KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Food & Travel / ... / Domestik /
[FR] Solo and Short Trip to Makassar
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000017016926/fr-solo-and-short-trip-to-makassar

[FR] Solo and Short Trip to Makassar

Rencana awal sih pengen ke Baluran, kebetulan ane udah dapet tiket promo Jakarta – Surabaya PP tapi gagal gara-gara rayuan maut dari maskapai lain dengan tiket promo Surabaya – Makassar nya di pertengahan tahun lalu. Alhamdulillah dapet harga lumayan murah buat Surabaya – Makassar PP. Langsung terbayang deh asyiknya menjelajahi kota para Daeng.

Kebetulan ini bakal jadi solo trip ane yg kesekian kali, gak tau kenapa ane menikmati setiap perjalanan seorang diri. Rasanya serba bebas aja sih, dan jiwa petualangnya lebih keluar, suka-suka ane mau kemana kaki ini melangkah, mata ini memandang, dan dimana badan ini akan di rebahkan hehe....kurang lebih itu sukanya, dukanya?? Banyak !! Tapi yang pasti akan lebih menyenangkan jika kita gak pergi sendiri, terutama jika kita pergi bersama dia yang kita sayangi #ehm #kode

Kamis, 27 September 2012
Jam 3 pagi ane udeh keluar dari kos-an, rencananya ane akan naik Damri dari Gambir menuju bandara, mudah-mudahan keburu mengingat nanti ane akan naik pesawat yang jam 6.10 dari Soekarno-Hatta.

Semua proses berjalan dengan baik dan lancar, terutama saat bayar pajak bandara sebesar Rp. 40.000, huh…lancar buanget emoticon-I Love Indonesia ane baru sadar kalau ane duduk di bangku nomor 1B =) wah pengalaman baru nih naik pesawat duduk paling depan diantara penumpang lain hehehe… pesawat QG 811 ini rupanya memang khusus kelas ekonomi, mereka tidak memiliki kelas bisnis, jadinya memungkinkan bagi penumpang ekonomi untuk duduk sangat depan, dekat dengan kokpit. Dan yang pasti, dengan posisi ini, ane bisa sangat jelas dan leluasa melihat aktivitas mbak-mbak pramugarinya bekerja emoticon-Matabelo

Berat juga rupanya pekerjaan mbak pramugari ini, yang paling berat menurut ane adalah ketika mereka harus menutup pintu pesawat dan menarik tuas handle kunci pintu, wanita-wanita yang perkasa, keren =))

Sekitar pukul 7.30 Alhamdulillah kami mendarat dengan selamat di Bandara Djuanda, Surabaya. Keluar bandara ane langsung naik damri trayek Bandara Djuanda – Bungurasih, tarif damri trayek ini adalah Rp. 15.000. Sekitar satu jam perjalanan, tibalah di terminal. Ketika semua orang turun, ane agak bingung, mengingat yang tertulis di pintu masuk terminal itu adalah Terminal Purbaya, makanya ane tetap di bis, tidak turun, karena tujuan ane adalah terminal Bungurasih, melihat ane yang tetap di dalam bis, sopir bis damri itu pun nanya, “Kok gak turun, dek??” | “Iya pak, saya mau ke terminal Bungurasih” jawab ane mantap | “Lah ini terminal bungurasih!!!” | Okeyyyy….ternyata terminal Bungurasih dan terminal Purbaya itu adalah sama, nama terminal sebenarnya adalah Purbaya, sedangkan Bungurasih itu adalah nama jalan dimana terminal itu terletak emoticon-Cape d... (S)

Rehat sejenak sambil sarapan di salah satu warung di terminal Purbaya, gak lupa kopi pagi turut menghiasi pagi hari di terminal itu. Okey, udah di Surabaya, waktu ane gak banyak disini, kemana kita??? Ahaa…kita ke suramadu saja, banyak yang ngomongin tentang jembatan ini, jadi penasaran, iya gak??

Ane naik bis AC tujuan Madura, tanya-tanya penumpang lain, tarifnya sekitar Rp. 20.000 – Rp. 30.000. Gak lama menunggu di dalam bis, ane ketiduran, trus bangun, ketiduran lagi dan akhirnya dibangunkan karena semua penumpang di oper ke bis yang dibelakang….dan….ternyata bis masih belum jalan, alias masih di terminal bis purbaya…pppfuuuhhh emoticon-Mad (S) emoticon-Mad (S)….Dengan jengkel ane segera pergi dari lokasi itu, ane akhirnya naik bis kota jurusan terminal purbaya – Pelabuhan Tanjung Perak, tarifnya Rp. 4000,- saja. Begitu tiba di terminal pelabuhan, ane lihat ada bis damri yang ke bandara di situ, hadeeehhhh…tau gitu langsung aja ya tadi.

Nyampe di loket penyeberangan tanya-tanya petugasnya, tarif kapal penyeberangan ke Madura Rp. 3.700 lama penyeberangan kurang lebih 20 menit, hitung-hitungan sih keburu banget bulak balik Surabaya – Madura

Setelah di atas kapal baru sadar ada yang salah disini, ya, ane salah menghitung waktunya, mungkin penyeberangan memang 20 menit, tapi sandar dan bongkar muat penumpang juga butuh waktu bukan…nah itu yang gak ane perhitungkan emoticon-Hammer2 Yasudah, mudah-mudahan gak lama.

Kurang lebih 20 menit kemudian kapal akhirnya berangkat, cihuyyy….baru keluar dermaga, ane bisa lihat di sebelah kanan adalah monumen Jalesveva Jayamahe dan beberapa Kapal Perang RI yang sedang sandar di Markas TNI-AL Armada Timur (Armatim) Indonesia. Dibelakangnya adalah jembatan Suramadu, woooooo…..keren cuyyy….kalau bawa kamera yang canggih mungkin nyampe buar motret suramadu dari view ini….

Spoiler for Monumen Jalesveva Jayamahe dan Suramadu:


Gak lama, kapal pun bersandar di pelabuhan Kamal – Bangkalan, Madura. Ude di Madure tak iyee, sayang gak bisa lama-lama di sini, tujuan selanjutnya adalah terminal tempat bis Bisnis/VIP yang ke arah Surabaya, tanya bapak dishub di sana, terminal terdekat ya terminal bangkalan. Kita bisa naik bis ekonomi yang Surabaya – Madura yang baru saja nyebrang, Rp. 5.000 tiket untuk ke Bangkalan. Ahh…Madura, dampak musim kemarau terasa sekali disini, kanan kiri jalan tampak menguning, bukan bersiap untuk panen tetapi terbakar oleh terik matahari.

Terminal Bangkalan sudah lama lewat, ane sudah kasih tau kondektur bahwa ane akan turun di terminal Bangkalan, jadi kalau tidak ada kode dari dia, ya ane belum akan turun….setelah jauh melewati terminal Bangkalan, kondektur bis malah menanyakan ane akan turun di mana di bangkalannya, WHAT???
“Bapak turun dimana??” tanya kondektur bus | “Terminal bangkalan, pak” jawabku | “Wah…terminal sudah lewat dari tadi” | “Loh?? Kan saya tadi bilang saya turun di terminal bangkalan” | “Iya tapi sudah lewat” | “Trus gimana pak??” | “Yasudah, turun disini saja ya!!” | “MAKSUDNYA??” | Dan ane pun turun, entah dimana =(

Ane turun di sebuah pertigaan lampu merah, ada pos polisi di sana, beberapa warung makan dan masjid, ahh…ane akan baik-baik saja. Ane pun singgah di mesjid untuk melepas lelah dan ibadah dzuhur, selepas itu ane makan nasi bebek di salah satu warung makan samping kantor polisi, nasi bebek asli Madura yesss…..

Setelah ngobrol dengan ibu warung, ane baru tau kalo daerah itu namanya adalah Junok, dan ane tinggal naik angkutan kecil untuk menuju terminal bangkalan, tarifnya Rp. 3.000 sajah…angkot ini berputar ke alun-alun Bangkalan sebelum menuju terminal, lumayan bisa liat-liat Bangkalan hehehe…

Sampai di terminal ane langsung tanya kalau bis AC ke Surabaya berhenti di mana, dan ternyata….bis AC tujuan Surabaya gak lewat terminal Bangkalan…MASALAH INIH!!! Yang lewat terminal Bangkalan hanya bus ekonomi non-AC dan mereka menyeberang naik kapal via pelabuhan Kamal, ngak ah…ane kan pengen melintasi Suramadu, tanya lagi ke mereka dan ane di tunjukkan cara menuju Suramadu. Jadi dari seberang terminal Bangkalan, kita naik mobil Elf yang orang sana menyebutnya Minibus, bilang kalau kita berhenti di Suramadu, Karena minibus itu tidak lewat suramadu. Begitu sampai kita harus menyeberang jalan, kita akan jumpai pos polisi, jalan sedikit ke belakang pos, akan ketemu beberapa warung makan, nah, disitu kita tunggu bis yang mau ke Surabaya.

Gak lama lewat bis tujuan Surabaya, sayang ane lupa namanya, tapi yang pasti bis itu tujuan Denpasar – Surabaya, entah mengapa sampai ada di Madura, jadi itu bukan bis resmi, maka tidak ada tarif, tarifnya ya suka-suka mereka, untung gak kebablasan, mereka minta Rp. 25.000, kayaknya agak lebih mahal Rp. 5000 dari yang seharusnya, tapi tak apalah =)
Suramadu pun ane lintasi….ajiiibbbb gannnnn

Hari pun sudah senja ketika ane tiba di terminal Purbaya, ngeteh sore dulu ahhh, sambil istirahat, bus damri terakhir dari terminal purbaya ke bandara adalah pukul 20.00, jadi insya allah masih keburu.

Ane tiba di bandara sekitar pukul 20.00, tarif Damri dari Surabaya ke Bandara masih sama Rp. 15.000, salah satu yang menyenangkan dari Bandara Djuanda ini adalah adanya tempat nge-charge handphone gratis, bentuk nya seperti loker gitu, udah ada chargernya lagi, tinggal colok, kunci, pergi deh…ini salah satu fasilitas yang harus dimiliki setiap tempat publik di tanah air, khususnya bandara.

Spoiler for Charger Locker di Bandara Djuanda:


Jam 24-an ane sudah di pesawat, tujuan selanjutnya adalah Makassar, kotanya pak Jusuf Kalla emoticon-Ngacir2 ada kejadian unik nih hehe, jadi kebetulan ane dapat kursi di sisi lorong, dan ketika ane sampai di sana sudah ada ibu dengan anak balitanya duduk disana, “Ibu maaf, saya duduk disini” tegur ane | “Owh tidak, tidak bisa, saya bawa anak kecil jadi saya harus duduk di sini. Kalau saya di tengah nanti repot kalau anak saya rewel” tolak ibu itu | dan ane pun cuma bisa nyengir kuda sambil duduk di kursi tengah….Entah akan seperti apa penerbangan nanti

Satu jam kemudian ane tiba di Bandara Sultan Hasanuddin – Makassar. Wohooooo…..bandaranya keren cuyyy…masih baru sih memang, mirip-mirip terminal 3 Soekarno-Hatta lah….okey, saat nya cari bangku kosong……buat tiduurrrr

Salah satu yang tidak menyenangkan ketika berpergian seorang diri adalah kita tidak bisa tidur nyenyak di bandara, selalu ada rasa was-was akan barang bawaan kita, kewaspadaan sangat di perlukan, jika terlalu lelap, bukan gak mungkin barang kita telah raib ketika bangun hehehehhe...

Rincian pengeluaran Hari – 1
Taksi ke Gambir 12.000
Damri Gambir – Bandara 20.000
Pajak Bandara 40.000
Tiket Pesawat Jakarta – Surabaya 79.000
Damri Bandara Djuanda – Purbaya 15.000
Bis kota Purbaya – Tanjung Perak 4.000
Feri Tanjung perak – Kamal Madura 3.700
Bis Kamal Madura – Bangkalan 5.000
Minibus Bangkalan – Suramadu 5.000
Bis Suramadu – Purbaya\t 25.000
Damri Purbaya – Djuanda 15.000
Pajak Bandara 35.000
Tiket Pesawat Surabaya – Makassar 170.000
TOTAL 428.700
(Biaya tersebut diatas, belum termasuk pengeluaran pribadi seperti biaya makan)

Bersambung.....
Halaman 1 dari 2
Sambungan ........

Jumat, 28 September 2012
Selamat pagi Makassar…Jam 4 pagi bandara sudah mulai ramai, ane pun bergegas untuk packing ulang dan basuh-basuh sedikit plus mengeluarkan yang perlu dikeluarkan di toilet bandara. Jam 6 ane sudah siap untuk eksplore kota Makassar. Dengan langkah perwira ane keluar dari bandara dan menuju pool bis Damri…jreng Jrengggg….ternyata bis damri menuju pusat kota Makassar baru ada jam 8.30 pagi emoticon-Cape d...

Yasudah, gentayangan lah ane di bandara hasanuddin ini. Jadi ada dua jenis trayek damri di Bandara ini, yang pertama adalah damri trayek Bandara – Pusat kota, tarifnya Rp. 15.000, dan yg satu lagi adalah Damri yang berfungsi sebagai shuttle bus dari bandara ke luar bandara. Yang ini gratis jooo…

Spoiler for Shuttle Bus Damri Bandara Hasanuddin:


Bus pertama ke pusat kota telah ane naiki, sambutlah ane Makassar hehehhe….duilehh…Makassar juga macet bo….atas petunjuk dari seorang teman, ane turun di RRI Makassar, dari sana jalan kaki ke Benteng Fort Rotterdam, gak jauh kok kurang lebih 100 meter lah. Tidak ada biaya masuk resmi ke dalam benteng ini, tapi kita tetap harus registrasi dan bayar biaya masuk secara sukarela, ane pun membayar Rp. 10.000 untuk ini. Dan selanjutnya mari kita jelajahi benteng ini.

Spoiler for Gerbang Benteng Fort Rotterdam:


Spoiler for Lorong-lorong di dalam Benteng:


Spoiler for Lorong-lorong di dalam Benteng:


Spoiler for Fort Rotterdam:


Untuk tau lebih lanjut seputar benteng Fort Rotterdam, silahkan kunjungi http://wisata.makassarkota.go.id/ind...d=35&Itemid=39

Di dalam benteng yang sebagian sudah beralih fungsi menjadi kantor pemerintahan ini, terdapat museum La Galigo, tariff masuknya sebesar Rp. 5.000

Spoiler for Museum La Galigo:


Ada hal yang mengejutkan saya ketika berada di dalam kompleks benteng ini, yaitu ada satu bangunan yang tertuliskan “Ruang Tahanan Pangeran Diponegoro”. Wah…ada sepenggal sejarah yang menarik untuk di gali hihihihi….Ya, ada sejarah yang agak terlupa oleh ane bahwa Makassar merupakan tempat dimana Pangeran Diponegoro di asingkan. Pangeran Diponegoro yang dijebak saat mengikuti perundingan damai, ditangkap dan dibuang ke Manado untuk selanjutnya dipindahkan ke Fort Rotterdam hingga akhir hayatnya.

Spoiler for Penjara Pangeran Diponegoro:


Tertarik akan hal ini, ane pun menanyakan letak makam pangeran Diponegoro, makam diponegoro terletak di Jalan Diponegoro, ane naik becak menuju sana, biaya Rp. 10.000, tiba disana pintunya memang ditutup, tapi ternyata itu dilakukan karena sering ada anak-anak yang memasuki komplek makam dan bermain disana. Saya bertemu dengan kuncen di sana (maaf, nama bapak itu ane lupa). Dari beliau ane tau kalau di komplek itu dimakamkan Pangeran Diponegoro beserta istri dan anak cucu serta menantunya. Ane berziarah sejenak, merenung sembari mengadu dalam batin, kepada mereka yang tulus membela negeri, kuadukan semua kegaduhan negeri padanya, semoga karisma dan wibawa beliau tetap hidup dalam jiwa setiap insan anak negeri.

Tidak ada biaya masuk di makam ini, namun ane memberi secara sukarela kepada bapak penjaga makamnya.

Spoiler for Makam Pangeran Diponegoro:


Spoiler for Makam Pangeran Diponegoro dan Istri:


Perjalanan pun dilanjutkan, kali ini ane berjalan kaki membelah pasar sentral Makassar, rupanya belum lama ini terjadi kebakaran hebat di pasar sentral ini, dan saat ini para pedagang masih menempati kios-kios sementara di jalanan pasar. Belok kiri, belok kanan, dan seterusnya, tembuslah ane di lapangan pusat kota Makassar…Ya, Lapangan Karebosi…Berhenti sejenak, tunaikan ibadah solat jumat di lapangan ini =)

Selesai solat jumat, ane makan siang di sebuah pusat perbelanjaan yang ada di seberang lapangan karebosi….Makassar panas sekali siang itu cuyy, nah di sini ane mulai merasakan badan tak sehat, dan yang paling menyiksa adalah ane SAKIT GIGI…ahhh tidak, sakit gigi ini muncul disaat yang tidak tepat
tapi perjalanan harus tetap dilanjutkan, dengan berjalan kaki ane meneruskan perjalanan menjelajahi kota Makassar, dalam perjalanan, ane menemukan beberapa objek menarik, seperti beberapa foto di bawah ini

Spoiler for Museum Kota Makassar:


Spoiler for Koleksi Museum Kota Makassar:


Spoiler for Lobby Museum Kota Makassar:


Spoiler for Kawasan Chinatown Kota Makassar:


Dan ketika senja menjelang, ane langsung menuju ikon kota Makassar lainnya, yaitu Pantai Losari. Ane naik becak untuk menuju pantai Losari Rp. 10.000,-. Namun sayang, begitu sampai sana, anjungan pantai losari sedang ada pembangunan tenda untuk acara di malam selanjutnya, ahh…ini mengurangi kenikmatan berfoto di sini.

Spoiler for Pantai Losari:


Spoiler for Pantai Losari:


Spoiler for Pantai Losari:


Sedikit tips ketika anda berkunjung ke sini untuk menikmati senja, sediakan uang receh yang cukup banyak, karena banyak sekali pengamen hehehhehe

Puas dengan senja di Pantai Losari, ane naik angkot (orang Makassar menamakannya pete-pete) menuju pusat kota Rp. 3.000,- dari pusat kota ganti angkot yang kearah Terminal Daya Rp. 3.000,-. Nah, di terminal daya ini ane beli tiket bus menuju Tana Toraja, ane naik bus Litha & Co, tarifnya Rp. 130.000 untuk yang master piece, ada juga yang tariff Rp. 100.000 untuk bisnis dan Rp. 80.000,- untuk ekonomi (tanpa AC), ane naik bis yang master piece jam 9.30 dari terminal daya, dan sepertinya jam ini adalah keberangkatan terakhir menuju Toraja.

Masya Allah bisnya, nyuamman tenan rek, bangkunya gede-gede, suspensinya empoy, tapi gak ada toiletnya sih hihihi…..pokoknya asyik dah, gw pikir sih layaklah tarif segitu heheheh….sebelum jalan, kita akan di tanya oleh kondekturnya, mau turun dimana, jadi jangan takut kelewat, pasti dibangunkan kok. Tujuan ane adalah ke kota Rantepao, kalo tidak salah ini adalah pusat kota dari kabupaten tana toraja. Begitu bis jalan, ane langsung tarik selimut, lelah sekali, semoga tidur nyenyak, sampai besok di Toraja emoticon-Smilie

Rincian pengeluaran Hari – 2
Damri Hasanuddin – pusat kota 15.000
Tiket masuk Fort Rotterdam 10.000
Tiket masuk museum La Galigo 5.000
Becak ke Makam Diponegoro 10.000
Becak ke Pantai Losari 10.000
Pete-pete Losari – sentral 3.000
Pete-pete sentral – Terminal Daya 3.000
Bis Makassar – Toraja 130.000
TOTAL 186.000

(Biaya tersebut diatas, belum termasuk pengeluaran pribadi seperti biaya makan. Biaya tiket masuk Fort Rotterdam dan biaya becak bisa disharing jika berombongan )

Bersambung lagi gan ............
Sambungannya nih gan ..........

Sabtu, 29 September 2012
Tepat pukul 6 bus tiba di Rantepao, hujan brooow…neduh bentar ahh…setelah hujan reda, ane meneruskan berjalan kaki menuju lapangan Bakti, tanya sana sini, ketemulah lapangan bakti yang letaknya agak ke dalam (tidak di pinggir jalan). Tujuan ane kesana adalah menyewa sepeda motor untuk berkeliling tana toraja. Ane pun menyewa sebuah motor matic seharga Rp. 80.000 dengan bensin kosong dan waktu penyewaan yang negotiable, tas ransel pun ane titipkan, jadi gak berat kesana-sininya. Berangkatlah ane sekitar jam 9 pagi, sebelum berangkat ibu pemilik penyewaan motor berpesan “Nanti jangan lupa kunci leher ya, helm kau masukkan ke bagasi” ujarnya…kunci leher?? Kupikir adalah sejenis rantai yang dipakai buat mengunci ban depan, “Dimana kunci lehernya, bu” tanya ane | “Itu, tinggal kau miringkan lehernya, lalu kau kunci” | ane pun terbahak, rupanya orang toraja menyebut stang dengan leher, jadi yang dimaksud kunci leher adalah kunci stang emoticon-Ngakak

Tujuan pertama ane adalah PASAR BOLU, tapi sebelumnya isi bensin dulu Rp. 15.000. Kebetulan hari itu adalah hari pasar, jadi pusat kegiatan niaga masyarakat sekitar ya di pasar Bolu ini, masya allah, banyak sekali orang disini, banyak pula turis asing yang berkeliling, tiga kali ane berkeliling pasar dengan motor, tujuannya mencari tempat parkir, tapi gak ketemu-ketemu, akhirnya ane bertanya pada seorang bapak disitu “Kau parkir saja motormu disitu, jangan lupa kunci leher, tak akan ada yang melarang” jawab bapak itu, oowhhhh….rupanya tidak ada parkir resmi seperti yang ane bayangkan, yang bawa motor bisa parkir dimana saja sesuka hati, asal tidak menghalangi jalan orang lain haha…..Pasar ini sangat besar, dan terbagi-bagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan jenis dagangannya, yang paling menarik adalah pasar binatang, kerbau dan babi banyak diperjual belikan disini, ini jadi salah satu daya tarik disini.

Tujuan selanjutnya adalah KETE KESU, jaraknya tidak terlalu jauh dari rantepao, sekitar 4 km melewati jalan poros ke arah Makassar, langit masih mendung, namun semangat ane tetap membara hehehe……Ketika tiba di Kete Kesu, ane nyaris kecewa. “Begini doang?” pikir ane saat itu, tapi rupanya ane salah, yang ane lihat adalah halaman depan dari kuburan batu di kete kesu, untuk mencapai objek sesungguhnya dari kete kesu, kita harus berjalan kurang lebih 100 meter kearah dalam. Dan tak lama kemudian, terlihatlah tumpukan peti kayu yang didalamnya berisi kerangka manusia, itu artinya kita sudah di kete kesu =)

Spoiler for Kete Kesu:


Spoiler for Kete Kesu:


Spoiler for Kete Kesu:


Spoiler for Kete Kedu:


Puas di kete kesu ane melanjutkan perjalanan ke LONDA, yang akan kita lihat dan dapatkan di londa kurang lebih sama seperti di kete kesu, pemakaman yang berada di bebatuan. Namun bedanya, di Londa kita bisa memasuki goa-goa tempat jenazah-jenazah itu diletakkan. Dan di londa, tau-tau (patung yang dibentuk menyerupai jasad orang yang telah wafat) cukup banyak, mungkin karena memang lebih banyak yang dimakamkan disini. Untuk memasuki goa-goa di Londa, kita harus menyewa lampu petromak, sewanya Rp. 25.000 dan ini harga mati, menjadi harga mati karena londa dikelola oleh sebuah keluarga dan keturunannya, penyewaan lampu itu pun berada di bawah pengelolaan yayasan yang dinaungi oleh keluarga tersebut. “Gak bisa sembarang orang yang membawa lampu, pak. Harus keturunan keluarga” Demikian info yang didapat dari guide yang mengantar saya, oiya, tariff Rp. 25.000 tadi hanya untuk sewa lampu loh, tapi jangan khawatir, itu biaya per rombongan kok, nukan per orang, biaya jasa guidenya laen lagi hehehhe….”Bayar seiklasnya aja” kata mereka =)

Spoiler for Londa:


Spoiler for Londa:


Spoiler for Londa:


Dari Londa awalnya ane ingin meneruskan perjalanan ke LEMO, sayang Tuhan belum mengijinkan, hujan deras sekali menghalangiku untuk terus menuju LEMO, akhirnya ane putuskan putar arah kembali ke Rantepao, di perjalanan ane singgah sebentar di RANTE KARASSIK. Nama Rante Karassik ane temukan tidak sengaja dari situs whc.unesco.org ketika sedang googling, berikut kurang lebih terjemahan bebas dari artikel di situs tersebut :

Situs Rante Karassik adalah tanah seremonial di bukit miring. Situs ini sebenarnya merupakan bagian dari pemukiman tradisional Pune Buntu. Sampai hari ini, Rante Karassik masih digunakan untuk upacara tertentu, khususnya yang berhubungan dengan kematian oleh warga pemukiman Pune Buntu. Karena Rante Karassik terletak cukup jauh dari kompleks Pune Buntu, dua situs ini terlihat terpisah. Saat ini sulit untuk menyatukan kedua situs tersebut, karena perkembangan jaman telah menghasilkan kepadatan penduduk di antara dua daerah.

Dari Rante Karassik, di antara gerimis yang membuat hati merindu ini, ane teruskan perjalanan menuju PANGLI. Di Pangli ane mencari Patane, yaitu kuburan dari kayu yang berbentuk rumah Toraja. Menurut cerita, patane ini dibangun pada tahun 1930, dibangun untuk seorang janda yang bernama Palindatu yang meninggal pada tahun 1920 dan diupacarakan secara adat Toraja tertinggi yang disebut Rapasan sapu randanan. Palindatu yang dinikahi oleh Tangkeallo memiliki beberapa orang anak. Salah satunya bernama Semba' alias Pong Massangka dengan gelar Ne' Babu' yang merupakan penentang Belanda pada masa itu, karena perlawanannya itulah, Pong kemudian dibuang ke Nusa Kambangan pada tahun 1917 dan kembali ke Tana Toraja tahun 1930. Pada tahun 1960, Pong Massangka wafat dalam usia 120 tahun. Mayat Pong Massangka disemayamkan dalam patane tersebut dan tau-taunya yang terbuat dari batu yang dipahat terletak di depan patane.

Spoiler for Pangli:


Spoiler for Pangli:


Dan tibalah ane kembali ke tempat penyewaan pukul 18.00 sesuai perjanjian. Lelah sangat hari itu, gak cukup rasanya satu hari menjelajahi eksotisme tana toraja, apalagi perjalananku sedikit terhambat dengan turunnya hujan dan gigi yang sakit. Tapi Alhamdulillah, ane menikmatinya.

Jam 21.00 ane sudah bersiap di pool bis Litha & Co untuk kembali ke Makassar, tiketnya ternyata lebih murah 10rb, jadi tiket bis kelas master piece seharga Rp. 120.000,- Jam 21.00 ane sudah di bis dan langsung terlelap tidur, selanjutnya…..MAROS

Rincian pengeluaran Hari – 3
Sewa motor 80.000
Bensin motor 15.000
Sewa lampu di londa 25.000
Guide di londa 10.000
Bis Toraja – Makassar 120.000
TOTAL 255.000
(Biaya tersebut diatas, belum termasuk pengeluaran pribadi seperti biaya makan. Biaya sewa motor, bensin, sewa lampu dan guide di Londa bisa di sharing jika berombongan)


Bersambung lagi.....
Sambungan lagi -terakhir -

Minggu, 30 September 2012
“Pak, pak, bangun pak…sudah di Bantimurung pak”

Ane tersentak dibangunkan kondektur bus, sudah sampai rupanya, ane pun bergegas turun dan mengambil ransel di bagasi bus, masih setengah sadar ane kebingungan di sana, masih gelap, karena masih jam 4 pagi, dimana ane??? absurb….

Ahhh….adzan subuh menyelamatkan ane, ke mesjid dulu ahh, bersih-bersih, solat dan menunggu pagi, tidak jauh dari jalan raya tempat ane di turunkan ada masjid, masjid An-Nur namanya, selesai solat subuh ane ngobrol dengan beberapa jemaah, Alhamdulillah, di beri banyak informasi untuk sampai ke bantimurung, bahkan di kasih tau di mana beli nasi kuning yang enak untuk sarapan emoticon-thumbsup

Ane kembali ke tempat ane diturunkan dari bus tadi, disana ane menunggu pete-pete yang kearah Bantimurung, ongkosnya Rp. 4.000,- tapi sebelum naik, ada baiknya kita tanyakan dulu, apakah pete-pete itu masuk ke dalam bantimurung atau tidak, Karena kata bapak-bapak di mesjid tadi, tidak semua pete-pete yang ke bantimurung, itu masuk ke dalam bantimurung, kadang diturunkan di depannya, dan jarak dari depan ke dalam area bantimurung lumayan jauh.

Sampai di Taman wisata Bantimurung masih jam 7 pagi, loketnya pun belum buka, beberapa petugas tampak masih bersih-bersih, tapi banyak orang yang lalu lalang lewat pintu keluar Bantimurung, rupanya itu adalah para pedagang yang hilir mudik keluar masuk membereskan dagangannya. Dan juga ada beberapa warga sekitar yang berolahraga, ya ane ikuti saja mereka, otomatis ane masuk bantimurung tidak bayar, alias gratis emoticon-Ngakak

Spoiler for Bantimurung:


Spoiler for Bantimurung:


Bantimurung nih merupakan taman wisata, jadi di hari libur akan ramai sekali oleh kunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Ada tiga objek utama di dalam kawasan Bantimurung, yaitu air terjun bantimurung, Goa Cermin, dan Goa Mimpi. Disini juga ada kolam renang yang airnya mengalir memanfaatkan aliran air dari air terjun bantimurung. Untuk motret air terjun, sebaiknya datang sepagi mungkin atau datang di hari kerja (hari biasa). Karena kalau sudah siang sedikit, akan banyak orang dibawah air terjunnya, apalagi kalau lebaran yaa beuhhhhh…..

Jalan beberapa meter kearah depan pintu masuk Taman Wisata bantimurung, kita akan ketemu penangkaran kupu-kupu, di dalam kawasan bantimurung pun ada, bedanya adalah penangkaran yang ini lebih besar dan dikelola oleh dinas kehutanan, sedangkan yang di dalam kawasan taman wisata bantimurung dikelola oleh Dinas Pertanian

Spoiler for Bantimurung:


Spoiler for Bantimurung:


Puas berkeliling di sekitar Bantimurung, ane melanjutkan perjalanan ke Taman Prasejarah Leang-Leang, letaknya tidak seberapa jauh dari Bantimurung, dari Bantimurung ane naik pete-pete ke arah Maros dengan tarif Rp. 3.000,- dan bilang ke supirnya kita turun di Leang-leang. Setelah turun akan terlihat gerbang bertuliskan “SELAMAT DATANG TAMAN PRASEJARAH LEANG-LEANG KAB. MAROS”. Dari gerbang ini menuju letak tamannya cukup jauh, orang setempat bilang jaraknya 5 KM. Dan siang yang terik saat itu membuat ane memutuskan menggunakan jasa ojek dengan biaya sebesar Rp. 10.000. Begitu sampai di taman prasejarah Leang-leang, akan ada biaya tiket masuk sebesar Rp. 10.000.

Spoiler for Leang Leang:


Spoiler for Leang Leang:


Spoiler for Leang Leang:


Spoiler for Leang Leang:


Setelah selesai beristirahat dan menikmati keindahan taman prasejarah Leang-leang ane pun melanjutkan perjalanan, menunggu 5 – 10 menit tak ada satu pun ojek yang melintas, entah mengapa memang daerah itu sepi sekali. Namun tak lama kemudian dari jauh terdengar suara kendaraan, ada truk !!!

Langsung ane pasang wajah memelas, dan jempol tangan kiri menyetop truk itu….truk tetep jalan…jalan…melewati ane….BERHENTI !!! Yeyyy…truknya berhenti, maka menumpanglah ane pada truk itu yang kemudian ane berkenalan dengan pak Kardun, pengemudi truk, Alhamdulillah. Ane makin merasa hari itu adalah hari baik ketika ane tau kalau ternyata truk itu akan ke Maros, jadi ane menumpang sekalian saja menuju pasar Maros, dan pak kardun menurunkan ane di tempat pete-pete menuju bandara mangkal….lumayan.

Turun dari truk pak Kardun, ane langsung naik pete-pete ke Bandara, entah kenapa sejak dari Maros sampai Bandara penumpang pete-pete itu hanya ane, jadi pas turun ane kasih sopirnya Rp. 10.000 dan gak tega minta kembaliannya hehehe. Ane turun di depan bandara, lalu naik lagi shuttle bus Damri menuju ke dalam Bandara, yang ini gratis =)

Okey….sampai di sini petualangan ane selama di Sulawesi selatan, tapi ane berharap ini bukan akhir, namun justru ini perangsang agar ane bisa balik lagi ke sini dan menjelajahi lebih dalam keindahan alam dan budaya sulawasi selatan. Jujur, ane sangat terkesan dengan keramahan orang-orang toraja, dan ane juga terkesima dengan keanggunan wanita-wanita Makassar. Some day, some how, I`ll be back =)

Pukul 20.00 ane sudah mendarat di Djuanda – Surabaya….lelah sekali, tak ada lagi yang ingin aku lakukan, ane hanya mencari tempat yang cukup nyaman untuk berbaring malam ini, menunggu penerbangan esok hari menuju Jakarta. Selamat malam Surabaya.

Rincian pengeluaran hari – 4
Pete-pete ke Bantimurung 4.000
Pete-pete ke Leang-leang 3.000
Ojek ke leang-leang 10.000
Tiket masuk leang-leang 10.000
Pete-pete ke bandara 10.000
Pajak bandara 35.000
Tiket pesawat Makassar – Surabaya 170.000
TOTAL 242.000
(Biaya tersebut diatas, belum termasuk pengeluaran pribadi seperti biaya makan. Biaya ojek bisa di sharing jika berombongan)
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Senin, 1 Oktober 2012
Selamat Hari Kesaktian Pancasila !!! Semoga Pancasila makin sakti dan mampu menjadi tameng yang melindungi setiap warga Negara. emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia

Bandara Djuanda sudah mulai ramai sejak subuh tadi, tak banyak yang bisa ku lakukan selain menunggu hingga pukul 9.10 nanti. Sedikit menggelitik ketika hampir semua orang pagi ini berbusana formal layaknya seorang pekerja, sedangkan ane hanya bercelana pendek dan sandal hotel plus kaos belel yang sedikit asem karena keringat hehehhe….

Indonesia itu surga, kawan…..takkan pernah cukup usia untuk kita menjelajahinya !!!

Rincian pengeluaran hari – 5
Pajak bandara 35.000
Tiket pesawat Surabaya – Jakarta 79.000
Damri bandara – Rawamangun 20.000
TOTAL 134.000

TOTAL PENGELUARAN :
428.700 + 186.000 + 255.000 + 242.000 + 134.000 = Rp. 1.245.700,--


Tulisan ini telah dipublikasi juga di adinugraha84.blogspot.com
tiket jkt-sby murah banget gan.. naek apa tuh ? emoticon-Big Grin
Kalau ada waktu main ke arah timur gan, ada Pasir Putih Tanjung Bira dan kampung adat Amma Toa Kajang (Kabupaten Bulukumba) emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:


Promonya Citilink gan emoticon-Smilie)
Quote:


Pengen banget gan, banyak banget yang pengen di kunjungi di Sulawesi, mudah-mudahan suatu hari ane bisa balik ke sana, ini lagi ngintipin tiket murah hehehehehe
ga skalian ke utara gan, tana toraja emoticon-thumbsup

wah batimurung kayaknya boleh juga tuh emoticon-Matabelo
ada pegunungan juga toh
sedap kaka , mantab emoticon-2 Jempol
sedap kaka , mantab emoticon-2 Jempol
Quote:



Hari ke-3 ane di tana toraja, gan emoticon-Big Grin
asyik juga tuh perjalanannya
banyak juga yg dikunjungi
Quote:


Moga ada tiket murah gan, dan ditunggu kedatanganx di Tanjung Bira emoticon-I Love Indonesia (S)
kyaknya ane bkal nyontek intenary agan nih, pernah inget ada FR Makassar..........

baru dapet tiket jkarta-makassar 90rb pp AA emoticon-Big Grin
Quote:


sama gan ane juga dapat td yg 90 rb pp nya..
ijin bookmark y TS krn ane juga bakal ikutin itin nya gan ts emoticon-Smilie
Quote:


sama gan ane dapat utk 4 dewasa 2 anak-anak habs 60rb pp.emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
kaya naik bis saja murah banget
contek itinerary nya ya TS
sama baru dapet tiket AA ke makasar
oh ya mau tanya
di bandara makasar buat tidur yang enak dimana ya lokasinya?
karena dapat tiketnya yang sampe disana tengah malam
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


wahhhh, pada banyak yg dpt tiket promo AA yaaaa... saya juga dapetttt...

ada yg pergi dari tanggal 26-31 Januari ga?? Siapa tau bisa nyontek2 mau ke mana aja nya, soalnya jujur bingung... yang pasti sih pengen ke Toraja...

emoticon-Big Grin
Quote:

wah lama juga tuh 6 hari, klo gitu sih tanjung bira langsung hajar aja....

ane cuma 4 hari full day, bisa aja sih k tanjung bira cuma buang waktu di jalan, akhirnya iten TS 3 hr terakhir kyaknya bakal sama persis, sama hr terakhir k daerah Malino di kab.Gowa sama pantai2 di kab.takalar

Wah....rame ya yang mau ke makassar hehehhe....disana banyak kok yang bisa di eksplore, kalo FR ane bisa bermanfaat, alhamdulillah banget emoticon-Smilie)

Agan hadesjr : Tidur gak akan bisa enak kayaknya, apalagi kalo jalan sendirian, pasti was-was ama barang bawaan. Kalo bawa sleeping bag sih bisa nyari pojokan2 bandara buat tidur. Bandaranya dingin kalo malem bro, jangan lupa bawa jaket, dan suara dari pengeras suara itu keras banget, jadi kalo lagi ada informasi bakal kebangun karena kaget
Halaman 1 dari 2


×
© 2022 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di