alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016242220/beras-analog-sebagai-alternatif-pengganti-beras
Inspiratif 
Beras Analog sebagai Alternatif Pengganti Beras
Beras Analog sebagai Alternatif Pengganti Beras
Ketergantungan kita terhadap makanan pokok beras sangat tinggi. Sekalipun negara kita adalah negara agraris, tetap saja kita mengimpor beras untuk memenuhi kebutuhan penduduk Indonesia akan beras. Upaya mengurangi ketergantungan konsumsi beras masyarakat Indonesia adalah dengan mengembangkan alternatif pangan. Program diversifikasi pangan belum dapat berhasil sepenuhnya karena keterikatan masyarakat yang sangat kuat dengan konsumsi beras. Maka perlu dikembangkan alternatif pangan menyerupai beras namun tidak murni terbuat dari beras.

Beras analog merupakan suatu alternatif pengganti beras. Beras analog dibuat bentuknya mirip beras padi, terbuat dari campuran bahan baku lokal, seperti sagu, sorgum, umbi-umbian, dan jagung. Penelitian ini dilakukan oleh 3 mahasiswa yakni Annisa Karunia , Suba Santika Widara, dan Yuliyanti, mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor dengan dibantu inventor beras analog itu sendiri yaitu Slamet Budijanto, dosen pembimbing mereka sendiri.
Beras Analog sebagai Alternatif Pengganti Beras
Untuk bahan dipilih Sorgum karena indeks glikemiknya rendah. Indeks glikemik adalah dampak makanan terhadap kadar gula darah. Makanan dengan indeks glikemik rendah lambat meningkatkan kadar gula dalam darah. Dengan demikian, makanan tersebut menyehatkan dan baik bagi penderita diabetes.

Selain itu, kandungan protein beras analog 12 persen. Lebih tinggi dibandingkan beras yang 6-8 persen. Sorgum bisa ditanam di lahan kritis, seperti daerah kering Nusa Tenggara. Demikian pula jagung. Kelebihan lain, sekali tanam, sorgum bisa dipanen sampai tiga kali. Batang sorgum bisa diolah menjadi silase untuk pakan ternak.

Bahan baku lain, jagung juga mengandung protein lebih tinggi ketimbang beras. Sagu memang tidak memiliki kandungan protein, tetapi indeks glikemik sagu dan jagung juga rendah. Kandungan serat beras analog cukup tinggi sehingga menunjang perbaikan pencernaan.

Dari sisi ketahanan terhadap lingkungan air payau, tanaman sagu cocok untuk menahan abrasi. Penanaman sagu di pesisir bermanfaat mengurangi dampak kenaikan muka laut akibat pemanasan global.

Dengan demikian, mengonsumsi beras analog, selain memetik manfaat indeks glikemik rendah, juga berkontribusi terhadap perbaikan lingkungan.

Paling tidak, makan beras analog yang berbahan baku sorgum, jagung, dan sagu akan lebih lama merasa kenyang dan mendapat kadar protein yang lebih tinggi dibandingkan beras.

Kadar protein tinggi pada beras analog bisa memperbaiki gizi masyarakat yang kesulitan mengakses sumber protein.

Cara memasak beras analog sama persis dengan beras biasa yakni bisa menggunakan rice cooker atau memasak konvensional. Namun sedikit perbedaan, beras ini tidak perlu dicuci sehingga lebih praktis dan hemat air. Berbeda dengan beras biasa yang dimasak bersama air, pada beras analog, air dididihkan lebih dulu, baru beras dimasukkan. Selain itu, beras ini lebih awet, menggunakan produk lokal 100% dan kandungan atau komposisi nilai gizi dapat diatur sesuai kebutuhan.

Nilai gizi beras analog dari tepung sorgum memiliki kandungan gizi yang lebih besar dari beras biasa.

Namun memang masih ada kelemahan dalam produk ini, yakni Harganya pun masih terbilang mahal sekitar Rp 9.000-Rp 14.000 per kg tergantung dari ingredient yang digunakan. Ini dikarenakan pembuatannya masih skala kecil jadi biaya produksinya menjadi tinggi, tetapi jikalau sudah beras analog ini diproduksi secara besar-besaran maka harganyapun akan relatif lebih murah.


Untuk mengetahui cara pembuatannya dapat melihat disini

emoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempol
emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia
wah ada beras analog, nanti bakal ada beras digital nih kayaknya
wah ada beras analog, nanti bakal ada beras digital nih kayaknya
gila atas ane dopost emoticon-Blue Guy Bata (S)
Sblm kita merdeka ,,dulu tanam padi ga pake bahan bahan insectisida ataupu pestisida , kini di pemakaian bahan kimia mjd hal yg wajib u pertanian di lingkungan kita , alhasil ,masa panen pun dapat di perpendek jangka waktunya ,akan tetapi scr kualitas , beras prganik / atau beras tanpa bahan kima , kualitasnya jauh lebih tinggi drpd beras non organik ...

apakah beras analog ini juga mpy kualitas yang baguss...???
ama beras organik bagusan mana y gan ??
ama beras organik bagusan mana y gan ??
Anak muda kreatif emoticon-thumbsup
thanks ya gan aku suka posting di trit ini teruskan gan i like it...
beras digital ada ga ya
Jiahh ada beras digital juga kali yak emoticon-Big Grin
pernah liat nih pembahasannya di TV nasional gan
×