alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5085be7eeb74b46172000014/kuburan-trunyan-kuburan-paling-ngeri-se-bali
Kuburan Trunyan Kuburan Paling Ngeri Se-Bali
Kuburan Trunyan Kuburan Paling Ngeri Se-Bali
Desa Trunyan

[URL="http://travel.detik..com/read/2012/10/22/195220/2069789/1383/ini-nih-kuburan-paling-ngeri-se-bali?vt22011381"]Bangli[/URL] - Di sisi timur Danau Batur, Kabupaten Bangli, Bali terdapat sebuah kuburan yang akan membuat bulu kuduk berdiri. Inilah kuburan Trunyan, tempat jenazah dan tengkorak diletakan begitu saja di banyak tempat.

Sabtu (20/10/2012) kapal mulai merapat ke dermaga. Saya bersama beberapa wartawan yang meliput Festival Danau Batur II pun bergegas turun. Waktu itu hampir sore, tapi matahari tak mau meredup. Teriknya sampai ke ubun-ubun.

Sayup-sayup terdengar bunyi gamelan Bali. Merdu sekali. Asal suara itu tak jauh dari dermaga. Seorang Bli (panggilan akrab untuk lelaki Bali-red) memainkan gamelan dengan lihai, di dalam sebuah bale-bale. Inilah tempat wisatawan menulis nama dan daerah asalnya pada sebuah buku tamu. Ada juga kotak amal untuk yang mau memberi sumbangan, berapa pun nominalnya, untuk pelestarian kuburan Trunyan.

Dekat situ, terdapat papan nama bertuliskan "Selamat Datang di Kuburan Terunyan". Kuburan ini hanya bisa diakses menggunakan kapal, sekitar 10 menit dari Desa Trunyan.

Terunyan, atau Trunyan, punya daya tarik wisata lewat tradisi yang bisa dibilang ngeri. Di kuburan ini, tak ada satu pun mayat yang dikubur atau dikremasi. Hal ini berbeda dengan tradisi pemakaman khas Bali yakni 'ngaben'. Semua jenazah tergeletak di atas tanah, tertutup 'ancak saji' yaitu anyaman bambu berbentuk segitiga sama kaki.

Tak hanya itu, deretan tengkorak kepala manusia seakan menyambut saya dari jauh. Jumlahnya puluhan, mungkin ratusan mengingat tersebar di banyak tempat.

"Yang mayatnya ditinggal di sini bukan sembarang orang. Ada beberapa syarat," tutur I Wayan Asli, Serda Kodim 1626 Bangli sekaligus warga Desa Trunyan kepada detikTravel.

Sambil masuk ke area kuburan, I Wayan menjelaskan beberapa syarat tersebut. Pertama, mayatnya harus utuh. Tidak borok, tidak ada luka seperti mayat kecelakaan. Kedua, layak atau tidaknya jenazah ditentukan oleh baik atau buruknya orang tersebut semasa hidup.

Saat mengantarkan jenazah, tak boleh ada wanita yang ikut dalam rombongan. Kalau peraturan ini dilanggar, bisa-bisa desa tempat tinggal wanita itu ditimpa bencana. Ya.. percaya tidak percaya.

"Di area sini khusus untuk yang sudah berkeluarga. Untuk yang bujangan dan bayi, ada makam khusus di sebelah sana," kata I Wayan, tangannya menujuk ke belakang, melampaui sebuah pohon raksasa.

Nah, pohon raksasa inilah yang jadi asal nama Trunyan. 'Taru menyan', yang berarti 'pohon wangi', punya kemampuan menghilangkan bau bangkai pada mayat.

Sontak saya sadar, dan mulai mempertajam indera penciuman. Rasanya tak mungkin, tapi memang tak ada sedikit pun bau bangkai! Bebauan yang tercium tak lain bau ranting dan daun, serta tanah subur di tepian Danau Batur.

Saya mendekat ke arah kuburan yang ditutupi 'ancak saji'. Sedikit mengintip, rupanya mayat ini diberi pakaian lengkap. Ada yang sudah tak berbentuk, ada pula yang hanya terlihat rambut. Hiii!

Di depan 'ancak saji' itu terdapat aneka sesajen dan barang-barang peninggalan mereka. Ada juga foto berpigura yang tampak usang, memperlihatkan wajah asli si jenazah sebelum meninggal.

"Yang ada payung kuningnya berarti tokoh adat. Yang payung putih berarti tokoh agama. Yang tidak pakai, berarti rakyat biasa," bisik I Wayan.

Payung yang sering jadi ornamen di pura itu dalam keadaan tertutup, bertengger di atas 'ancak saji'. Kata I Wayan, jumlah kuburan yang ditutupi 'ancak saji' hanya 11.

"Kalau ada mayat yang dikubur di sini lagi, yang paling tua digeser tulang-tulangnya. Pokoknya jumlah yang tertutup begini cuma 11," jelasnya. Telunjuk Bli itu lalu mengarah ke sebuah dinding batu tempat bertenggernya puluhan tengkorak kepala.

Beranjak pulang, saya mengamati pohon taru menyan yang raksasa itu. Akarnya yang besar-besar meliuk di atas tanah, terbenam lagi persis di area 11 makam. Sekilas, saya melihat satu bagian yang terpotong dari pohon ini.

"Ya, dulu pernah ada yang ngambil. Katanya malamnya kesurupan, terus nggak tahu deh gimana lagi. Pokoknya kalau ada yang berbuat nggak baik di sini dapat ganjarannya," I Wayan mewanti-wanti. Nah lho!

Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :

Menurut cerita masyarakat desa trunyan, jaman dahulu kala mayat sengaja tidak dikubur dalam tanah untuk menghalangi wangi pohon taru menyan yang konon menyebar sampai ke Jawa. Karena nya raja yang berkuasa di Trunyan pada waktu itu takut daerahnya diserang oleh raja jawa lantaran harumnya pohon taru menyan, maka beliau berinisiatif menetralisir bau kelewat harum itu dengan tidak mengubur mayat masyarakat yang meniggal dunia agar tidak diserang. Akhirnya sampai kini tradisi itu masih dipegang teguh oleh masyarakat desa trunyan.

emoticon-Kiss (S)
Pertamax kah gan?

Wow unik yah emoticon-Matabelo
paling males ama penduduknya yg suka memeras dan mengemis itu lho gan
serem juga yah tempatnya
unik tuh ga ada bau busuk yah
gile ngeri jg tuh, dibali kan rada2 serem emg apa lagi tu kuburan nya emoticon-I Love Indonesia (S)
Jadi inget 2 tahun yang lalu ke tempat ini di ajakin sama mas jack item.
Pulang ke rumah ga bisa tidorrr sampe jam 4 pagee emoticon-Ngakak
bau nya kehalang sm pohon menarik jg mistis nya gede gan,, emoticon-Cape d... (S)
waaaaah boleh juga nih tar pas lg trip ke bali kesini nice info gan emoticon-Big Grin
jd pengen ke bali trs liat nie makam...

penduduknya ga asik yah gan...
suka minta"in apa gan..??
Quote:Original Posted By Megadeth
paling males ama penduduknya yg suka memeras dan mengemis itu lho gan


BENER BANGET BOS , GW KMAREN KMARI ...DAN SENGAJA G NGASIH SAMA 1 ORG PUN ..KARENA GW TAU KEBIASAAN MEREKA YG SRING MINTA2 ...

DAN GW SEMPET NGOBROL MA ORG ASLI DESA TRUNYAN ...KATANYA ITU DESA YG MASIH ASLI DI BALI ..

WAKTU DI HOTEL PUN GW TANYA MA ORG KUTA ...RATA2 MEREKA AGAK SEBEL MA ORG DESA TRUNYAN YG MINTA2 N MAKSA ITU ..

ADA 1 LG YG ANEH MENURUT PERKATAAN ORG KUTA ... SEBENAR NA BOHONG MAYAT BARU YG DI TARUH DISITU ...

G TAU DAH MANA YG BENER
ane pikir tadinya mayatnya ga di tutupi apa2 gan..
ternyata di tutupi, tapi pasti pas masuk kedaerah tersebut nuansanya mistis banget ya..
walaupun ga da bau mayatnya tapi tetep ngeri karena banyak tengkorak, n tulang2 orang emoticon-Takut

pohon taru menyan ini apakah bisa hidup di tempat lain ya gan? atau hanya di pulau ini saja?? ada sejarahnya ga gan??
gan.. ongkos kapalnya berapa gan buat nyebrang ke trunyan ?

minggu lalu ane dari danau batur sempet kepikiran mau ke trunyan, tapi kata penduduk situ ongkos kapalnya 600rb berempat.. karena mahal ane ga jadi.. emoticon-Ngakak:
tengkorak asli ntuh ?? emoticon-Takut (S)
Agk pensaran tpiny...emoticon-No Hope
Menyeramkan gan gak berani ane kesono malem2emoticon-Takutemoticon-Takut
Menyeramkan gan gak berani ane kesono malem2emoticon-Takutemoticon-Takut
Quote:Original Posted By Megadeth
paling males ama penduduknya yg suka memeras dan mengemis itu lho gan


itu dulu gan. sekarang uda ngak lagi karena emang ada awing2 (hukum adat) yang mengatur ketertiban dan keamanan pengunjung/wisatawan.

pemandangannya emang menakjubkan seger dan adem banget disana.

ane saranin agan kalo mau sewa boat langsung di counter tiket boat di pelabuhan jangan lewat calo.

ane uda 4x kesana bawa tamu aman aman aja gan
ane pernah kesana gan,perasaan biasa aja sih ga serem..
tp mungkin kalo malam emoticon-Ngakak
Sayang sekali, kalo lokasi wisata, ada oknum2 pemeras dan peminta2, bole sih jualan, tapi yang sopan dan harga masuk akal, pasti laku......

Kapok ketrunyan katanya aman tapi ajur.

Pengalaman saya baru kmrin tgl 26 maret 2016 sangat menyebalkan berkunjung ke desa trunyan. saya kesana beserta istri saya pakai mobil pribadi.Baru mau turun untuk masuk ke desanyanya sudah dihadang 2 pemuda kekar kayak preman memaksa untuk dipandu dg ngototnya. Saya tolak dg nada lirih dg alasan klo tujuan saya ktmu kluarga yg sdh disana. Akhirnya lolos dan di tengah perjalan masih ada lagi yg mnghadang mnghentikan mobil saya.dg alasan sama akhirnya lolos lagi dan sampailah di dermaga. Didermagapun calonya yg ngoyok2 ada 3 org ya ampun sudah saya tolak tetep aja ngoyok scra bergantian. Blum lagi penjual soevenir keliling memaksa untuk dibeli barangnya dg cara ditunggu berjam2 dsblah saya agar kita mngeluarkan uang. Kok gak tertib ya wisata ini, dan akhirnya dri mslh awal sdh kayak gitu saya batalkan untuk pergi ke makam trunyan. Klo wisatanya begini terus,saya yakin ajur....... padhl sgt potensial...
Quote:Original Posted By zuchr1


K BANGET BOS , GW KMAREN KMARI ...DAN SENGAJA G NGASIH SAMA 1 ORG PUN ..KARENA GW TAU KEBIASAAN MEREKA YG SRING MINTA2 ...


Woe emoticon-fuck2
Capslocknya rusak ya? emoticon-fuck2