alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016594694/pengamen-banci-makin-banyak-di-jogja
Ngakak 
Pengamen Banci Makin Banyak di Jogja
Pengamen Banci Makin Banyak di Jogja

Di beberapa perempatan di DIY, terlihat keberadaan pengamen waria. Jumlah mereka dari ke hari makin bertambah.

“Makasih, cantik.” Pernyataan tersebut meluncur dari bibir bergincu merah menyala sesaat seusai melantunkan ABG Tua dan menerima selembar ribuan sebagai upah menyanyi di sebuah warung makan yang terdapat di salah satu ruas Caturtunggal, Depok, Sleman.

Perawakannya tidak terlalu besar berbalut terusan bermotif bunga-bunga dengan lengan setali memperlihatkan tangan yang kecil dan berotot. Rambutnya panjang sepunggung bewarna merah kecoklatan, entah karena sengaja dicat atau terkena paparan sinar matahari. Syal hitam yang melingkari lehernya sempurna menutup identitas kelamin. Jakunnya aman tersembunyi.

“Di sini ngamen… Kerjaan sehari-hari,” tuturnya kepada Harian Jogja yang bergegas menghampirinya, Senin (17/9) siang.

Sedikit malu-malu, sosok perempuan berjenis kelamin laki-laki itu bercerita perihal kesehariannya. Icha, demikian waria asal Purwokerto itu menyebutkan namanya, mengungkapkan, menjadi pengamen di Jogja baru dilakoninya setahun terakhir setelah ia hijrah ke kota ini. Sebelumnya, ia berpindah-pindah tempat tinggal, mulai dari Jakarta, Semarang, dan Bali. “Jadi pengamen juga di sana,” ujar dia.

Mobilitas tinggi, dianggapnya sudah menjadi bagian dari hidup karena tidak memiliki sanak saudara. Semenjak 10 tahun lalu, selepas SMA, laki-laki yang enggan menyebutkan nama aslinya ini merantau ke Jakarta setelah diusir keluarganya yang mengetahui bahwa ia seorang waria. “Kata kakak-kakak saya, saya ini cuma buat malu keluarga,” kenangnya dengan tatapan menerawang. Sementara, ibunya sudah lanjut usia dan tidak lagi mampu berbuat banyak akibat dominasi saudara-saudaranya.

Di ibukota itulah, ia mengawali perjalanannya sebagai pengamen.

Menurut laki-laki berusia 30 tahun ini, menjadi pengamen merupakan pekerjaan yang paling mungkin dilakukan mengingat tidak ada lapangan kerja yang memberinya kesempatan untuk bekerja. Beberapa teman yang memiliki modal usaha, bisa membuka usaha sendiri, seperti salon. Namun, sejauh ini ia tidak memiliki cukup modal untuk beralih profesi.

Kesempatan kerja yang ada, sambung anak bungsu dari empat bersaudara ini, mengharuskan orang dengan jelas menentukan identitas seksualnya yang tampak dari penampilan fisik. “Tidak mungkin kan saya berpakaian perempuan dan kerja sebagai pegawai,” candanya. Berpenampilan ala laki-laki dirasa tidak sesuai dengan hati nuraninya yang cenderung feminin. Terlebih, pandangan miring masyarakat sekitar membuatnya semakin sulit diterima di pergaulan umum. Untungnya, di Jogja ia mengenal seorang teman waria sewaktu di Bali dan menawarkannya untuk menumpang di kediamannya. “Adalah di sebuah rumah di daerah Sleman,” ujarnya menutupi.

Arum, koordinator Keluarga Besar Waria Yogyakarta (Kebaya) tidak menampik keberadaan waria di Kota Jogja semakin bertambah. Hal tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor salah satunya terbukanya pelayanan kesehatan dan terbukanya masyarakat menerima keberadaan mereka. “Umumnya berpindah-pindah, tapi dari pengamatan kami yang cukup banyak itu di wilayah Jogja dan Sleman. Jika dibanding dengan kota lain Jogja memang terhitung banyak karena di sini layanan kesehatan bagi kami terbilang cukup terbuka,” katanya.

Terkait dengan maraknya eksistensi mereka di jalanan (ngamen), Arum menjelaskan cara tersebut lebih baik ditempuh untuk mengurangi aktivitas prostitusi. Menurutnya, waria memiliki beberapa keterbatasan sosial yang berkonsekuensi pada keterbatasan memperoleh pekerjaan dan layanan lainnya. “Menurut saya lebih baik ngamen di jalan, dengan cara itu mereka memperoleh pendapatan hidup. Karena para waria juga memiliki keterbatasan pendidikan, lapangan pekerjaan,” katanya.

Data Minim

Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Jogja mengaku tidak memiliki data terkait dengan keberadaan waria di Kota Jogja. Sementara pembinaan yang dilakukan sejauh ini menyentuh pada aspek pendekatan komunitas.

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Masalah Sosial, Dinsosnakertrans Kota Jogja Nurmaniati mengaku tidak memiliki data kondisi waria di Kota Jogja. Kendati dalam pendataan Dinsos terkait dengan masalah sosial, keberadaan waria atau disebut sebagai kelompok minoritas ini juga masuk dalam salah satu daftarnya.

Kendati tidak terpantau dalam pendataan, pihaknya tetap melakukan upaya pembinaan. Pembinaan umumnya menyentuh pada komunitas. Alasannya dengan jalinan komunikasi antara komunitas dengan pemerintah bisa lebih terarah dibandingkan secara terpisah.

Kondisi yang sama juga terjadi di Sleman. Menurut Kepala Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial Dinas Tenaga Kerja dan Sosial, Junadi selama ini tidak melakukan pendataan khusus masalah waria.

“Biasanya waria itukan ngamen. Jadi kalau terjaring biasanya kami masukkan ke data pengamen jalanan saja,” kata Junadi.

Kepala Seksi Operasional Trantib Satpol PP Setiharno mengatakan jika di Sleman jumlah waria selama di razia tidak mengalami peningkatan. Mereka kebanyakan hanya pindah-pindah tempat mangkal saja.

“Kalau bertambah sih tidak tapi tempat mangkalnya saja yang berpindah-pindah. Jadi kalau dilihat memang seolah-olah ada peningkatan. Kalau ada peningkatan biasanya yang ngamen keliling,” kata Setiharno.

Sumber: http://www.solopos.com/2012/09/18/pe...i-jogja-329977

Semoga kalian gak tergaruk Satpol PP ciin...

Pengamen Banci Makin Banyak di Jogja
pertamax di amankan
hha ia,,,kalo pas makan dipinggir jalan jd ganyaman,,,ga kayak dulu,, skrg mls makan dlesehan yg banyak banci n pengamen,,kalo pas ga ad uang ribuan ato receh mreka mlh masang muka gaenak... ckckc,,, enakan solo skrg mah
Banyak tikus

Banyak anjing

Banyak banci

seandainya gak ada 3 diatas Jogja nih emoticon-Add Friend (S)
paling banyak tuh di babarsari gan
Quote:Original Posted By igoor
paling banyak tuh di babarsari gan


woh igor emoticon-Belo

hooh tambah njamur
banci bosaemoticon-Takut (S)
Quote:Original Posted By Earth.Index
Banyak tikus

Banyak anjing

Banyak banci

seandainya gak ada 3 diatas Jogja nih emoticon-Add Friend (S)


Wooh....yogja wis akeh kirike po? edan ik...
Jadi pengamen banci itu menjanjikan gan.
Pengamen biasa sih ga dikasih duit gapapa, paling cuma ngomel. nah klo banci ga dikasih duit pasti pegang2 gan. mau ga mau kita harus kasih emoticon-Cape d... (S)
Temenku pernah penelitian , sebulan mereka bisa dapet 5 Juta.
Malah yang jadi responden penelitian itu sebenernya cowok tulen , cuman dia klo malem nyamar banci buat nyari duit emoticon-Cape d... (S)
wah jangan2 Banci itu menular

sehingga cepat berkembang
emoticon-Big Grin
memang nih
ane jadi males minggu pagi di UGM gara-gara banci-banci ini
ngamennya sih ga apa-apa
tapi colek-colek dan ngemengnya itu bujubuneng deh
bikin ga selera makan emoticon-Nohope
Quote:Original Posted By zxcvbnm91
Jadi pengamen banci itu menjanjikan gan.
Pengamen biasa sih ga dikasih duit gapapa, paling cuma ngomel. nah klo banci ga dikasih duit pasti pegang2 gan. mau ga mau kita harus kasih emoticon-Cape d... (S)
Temenku pernah penelitian , sebulan mereka bisa dapet 5 Juta.
Malah yang jadi responden penelitian itu sebenernya cowok tulen , cuman dia klo malem nyamar banci buat nyari duit emoticon-Cape d... (S)


gile 5 jt emoticon-Belo
gaji supervisor kalah tuh emoticon-Ngakak (S)
tapi beneran banci kalo uda ngamen mending di kasi, dari pada di pegang² tar kita emoticon-Busa:
udah, kasih aja, daripada jadi PSK, emoticon-Ngakak (S)
meskipun hina, yang penting gak dosa. emoticon-Ngakak (S)
dosanya kan karena tidak menerima fisiknya, bukan karena ngamen. emoticon-Ngakak (S)
terus yg kaya gini penting ya masuk forum BP??? emoticon-Bingung
Quote:Original Posted By beibeh18
terus yg kaya gini penting ya masuk forum BP??? emoticon-Bingung


trus yg PENTING itu gimana gan?
si BD demen banget ama sesuatu yg beraroma tusbol ,
makanya berita beginian dibiarin melenggang dengan santainya emoticon-Ngacir
tiap hari rabu pas acara guyub regional yogya juga sering banget dihampiri bencong ngamen..

kadang kadang pada nari gak jelas emoticon-DP

kadang kalau pada lagi horni tuh nyolek nyolek emoticon-DP
Quote:Original Posted By mrjack
tiap hari rabu pas acara guyub regional yogya juga sering banget dihampiri bencong ngamen..

kadang kadang pada nari gak jelas emoticon-DP

kadang kalau pada lagi horni tuh nyolek nyolek emoticon-DP


jiakakakakakaka mas jack dah sering di towel towel ma waria ternyata emoticon-Ngakak
om bann nih ada yang ngaku nih, mohon di buly di lounge ye emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By mrjack
tiap hari rabu pas acara guyub regional yogya juga sering banget dihampiri bencong ngamen..

kadang kadang pada nari gak jelas emoticon-DP

kadang kalau pada lagi horni tuh nyolek nyolek emoticon-DP


sampe apal ane banci yang suka ngamen di lesehan UGM tiap malememoticon-No Hope

mo tau perkumpulanya dimana?? emoticon-Busa:tuh deket stasiun lempuyangan
ini impor atau aset lokal jogja..??
kok bisa makin banyak..??
TSna Lagi liat celah lowongan kerja di jogja nih.
ayo sapa yang mau ikut TS


emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak