alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016198969/anak-enrekang-quotbumi-massenrempuluquot-mentama-ngasangki-mane-bene
Anak Enrekang "BUMI MASSENREMPULU" Mentama Ngasangki Mane/Bene

Thread Ini Khusus di buat untuk komunitas warga Massenrempulu (MASPUL)
untuk menjalin ukhuwah antar sesama kaskuser warga Maspul.
  • Aturan Main / Tata Tertib Postingan ( WAJIB BACA DULU SEBELUM POSTING ):
  • No Kejang-Kejang gan, kalau mau ngobrol silahkan ke Lounge aja langsung emoticon-army:
  • Gak boleh hanya post emot aja emoticon-Cape d... (S)
  • Gak boleh onliner posting, lebih baik quote
  • Bicara seperlunya aja gan
  • Untuk yg merasa dobel posting silahkan di edit sendiri
  • Dilarang posting yang Berbau SARA ataupun personal insult
  • Kloningan hanya boleh muncul di hari sekolah yaitu hari sabtu dan minggu
  • Hari sekolah (sabtu12.00 malam - minggu malam jam 12.00)
  • Jika Ada Peraturan Yang Masih Dirasa Kurang Dan Perlu Untuk Dibenahi Akan Menyusul Kemudian Hari

Kalau melanggar rule diatas, ada sanksinya...sesuai dengan pelanggarannya



Bismillah
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuhu
Selamat Datang Di Trit na Tho Endekan
Berhubung Trit yg disini http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=10738835 tidak diurus lagi sama TS nya dan kurang lengkap infonya maka saya berinisiatif untuk membuat Trit yang baru emoticon-Peace
Trit ini sudah mendapat ijin dari Om RL emoticon-Smilie

Spoiler for Enrekang:

Sejarah terbentuknya Kabupaten Enrekang

Sejak abad XIV, daerah ini disebut MASSENREMPULU' yang artinya meminggir gunung atau menyusur gunung, sedangkan sebutan Enrekang dari ENDEG yang artinya NAIK DARI atau PANJAT dan dari sinilah asal mulanya sebutan ENDEKAN. Masih ada arti versi lain yang dalam pengertian umum sampai saat ini bahkan dalam Adminsitrasi Pemerintahan telah dikenal dengan nama “ENREKANG” versi Bugis sehingga jika dikatakan bahwa Daerah Kabupaten Enrekang adalah daerah pegunungan sudah mendekati kepastian, sebab jelas bahwa Kabupaten Enrekang terdiri dari gunung-gunung dan bukit-bukit sambung-menyambung mengambil ± 85% dari seluruh luas wilayah sekitar 1.786.01 Km².
Menurut sejarah, pada mulanya Kabupaten Enrekang merupakan suatu kerajaan besar yang bernama MALEPONG BULAN, kemudian kerajaan ini bersifat MANURUNG dengan sebuah federasi yang menggabungkan 7 kawasan/kerajaan yang lebih dikenal dengan federasi ”PITUE MASSENREMPULU”, yaitu:
1.Kerajaan Endekan yang dipimpin oleh Arung/Puang Endekan
2.Kerajaan Kassa yang dipimpin oleh Arung Kassa'
3.Kerajaan Batulappa' yang dipimpin oleh Arung Batulappa'
4.Kerajaan Tallu Batu Papan (Duri) yang merupakan gabungan dari Buntu Batu, Malua, Alla'. Buntu Batu dipimpin oleh Arung/Puang Buntu Batu, Malua oleh Arung/Puang Malua, Alla' oleh Arung Alla'
5.Kerajaan Maiwa yang dipimpin oleh Arung Maiwa
6.Kerajaan Letta' yang dipimpin oleh Arung Letta'
7.Kerajaan Baringin (Baringeng) yang dipimpin oleh Arung Baringin
Pitu (7) Massenrempulu' ini terjadi kira-kira dalam abad ke XIV M. Tetapi sekitar pada abad ke XVII M, Pitu (7) Massenrempulu' berubah nama menjadi Lima Massenrempulu' karena Kerajaan Baringin dan Kerajaan Letta' tidak bergabung lagi ke dalam federasi Massenrempulu'.
Akibat dari politik Devide et Impera, Pemerintah Belanda lalu memecah daerah ini dengan adanya Surat Keputusan dari Pemerintah Kerajaan Belanda (Korte Verkaling), dimana Kerajaan Kassa dan kerajaan Batu Lappa' dimasukkan ke Sawitto. Ini terjadi sekitar 1905 sehingga untuk tetap pada keadaan Lima Massenrempulu' tersebut, maka kerajaan-kerajaan yang ada didalamnya yang dipecah.
Beberapa bentuk pemerintahan di wilayah Massenrempulu' pada masa itu, yakni:
1.Kerajaan-kerajaan di Massenrempulu' pada Zaman penjajahan Belanda secara administrasi Belanda berubah menjadi Landshcap. Tiap Landschap dipimpin oleh seorang Arung (Zelftbesteur) dan dibantu oleh Sulewatang dan Pabbicara /Arung Lili, tetapi kebijaksanaan tetap ditangan Belanda sebagai Kontroleur. Federasi Lima Massenrempulu' kemudian menjadi: Buntu Batu, Malua, Alla'(Tallu Batu Papan/Duri), Enrekang (Endekan) dan Maiwa. Pada tahun 1912 sampai dengan 1941 berubah lagi menjadi Onder Afdeling Enrekang yang dikepalai oleh seorang Kontroleur (Tuan Petoro).
2.Pada zaman pendudukan Jepang (1941–1945), Onder Afdeling Enrekang berubah nama menjadi Kanrikan. Pemerintahan dikepalai oleh seorang Bunkem Kanrikan.
3.Dalam zaman NICA (NIT, 1946–27 Desember 1949), kawasan Massenrempulu' kembali menjadi Onder Afdeling Enrekang.
4.Kemudian sejak tanggal 27 Desember 1949 sampai 1960, Kawasan Massenrempulu' berubah menjadi Kewedanaan Enrekang dengan pucuk pimpinan pemerintahan disebut Kepala Pemerintahan Negeri Enrekang (KPN Enrekang) yang meliputi 5 (lima) SWAPRAJA, yakni:
•SWAPRAJA ENREKANG
•SWAPRAJA ALLA
•SWAPRAJA BUNTU BATU
•SWAPRAJA MALUA
•SWAPRAJA MAIWA
Yang menjadi catatan atau lembaran sejarah yang tak dapat dilupakan bahwa dalam perjuangan atau pembentukan Kewadanaan Enrekang (5 SWAPRAJA) menjadi DASWATI II / DAERAH SWANTARA TINGKAT II ENREKANG atau KABUPATEN MASSENREMPULU'. (Perlu ingat bahwa yang disetujui kelak dengan nama Kabupaten Dati II Enrekang mungkin karena latar belakang historisnya).
Adapun pernyataan resolusi tesebut antara lain:
•Pernyataan Partai/Ormas Massenrempulu' di Enrekang pada tanggal 27 Agustus 1956.
•Resolusi Panitia Penuntut Kabupaten Massenrempulu di Makassar pada tanggal 18 Nopember 1956 yang diketuai oleh almarhum Drs. H.M. RISA
•Resolusi HIKMA di Parepare pada tanggal 29 Nopember 1956
•Resolusi Raja-raja (ARUM PARPOL/ORMAS MASSENREMPULU) di Kalosi pada tanggal 14 Desember 1956
Pemerintahan

Daftar Kepala Daerah
Pada mula terbentuknya Kabupaten Enrekang yang telah mengalami beberapa kali pergantian Bupati sampai sekarang, antara lain:
1.Periode 1960 - 1963 dijabat oleh ANDI BABBA MANGOPO
2.Periode 1963 - 1964 dijabat oleh M. NUR
3.Periode 1964 - 1965 dijabat oleh M. CAHTIF LASINY
4.Periode 1965 - 1969 dijabat oleh BAMBANG SOETRESNA
5.Periode 1969 - 1971 dijabat oleh ABD. RACHMAN, BA.
6.Periode 1971 - …… dijabat oleh Drs. A. PARAWANSA (Pjs.)
7.Periode 1971 - 1978 dijabat oleh MUCH. DAUD (± 2 tahun masa non fictive)
8.Periode 1978 - 1983 dijabat oleh H. ABDULLAH DOLLAR, BA
9.Periode 1983 - 1988 dijabat oleh M. SALEH NURDIN AGUNG
10.Periode 1988 - 1993 dijabat oleh H. M. AMIN SYAM
11.Periode 1993 - 1998 dijabat oleh H. ANDI RACHMAN
12.Periode 1998 – 6 Oktober 2003 dijabat oleh Drs. H. IQBAL MUSTAFA dan Wakil Bupati Drs. ZAINI BADAWING
13.Periode 2003 – 2008 dijabat oleh Ir. H. LA TINRO LA TUNRUNG dan Wakil Bupati H. MUH. LODY SINDANGAN, SH. M.Si
14.Periode 2008 (Mei s/d Oktober 2008) dijabat oleh H. MUH. LODY SINDANGAN, SH. M.Si (Menjabat selama 5 bulan, menggantikan H. La Tinro La Tunrung yang ikut dalam pencalonan Bupati Periode 2008 - 2013)
15.Periode 2008 sampai sekarang dijabat oleh Ir. H. LA TINRO LA TUNRUNG dan Wakil Bupati Drs. NURHASAN. Dilantik oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo pada tanggal 9 Oktober 2008, di Lapangan Batili Abu Bakar Lambogo.
Pelantikan Bupati Enrekang yang pertama, yaitu pada tanggal 19 Pebruari 1960 ditetapkan sebagai hari terbentuknya Daerah Kabupaten Enrekang.
Daftar Ketua Legislatif
Berikut ini adalah daftar Pimpinan Daerah dibidang Legistalif yang pernah menjabat di Kabupaten Enrekang sampai sekarang, yaitu:
1.ANDI BABA MANGOPO (merangkap Bupati karena masih DPRD GR) Tahun 1960 – 1963
2.ABD. RAHMAN, BA
3.H. ARIFIN ALI
4.MAHATMANTONG
5.M. JAFAR
6.IBRAHIM TAQWA
7.H.M. MIEN KAMASE
8.JAMALUDDIN TANTI
9.M. SALEH NURDIN AGUNG sebagai Ketua dan Wakilnya MAYOR ABDUL LATIF
10.H. ABD. SAMAD MANNAN sebagai Ketua dan Wakilnya MAYOR CHK HUSAIN GANTARAN, SH
11.H.M. ALI RAHIM sebagai Ketua dan Wakilnya Drs. MUSTAFA CAWIDU dan LETKOL MUSTAFA BK
12.Periode 1999 - 2004 sebagai Ketua H. JK. SAWATI dan Wakilnya adalah:[rujukan?]
•Periode 1999 dijabat oleh MAYOR CHOIRI
•Periode 1999 – 2004 dijabat oleh MAYOR CHOIRI dan H. ACHMAD ANGGORO
•Periode 2004 – 2005 dijabat oleh SAFRUDDIN, SH dan H. ACHMAD ANGGORO
•Periode 2005 - 2008 dijabat oleh H. AHMAD ANGGORO, SAFRUDDIN, SH dan Drs. H. MUSTAKIM
Daftar Kepala Pemerintahan Negeri
Berikut ini adalah mantan Kepala Pemerintahan Negeri Enrekang (KPN), yaitu:
•ABDUL HAKIM
•ABDUL RAHMAN, BA
•ABDUL MADJID PATTAROPURA
•NUHUNG
•ATJO
Daftar tokoh-tokoh masyarakat
Di antara tokoh-tokoh / sesepuh MASSENREMPULU yang mempelopori terbentuknya Kabupaten Enrekang antara lain:
Drs. H.M. RISA
•Drs. H.M. THALA
•H. ANDI SANTO
•ANDI PALISURI
•H.M. YASIN
•ANDI MARAINTANG
•ANDI BASO NUR RASYID
•ANDI TAMBONE
•BOMPENG RILANGI
•ANRI ENRENG
•ABDUL RAHMAN, BA
Pembagian wilayah administratif
Berdasarkan PP No. 34 Tahun 1962 dan Undang-Undang NIT Nomor 44 Tahun 1960 Sulawesi terpecah dan sebagai pecahannya meliputi Administrasi Parepare yang lebih dikenal dengan nama Kabupaten Parepare lama, dimana kewedanaan Kabupaten Enrekang adalah merupakan salah satu daerah di antara 5 (lima) Kewedanaan lainnya.
Selanjutnya dengan keluarnya Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 (Lembaran Negara Tahun 1959 Nomor 74 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Sulawesi) atau daerah Swatantra Tingkat II (DASWATI II), maka Kabupaten Parepare lama terpecah menjadi 5 (lima) DASWATI II, yaitu:
1.DASWATI II ENREKANG
2.DASWATI II SIDENRENG RAPPANG
3.DASWATI II BARRU
4.DASWATI II PINRANG
5.DASWATI II PARE PARE
Kelima gabungan dearah tersebut dari dulu dikenal dengan nama Afelling Parepare.
Dengan terbentuknya DASWATI II Enrekang berdasarkan Undang-Undang Nomor: 29 Tahun 1959 tentang Pemerintahan Daerah, maka sebagai tindak lanjutnya pada tanggal 19 Februari 1960, H. ANDI BABBA MANGOPO dilantik sebagai Bupati yang pertama dan ditetapkan sebagai hari terbentuknya DASWATI II Enrekang atau Kabupaten Enrekang.
Sehubungan dengan ditetapkannya Perda Nomor: 4, 5, 6 dan 7 tahun 2002 pada tanggal 20 Agustus 2002 tentang pembentukan 4 (empat) Kecamatan Definitif dan Perda Nomor 5 dan 6 Tahun 2006 tentang pembentukan 2 kecamatan sehingga pada saat ini di Kabupaten Enrekang telah memiliki 12 (dua belas) kecamatan yang defenitif, yaitu:
•Kecamatan Enrekang, ibukotanya Enrekang
•Kecamatan Maiwa, ibukotanya Maroangin
•Kecamatan Anggeraja, ibukotanya Cakke
•Kecamatan Baraka, ibukotanya Baraka --------->>>>Kampungnya TS emoticon-Cool
•Kecamatan Alla, ibukotanya Belajen
•Kecamatan Curio, ibukotanya Curio
•Kecamatan Bungin, ibukotanya Bungin
•Kecamatan Malua, ibukotanya Malua
•Kecamatan Cendana, ibukotanya Cendana
•Kecamatan Buntu Batu, ibukotanya Pasui, hasil pemekaran dari Kecamatan Baraka, diresmikan pada tanggal 19 Januari 2007.
•Kecamatan Masalle, ibukotanya Lo’ko, hasil pemekaran dari Kecamatan Alla
•Kecamatan Baroko, ibukotanya Baroko, hasil pemekaran dari Kecamatan Alla
Selanjutnya dari 12 (dua belas) kecamatan defenitif terdapat 112 (seratus dua belas) desa/kelurahan, yaitu 17 kelurahan dan 95 desa. Adapun jumlah penduduk Kabupaten Enrekang pada tahun 2008 berjumlah sekitar 186.810 jiwa, terdiri dari laki-laki sebanyak 93.939 jiwa dan perempuan sebanyak 92.871 jiwa dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 43.062.
LAMBANG DAN ARTI LAMBANG

I. Lambang

Anak Enrekang "BUMI MASSENREMPULU" Mentama Ngasangki Mane/Bene

Lambang Kabupaten Enrekang berbentuk perisai dengan dasar ungu bergaris pinggir hitam dan didalamnya terdapat lukisan (keterangan gambar Lambang Massenrempulu) :

1. Dibagian atas bintang sudut lima berwarna kuning diatas satu bidang segi lima dasar hitam
2. Dibawah keris dan kelewang terhunus bersilang keatas, berwarna merah tua.
3. Ditengah-tengah dua gunung kehijau-hijauan, perkebunan, persawahan dan sungai.
4. Dibawah lima cincin berantai yaitu dua ungu, satu hijau dan satu kuning yang memperhubungkan padi (kiri) dan kopi (kanan) yang masing-masing melengkung keatas.
5. Dibagian bawah pita hitam dasarnya dengan tulisan putih MASSENREMPULU.


II. Arti Lambang


1. Perisai dasar warna ungu melambangkan adalah diambil dari gelaran Manurung Enrekang ”LAKAMUMMU” yang berarti ungu karena Enrekanglah mendapat kehormatan sebagai Ibu Kota dari lima Kerajaan. Kerajaan kecil federasi tadi ( sekarang ibukota Kabupaten Enrekang) dari ibukota inilah mencerminkan keseluruhan MASSENREMPULU.

2. Lima Cincin Berantai melambangkan sejarah Pemerintahan MASSENREMPULU Panca Tunggal, dulu lima Swapraja dan lima kecamatan induk.

3. Warna-warna cincin melambangkan sejarah bahasa daerah MASSENREMPULU yaitu tiga kecamatan bahasa Duri, satu bahasa Enrekang dan satu bahasa Maiwa. Bahasa mana karena memang dari satu rumpun, bias dimengerti oleh seluruh rakyat di wilayah ini.

4. Warna hitam yang terdapat pada lukisan ini melambangkan bahwa warganya adalah sederhana di segala bidang.

5. Kris dan Klewang melambangkan pusaka nenek moyang yang dianugerahkan Yang Maha Kuasa pada ke lima kerajaan. Kerajaan tadi dan digelar ”MANURUNG”. (tiap-tiap kerajaan tadi mempunyai gelaran tersendiri-sendiri), juga menggambarkan kepahlawanan warganya sejak dulu kala dan menjadi pusaka turun temurun.

MASSENREMPULU adalah daerah yang mempunyai sejarah dan kepribadian tersendiri. MASSENREMPULU jika dijalin dalam bahasa bugis MASINRING BULU ataupun MABBIRING BULU, artinya sebagian desanya terletak dikaki bukit seakan-akan bersandar dikaki gunung, demikian bentuk tersebut diatas mencerminkan alam sekitarnya, sehingga terciptalah julukan ”MASSENREMPULU”. Pengertian kiasan diatas diciptakan suatu lambing yang menggambarkan alam keseluruhannya dari warganya, ekonominya, maupun sejarah budaya, politiknya dan lain-lain.

Adapun arti dan makna dari lambing Kabupaten Enrekang secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Keyakinan rakyatnya dilambangkan oleh bintang sudut lima yang artinya bahwa rakyat MASSENREMPULU pada umumnya beragama Islam.
2. Bintang sudut lima juga melambangkan kehidupan rakyatnya penuh dengan cita-cita tinggi yang berlandaskan Pancasila.
3. Padi dan Kopi melambangkan kemakmuran, kerukunan dan kesejahteraan yang didambakan masyarakat.


Didalam lambang Kabupaten Enrekang tersebut terdapat dan tersiratlah angka-angka keramat bagi kita bangsa Indonesia yaitu :

1. Gambar Biji Padi sebanyak 28
2. Gambar Daun Kopi sebanyak 11
3. Gambar Biji Kopi sebanyak 45
4. Jumlah Gambar sebanyak 8

Kesimpulan : 28 – 11 = 17 jadi 17 – 8 – 45


VISI

“ MEWUJUDKAN KABUPATEN ENREKANG SEBAGAI DAERAH AGROPOLITAN YANG LEBIH MAJU,UNGGUL, SEJAHTERA DAN RELIGIUS PADA TAHUN 2013 “

MISI

1. Mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing kuat untuk peningkatan kesejahteraan rakyat.
2. Mengembangkan keunggulan komoditas dan produktifitas berdaya saing tinggi berbasis masyarakat, melalui pendekatan pembangunan agropolitan yang berkesinambungan berbasis lingkungan, menuju kemandirian daerah
3. Mengembangkan sarana prasarana untuk meningkatkan pelayanan publik, serta kelancaran mobilisasi sosial dan ekonomi antar desa/ wilayah
4. Pengembangan teknologi informasi dan komunikasi serta pelayanan publik
5. Pengembangan perekonomian berbasis masyarakat secara merata dan berkeadilan.
Geografis

Kabupaten Enrekang dengan ibukota Enrekang terletak ± 235 Km sebelah utara Makassar. Secara geografi Kabupaten Enrekang terletak pada koordinat antara 3° 14’ 36” sampai 3° 50’ 00” Lintang Selatan dan 119° 40’ 53” sampai 120° 06’ 33” Bujur Timur. dengan luas wilayah sebesar 1.786,01 Km². Kabupaten Enrekang mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut :

Sebelah Utara : Kabupaten Tana Toraja ;

Sebelah Selatan : Kabupaten Luwu ;

Sebelah Timur : Kabupaten Sidrap ;

Sebelah Barat : Kabupaten Pinrang ;

Topografi Wilayah Kabupaten ini pada umumnya mempunyai wilayah Topografi yang bervariasi berupa perbukitan, pegunungan, lembah dan sungai dengan ketinggian 47 - 3.293 m dari permukaan laut serta tidak mempunyai wilayah pantai. Secara umum keadaan Topografi Wilayah wilayah didominasi oleh bukit-bukit/gunung-gunung yaitu sekitar 84,96% dari luas wilayah Kabupaten Enrekang sedangkan yang datar hanya 15,04%.

Musim yang terjadi di Kabupaten Enrekang ini hampir sama dengan musim yang ada di daerah lain yang ada di Propinsi Sulawesi Selatan yaitu musim hujan dan musim kemarau dimana musim hujan terjadi pada bulan November - Juli sedangkan musim kemarau terjadi pada bulan Agustus - Oktober.

Selama setengah dasawarsa terakhir telah terjadi perubahan wilayah administrasi pemerintahan baik pada tingkat kecamatan maupun level desa/kelurahan. Pada Tahun 1995 di Kabupaten Enrekang hanya terdapat 54 desa/kelurahan yang tersebar pada 5 kecamatan. Dengan adanya perubahan situasi dan kondisi wilayah, maka pemekaran desa/kelurahan sudah menjadi keharusan. Maka pada tahun 1997, jumlah desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Enrekang telah bertambah dari 78 desa/kelurahan kondisi tahun 1996, menjadi 108 desa/kelurahan. Demikian halnya pada tingkat kecamatan, yang semula hanya 5 kecamatan menjadi 9 kecamatan. Pada pertengahan tahun 2003 terjadi pemekaran sehingga bertambah lagi sebanyak 3 desa menjadi 111 desa/kelurahan. Kemudian pada akhir tahun 2006 terjadi pemekaran desa dan kecamatan menjadi 11 kecamatan dan 112 desa/kelurahan. Terakhir pada tahun 2008 mekar kembali menjadi 12 kecamatan dan 129 desa/kelurahan. Dari 12 Kecamatan tersebut, kecamatan terluas adalah Kecamatan Maiwa yaitu 392,87 km2 atau 22 persen dari luas Kabupaten Enrekang , sedangkan kecamatan yang mempunyai luas terkecil adalah Kecamatan Alla yaitu 34,66 km2 atau 1,94 persen dari luas Kabupaten Enrekang.

Ditinjau dari kerangka pengembangan wilayah maupun secara geografis Kabupaten Enrekang juga dapat dibagi kedalam dua kawasan yaitu Kawasan Barat Enrekang (KBE) dan Kawasan Timur Enrekang (KTE). KBE meliputi Kecamatan Alla, Kecamatan Anggeraja, Kecamatan Enrekang dan Kecamatan Cendana, sedangkan KTE meliputi Kecamatan Curio, Kecamatan Malua, Kecamatan Baraka, Kecamatan Bungin dan Kecamatan Maiwa. Luas KBE kurang lebih 659,03 Km 2 atau 36,90% dari Luas Kabupaten Enrekang sedangkan luas KTE kurang lebih 1.126,98 Km2 atau 63,10% dari, Luas wilayah Kabupaten Enrekang.

Dilihat dari aktifitas perekonomian, tampak ada perbedaan signifikan antara kedua wilayah tersebut. Pada umumnya aktifitas perdagangan dan industri berada pada wilayah KBE. Selain itu industri jasa seperti transportasi, telekomunikasi, hotel, restoran, perbankan, perdagangan industri pengotahan hash pertanian berpotensi dikembangkan di wilayah tersebut. Sedangkan KTE yang selama ini dianggap relatif tertinggal bila dilihat dari ketersedian sarana dan prasarana sosial ekonomi, sangat memadai dari segi potensi SDA, sehingga amat potensial untuk pengembangan pertanian dalam arti yang Was yaitu pertanian tanaman pangan/ hortikultura, perkebunan dan pengembangan hutan rakyat.

Dari beberapa uraian di atas dapat dikemukakan peluang¬peluang yang mungkin dapat dimanfaatkan diantaranya adalah :

Pemekaran dari lima kecamatan menjadi sembilan kecamatan di Kabupaten Enrekang menyebabkan akses penduduk terhadap pelayanan pemerintahan lebih mudah dicapai. Kondisi ini dipermudah oleh semakin dekatnya pusat pemerintahan kecamatan dari desa-desa bawahannya. Selain itu jumlah penduduk beserta aktifitasnya yang akan ditangani . setiap wilayah kecamatan semakin berkurang. Pemekaran ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efektifitas pelaksanaan roda pernerintahan sehingga akan memberikan efek positif terhadap akselerasi pembangunan di setiap wilayah.

Kawasan Timur Enrekang yang memiliki wilayah yang luas dengan berbagai potensinya memberi peluang untuk pengembangan pertanian tanaman pangan dan hortikultura serta tanaman perkebunan dan kehutanan. Adanya keterbatasan akses KTE terhadap Kawasan Barat Enrekang mengindikasikan perlunya kebijakan atau langkah langkah strategis yang memungkinkan kedua wilayah tersebut dapat bersinergi untuk menuju pencapaian visi dan misi daerah.

Keberagaman kondisi georafis pada setiap wilayah menyebabkan adanya variasi komoditas unggulan yang memberi peluang untuk dikembangkan pada setiap wilayah.
Untuk lebih dapat menjelaskan tentang gambaran kondisi wilayah administratif di Kabupaten enrekang tersebut, selengkapnya dapat dilihat dalam Peta:

Anak Enrekang "BUMI MASSENREMPULU" Mentama Ngasangki Mane/Bene

Jumlah Penduduk

Secara total jumlah penduduk Kabupaten Enrekang pada tahun 2003 sebanyak 178.658 jiwa yang terdiri dari jenis kelamin laki-laki 90.341 jiwa dan perempuan 88.317 jiwa. Populasi penduduk terbanyak di Kecamatan Alla (40.403 jiwa), kemudian secara berturut-turut Kecamatan Baraka (31.305 jiwa), Kecamatan Enrekang (28.467 jiwa) dan Kecamatan Maiwa (21.975 jiwa).

Sedangkan jumlah angkatan kerja berdasarkan lapangan usaha secara total pada tahun 2002 berjumlah 75.244 dan pada tahun 2003 sebesar 833.058 dan terbanyak pada sector pertanian yaitu pada tahun 2002 (80,84%) dan tahun 2003 (83,73%).

Selama periode 1998-2003 perekonomian Kabupaten Enrekang relatif selalu lebih baik bila dibandingkan dengan perekonomian Sulawesi Selatan. Pada tahun 2002 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Enrekang sekitar 4,90% sedangkan Sulawesi Selatan tumbuh pada tahun yang sama hanya 4,67%. Demikian pada tahun 2003 Kabupaten Enrekang tumbuh sekitar 5,71 % dan Sulawesi Selatan tumbuh sekitar 5,39 %.
TEMPAT PARIWISATA DI KABUPATEN ENREKANG

Kabupaten Enrekang merupakan salah satu Kabupaten yang terletak diProvinsi Sulawesi Selatan. Ditinjau dari sektor wisata, Enrekang tentunya memiliki banyak objek wisata. Kabupaten Enrekang kini telah meningkatkan serta memperbaiki berbagai fasilitas yang sudah dimiliki demi menunjukkan ke dunia luar bahwasanya Enrekang tidak kalah dengan Kabupaten tetangganya (Tanah Toraja).


Jika dilihat dari letak strategisnya, Kabupaten Enrekang adalah jalur akses ke Tanah Toraja. Hal ini memberikan peluang kepada Kabupaten Enrekang untuk menarik wisatawan untuk singgah menikmati kekayaan alam yang dimiliki. Kalau di Tana Toraja ada permandian yang sudah terkenal ke dunia internasional, di Kota Massenrempulu juga terdapat permandian serta berbagai obyek wisata lainnya seperti :


1. Permandian Alam Lewaja

Anak Enrekang "BUMI MASSENREMPULU" Mentama Ngasangki Mane/Bene
Permandian Alam Lewaja mempunyai jarak 6 km dari Ibu kota Enrekang. Arah timur dapat ditempuh dalam waktu 15 menit. Disamping dapat menikmati kolam kita dapat juga menikmati keindahan alam lewaja, dengan air yang jernih dan sejuk.


2. Air Terjun Lambai

Terletak di Batuapi Desa Mangkawani Kec.Maiwa sekitar 40 Km dari Kota Enrekang.

3. Lo'ko Bubau.

Kabupaten Enrekang terkenal dengan sebutan Negeri Seribu Gua.Lo'ko Bubau merupakan salah satu goa yang sangat menajubkan gengan stalaktit dan Stalakmit yang sunguh mempesona.gua ini terletak di desa Kandinge Kec.Baraka,53 Km dari kota Enrekang.

4. Desa Bone - Bone ( Kampung Bebas Asap Rokok )

Desa ini terkenal sebagai kawasan percontohan untuk daerah desa bebas dari asap rokok yang sudah terkenal baik dalam negeri maupun mancanegara.Desa ini terletak di Kec.Baraka yang berjarak 5 Km dari kecamatan dan berjarak 50 Km dari kabupaten Enrekang.


5. Sapo Kaluppini ( Rumah Kaluppini )


Rumah Adat di desa Kaluppini kecamatan Enrekang di gunakan sebagai tempat pelaksanaan adat Maccerang Manurung yang diadakan sekali dalam 8 ( Delapan ) Tahun.

6. Situs Tontonan.
Anak Enrekang "BUMI MASSENREMPULU" Mentama Ngasangki Mane/Bene

Anak Enrekang "BUMI MASSENREMPULU" Mentama Ngasangki Mane/Bene

Situs Tontonan yang dulu di kenal dengan serambi mayat merupakan situs peninggalan prasejarah dimana terdapat mandu atau erong sebagai wadah kubur pada zaman sebelum masuknya Islam Situs terletak di Tontonan Kel.Tanete Kec.Anggeraja 27 Km dari Kabupaten Enrekang .Kawasan Ini juga menjadi pusat kegiatan panjat tebing yang dilengkapi sarana Outbond lainnya.


7. Bunker Jepang

Bunker Jepang ( Nippon ) adalah benteng pertahanan pada zaman penjajahan Jepang digunakan untuk menghadapi tentara sekutu dan tentara perjuangan indonesia yang banyak di temukan
di sekitar Gunung Bambapuang 16 Km dari Kota Enrekang.

8. Lo'ko Palakka ( Goa Palakka )

Lo'ko Palakka terletak di Labatu Desa Palakka Kecamatan Maiwa sekitar
7 ( tujuh ) dari kecamatan Maiwa.


9.Situs Benteng Alla

Di situs ini kuburan kuno yang masih mengunakan Erong sebagai wadah Kuburan dah ruangan gua yang memiliki celah sehinggah dapat mengawasi keadaan Luar pada saat terjadi peperangan.


10. Villa Bampapuang
Anak Enrekang "BUMI MASSENREMPULU" Mentama Ngasangki Mane/Bene
Anak Enrekang "BUMI MASSENREMPULU" Mentama Ngasangki Mane/Bene
Villa tersebut sangat strategis karena lokasinya berada pada jalur menuju daerah wisata Tana Toraja yaitu 18 km arah utara Kab. Enrekang dan berada pada ketinggian 800 m diatas permukaan air laut. Di Villa ini wisatawan sering mengambil gambar keindahan Gunung Buttu Kabobong
yang biasa di kenal dengan sebutan "Gunung Nona".

11. Lo'ko Malilin ( Goa Malilin )

Terletak di Desa Pana Kec.Alla sekitar 42 Km dari ibukota kabupaten Enrekang.

12. Lo'ko Tappaan ( Goa Tappaan )

Terletak di desa Limbuang Kec.Maiwa sekitar 50 Km dari kota Enrekang di dalam lo'ko ( goa ) tappaan terdapat kolam kecil dan air terjun setinggi 7 ( tujuh ) meter.

13. Buntu/ Buttu Kabobong
Anak Enrekang "BUMI MASSENREMPULU" Mentama Ngasangki Mane/Bene
Buttu Kabobong berada diwilayah di Desa Bambapuang kecamatan Anggeraja dengan menempuh jarak 18 km dari kota Enrekang dari arah utara menuju Tana Toraja atau sekitar 800 m dari permukaan air laut dan dapat ditempuh
20 menit perjalanan.

14. Situs Batu Tondon
Anak Enrekang "BUMI MASSENREMPULU" Mentama Ngasangki Mane/Bene

Situs Batu Tondon terletak di tondon Desa Tongkonan Kecamatan Enrekang sekitar 20 Km dari kota Enrekang terdapat hamparan baru gamping seluas 300 m dimana terdapat goresan berbagaia bentuk,batu berlubang yang berjumlah 56 buah yang diyakini merupakan peninggalan masa prasejarah di atas hamparan batu itu terdapat mesjid tua yang berumur ratusan tahun.


15. Maccerang Manurung Palipada

Pesta Adat Maccerang Manurung Palipada diadakan sekali dalam 8 Tahun di Desa Kaluppini Kec.Enrekang , 9 Km dari Kota Enrekang.


16. Gunung LATIMOJONG
Anak Enrekang "BUMI MASSENREMPULU" Mentama Ngasangki Mane/Bene
Gunung Latimojong adalah gunung tertinggi di Sulawesi Selatan dengan tinggi 3478 mdpl,yang sudah sering menjadi ajang pendakian bagi pencinta alam,berada di desa karangan Desa Latimojong Kec.Baraka sekitar 70 Km dari Kota Enrekang.

17. Batu Kodok

Terletak sekitar situs Tontonan di kelurahan Tanete dan tidak jauh dari situs tontonan,batu ini terletak di tengah sungai serta batu ini terbentuk secara alamiah sehinggah dapat menyeruapai kodok.


18. Bola Battoa ( Rumah Besar )

Rumah adat di Lembong desa Rangga Kec.Enrekang rumah ini berusia kurang lebih 200 tahun dan dalam keadaan terawat dan terpelihara secara turun temurun.


19. Kebun Raya Enrekang
Anak Enrekang "BUMI MASSENREMPULU" Mentama Ngasangki Mane/Bene
Kebun Raya Enrekang terletak di Desa Batumila Kec.Maiwa sekitar 22 Km dari kota Enrekang dengan Luas sekitar 300 HA.Kebun Raya Enrekang salah satu kebun raya terbaik di antara
7 ( tujuh ) kebun raya di Indonesia. Kebun ini berkosentrasi di bidang tropika ( wilayah Wallceae ), Pendidikan, Linkungan dan Pariwisata.

FASILITAS PARAWISATA DI ENREKANG

HAJI LA TINRO LA TUNRUNG

Hotels, Restaurants, and Travel Agents

VILLA BAMBAPUANG
JL. Poros Enrekang - Toraja Km. 252 Makassar
HP. 081 355 509 702 (MUNIRA) 081 144 8497 (SRI)

HOTEL RASITA
JL. Arif Rahman Hakim No. 8 Enrekang Phone (0420) 21097

HOTEL BUMI RAYA
JL. Pancaitana Bungawalie No. 2 Enrekang Phone (0420) 21076

LOSMEN SANUR
JL. Kemakmuran No. 45 Enrekang Phone (0420) 21422

HOTEL RAHMAT
Jl. DR. Ratulangi No. 2 Enrekang Phone (0420) 21063

NIKITASUKA
JL. Jend. Sudirman Massemba HP. 081 342 399 322 (ADY)

RUMAH MAKAN 99
Jl. DR. Ratulangi Enrekang Phone (0420) 21305

RESTORAN KIKY
Jl. Indo Rangan Enrekang phone (0420) 21519

PT. Mattappa Travel Agent
Jl. Siliwangi No. 2 Enrekang Phone (0420) 21089

SALIM Tours & Travel
Jl. Arief Rahman Hakim No. 20 Enrekang HP. Agus 081342921167

Nb: Pic yg lain akan menyusul emoticon-Malu

Sumber :

http://www.enrekangkab.go.id/
http://id.wikipedia.org/wiki/Enrekang
http://www.google.com
Kuliner

1. Dangke

Anak Enrekang "BUMI MASSENREMPULU" Mentama Ngasangki Mane/Bene

Sekilas makanan ini tampak seperti tahu, sama-sama berwarna putih. Namun, makanan khas Kabupaten Enrekang ini terbuat dari fermentasi susu. Masyarakat menyebutnya Dangke. Makanan ini juga bertekstur kenyal.

Selain susu sapi atau kerbau, bahan dasar dangke lainnya adalah getah pepaya. Proses pembuatannya tidak terlalu sulit. Salah satu pengusaha dangke di Enrekang, Sunusi, menuturkan awalnya sapi perah yang susunya diambil untuk bahan dasar dangke dibersihkan dari kotoran.

“Setelah sapi selesai dimandikan, barulah dilakukan pemerasan,” kata Sunusi. Air susu sapi kemudian disaring untuk memisahkan kotoran dengan susu sebelum dilakukan fermentasi. Adapun getah pepaya muda digunakan sebagai bahan campuran pembuat dangke.

Air susu dimasak dengan suhu minimal 70 derajat Celsius, kemudian dicampur getah pepaya. Getah ini untuk memisahkan lemak, protein, dan air. Selain itu, getah pepaya berfungsi untuk memadatkan bahan susu. Setelah lemak, protein, dan air dipisahkan, barulah dilakukan proses mencetak. Alat yang digunakan untuk mencetak dangke juga menggunakan alat tradisional, yakni tempurung kelapa.

Setelah dimasukkan ke dalam alat cetak, adonan dibiarkan hingga dingin dan memadat. Maka, jadilah dangke.

Makanan ini cukup sulit didapatkan di luar Enrekang. Tapi di Kabupaten Enrekang, dangke menjadi makanan yang mudah ditemui. Namun demikian, pembeli biasanya memilih tempat produksi dangke yang dianggap higienis. Pasalnya ada juga dangke yang rasanya agak kecut.

“Salah seorang penjual Dangke di Pasar Baraka – Enrekang.

Popularitas dangke sebagai makanan khas di Kabupaten Enrekang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Enrekang, Lateng, menuturkan bahwa dangke sudah sampai Malaysia dan Jepang.

Dangke dapat bertahan hingga satu bulan. Biasanya, saat dangke dibawa keluar daerah yang membutuhkan waktu berjam-jam atau bahkan beberapa hari, dangke dibungkus dalam kemasan kedap udara. “Biasanya, jika dangke dibawa ke tempat yang membutuhkan waktu lama, dangke dipanaskan dan dimasukkan ke dalam lemari es,” ujar Sunusi.

Sandra, salah seorang warga Enrekang yang tinggal di Makassar, menuturkan setiap kali datang ke Enrekang, ia pasti membeli dangke. Pasalnya, makanan tersebut sudah menjadi makanan wajib. “Rasanya ada yang kurang kalau dari Enrekang tidak membawa pulang dangke,” kata Sandra.

Dangke menjadi makanan khas yang tak terlupakan oleh warga Enrekang. Meskipun telah meninggalkan daerah itu bertahun-tahun lamanya, saat pulang ke kampungnya, mereka pasti akan mencari dangke.

Untuk mempromosikan dangke kepada pelanggan, sejumlah pembuat dangke mulai membuka layanan pesan antar seperti yang dilakukan Sunusi.

“Usaha kami memang dalam bentuk home industry,” katanya. Sapi perah milik Sunusi yang menunjang bahan baku pembuatan dangke sudah mencapai 25 ekor. Ia tercatat sebagai pengusaha dangke tersukses di daerah itu.

Awalnya, menurut Sunusi, ia memulai usaha itu dengan seekor sapi. “Itulah yang kemudian berkembang hingga saat ini,” ujarnya. Sunusi tidak mengetahui persis kapan ia memulai usaha itu. “Yang jelas, sudah lebih dari sepuluh tahun,” kata Sunusi.

Kini pegawai Dinas Peternakan Kabupaten Enrekang itu sudah mampu memproduksi 50 dangke setiap harinya. “Produksi dangke kami dilakukan dua kali dalam sehari, yakni pagi dan sore hari,” katanya. Tiap satu dangke dijual dalam satu kemasan khusus. “Kami hanya menjual Rp 12 ribu per paketnya,” kata Sunusi.

Selain itu, dangke bisa diolah menjadi kerupuk yang diberi nama deppa dangke. Prosesnya adalah mencampur dangke dengan terigu dan gula.

2. Baro'bo

Anak Enrekang "BUMI MASSENREMPULU" Mentama Ngasangki Mane/Bene
Anak Enrekang "BUMI MASSENREMPULU" Mentama Ngasangki Mane/Bene

Saat pulang kampung, saya selalu menyantap masakan ini. Menurut saya pribadi, bubur Baro’bo lebih lengkap dari bubur Manado, karena dilihat dari bahannya yang lebih lengkap. Bahan yang digunakan antara lain adalah; jagung muda, rebung, kol, kacang panjang, kacang merah, dan daging ayam kampung. Bila selera, juga bisa ditambahkan mie instan atau ikan kering +lombo' cobe-cobe. Bubur ini sangat cocok disantap saat masih panas-panas, biasa di sajikan dengan tambahan sambal dan perkedel jagung. Anda mau mencoba?? mari berkunjung ke Enrekang…

3. Pulu' Mandoti
Anak Enrekang "BUMI MASSENREMPULU" Mentama Ngasangki Mane/Bene

Enrekang juga terkenal akan beras ketannya. Pulu' Mandoti, salah satu beras lokal jenis ketan wangi yang langka. Hanya dapat tumbuh di wilayah pegunungan berketinggian 700 dpl, Desa Salukanan, Kecamatan Baraka, sekitar 60 km dari Kota Enrekang, ibukota Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.
Beras ketan ini termasuk beras yang harganya paling mahal dari semua jenis ketan di Indonesia berdasarkan data Medio April 2012 kemarin. 5 Desa sebagai penghasil Pulu' Mandoti yakni Desa Gandeng, Desa Piawan, Desa Pambuluran, Desa Tantido, dan Desa Mataring menjualnya dengan harga Rp 24.000 per liternya. Selain untuk dibuat Sokko' alias nasi ketan, banyak pembeli beras menggunakannya sebagai campuran pewangi untuk beras biasa.

"Satu liter Pulu Mandoti jika dicampur dengan satu karung – sekitar 40 liter beras biasa, sudah mampu membuat keseluruhan beras biasa tersebut menjadi wangi, menimbulkan selera orang untuk memakannya," jelas Jallopa warga Desa Salukanan.
Ada kejadian unik lainnya dari Pulu' Mandoti ini , sudah sejak lama banyak orang mengambil bibit padi Pulu' Mandoti untuk ditanam atau dikembangkan di luar wilayah Desa Salukanan. Namun ternyata hasilnya tidak beraroma wangi seperti Pulu' Mandoti yang ditanam di Desa Salukanan.
Percobaan penanaman seperti itu, menurut Jallopa sudah berulangkali dilakukan namun hasilnya tetap nihil. Warga Desa Tallang Ura Kecamatan Curio contohnya, yang bertetangga langsung dengan Desa Salukanan, namun hasilnya juga tidak sama. Padahal, sebut Takdir, sumber air untuk pengairan sawah-sawah di Desa Tallung Ura dan Desa Salukanan sama, yaitu berasal dari mata air pegunungan Kalo Tombang, Sengka, Orong, Pedallen, dan Kalo Matangon.
"Benih padi Pulu Mandoti yang di tanam di luar areal Desa Salukanan tetap tumbuh, tapi aroma dan rasanya tidak sama dengan Pulu Mandoti yang ditanam di Desa Salukanan," katanya.
Diduga tanah-tanah di Desa Salukanan memiliki unsur hara yang spesifik memberikan nilai tambah dalam bentuk rasa maupun aroma terhadap berbagai jenis tumbuhan yang ditanam di atasnya.

Selain Pulu' Mandoti, ada juga jenis beras ketan putih yang dihasilkan Desa Salukanan yang terletak di pebukitan kaki Gunung Latimojong ini, namanya Pulu' Pinjan. Rasanya lebih nyaman dibandingkan dengan jenis beras ketan putih lainnya yang beredar di pasaran umum. Harga jualnya pun saat ini mencapai Rp 15.000 per liter.

4. Baje' Kotu

Anak Enrekang "BUMI MASSENREMPULU" Mentama Ngasangki Mane/Bene
Baje Kotu adalah beras ketan yang dimasak dengan gula aren campur kelapa, kemudian dibungkus daun jagung sebesar ukuran batterai besar. Sudah puluhan tahun Baje Kotu ini menjadi oleole khas dari perjalanan wisata Kabupaten Tana Toraja.

5. Nasu Cemba (Masakan Asam)
Anak Enrekang "BUMI MASSENREMPULU" Mentama Ngasangki Mane/Bene

Nasu Cemba, yaitu sejenis coto. Terbuat dari daging kerbau yang dimasak dengan bumbu khas termasuk daun asam. Jangan terkejut jika suatu waktu Anda ke Enrekang lantas disuguhi Nasu Cemba (Masakan Asam), menemukan potongan daging kerbau yang diikat dengan balutan daun asam. Enak! Cocok dengan hampir semua lidah orang Indonesia. Terbukti, di warung dan rumah makan-rumah makan umum di Kota Makassar sudah banyak yang menyediakan menu khas Nasu Cemba tersebut.

6. Camme Tuttu'

Camme Tuttu, sayuran yang terbuat dari daun ubi yang ditumbuk dicampur dengan parutan kelapa bersantan.
POTENSI

1. Pertanian

Sektor pertanian sangat penting peranannya dalam perekonomian di Kabupaten Enrekang. Sektor pertanian memberi kontribusi yang paling besar terhadap PDRB. Sejak tahun 1998 sampai tahun 2002, kontribusi sektor pertanian terhadap total PDRB diatas 47 %. Hal ini mencerminkan bahwa perekonomian sebagian besar penduduk di wilayah ini masih mengandalkan sektor pertanian.

Keberhasilan sektor pertanian mengangkat perekonomian masyarakat didukung oleh ketersediaan sumberdaya atam yang memadai. Ketersediaan lahan yang subur memungkinkan pengembangan berbagai komoditas, baik komoditas tanaman pangan dan hortikultura maupun berbagai komoditas pertanian lainnya.

Besarnya peranan/ kontribusi sumberdaya alam dalam pengembangan sektor pertanian, tercermin dari Luas panen/tuas lahan yang dimanfaatkan untuk pengembangan berbagai komoditas pertanian. Luas panen padi sawah pada tahun 2002 sebanyak 8.157 Ha dengan tingkat produksi mencapai 37.762.340 Kg. luas panen pada tahun ini lebih rendah dari tahun sebelumnya, bahkan pada tahun 1999 tuas panen padi sawah mencapai 12.206 Ha. Penurunan Luas panen tersebut berdampak terhadap berkurangnya jumlah produksi dari 60.781.920 Kg pada tahun 1999 menjadi 37.762.340 Kg pada tahun 2002. Selama lima tahun terakhir, penurunan tuas panen dan jumlah produksi juga terjadi pada komoditas jagung. Pada umumnya jumlah produksi tanaman buah-bahkan tahun ini juga mengalami penurunan produksi bita dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sebaliknya bita dibandingkan dengan tahun yang lalu, beberapa jenis sayuran justru mengalami peningkatan produksi. Peningkatan produksi ini sebagai akibat terjadinya peningkatan pemanfaatan sumberdaya lahan.

Beberapa jenis buah-buahan yang cukup potensial di Kabupaten Enrekang adalah pepaya dan salak. Tanaman ini tersebar di hampir semua wilayah kecamatan dan menunjukkan kecenderungan meningkat setiap tahun. Pada tahun 2001, jumlah pohon pepaya sebanyak 174.398 pohon dan meningkat menjadi 177.163 pohon pada tahun 2002. Sedangkan produksi salak pada tahun 2001 mencapai 38.043,45 Kg.

2. Kehutanan dan Perkebunan

Sektor kehutanan dan perkebunan memegang peranan penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Hutan sebagai tempat kehidupan tanaman dan hewan menyediakan berbagai sumberdaya hayati bagi umat manusia. Oleh karena itu kelestarian hutan perlu dijaga agar dapat memberikan manfaat secara optimal dan berkelanjutan. Selain itu hutan juga dapat memberikan kontribusi terhadap ketersediaan air dan udara sejuk yang sangat dibutuhkan umat manusia. Sebaliknya kerusakan hutan dapat menyebabkan bencana bagi kehidupan hewan, tanaman dan manusia. Dengan begitu dapat dikatakan bahwa kehutanan ikut memberi andil terhadap keberhasilan sektor pertanian, perdagangan, perindustrian dan sektor lainnya. KaLuasan hutan di Kabupaten Enrekang cukup luas dan tersebar di beberapa kecamatan. Kawasan hutan pada tahun 1999 seluas 90.150 Ha tetapi sejak tahun 2000 sampai 2002 luasnya berkurang menjadi 87.352 Ha. Meskipun Kabupaten Enrekang memiliki hutan yang luas namun sebagian kawasan hutan tersebut sudah dikategorikan kritis. Luas hutan kritis yang ditumbuhi semak belukar mencapai 23.417 Ha atau hampir mencapai 30 % dari total Luas hutan. Bila dirinci menurut jenisnya/fungsinya, maka dapat dikatakan bahwa sebagian besar hutan tersebut berupa hutan lindung (72.755 Ha) dan sebagian lainnya merupakan hutan produksi biasa (14.597 Ha). Pada tahun 2002 di kaLuasan hutan produksi tersebut diperoleh produksi jati rimba sebanyak 4.048,66 m2 dan rotan sebanyak 478 ton.

Tanaman perkebunan di Kabupaten Enrekang juga cukup beragam dan pada umumnya tersebar diberbagai kecamatan. Komoditas perkebunan yang paling banyak diusahakan adalah kopi (10.444 Ha), kakao (6.149 Ha), kemiri (2.995 Ha), jambu mente (2.313 Ha), lada (1.976 Ha) dan cengkeh (1.028 Ha). Tanaman kopi hampir ada pada setiap kecamatan namun paling banyak ditanam di Kecamatan Baraka, Alla dan Curio. Sedangkan tanaman kakao ditanam dan tersebar di seluruh kecamatan.

Tanaman vanili dan murbei, nampaknya juga memiliki prospek yang cukup baik di daerah ini, disamping karena kesesuaian lahan, juga karena kian besarnya minat masyarakat untuk mengusahakan tanaman tersebut. Besarnya permintaan dan prospek pasar yang cukup menjanjikan menjadi alasan utama bagi petani untuk mengembangkan tanaman tersebut.

3. Pertambangan

erdasarkan penelitian dan pemetaan yang pernah dilakukan di Kabupaten Enrekang dapat diketahui berbagai potensi bahan galian yang tersebar di berbagai kecamatan. Bahan galian tersebut diantaranya adalah minyak bumi, batubara, emas, perak, logam dasar (Cu, Pb, Zn), marmer, pasir kuarsa, koalin dan lain-lain. Semua sumberdaya tersebut sudah diketahui penyebarannya, namum baru sebagian bahan galian yang teridentifikasi jumlah cadangannya di setiap wilayah.

Berdasarkan pengamatan kondisi obyektif sumberdaya alam Kabupaten Enrekang, maka ada beberapa peluang yang mungkin dapat dimanfaatkan dan tantangan yang patut mendapat perhatian, diantaranya:

Luas lahan yang cocok untuk pengembangan komoditas pertanian sebanyak 77.508 Ha. Dari luas lahan tersebut baru 42.267 Ha yang termanfaatkan sehingga masih terdapat peluang ekstensifikasi seluas 35.241 Ha.
Berbagai komoditas pertanian yang dikembangkan masih menyisakan peluang untuk ditingkatkan produktifitasnya melalui penerapan berbagai teknologi pertanian.
Kondisi sumberdaya alam yang ada masih memberi peluang bagi pengembangan komoditas andalan.
Masih seringnya muncut serangan hama penyakit pada berbagai komoditas yang diusahakan petani, menjadi penghambat keberhasilan di bidang pertanian.
KaLuasan hutan Kabupaten Enrekang saat ini tinggal 87.352 Ha dan hampir 30 % luas areal tersebut merupakan lahan kritis.
Kondisi sumberdaya alam memungkinkan peningkatan kuantitas maupun kualitas tanaman perkebunan.
Bahan galian yang belum dapat ditunjukkan jumlah cadangannya masih menjadi kendala dalam meningkatkan daya tarik investor. Kegiatan penelitian atau eksplorasi untuk mengetahui besarnya potensi pertambangan belum dilakukan secara menyeluruh sehingga bahan galian tertentu hanya dapat diketahui lokasi penyebarannya.
Pemanfaatan bahan galian belum dilakukan secara optimal sehingga sektor pertambangan belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan asli daerah. Kondisi ini menuntut upaya serius berbagai kalangan, baik pemerintah daerah maupun swasta, untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan.

4. Transportasi dan Telekomunikasi

Kelancaran transportasi memegang peranan penting datam mewujudkan kondisi perekonomian yang diinginkan. Ketersediaan sarana transportasi berdampak positif terhadap ketersediaan barang dan jasa sesuai dengan jumlah, kuatitas dan waktu yang diinginkan. Bagi masyarakat yang memproduksi barang dan jasa dapat dengan mudah memperoleh bahan baku untuk memperlancar kegiatan produksinya apabita didukung oleh kelancaran arus transportasi. Setain itu mereka juga dapat memasarkan produksinya dengan tepat waktu dan tepat jumlah. Kondisi seperti itu akan berimplikasi terhadap efektifitas dan efisiensi perekonomian masyarakat.

Panjang jalan dan kondisi jalan memegang peranan penting untuk mendukung kelancaraan arus transportasi. Daerah-daerah yang terisolasi selama ini akan lebih mudah dijangkau apabila ruas jalan semakin panjang. Sedangkan kualitas jalan yang baik akan mempermudah arus transportasi sehingga waktu tempuh dapat dipersingkat dan kapasitas angkut dapat diperbesar.

Ketersediaan jalan tersebut dan didukung oteh sarana transportasi (kendaraan roda empat dan roda dua) akan memudahkan mengakses seturuh wilayah kecamatan. Kondisi ini setidaknya dapat dicermati dari lancarnya arus latu lintas dari ibukota kabupaten ke ibukota kecamatan. Bahkan wilayah desa pada umumnya sudah dapat dijangkau kendaraan roda empat. Arus kendaraan ke desa juga sudah tancar apatagi pada hari pasar, intensitasnya semakin tinggi.

Panjang jalan dan jenis permukaan jalan di Kabupaten Enrekang saat ini tetah mengalami kemajuan. Panjang jalan pada tahun 2001 hanya 766,24 Km tetapi pada tahun 2002 telah meningkat menjadi 812,42 Km. Kondisi tersebut cukup menggembirakan karena jenis jalan yang mengalami peningkatan besar adalah jalan aspal. Pada tahun yang sama panjang jalan aspal meningkat dari 255,95 Km menjadi 404,67 Km.

Meskipun panjang jalan telah banyak mengalami kemajuan namun kondisi beberapa ruas jalan justru mengalami penurunan kualitas. Panjang jalan yang termasuk dalam kategori baik mengalami penurunan dari 158,25 Km pada tahun 2001 menjadi 122,63 Km pada tahun 2002. Sebaliknya dalam kurung waktu yang sama, jalan yang kurang baik semakin bertambah.

Keberadaan sarana telekomunikasi di Kabupaten Enrekang sangat mendukung aktifitas ekonomi dan kegiatan pemerintahan. Sarana tetekomunikasi digunakan pelaku ekonomi untuk melakukan perintah pengiriman barang/uang dan untuk mengetahui harga barang/jasa. Sarana tetekomunikasi di Kabupaten Enrekang cukup memadai setelah PT. Telkom menyediakan telepon kabel dan PT. Indosat menyediakan telepon seluler. Jumlah pelanggan PT. Telkom terus bertambah dari 730 pelanggan pada tahun 2000 menjadi 999 pelanggan pada tahun 2002. Seiring dengan meningkatnya jump lah pelanggan, produksi pulsa juga meningkat dari 5.201.391 pelanggan pada tahun 2000 menjadi 10.872.333 pada tahun 2002. Hanya saja, peningkatan pulsa lebih dari dua kali lipat tersebut belum dapat menjangkau seluruh wilayah kecamatan.
reserved
reserved
reserved
reserved
reserved
reserved
reserved
Biodata Penghuni Trit ini




ID Kaskus : Nasrulgt
Nama : Nasrul
ALamat Makassar : jl. veteran Selatan lr.2
ALamat di Enrekang : Baraka Desa salukanan Dusun Tombang
Pekerjaan : Mekanik alat berat
FB : https://www.facebook.com/nasruljie01


ID Kaskus : azzura2000
Nama : ikra negara
ALamat Makassar : banyak biasa di bara-baraya, di jln. kijang 45 ato numpang di rumahnya teman
ALamat di Enrekang : cakke depan segitiga
Pekerjaan : wiraswasta
FB : ikranegara[@]gmail.com



ID Kaskus : firmanami
Nama : Firman Mahmud
ALamat Makassar : Pondok Mertua Indah, Jl. Emmy Saelan III No.1
ALamat di Enrekang : Jl.Kemakmuran ( Pelangi Foto/ Counter JNE )
Pekerjaan : Tukang Poto-poto, Kurir
FB : pelangi fotografi / jne erekang



ID Kaskus : rhizki
nama :risman
ALamat Makassar : Jl. tamalate 1 No.1
ALamat di Enrekang : nda tau nama jalan ( depan kodim)
Pekerjaan : swasta
FB :rhisman daffa rhizqullah


ID Kaskus : cukkaulu2000
Nama : hamdi darmawan
ALamat : sangatta, kampung kajang
ALamat di Enrekang : cakke depan segitiga
Pekerjaan : bambong (maneriki mentiro tiro kasugiran)


ID Kaskus : wahyuddin rosi
nama : Aco
ALamat : Jl. Jend. Sduriman 81 Majene
ALamat di Enrekang : buntu lintik
Pekerjaan : football player


ID Kaskus : ijhoz21
Nama : Muhammad Djihad (memet)
ALamat Makassar : Jl. Racing Centre Komp. Perum UMI Blok E/13
ALamat di Enrekang : Bule, Ds. Tallung Tondok, Kec. Malua
Pekerjaan : Analis Laboratorium
FB : cari mki saja nama MUHAMMAD DJIHAD THAMRIN KADIR


ID Kaskus : mupralsh
nama : Muh. Prayogi
ALamat di Makassar : Kosan dekat kampus
ALamat di Enrekang : Baraka Pusat dekat sungai
Pekerjaan : Mahasiswa


ID Kaskus : celebezman
ALamat tinggal: Kelapa Gading, Jakarta
ALamat di Enrekang : Jl. Abubakar lambogo
Pekerjaan : Karyawan


ID Kaskus : depaighter
Nama asli : Ilham Tasbi (S.Kom) tawwaa.. hahahahah
Alamat Di Makassar : Jl. Perintis Kemerdekaan 7 Sekitar Asrama HPMM Pusat (Kost-kost disitu, tidak tetap selalu ganti/pindah kost yang murah)
Alamat Di Enrekang : Passangrahan Kalosi Barat, Kec. Alla'
Pekerjaan : Karyawan Swasta (IT Staff PT. Sinar Galesong Pratama/Suzuki Pettarani)
Tabe' Lako kita sola nasan
Buat semuanya Sangkampongku emoticon-Smilie
mari kita sharing Tentang kampung kita Tercinta ini emoticon-Big Grin
Saya terakhir Pulang Kampung 2 tahun yang lalu emoticon-Frown
Tho Baraka na aku mane emoticon-shakehand
mantap tho sola...
indemi aslina tho endecang...






_________emoticon-Ngacir laarii cepa'
Quote:Original Posted By achielsmiley
mantap tho sola...
indemi aslina tho endecang...






_________emoticon-Ngacir laarii cepa'

Tarimakasi buda sola emoticon-Big Grin
sharing2 todaki nah
tes...
Quote:Original Posted By Pahoe2
tes...

apannara di tes mane emoticon-Big Grin
sharing2 todaki mane tentang kampongta'
salken mane emoticon-shakehand aku tho barakana emoticon-Smilie
tho apaq qt?emoticon-Thinking