alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/509c89235b2acf3c60000042/pendidikan-indonesia-rendah-daya-nalarnya
Cool 
Pendidikan Indonesia rendah daya Nalarnya.
Pakar : pendidikan Indonesia rendah daya nalar


ilustnya
Pendidikan Indonesia rendah daya Nalarnya.


Quote:

Matematikawan dari Institut Teknologi Bandung, Prof Dr Iwan Pranoto, mengatakan pendidikan yang diterapkan di Indonesia rendah daya nalar dan tidak menguntungkan anak-anak yang kritis.

"Kebijakan pendidikan kita rendah daya nalarnya. Tidak masalah kalau pelajaran agama dogmatis. Itu wajar. Tapi, yang menjadi masalah kalau matematika juga diajarkan dogmatis," ujar Iwan dalam diskusi "Kepedulian Pengembangan Sains Dasar" yang diselenggarakan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) di Jakarta, Rabu.

Penyebab rendahnya daya nalar pendidikan di Tanah Air, lanjut Iwan, adalah kurikulum yang kurang baik, kurangnya guru terlatih, dan kurangnya penekanan pada penalaran pada pemecahan masalah.

Pendidikan yang ada, lanjut dia, terlalu memuliakan perilaku kepatuhan. Bukan mengembangkan daya pikir dari anak yang dididik.

Siklus pengajaran mata pelajaran matematika dan sains di sekolah, lanjut dia, nyaris mengikuti pakem yang sama seperti guru masuk kelas, menyapa, lalu menuliskan rumus pada papan tulis, kemudian memberikan contoh pengerjaannya, dan akhirnya meminta siswa mengerjakan kumpulan soal-soal latihan.

"Pengajaran matematika dan sains yang dogmatis seperti itu. Wajar, kalau masyarakat menganggap matematika dan sains itu sulit," tukas dia.

Menurut dia, jika metode pengajaran yang dilakukan oleh guru seperti itu, maka itu bukanlah matematika dan sains tapi matematika semu.

Padahal, lanjut dia, kecakapan yang diperlukan oleh anak-anak bukan menghapal melainkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah dan berkomunikasi.

"Komunikasi bukan hanya sekedar menyatakan pendapat, tapi mampu meyakinkan orang. Kalau anak-anak diajarkan hanya menghapal rumus-rumus, mereka tidak akan mempunyai kemampuan untuk meyakinkan orang karena tidak pernah melakukan pembuktian.


nalarnya



Komentnya:

Komunikasi dan meyakinkan.
Memang perluuu .....
Dalam setiap kurikulum terdapat tiga kompetensi, attitude, skill dan knowledge. Namun, selama ini hanya fokus kepada peningkatan knowledge dan skill.
inilah yang menghasilkan generasi pengekor.. emoticon-Marah

mangkanya banyak ababil yang gak bisa mengambil keputusan sendiri.. emoticon-Cape d... (S)
nalar gak dipake.. kebanyakan ngikut common sense
Setuju gan. Pendidikan di Indonesia blum berkualitas. Memang ada juga sebagian yg bisa menunjukan kulitas sbagai orang berpendidikan, tapi ga cukup untuk mewakili kualitas pendidikan secara umum. Itu juga karena personality masing. Bukan karena sistem pendidikan yg bermutu.
emoticon-Matabelo

ternyata ini to masalahnya ...

Makanya dulu waktu SMA ane di ketawain ma guru Kimia dan teman sekelas, gara gara menyatakan bahwa air bisa menjadi bahan bakar dengan mengambil unsur H (hidrogennya), dan membantah pendapat guru dengan menyatakan bahwa minyak bumi mempunyai dua teori yaitu organik dan anorganik.

Ya sudahlah...
betul gan

harus ada perbaikan mutu gan

dukung perbaikan mutu
selama nilai akhir yang jadi patokan siswa lulus dan gak lulus .. akan tetap seperti ini walau mo dikasih bentuk model pembelajaran model apapun ...
Quote:Original Posted By not4given
inilah yang menghasilkan generasi pengekor.. emoticon-Marah

mangkanya banyak ababil yang gak bisa mengambil keputusan sendiri.. emoticon-Cape d... (S)
nalar gak dipake.. kebanyakan ngikut common sense


betul itu
ujung2nya bilamana menghadapi masalah
emosi dan kegoblokan yang digunakan
jalan pintas digunakan semua cara dihalalkan

hasil = tawuran makin marak
tua sedikit = jadi pengusaha korup atau pejabat nista

mantap kali lay negara kita ini emoticon-Ngakak
kalo di setiap ujian pasti soal yang keluar bersifat definitif
kayak sebutkan dan jelaskan

beberapa guru mungkin memberi nilai lebih pada siswa yang jawabannya kreatif
tapi tak jarang pula ada guru yang ngasih nilai rendah ke siswanya kalo jawabannya gak persis plek sama yang di buku
Quote:Original Posted By celso.petso
kalo di setiap ujian pasti soal yang keluar bersifat definitif
kayak sebutkan dan jelaskan

beberapa guru mungkin memberi nilai lebih pada siswa yang jawabannya kreatif
tapi tak jarang pula ada guru yang ngasih nilai rendah ke siswanya kalo jawabannya gak persis plek sama yang di buku


setubuh gan.....
karena ane salah satu korbannya emoticon-Mewek
mungkin karena banyak guru yg kurang mendidik dgn hati alias hanya menggugurkan kewajiban jam kerja.. jadi ingat ungkapan tidak ada murid yg bodoh yang ada adalah guru yg tidak bisa mengajar
beberapa guru kadang suka males meriksa jawaban ujian anak2nya, malah nyuruh orang yg meriksain, misalnya.

tapi ada juga guru/dosen yg ngasih soal dengan jawaban yg ga ada di buku, alias jawaban sesuai pemahaman!

ada juga dosen di kampus ane yg kalo ujian/kuis dengan cara (selalu) lisan, karena katanya kalo lisan, kita bisa dengan spontan apa yg ada di pikiran bisa tersalurkan.. kalo secara tertulis terkesan "menghafal" bukan memahami emoticon-Ngakak

OOT dikit gan,
makanya kalo mau maju, saran ane sih buat SD, SMP, SMA, penerbit buku sekolahnya dijadiin 1 aja kek, tapi yg kompeten dan berbobot.. soal harga bisa disesuaikan sama pendapatan penduduk tiap daerah, asal semua dari sabang sampe merauke sama penerbitnya.

dengan gini kan jadi kompak gan, ga ada lagi tuh siswa2 yg ketinggalan emoticon-Malu (S)
pendidikan lagi.... pendidikan lagi... selama sistemnya seperti sekarang ancur dah kedepannya.

1. buat ketetapan kurikulum, yang ada sekarang parah... ganti pejabat ganti peraturan.

2. 1 buku untuk 5 tahun, jangan kayak sekarang tiap tahun ganti buku kasian yang ngajarin belajar mulu dan ortu harus belanja terus beli buku.

3. orientasi siswa jangan nilai tapi praktek juga.

4. perhatikan nasib guru honorernya mereka juga banyak berjasa.
wah ane pernah nih protes soal jawaban bahasa inggris yang salah di kelas waktu SMA. ane bilang ga mungkin itu jawabannya beserta alasannya. daaaannnn jawaban guru ane cuma: itu dari kunci jawabannya seperti itu. hadoh, saya perlu penjelasan yang lebih, bu! alhasil pas ane telat masuk kelas dia, ane ga dibolehin masuk kelas. padahal temen2 lain yang telat dibolehin masuk. hah!
Gimana ga rendah, materi pelajarannya aja bejibun, ga guna mengingat bakal terspesialisasi ketika kuliah,......

seharusnya orientasinya pemahaman bukan hapalan, namun itu sulit, jika standar dan prosedur kelulusan adalah nilai dari soal2 ujian yang bersifat hapalan
Semoga yang ahli pendidikan bisa merumuskan kurikulum yang bagus
SSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSSUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNDDDDDDDDDDDDDDDDDUUUUUUUUUUUUUUUUUULLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL GAN!emoticon-Ngakak
yup... memang dari dulu.
ane aja ga ngerti apa maksud/tujuan dari pelajaran tertentu hingga sekarang..
belajar sulit sulit tapi tak jelas terapan di mana dalam kehidupan sehari hari.
hal ini bisa terjadi mungkin saja karen system pendidikan kita belum bener, dan selalu berubah-ubah.
Quote:Original Posted By batu.merah
pendidikan lagi.... pendidikan lagi... selama sistemnya seperti sekarang ancur dah kedepannya.

1. buat ketetapan kurikulum, yang ada sekarang parah... ganti pejabat ganti peraturan.

2. 1 buku untuk 5 tahun, jangan kayak sekarang tiap tahun ganti buku kasian yang ngajarin belajar mulu dan ortu harus belanja terus beli buku.

3. orientasi siswa jangan nilai tapi praktek juga.

4. perhatikan nasib guru honorernya mereka juga banyak berjasa.

ane setuju gan

kurikulum harus baku supaya memudahkan yang mengajar
jangan ngejer proyek melulu

kalo tiap sebentar ganti, gurunya juga pusing