikan tugas sekolah selama masa liburan sehingga sekolah merupakan suatu hal yang tidak menyenangkan.
Quote:Original Posted By rajinsekale
pendidikan firlandia adalah pendidikan terbaik didunia mengapa?
Hal-hal yang mendukung kemajuan pendidikan di Finlandia sebagai berikut ini:

1.Setiap anak diwajibkan mempelajari bahasa Inggris serta wajib membaca satu buku setiap minggu.
2.Sistem pendidikannya yang gratis sejak TK hingga tingkat universitas.
3.Wajib belajar diterapkan kepada setiap anak sejak umur 7 tahun hingga 14 tahun.
4.Selama masa pendidikan berlangsung, guru mendampingi proses belajar setiap siswa, khususnya mendampingi para siswa yang agak lamban atau lemah dalam hal belajar. Malah terhadap siswa yang lemah, sekolah menyiapkan guru bantu untuk mendampingi siswa tersebut serta kepada mereka diberikan les privat.
5.Setiap guru wajib membuat evaluasi mengenai perkembangan belajar dari setiap siswa.
6.Ada perhatian yang khusus terhadap siswa-siswa pada tahap sekolah dasar, karena bagi mereka, menyelesaikan atau mengatasi masalah belajar bagi anak umur sekitar 7 tahun adalah jauh lebih mudah daripada siswa yang telah berumur 14 tahun.
7.Orang tua bebas memilih sekolah untuk anaknya, meskipun perbedaan mutu antar-sekolah amat sangat kecil.
8.Semua fasilitas belajar-mengajar dibayar serta disiapkan oleh negara.
9.Negara membayar biaya kurang lebih 200 ribu Euro per siswa untuk dapat menyelesaikan studinya hingga tingkat universitas.
10.Baik miskin maupun kaya semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar serta meraih cita-citanya karena semua ditanggung oleh negara
11.Pemerintah tidak segan-segan mengeluarkan dana demi peningkatan mutu pendidikan itu sendiri.
12.Makan-minum di sekolah serta transportasi anak menuju ke sekolah semuanya ditangani oleh pemerintah.
13.Biaya pendidkan datang dari pajak daerah, provinsi, serta dari tingkat nasional.
14.Mengenai para prospek karier dan kesejahteraan, setiap guru menerima gaji rata-rata 3400 euro per bulan setara 42 juta rupiah. Guru disiapkan bukan saja untuk menjadi seorang profesor atau pengajar, melainkan disiapkan juga khususnya untuk menjadi seorang ahli pendidikan. Makanya, untuk menjadi guru pada sekolah dasar atau TK saja, guru itu harus memiliki tingkat pendidikan universitas.

copas tetangga
selamat datang madesu( stiap mentri ganti terus ya) jabangbayi dah


yg nomer 1. salah...bukan bahasa inggris..tapi bahasa Suomi.[untuk setingkat SD]
15, tes kelulusan hanya 1 mata pelajaran.yaitu bahasa Suomi bukan inggris apalagi indonesia...

copas dari studi banding...emoticon-Embarrassment
Quote:Original Posted By rajinsekale
Lalu bagaimana dengan kebijakan pendidikan Indonesia jika dibandingkan dengan Finlandia?

Pendidikan di Indonesia di penuhi dengan test evaluasi seperti ulangan harian, ulangan blok, ulangan mid-semester, ulangan umum / kenaikan kelas, dan ujian nasional. Finlandia menganut kebijakan mengurangi tes jadi sesedikit mungkin. Tak ada ujian nasional sampai siswa yang menyelesaikan pendidikan SMA mengikuti matriculation examination untuk masuk PT.

KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) menyebabkan siswa yang gagal tes harus mengikuti tes remidial dan masih ada tinggal kelas. Sebaliknya, Finlandia menganut kebijakan automatic promotion, naik kelas otomatis. Guru siap membantu siswa yang tertinggal sehingga semua naik kelas.
Pemberian tugas Pekerjaan Rumah (PR) di sekolah Indonesia dianggap penting untuk mendisiplikan siswa rajin belajar. Sebaliknya, di Finlandia PR masih bisa ditolerir tapi maksimum hanya menyita waktu setengah jam waktu anak belajar di rumah.

Kualifikasi guru SD Indonesia masih mengejar setara dengan S1, di Finlandia semua guru tamatan S2.

Indonesia masih menerima calon guru yang lulus dengan nilai pas-pasan, sedangkan di Finlandia the best ten lulusan universitas yang diterima menjadi guru.

Indonesi masih sibuk memaksa guru membuat silabus dan RPP mengikuti model dari Pusat dan memaksa guru memakai buku pelajaran BSE (Buku Sekolah Elektronik), di Finlandia para guru bebas memilih bentuk atau model persiapan mengajar dan memilih metode serta buku pelajaran sesuai dengan pertimbangannya.

Jarang sekali guru di Indonesia yang menciptakan suasana proses belajar-mengajar itu menyenangkan (learning is fun) melalui penerapan belajar aktif. Bahkan lebih didominasi metode belajar mengajar satu arah seperti ceramah yang membosankan.Di Finlandia terbanyak guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui implementasi belajar aktif dan para siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil. Motivasi intrinsik siswa adalah kata kunci keberhasilan dalam belajar.

Di Indonesia dikembangkan pengkatasan kelas yaitu klasifikasi kualitas kelas dalam kelas reguler dan kelas anak pintar, kelas anak lamban berbahasa Indonesia dan kelas bilingual (bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar) dan membuat pengkastaan sekolah (sekolah berstandar nasional, sekolah nasional plus, sekolah berstandar internasional, sekolah negeri yang dianakemaskan dan sekolah swasta yang dianaktirikan). Sebaliknya di Finlandia, tidak ada pengkotakan siswa dan pengkastaan sekolah. Sekolah swasta mendapatkan besaran dana yang sama dengan sekolah negeri.

Finlandia pelajaran bahasa Inggris mulai diajarkan dari kelas III SD. Alasan kebijakan ini adalah memenangkan persaingan ekonomi di Eropa, membuka kesempatan kerja lebih luas bagi lulusan, mengembangkan wawasan menghargai keanekaragaman kultural.

Jumlah hari Sekolah di Indonesia terlalu lama yaitu 220 hari dalam setahun (termasuk negara yang menerapkan jumlah hari belajar efektif dalam setahun yang tertinggi di dunia). Sebaliknya, siswa-siswa Finlandia ke sekolah hanya sebanyak 190 hari dalam satu tahun. Jumlah hari liburnya 30 hari lebih banyak daripada di Indonesia. Kita masih menganut pandangan bahwa semakin sering ke sekolah anak makin pintar, mereka malah berpandangan semakin banyak hari libur anak makin pintar. Bahkan terkadang para guru mesih memberikan tugas sekolah selama masa liburan sehingga sekolah merupakan suatu hal yang tidak menyenangkan.


emoticon-Matabelo
bener bgt gan, tanpa pembandingpun, emang sekolah di indonesia ky gituh

untung ane cabut dr guru honorer emoticon-Ngakak

gak kuat mental ane

mending nyapcai emoticon-Malu (S)

gak ngaruh di kasih sentripikasi
tetep ajah guru pulang jam 1:30
murit tetep ajah motokopi
pdhl tuh sentripikasi kan termasuk untuk bantu murid
urusan motokopi or keecil2 yg laen

emoticon-Sorry

gak apa gan studi banding yg sungguh nyata perbandingannya

Quote:Original Posted By 0ralucu


yg nomer 1. salah...bukan bahasa inggris..tapi bahasa Suomi.[untuk setingkat SD]
15, tes kelulusan hanya 1 mata pelajaran.yaitu bahasa Suomi bukan inggris apalagi indonesia...

copas dari studi banding...emoticon-Embarrassment


hehehehe study banding tapi kok nyata bener yah, sd di indo pa lagi jkt emang ngenes sih, kebanyakn les lalu tujuan sekolah apa? sekolah kok malah suruh tempat les yg ngajarin? ngapain sekolah? geblek dah
ngejar nilai banget mending jadi orang berguna dinegara sendiri, yg ada juga diambil negara lain macam singapure yg butuh pekerja indo dg salary awal lebih murah...lumayan perusahaan irit setahun bayar salary pekerja karbitan binus nusantatra yg cukup dikenal disana....yah kasihan anak sd diombang2 dan dipaksa belajar lebih lama trus les kumonthol dg pr seabrek2 bahkan libur bukannya nikmati malah bikin pr kumonthol dan macam franchise2 tak berguna itu....(bhangkrutkan saja, ganti bimbel murah myeriah)
demi sebuah nilai yg dikejar2 menti gedhebus bikin aturan2 gak jebo..bah
Nice info gan emoticon-thumbsup
Quote:Original Posted By aryocupz
Nice info gan emoticon-thumbsup

ane yakin agan ini belom baca artikelnya, disana sini nice terus, semuanya aja gan so nice emoticon-Ngakak (S)
Semoga dana BOS ga ditilep lg