alexa-tracking

Waspada, polisi 'cepek' ini suka tabrakkan diri dan memeras

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000017009299/waspada-polisi-039cepek039-ini-suka-tabrakkan-diri-dan-memeras
Peringatan! 
Waspada, polisi 'cepek' ini suka tabrakkan diri dan memeras
Waspada, polisi 'cepek' ini suka tabrakkan diri dan memeras
Polisi cepe di pertigaan Jalan IR H Juanda, Bandung

Polisi 'cepek' atau biasa disebut Pak Ogah mudah dijumpai di kota-kota besar. Hampir setiap persimpangan jalan, orang-orang ini membantu menertibkan kendaraan yang melintas. Tentu dengan maksud mempermudah laju kendaraan yang tersendat di setiap belokannya.

Dalam pekerjaannya polisi 'cepek' ini tak mengharapkan imbalan langsung. Tapi pengendara yang berempati pasti memberinya. Dari balik jendela mobil mewah yang hilir mudik, polisi 'cepek' mengais rupiah. Bisa Rp 100, Rp 200, Rp 500, Rp 1.000. Itu semua tergantung keikhlasan pengendara.

Dari beberapa laporan warga, polisi 'cepek' yang biasa beroperasi di pertigaan Jalan IR H Juanda - Jalan Teuku Umar, Bandung, ternyata malah membuat resah warga.

Cerita si Pak Ogah ini beberapa hari lalu ramai diperbincangkan di jejaring sosial Twitter. Dari situ, merdeka.com coba menelusuri tempat biasa mangkal polisi 'cepek' yang memiliki panggilan Iyun (30).

Warga sering melihatnya beroperasi setiap Senin hingga Jumat. Sebab pada akhir pekan, Polantas lah yang berjaga.

"Betul nama panggilannya Iyun. Kalau hari-hari biasa memang sering beroperasi, tapi kalau akhir pekan petugas polisi yang jaga," kata salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya saat ditemui di lokasi tersebut.

Dia pun mengetahui, aksi dan modus yang dilakukan Iyun cs. Meski tekadnya untuk menertibkan kendaraan, tapi sesekali Iyun kerap memanfaatkan pekerjaannya untuk memeras pengendara.

"Sering ko, Iyun memang maksudnya menertibkan tapi kadang suka memeras. Modusnya suka menggilaskan kakinya ke kendaraan atau kadang menabrakkan diri," terangnya.

Dari situ Iyun suka meminta sejumlah uang dengan alasan ganti rugi.

"Katanya sih pernah meminta uang hingga Rp 300 ribu sekali mendapati korban," ungkapnya seraya mengatakan aksi itu bukan dilakukan sekali saja.

Saat diminta konfirmasi soal ulah Iyun yang kerab meresahkan warga, Kasubag Humas Polrestabes Bandung Kompol Rosdiana mengatakan, tidak ada aturan khusus yang melarang polisi 'cepek' atau Pak Ogah itu beroperasi. Diakuinya tak jarang keberadaan mereka membantu kelancaran lalu lintas yang ada di Bandung.

Namun jika kejadiannya ada modus kejahatan yang dilakukan, tentu polisi akan menindak tegas. "Polisi tentu akan menelusuri dan menindak tegas. Tapi kami tidak bisa bertindak jika tidak ada yang melapor," ujarnya.

Dia berharap, bagi para korban untuk segera melapor ke Kepolisian untuk kemudian ditindaklanjuti. "Kami hanya bisa menindak jika benar ada yang melapor," ungkapnya.

EMBER

Quote:
Quote:
coba tabrakan diri ke tronton, biar tak jadi bubur di pak ogah
Wuaah .... keren ya. emoticon-Belo

Inovatip juga pola kerjanya. emoticon-Big Grin
bandung ya, gan? emoticon-Takut

bentuk baru premanisme nh.. emoticon-Takut
juga hati hati kalo anda melewati pasar tumpah.
pernah kejadian tukang becak sengaja menyenggolkan becaknya ke kendaraan anda, lalu dengan gaya kesakitan dia minta ganti rugi.
anda tidak bisa ngebut ngacir dari sana, resiko di hajar massa.

solusinya, waspada.
ini sama dengan cermin polkis yg tidak bertanggung jawab dg tugasnya,ada preman terselubung tp gak tau atau pura2 gak tau
hihihi.. deket tempat gw.

btw trus ntar laporannya gimana? masa dengan pasal penipuan atau pura2? orang2 itu mana mau jadi saksi, masalahnya kan tersangka yang kakinya kegiles mobil walopun disengaja, nah itu kakinya kegiles mobil kita, kita yg tanggung jawab, repot dah emoticon-Berduka (S)

masa harus bawa barang seberat 10 ton dimobil, bair kalo dia sengaja pura2 giles, walopun dikit yg kegiles langsung ilang kakinya saking beratnya mobil emoticon-Ngakak (S)
mesti ditindak kalau ada kasus seperti itu.....?????????????? emoticon-Cape d... sebenernya th polisi cepek bertugas di jalan aja udah melangar aturan loch...pejalan kaki menteng di tengah jalan emoticon-Cape d...
intel2 maupun reskrim pastinya tau kejahatan itu,
cuman mereka menunggu laporan masyarakat aja,
seolah-olah masyarakat yg butuh, bukan oknum aparat yg butuh sama masyarakat yg telah menyediakan mereka pekerjaan sebagai polisi & menggaji mereka.

kemungkinan kedua, bisa jadi mereka dipelihara oleh oknum2 brownies. wilayah "jajahan" mereka, makanya segan juga bila diganggu krn rawan bikin rame & mengganggu atasan aja.

cmiiw emoticon-Peace
Semoga ketabrak dan kelindes kontainer beneran.
semoga cepat ditertibkan

v-bot tertib gak ya ?? emoticon-Smilie
Kalo daerah ane Jakut, mereka bikin macet perempatan, cuma mendahulukan truk yg lewat krn truk rajin kasi duit
bener kata agan diatas coba nubrukin ke tronton emoticon-Big Grin
Quote:

ban-nya kasih duri2 aja, lebih praktis emoticon-Add Friend (S)
malah membantu tugas kepolisian katanya..
ckckckckckckck.. pak polkis, sekali-kali turunlah ke jalan.. liat apa yg mereka kerjakan.. membantu atau malah menambah kemacetan..

emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:


bagaimana angkutan umum bisa maju, keamanan saja di pertanyakan ???

sulit memang kalau cuma mengandalkan polkis yang tugasnya terlalu banyak.

apa perlu sipil bersenjata ??
biar kita dor itu sampah-sampah masyarakat emoticon-I Love Indonesia (S)
Pada kemana polisitnya ,
kok sampai mereka ada. ... ??
Membantu kelancaraan apaan? Pak Ogah yg ada di Bandung malah bikin macet ngehalangin jalan, apalagi yg di U Turn emoticon-fuck
Pertigaan Dago - Teuku Umar, pertigaan Dago - Ganesha, Borromeus, U Turn Cikapayang, U Turn, Sentot Alibasa, U Turn Pasteur depan Aquila
Sekarang ditambah kasus kaya gini emoticon-Tai:

Isilop ke mana aja nih? Jangan ngumpet atau razia cari mangsa doank emoticon-fuck2
wow ane baru tau gan ada kejadian kek gini..
bener2 mau ane liat ah ntar ke lokasi emoticon-Ngacir
nyok kita bawa slender yang buat ngaspal jalan,apa masih bisa pura2 dia emoticon-Ngakak