alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016345014/sejarah-ucl
Thumbs up 
Sejarah ucl
Kejuaraan ini pertama kali dicetuskan oleh salah satu majalah olah raga Perancis. Trofi berbentuk piala yang dijuluki "The Big Ears" (Telinga Besar),dan trofi pertama berbeda dengan yang sekarang diperebutkan (dibuat oleh Stadellman). Piala yang diperebutkan sekarang adalah edisi ke-6. Pada awalnya kejuaraan memperebutkan piala bernama Piala Juara Klub Eropa atau European Champion Clubs' Cup, yang biasanya disingkat menjadi Piala Eropa (European Cup, dan berbeda dari Piala Eropa seperti yang dikenal di Indonesia sekarang ini yang merujuk kepada European Championship). Kejuaraan ini dimulai pada musim 1955/56 dengan menggunakan sistem gugur dua leg, yaitu setiap tim bermain dua pertandingan, satu tandang dan satu di kandang, dan tim dengan skor rata-rata tertinggi maju ke babak berikutnya. Hanya tim-tim juara liga di masing-masing negara, ditambah dengan pemegang juara pada saat itu, yang berhak ikut ajang kompetisi ini.
[sunting]Format baru
Format dan namanya kemudian diganti pada musim 1992/93. Mulai saat itu, kejuaraan mempunyai tiga babak kualifikasi, satu babak kompetisi grup (tim-tim bermain dalam bentuk "tandang-kandang" seperti kompetisi reguler), dan kemudian empat babak final dengan sistem gugur. Semua babak kualifikasi dan pertandingan dengan sistem gugur dilangsungkan dengan dua leg, kecuali pertandingan final yang merupakan pertandingan tunggal yang diselenggarakan di sebuah tempat yang telah ditentukan oleh UEFA.
[sunting]Pemegang gelar juara terbanyak
Real Madrid telah menjuarai kompetisi ini sembilan kali dan menjadi yang terbanyak di seluruh Eropa. Tim-tim yang paling sukses berikutnya adalah AC Milan (7 kali juara), Liverpool FC (5 kali juara), FC Bayern München, AFC Ajax dan FC Barcelona (4 kali juara), Manchester United dan Internazionale Milan (3 kali juara).
[sunting]Serba-serbi Liga Champions

Khusus bagi tim yang pernah juara Liga Champions minimal 5 kali tidak berturut-turut atau 3 kali berturut-turut, di lengan baju kiri akan terdapat logo Liga Champions dan tertulis jumlah piala yang dikoleksi. Seperi Ajax misalnya, karena juara pada tahun 1971, 1972 dan 1973 di lengan baju kiri terdapat logo Liga Champions disertai dengan jumlah piala yang didapat.
Tim yang mengenakan logo Champion di lengan yaitu: Real Madrid (juara 9 kali), AC Milan (juara 7 kali), Liverpool (juara 5 kali), Bayer Muenchen (juara 74, 75 dan 76) dan Ajax (juara 71, 72, dan 73)
Dalam 19 musim terakhir, hanya ada satu tim yang berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions (saat itu format dan namanya masih Piala Champions) selama dua musim berturut-turut, yaitu AC Milan yang kala itu masih berpredikat The Dream Team. Namun, setelah diubah formatnya menjadi Liga Champion, belum ada satu timpun yang berhasil mempertahankan gelar juaranya. Milan dan Juventus adalah tim dalam 15 musim terakhir yang berhasil meraih final secara 3 kali berturut-turut. Milan (1993, 1994 (Juara), dan 1995) dan Juventus(1996(Juara), 1997, dan 1998).
Pada akhir musim 2004/05 terjadi masalah. Liverpool yang juara Liga Champions pada musim itu berhak lolos langsung ke babak penyisihan musim depan, namun Liverpool di liga domestik ada di peringkat lima. Everton yang merupakan peringkat 4 mengajukan protes, sehingga Liverpool dan Everton tetap ikut Liga Champions musim depan (Everton lewat kualifikasi) dan Inggris pun punya lima tim ke Liga Champions (terbanyak dalam satu negara).
[sunting]Lagu Tema Liga Champions UEFA
Pada tahun 1992, UEFA meminta kepada Tony Britten untuk membuat sebuah lagu tema untuk Liga Champions UEFA yang akan dimulai pada bulan Agustus 1992, dan dia kemudian mengadaptasi lagu George Frideric Handel yang berjudul Zadok the Priest.[1][2] Lagu tersebut kemudian dibawakan oleh Chorus of the Academy of St. Martin in the Fields, dengan iringan musik oleh Royal Philharmonic Orchestra.[1] Lirik lagu ini menggunakan tiga bahasa resmi UEFA: Bahasa Inggris, Perancis, dan Jerman.[1] Chorus lagu ini dimainkan sebelum setiap pertandingan Liga Champions UEFA, dan juga sebelum dan sesudah setiap siaran pertandingan di televisi.[1] Lagu tersebut berdurasi kurang lebih tiga menit, dengan dua bait pendek dan chorus. Versi lengkap dari lagu tema ini tidak bisa dibeli atau diunduh secara legal, karena memang tidak pernah dirilis secara komersial.[1]
[sunting]Kualifikasi

Kualifikasi untuk Liga Champions ditentukan oleh posisi tim-tim di liga domestik dan melalui sistem kuota; negara-negara yang mempunyai liga domestik yang lebih kuat diberikan lebih banyak tempat. Klub yang bermain di liga domestik yang lebih kuat juga mulai ikut pada babak yang lebih akhir. Misalnya, tiga liga terkuat, menurut peringkat UEFA, akan melihat juara dan runner-upnya langsung masuk ke babak fase grup, dan peringkat ketiga dan keempat masuk pada babak kualifikasi ketiga. Ada pengecualian pada peraturan ini; juara bertahan Liga Champions lolos secara otomatis ke babak grup tanpa tergantung posisi akhirnya di liga domestik. Dalam perputaran kompetisi liga Champion klub-klub bertarung sengit untuk menempati posisi teratas sehingga layak ikut serta kejuaraan ini.
[sunting]Final

Musim\tPemenang\tSkor\tJuara kedua\tTempat pertandingan final
1955–56\t Real Madrid\t4–3\t Stade de Reims\tStadion Parc des Princes, Paris
1956–57\t Real Madrid\t2–0\t Fiorentina\tStadion Santiago Bernabéu, Madrid
1957–58\t Real Madrid\t3–2\t Milan\tStadion Heysel, Brussel
1958–59\t Real Madrid\t2–0\t Stade de Reims\tNeckarstadion, Stuttgart
1959–60\t Real Madrid\t7–3\t Eintracht Frankfurt\tHampden Park, Glasgow
1960–61\t Benfica\t3–2\t Barcelona\tStadion Wankdorf, Bern
1961–62\t Benfica\t5–3\t Real Madrid\tStadion Olimpiade, Amsterdam
1962–63\t Milan\t2–1\t Benfica\tStadion Wembley, London
1963–64\t Internazionale\t3–1\t Real Madrid\tStadion Prater, Wina
1964–65\t Internazionale\t1–0\t Benfica\tStadion San Siro, Milan
1965–66\t Real Madrid\t2–1\t Partizan\tStadion Heysel, Brussel
1966–67\t Celtic\t2–1\t Internazionale\tStadion Nasional, Lisboa
1967–68\t Manchester United\t4–1\t Benfica\tStadion Wembley, London
1968–69\t Milan\t4–1\t Ajax\tStadion Santiago Bernabéu, Madrid
1969–70\t Feyenoord\t2–1\t Celtic\tStadion San Siro, Milan
1970–71\t Ajax\t2–0\t Panathinaikos\tStadion Wembley, London
1971–72\t Ajax\t2–0\t Internazionale\tDe Kuip, Rotterdam
1972–73\t Ajax\t1–0\t Juventus\tStadion Red Star, Beograd
1973–74\t Bayern München\t1–1\t Atlético Madrid\tStadion Heysel, Brussel
Ulangan\t Bayern München\t4–0\t Atlético Madrid\tStadion Heysel, Brussel
1974–75\t Bayern München\t2–0\t Leeds United\tStadion Parc des Princes, Paris
1975–76\t Bayern München\t1–0\t Saint-Étienne\tHampden Park, Glasgow
1976–77\t Liverpool\t3–1\t Borussia Mönchengladbach\tStadion Olimpiade, Roma
1977–78\t Liverpool\t1–0\t Club Brugge\tStadion Wembley, London
1978–79\t Nottingham Forest\t1–0\t Malmö FF\tStadion Olimpiade, München
1979–80\t Nottingham Forest\t1–0\t Hamburg\tStadion Santiago Bernabéu, Madrid
1980–81\t Liverpool\t1–0\t Real Madrid\tStadion Parc des Princes, Paris
1981–82\t Aston Villa\t1–0\t Bayern München\tDe Kuip, Rotterdam
1982–83\t Hamburg\t1–0\t Juventus\tStadion Olimpiade, Athena
1983–84\t Liverpool[nb 1]\t1–1*\t Roma\tStadion Olimpiade, Roma
1984–85\t Juventus\t1–0\t Liverpool\tStadion Heysel, Brussel
1985–86\t Steaua Bucureşti[nb 2]\t0–0*\t Barcelona\tStadion Ramón Sánchez Pizjuán, Sevilla
1986–87\t Porto\t2–1\t Bayern München\tStadion Prater, Wina
1987–88\t PSV Eindhoven[nb 3]\t0–0*\t Benfica\tNeckarstadion, Stuttgart
1988–89\t Milan\t4–0\t Steaua Bucureşti\tCamp Nou, Barcelona
1989–90\t Milan\t1–0\t Benfica\tStadion Prater, Wina
1990–91\t Red Star Belgrade[nb 4]\t0–0*\t Marseille\tStadion San Nicola, Bari
1991–92\t Barcelona\t1–0\t Sampdoria\tStadion Wembley, London
1992–93\t Marseille\t1–0\t Milan\tStadion Olimpiade, München
1993–94\t Milan\t4–0\t Barcelona\tStadion Olimpiade, Athena
1994–95\t Ajax\t1–0\t Milan\tStadion Ernst Happel, Wina
1995–96\t Juventus[nb 5]\t1–1*\t Ajax\tStadion Olimpiade, Roma
1996–97\t Borussia Dortmund\t3–1\t Juventus\tStadion Olimpiade, München
1997–98\t Real Madrid\t1–0\t Juventus\tAmsterdam ArenA, Amsterdam
1998–99\t Manchester United\t2–1\t Bayern München\tCamp Nou, Barcelona
1999–2000\t Real Madrid\t3–0\t Valencia\tStade de France, Saint-Denis
2000–01\t Bayern München[nb 6]\t1–1*\t Valencia\tStadion San Siro, Milan
2001–02\t Real Madrid\t2–1\t Bayer Leverkusen\tHampden Park, Glasgow
2002–03\t Milan[nb 7]\t0–0*\t Juventus\tOld Trafford, Manchester
2003–04\t Porto\t3–0\t Monaco\tArena AufSchalke, Gelsenkirchen
2004–05\t Liverpool[nb 8]\t3–3*\t Milan\tStadion Olimpiade Atatürk, Istanbul
2005–06\t Barcelona\t2–1\t Arsenal\tStade de France, Saint-Denis
2006–07\t Milan\t2–1\t Liverpool\tStadion Olimpiade, Athena
2007–08\t Manchester United[nb 9]\t1–1*\t Chelsea\tStadion Luzhniki, Moskwa
2008–09\t Barcelona\t2–0\t Manchester United\tStadion Olimpiade, Roma
2009–10\t Internazionale\t2–0\t Bayern München\tStadion Santiago Bernabéu, Madrid
2010–11\t Barcelona\t3–1\t Manchester United\tStadion Wembley, London
2011–12\t Chelsea[nb 10]\t1–1*\t FC Bayern München\tAllianz Arena, München

Sejarah ucl
ijin nyimak gan..pertamax kah?
liga para juara nih hehehe
madrid paling sukses gan
per 8 ucl bulan depan seru nih gan emoticon-Bola
mantap sejarahnya..Nice inpo..liga para jawara club antar negara..emoticon-Big Grin Udah pasti di dalamnya Club2 terbaik dunia emoticon-I Love Indonesia (S)
×