alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000014523618/belalang-kayu-hama-yang-jadi-bakpia
Inspiratif 
Belalang Kayu, Hama yang Jadi Bakpia
Welcome To My Thread

Kaskuser yang Asli Manusia Selalu Meninggalkan Jejak

Spoiler for for:


Spoiler for hate this:


Satu lagi karya kreatif mahasiswa yang perlu kita apresiasi gan, yaitu inisiatif pembuatan bakpia berbahan baku BELALALANG KAYU, ceritanya gini gan, ini 5 temen sekelas ane dari Teknologi Pangan IPB.

Setelah 2 kawan ane pulang dari trip mereka ke Yogyakarta, di mana mereka main ke daerah Gunung Kidul, mereka terinspirasi untuk membuat suatu makanan berbasis Belalang yang menjadi favorit makanan warga setempat. Mereka terinspirasi untuk membuat kekuatan baru perpaduan antara keterkenalan Bakpia di Yogya dengan kebiasaan belalang goreng untuk lauk di Gunung Kidul.

Sampai ke IPB, mereka membawa serta satu kilogram belalang kayu, yang biasanya jadi hama pengganggu dan acapkali dibunuh begitu saja oleh para petani. Belalang tersebut kemudian mereka analisis kandungan gizi yang terkandung di dalamnya, yaitu:
Spoiler for Hasil analisis:


100 gram tepung belalang tersebut dibuat dari 270 ekor belalang kayu yang didatangkan langsung dari Yogyakarta gan! Tepung tersebut kemudian dicampur dengan bahan pembuatan bakpia. Nilai tambah lainnya adalah teman-teman ini menggunakan teknik edible coating atau pelapisan produk dengan bahan yang dapat dimakan dengan tujuan pengawetan produk. Serta diinisiasi penggunaan oxygen scavenger untuk mempertahankan umur simpan produk hingga tujuh hari.
Spoiler for oxygen scavenger:


Hasilnya, mereka mengikuti perlombaan business plan dan berhasil masuk tahap final di lomba AISEC 2012 yang diinisiasi UI serta DINAR 2012 yang diinisiasi STIE Tazkia Bogor dan mereka berhasil masuk koran, aheeey,,,
Spoiler for masupp koran:


Sekian gan ceritanya, jangan lupa emoticon-Rate 5 Star plus emoticon-Blue Guy Cendol (L)

Spoiler for Pesan ane:


emoticon-I Love Kaskus emoticon-I Love Indonesia
PERTAMAX DIAMANKAN

Belalang Kayu, Hama yang Jadi Bakpia
ada gambar bentuk bakpianya gak gan..?
Quote:[CENTER]Lihat di sini untuk info promo, event, traffic, diskon, dll[/CENTER]
Quote:Original Posted By tukangdiskon
ada gambar bentuk bakpianya gak gan..?


sayangnya ga ada pict zoom nya gan, ane gak ikut tim itu sih...
enak gan ane dah pernah nyoba ini...
nice tread gan

Titip Lapak Gan
Quote:

Belalang Kayu, Hama yang Jadi Bakpia

Belalang Kayu, Hama yang Jadi Bakpia

Belalang Kayu, Hama yang Jadi Bakpia


[CENTER][update]Baju Batik Klub Sepak Bola terbaru dan Termurah[/CENTER]
Quote:Original Posted By Centauron
enak emg gan ?


enyuakk dong gan kalo nggak ya nggak masup final...
bakpia nya gan... bakpia
karya pangan yang menarik..
dua-duanya memang enak
belalang yang sering dianggap sebagai hama ternyta memiliki kanduangan gizi yang tinggi. Namun sebagain besar orang masih menganggap belalang makanan/sumber protein orang bawah dan merasa jijik untuk mengonsumsi belalang..ini yang sangat disayangkan..
Jadi pengen nyobain. emoticon-Malu (S)
dih gimana rasanya gan belalang dimakan emoticon-Takut
jadi penasaran sama rasanya gans
hebat tuh gan kreatif orang-orangnya
bisa dijadikan bakpia juga ya emoticon-Thinking
ane bantu sundul dech gan emoticon-Sundul:
inovatif banget mereka emoticon-thumbsup
ini sumber makanan baru bagi manusia emoticon-I Love Indonesia (S)
ane benci ma belalang kayu gan..

emoticon-Marah
Belalang kayu? Ternyata ini ya gan?
Spoiler for Belalang kayu:


KETERANGAN
Quote:Belalang kayu (Melanoplus cinereus) adalah serangga berwarna hijau atau coklat berkaki belakang lebih panjang yang dipakai untuk loncat yang termasuk ordo Orthoptera. Belalang sudah lama dikenal oleh manusia sebagai santapan yang lezat, memberikan cita rasa nutty flavor bila di bakar dan ditambah garam. Seratus gram belalang dewasa mengandung protein 23.6 gram, lemak 6.1 gram, calsium 35.2 miligram dan 5 miligram besi. Menurut Entomological Society of America, belalang merupakan sumber protein yang lebih baik dibandingkan sapi, ayam, ataupun babi. Dan yang tidak kalah pentingnya belalang mempunyai kadar kolesterol dan lemak yang sangat rendah. Jadi tidak perlu merasa was was terkena sakit jantung. -[URL="Sumber"]http://www.tni.mil.id/task.php?q=dtl&id=88[/URL]-

KANDUNGAN BELALANG KAYU
Quote:Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kusmaryani (2005), kadar protein tepung belalang kayu (Melanoplus cinereus) lebih tinggi dibanding tepung udang windu (Panaeneous Monodon) dengan kadar masing-masing 17,922 dan 9,846 persen. Beberapa bahan dasar makanan yang merupakan sumber protein juga dapat dibuat tepung. Sebagai bahan baku berbagai olahan makanan, tepung memiliki beberapa keistimewaan, antara lain rasa yang sama dengan bahan dasar pembuatnya, dapat disimpan lama dan praktis dalam penggunaannya.

Belalang adalah binatang serangga yang bagi banyak orang lebih sering di cap sebagai hama dan bukan bahan makanan bergizi apalagi berprotein. Bahkan di beberapa daerah, mengkonsumsi belalang lebih identik dengan kemiskinan rakyat di daerah tandus dan kering. Di beberapa negara, seperti Zimbabwe dan Etiopia belalang sudah menjadi makanan rakyat dengan mengolahnya menjadi tepung sebagai bahan kue karena rasanya yang mirip dengan udang. Bahkan bagi banyak warga di negara Afrika, belalang termasuk serangga yang penting sebagai sumber protein.


ISLAM DAN KONSUMSI BELALANG
Quote:Belalang termasuk jenis hama yang banyak merusak tanaman, karena ludahnya mengandung racun yang dapat merusak dedaunan. Belalang termasuk hewan yang halal bagi umat Islam. Imam Bukhari dalam sebuah hadistnya meriwayatkan bahwa Ibn Abi Awfi erkata, ”Kami melakukan tujuh kali penerangan bersama Nabi SAW. Ketika itu kami makan belalang sepanjang jalan.” Sahabat Umar RA berkata: ” Nabi SAW pernah mengungkapkan keinginanya untuk makan belalang panggang.” Bahkan istri nabi SAW, keluarga dan para sahabatnya biasa saling memberi hadiah belalang (Ash Marlyna, 2002).

KONSUMSI BELALANG DAN MANFAATNYA
Quote:Belalang biasa dimanfaatkan menjadi lauk-pauk bagi warga yang tinggal di daerah kering, seperti Gunung Kidul. Namun tidak semua orang bisa mengkonsumsinya karena alergi (gatal-gatal). Belalang darat biasa mencari tempat yang keras dan memukul-mukulkan ekornya jika akan bertelor. Telurnya berkhasiat untuk mengobati jerawat. Belalang bersifat panas dan kering, konsumsi dalam jumlah banyak dapat melangsingkan tubuh. Belalang juga mempunyai khasiat untuk mengobati berbagai penyakit, seperti sakit kuning, sesak nafas karena batuk, setip/kejang dan infeksi sumsum tulang. Untuk mengobati sakit kuning, dilakukan dengan menghirup asap pembakaran sepuluh ekor belalang. Sesak nafas karena batuk dapat diobati dengan mengkonsumsi ramuan tepung belalang (5 ekor) yangg dicampur dengan 1 sendok makan arak manis, setiap pagi dan sore ( Sri Haryanto, 2005).

Bagi warga Gunung Kidul, belalang kayu adalah makanan yang biasa mereka santap sebagai lauk-pauk. Belalang biasanya digoreng kering dengan bumbu bawang-garam, atau dibacem. Rasanya yang enak, gurih dan mirip udang, menyebabkan belalang kayu banyak diminati dan dikonsumsi oleh sebagian rakyat Gunung Kidul.

Tradisi makan belalang sampai sekarang menjadi suatu nostalgia yang mampu mengembalikan romantisme kampung halaman bagi para perantau asal Gunung Kidul. Walaupun tidak jelas, sejak kapan warga Gunung Kidul mulai mengkonsumsi belalang kayu. Barangkali wilayah Gunung Kidul yang sebagian besar terdiri atas perbukitan karst yang gersang telah membuat mereka menjajal segala kemungkinan sumber pangan dan protein untuk bertahan hidup. Secara kebetulan di daerah itu pohon jati dan akasia ditanam warga sebagai pohon peneduh sebelum menggarap lahan pertanian di bawahnya. Pada pucuk-pucuk pohon itulah belalang kayu hinggap dan mencari makan. Para pemburu belalang yang tadinya hanya menangkap belalang padi, kini harus menggunakan galah, jala ataupun lem tikus untuk menangkap belalang yang bagi sebagian warga menjadi sumber penghasilan. [URL="Sumber"]http://andre4088.blogspot.com/2012/04/belalang-kayu-melanoplus-cinereus.html[/URL]



Kalo di UNY dibikin mie gan:
Quote:
Spoiler for Peneliti:

Di Gunungkidul yang gersang dan tandus karena sebagian besar wilayahnya terdiri atas perbukitan karst ternyata banyak ditemukan belalang baik belalang kayu maupun belalang sawah. Belalang kayu dapat dijumpai sepanjang tahun sedangkan belalang sawah banyak dijumpai pada musim penghujan, bahkan populasinya seringkali meresahkan petani karena merusak tanaman padi. Warga Gunungkidul sering mencoba segala kemungkinan sumber pangan dan protein untuk bertahan hidup termasuk mengkonsumsi belalang walaupun tidak diketahui bagaimana awalnya mulanya, alhasil sering ditemukan penjual belalang yang berjajar di tepi jalan Gunungkidul bukan hanya ketika musim penghujan saja. Selama ini mengkonsumsi makanan belalang masih selalu dianggap identik dengan kemiskinan. Namun banyak warga Gunungkidul perantauan yang membawa budaya makanan belalang ini ke kota besar sehingga mengkonsumsi belalang tidak lagi identik dengan kemiskinan bahkan menjadi sebuah kuliner khas Gunungkidul.
Jika selama ini masyarakat Gunungkidul mengkonsumsi belalang hanya semata digoreng atau dibacem belum ada variasi pengolahan belalang yang lebih menarik, maka sekelompok mahasiswa UNY yaitu Nanik Hidayati, Ria Nurindah, Cahyani Eka Romadhoni dari jurusan pendidikan IPA dan Arinda Ekaningsih dari jurusan fisika Fakultas MIPA serta Dwiningsih dari jurusan manajemen Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta mencoba mengolah belalang untuk menghasilkan produk yang lebih menarik yaitu dijadikan mie. Belalang diolah menjadi mie basah dan cara penyajiannya dapat dibuat seperti penyajian mie ayam pada umumnya maupun olahan mie basah lainnya. Nanik Hidayati mengatakan, dengan cara pengolahan belalang menjadi variasi makanan baru ini dapat memenuhi permintaan pasar akan berbagai makanan yang lezat dan bergizi dengan harga terjangkau. Selain itu mie belalang mempunyai kelebihan dimana kandungan proteinnya tinggi, rasa belalang yang khas, serta merupakan produk olahan baru yang unik sehingga mampu menarik perhatian untuk menikmatinya sebagai makanan khas Gunungkidul, tambahnya. Selain itu pengolahan belalang menjadi mie ini juga dapat meningkatkan nilai ekonomi belalang sehingga dapat memicu warga yang bermata pencaharian sebagai pencari belalang untuk lebih mengembangkan usahanya.
Secara umum belalang kayu maupun belalang sawah rasanya sama hanya berbeda ukuran saja. Bahan utama pembuatan mie yaitu tepung terigu serta bahan tambahan lain seperti garam dapur, telur, minyak goreng dan natrium karbonat dapat dibeli dipasar atau toko terdekat. Cara membuatnya diungkapkan oleh Cahyani Eka Romadhoni, dimana 2,5 kg belalang dibersihkan dari sayap dan kotorannya kemudian dicuci sampai bersih lalu dihaluskan dengan blender. Kemudian masukkan 10 kg tepung terigu dan belalang yang sudah dihaluskan ke dalam mesin pengaduk dan ditambahkan 5 butir telur. Sambil diaduk tambahkan larutan garam dan soda sedikit demi sedikit hingga merata sampai menggumpal kemudian diamkan selama 5 menit. Adonan lalu dimasukkan dalam mesin pres dan dibuat pelembaran. Mie dicetak dengan mesin pencetak mie kemudian potong-potong kira-kira 30 cm dengan ditaburi tepung tapioka agar tidak lengket lalu digulung sebesar satu kepal tangan dan mie siap untuk diolah. Dwiningsih memberikan cara menyajikan mie belalang, dimana belalang yang telah dibersihkan dari sayap dan kotorannya dipotong-potong menjadi 3 bagian lalu cuci sampai bersih dan dibacem lalu digoreng. Ambil satu gulungan mie kemudian rebus dalam air yang mendidih, setelah ditiriskan campur dengan bumbu seperti mie ayam kemudian taburkan belalang bacem goreng diatasnya dan mie belalang siap disajikan dengan saos dan kecap.
Menurut Ria Nurindah, belalang merupakan sejenis serangga dan bagi banyak orang lebih dianggap sebagai hama daripada dimanfaatkan sebagai sumber makanan yang berprotein tinggi. Sebagian masyarakat justru menganggap bahwa mengkonsumsi belalang identik dengan kemiskinan padahal penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein belalang lebih tinggi daripada udang dimana kadar protein belalang kayu (Melanoplus cinereus) dibandingkan dengan udang windu (Panaeneous monodon) menunjukkan bahwa ada perbedaan nyata. Protein tepung belalang kayu lebih tinggi dibanding tepung udang windu dengan kadar masing-masing 17,922 dan 9,846 persen. Protein sangat berperan dalam proses pertumbuhan terutama pada anak-anak. Kekurangan protein dapat menyebabkan gangguan pada pertumbuhan bahkan dapat menyebabkan penyakit marasmus dan kwashiokor. [URL="Sumber"]Sumber[/URL]
Ada lagi yang dibikin abon gan:
Quote:
Spoiler for Peneliti:
Belalang atau dalam bahasa Jawa disebut walang merupakan serangga yang menurut para petani di manapun adalah perusak tanaman padi alias hama yang melahap pucuk daun padi muda sehingga membuat buah padi sulit untuk tumbuh. Belalang kayu saat ini telah menjadi oleh-oleh khas Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta karena sering dibeli orang dari luar daerah. Sejumlah penjaja serangga tersebut yang banyak dijumpai di pinggir jalan jurusan Semanu-Wonosari dan Paliyan-Trowono. Bahkan, warga dari Jakarta dan Bandung sering mampir untuk sekedar membeli belalang kayu itu, kemudian dibawa pulang keasalnya untuk makanan kecil atau lauk pauk. Dari sinilah sekelompok mahasiswa jurusan pendidikan IPA Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta Risti Hardiyanti Rukmana, Anggit Betania Nugrahani, Dwi Ana Rizki dan Mustofa mencoba menyajikan belalang dalam bentuk lain dari yang selama ini disajikan, yaitu dibuat abon belalang. Menurut Risti Hardiyanti Rukmana belalang banyak dikonsumsi masyarakat Gunungkidul selain karena mudah didapat dan beraroma khas juga mengandung protein yang tinggi yaitu 62,2 persen tiap 100 gramnya, juga tidak menimbulkan efek yang beracun atau berbahaya, bahkan belalang kayu mempunyai kandungan protein yang lebih tinggi dari pada udang windu. “Keistimewaan abon belalang ini adalah kandungan proteinnya yang tinggi, rasa belalang yang khas, serta merupakan produk olahan baru yang unik sehingga mampu menarik perhatian para penikmat belalang baik dikalangan masyarakat Gunungkidul sendiri maupun di luar daerah tersebut.” kata Risti, “Abon belalang ini juga dapat dijadikan sebagai oleh-oleh khas dari Gunungkidul bagi wisatawan yang berasal dari luar daerah, selain itu juga dapat meningkatkan nilai ekonomi belalang sehingga dapat memicu warga yang bermata pencaharian sebagai pencari belalang untuk lebih mengembangkan usahanya.”
Untuk bahan baku pembuatan abon ini belalang yang digunakan adalah jenis belalang kayu karena dari segi ukuran belalang kayu memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan belalang lainnya yang juga biasa digunakan sebagai bahan makanan. Adapun bahan yang dibutuhkan adalah belalang kayu, nangka muda, garam, gula pasir, minyak goreng, bumbu dapur, air dan penyedap rasa. Sedangkan bumbu yang diperlukan adalah bawang merah, bawang putih, garam, gula jawa, jahe, kemiri, tumbar dan lengkuas. Cara membuatnya diungkapkan oleh Anggit Betania Nugraheni, pertama kali belalang dibersihkan dari sayap dan kotorannya kemudian dicuci sampai bersih. Sementara itu nangka muda dikupas dibersihkan dari getah kemudian dicacah kasar. Masukkan belalang, nangka muda, daun salam, dan serai dalam panci kukusan dan dikukus selama 30 menit. Haluskan bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, garam, gula jawa, kemiri, dan ketumbar. Lalu belalang dan cacahan nangka yang telah dikukus, diblender kasar secara terpisah kemudian belalang dan cacahan nangka muda yang telah diblender dicampur dengan mixer ditambah garam dan penyedap rasa. Kemudian sangrai adonan belalang dan nangka muda dengan api kecil, aduk-aduk hingga kering. Minyak goreng dipanaskan, tumis bumbu yang telah dihaluskan, tambhkan gula pasir, aduk-aduk hingga harum. Masukkan serai, daun jeruk dan santan kental, aduk-aduk hingga mendidih baru setelah itu belalang dan nangka muda yang telah di sangrai dimasukkan, kecilkan api, masak terus hingga kering, angkat dan tiriskan. Tambahkan bawang goreng, aduk rata dan dioven selama 15 menit. Selesai dioven didinginkan dulu barulah abon belalang siap disantap. [URL="Sumber"]http://fmipa.uny.ac.id/berita/abon-belalang.html[/URL]


Semoga postingan2 ane ga dianggap ngejunk.
Walaupun isinya rada mirip2 sama judulnya. emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
rasanya gmn tuh gan? belum pernah nyoba emoticon-Bingung




Belalang Kayu, Hama yang Jadi Bakpia
×