alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000013813740/sejarah-rokok-debat-rokok-putih-dan-rokok-kretek-perokok-aktif-pasif-mari-gabung
Poll: Pilih rokok putih atau rokok kretek?
Rokok Putih 46.62% (69 votes)
Rokok Kretek 53.38% (79 votes)
Sejarah Rokok dan Perbedaan Rokok Putih/Rokok Kretek. (mayan buat wawasan gan)
Rokok kretek bukan hanya rokok yg ga ada filter atau busanya. Pada dasarnya, setiap rokok dengan atau tanpa busa-pun bila ada campuran cengkehnya maka itu disebut rokok kretek.

*****

Oke gan, mari kita telaah satu persatu sejarah rokok dan perkembangannya dari masa ke masa..

Quote:SEJARAH SINGKAT PENGGUNAAN TEMBAKAU

Nicotiana Tabacum (Nicotiana spp., L.) atau lebih dikenal sebagai tembakau (tobacco) ialah sejenis tumbuhan herbal dengan ketinggian kira-kira 1.8 meter (6 kaki) dan besar daunnya yang melebar dan meruncing dapat mencapai sekurang-kurangnya 30 sentimeter (1 kaki). Tanaman ini berasal dari Amerika utara dan Amerika Selatan. Kata tembakau berasal dari kata Tobago (bahasa Indian), yang artinya memutar daun tembakau untuk keperluan ritual dan pengobatan. Warga asli benua Amerika (Maya, Aztec dan Indian) mengisap tembakau pipa atau mengunyah tembakau sejak tahun 1000 SM.

Salah satu tempat yang diyakini sebagai asal muasal rokok (tembakau) adalah daerah Yukatan di Meksiko. Sejarah juga membuktikan, bahwa bangsa Maya di Amerika Tengah menggunakan tembakau ini. Sejarah mereka yang penuh dengan legenda dan mitos banyak dikaitkan dengan tembakau. Ajaran-ajaran kepercayaan mereka juga bersangkut-paut dengan tumbuhan tembakau, di mana asap tembakau dipercaya dapat melindungi mereka dari makhluk-makhluk halus yang jahat dan sebaliknya memudahkan mereka mendekati makhluk-makhluk halus yang baik.

Pada abad ke-16, bangsa Eropa memasuki benua Amerika. Dari sinilah, mereka mengenal rokok dan tembakaunya. Mereka mencoba-coba menggunakannya hingga menyebarluaskannya. Yaitu kru Columbus membawanya ke “peradaban” di Inggris dan perdagangan tembakau dimulai sejak saat itu, terutama tembakau Virginia dan masih eksis hingga detik ini. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual dan pengobatan, kala itu di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan dan status sosial. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk ke bangsa-bangsa di Timur Tengah.


Quote:SEJARAH ROKOK KRETEK

Berdasarkan hasil penelusuran dari banyak blog dan situs2 terpercaya, saya menemukan tiga versi sejarah rokok kretek. Dan dalam tiga versi itu, hanya ada 3 tokoh yang disinyalir menjadi perintis terciptanya dan berkembangnya rokok kretek hingga sekarang menjadi salah satu industri raksasa di negeri ini dengan total omset lebih dari Rp 80.000.000.000.000 pertahun (baca:80 triliun).

Para tokoh itu adalah Haji Djamhari, Mbok Nasilah, dan Nitisemito. Tidak jelas siapa yang pertama kali menemukan, tapi yang perlu dipastikan adalah bahwa rokok kretek asli ciptaan orang Indonesia. Disini saya akan menggabungkan ketiga versi tersebut secara singkat.

Pada sekitar tahun 1870-1880an, di Kudus, Jawa Tengah, seorang Haji bernama Djamhari yang mengidap penyakit asma mempunyai kebiasaan mengoleskan minyak cengkeh pada dadanya. Seiring waktu, Haji Djamhari mempunyai pemikiran bahwa cengkeh yang dioleskan mungkin akan lebih terasa manfaatnya bila masuk ke dalam paru-paru.

Beliau kemudian mencoba meracik tembakau dengan dicampur rajangan cengkeh (ada versi yang menyebutkan pada awalnya Haji Djamhari bukan mencampur tembakau dengan rajangan cengkeh, tetapi mengoleskan dengan minyak cengkeh). Seiring waktu, ternyata penyakit asmanya berangsur-angsur membaik. Berawal dari inovasi pengobatannya inilah, Haji Djamhari memilih untuk menjadikannya bisnis rumah tangga. Menurut sejarah, beliau meninggal pada tahun 1890-an, hingga kini asal usulnya masih belum begitu jelas.

Di waktu yang sama, yaitu sekitar tahun 1870-an. Mbok Nasilah, seorang pemilik warung di Kudus, Jawa Tengah. Berusaha untuk mengalihkan kebiasaan "nginang" para kusir yang selalu membuat kotor warungnya. Beliau mencoba untuk mencampurkan cengkeh ke dalam tembakau dan menyajikannya sebagai rokok untuk pengganti kebiasaan "nginang". Campuran ini kemudian dibungkus dengan klobot atau daun jagung kering dan diikat dengan benang. Usahanya itu berhasil, rokok buatan Mbok Nasilah disukai oleh para kusir dokar dan pedagang keliling. Salah satu penggemarnya adalah Nitisemito yang saat itu menjadi kusir.

Nitisemito seorang buta huruf, putra Ibu Markanah di Desa Janggalan, Kudus, Jawa Tengah, dengan nama kecil Rusdi. Ayahnya, Haji Sulaiman adalah kepala desa Janggalan. Pada usia 17 tahun, ia mengubah namanya menjadi Nitisemito. Pada usia tersebut, ia merantau ke Malang, Jawa Timur, untuk bekerja sebagai buruh jahit pakaian. Usaha ini berkembang sehingga ia mampu menjadi pengusaha konfeksi. Namun beberapa tahun kemudian usaha ini kandas karena terlilit hutang. Nitisemito pulang kampung dan memulai usahanya membuat minyak kelapa, berdagang kerbau namun gagal. Ia kemudian bekerja menjadi kusir dokar sambil berdagang tembakau. Saat itulah dia berkenalan dengan Mbok Nasilah.

Nitisemito lantas menikahi Nasilah dan mengembangkan usaha tembakaunya menjadi usaha rokok cengkeh sebagai mata dagangan utama. Usaha ini maju pesat. Nitisemito memberi label rokoknya "Rokok Tjap Kodok Mangan Ulo" (Rokok Cap Kodok makan Ular). Nama ini tidak membawa hoki malah menjadi bahan tertawaan. Nitisemito lalu mengganti dengan Tjap Bulatan Tiga. Lantaran gambar bulatan dalam kemasan mirip bola, merek ini kerap disebut Bal Tiga. Julukan ini akhirnya menjadi merek resmi dengan tambahan Nitisemito (Tjap Bal Tiga H.M. Nitisemito).

Bal Tiga resmi berdiri pada 1914 di Desa Jati, Kudus, Jawa Tengah. Setelah 8 tahun beroperasi sejak sekitar tahun 1906-1908, Nitisemito mampu membangun pabrik besar diatas lahan 6 hektar di Desa jati. Ketika itu, di Kudus telah berdiri 12 perusahaan rokok besar, 16 perusahaan menengah, dan tujuh pabrik rokok kecil (gurem). Di antara pabrik besar itu adalah milik M. Atmowidjojo (merek Goenoeng Kedoe), H.M Muslich (merek Delima), H. Ali Asikin (merek Djangkar), Tjoa Khang Hay (merek Trio), dan M. Sirin (merek Garbis & Manggis).

Sejarah mencatat di tahun 1938, Nitisemito mampu mengomandani 10.000 pekerja dan memproduksi 10 juta batang rokok per hari. Kemudian untuk mengembangkan usahanya, ia menyewa tenaga pembukuan asal Belanda. Pasaran produknya cukup luas, mencakup kota-kota di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan bahkan ke Negeri Belanda sendiri. Ia kreatif memasarkan produknya, misalnya dengan menyewa pesawat terbang Fokker seharga 200 gulden saat itu untuk mempromosikan rokoknya ke Bandung dan Jakarta. Bisa dikatakan langkah Nitisemito itu menjadi tonggak tumbuhnya industri rokok kretek di Indonesia.

Menurut beberapa babad legenda yang beredar di Jawa, rokok sudah dikenal sudah sejak lama. Bahkan sebelun Haji Djamari dan Nitisemito merintisnya. Tercatat dalam Kisah Roro Mendut, yang menggambarkan seorang putri dari Pati yang dijadikan istri oleh Tumenggung Wiroguno, salah seorang panglima perang kepercayaan Sultan Agung menjual rokok "klobot" (rokok kretek dengan bungkus daun jangung kering) yang disukai pembeli terutama kaum laki-laki karena rokok itu direkatkan dengan ludahnya.
*disunting dari berbagai sumber


Naahh.. Kalo diliat dari sejarah, pada awalnya rokok diciptakan sebagai pengobatan. Tapi kesini2nya kenapa rokok justru dibilang bisa membahayakan kesehatan? Oke, kita mengenal ungkapan "segala sesuatu yang berlebihan adalah tidak baik". Tapi gimana kalo saya hanya merokok 3 batang sehari, sama seperti minum obat, pagi satu batang, siang satu batang, dan malam satu batang. Apa itu bisa disebutkan sebagai baik untuk kesehatan? Ukuran darimana?

Tapi pada kenyataannya, ane sering ngeliat kakek2 dan nenek2 yg masih ngeroko. Dan mereka mengakui kalo kebiasaan merokok udah mereka lakuin dari remaja. Mungkin ada pakar kesehatan yg bisa jelasin hal ini? Merokok bisa membahayakan kesehatan, tapi kenapa para kakek2 nenek2 yg berumur 70 taun keatas masih ngeroko dan fine2 aja? Adakah kaitannya dengan rokok yg mereka konsumsi? apa krn rokok kretek lebih aman krn kandungan cengkehnya? Di luar negeri yg mayoritas penghisap rokok putih jg ada ko kakek2 dan nenek2 70 thn keatas yg msh sehat wal afiat. Jadi, apa benar rokok memang berbahaya? Lalu, mana yg lebih bahaya bila diliat dr berbagai sudut pandang? Rokok putih atau rokok kretek?

Spoiler for "GALERI":


Spoiler for "Opini":
Spoiler for "JAWAB AGUS SALIM DENGAN MANTAPNYA":


***



menurut ane.. rokok putih lebih bahaya deh gan.. krn rokok putih yg pernah ane denger itu katanya adalah kertas khusus yg dibuat menyerupai tekstur tembakau kering lalu direndam dengan air tembakau.. (ga tau itu bener ato ngga emoticon-Malu)

begini penjelasan dan perbandingannya..

Quote:1 lembar tembakau = (10 batang rokok putih) x (5 batang rokok kretek)

*penjelasannya:
pada rokok putih, dari 1 lembar tembakau diolah menjadi sekian cc air tembakau yg kemudian dijadikan sebagai bahan untuk merendam kertas khusus itu sehingga bisa menghasilkan kuantitas yang banyak dan bisa menekan pengeluaran. Tentu keuntungan besar buat si produsen rokok.

sedangkan pada rokok kretek, daun tembakau kering murni dijadikan rokok seutuhnya dengan dicampur cengkeh dan bahan2 lainnya. Itulah kenapa harga jual rokok kretek pada beberapa merek tertentu bisa lebih mahal drpada rokok putih karena biaya produksi dan bahan baku lebih banyak. Dan karena itu pula, kadar nikotin dan tar pada rokok kretek lebih besar ketimbang rokok putih.

Namun begitu, disinyalir zat kimia yg ada pada rokok putih tidak lebih aman dari pada rokok kretek meskipun mengandung nikotin dan tar yg lebih rendah. Karena kandungan kimia pada rokok putih tidak sealami rokok kretek. Air rendaman itu yg perlu dicurigai.


Quote:TRIBUNNEWS.COM - Merokok adalah kebiasaan buruk yang mengancam kesehatan jantung dan pembuluh darah. Penelitian terbaru menunjukkan, rokok meningkatkan risiko terkena stroke, dan ancaman terbesar adalah pada mereka yang menghisap rokok mentol.
Seperti dimuat jurnal Archives of Internal Medicine, peneliti menyatakan mereka yang memilih rokok mentol cenderung berisiko lebih besar terkena stroke ketimbang penghisap rokok non-mentol.
Menurut studi para ilmuwan Kanada ini, risiko stroke yang lebih nyata ditemukan pada perokok mentol perempuan dan mereka dari keturunan non-Afrika.
Penulis studi itu pun menyarankan agar rokok mentol benar-benar dihindari guna menekan risiko stroke. Dan satu hal yang penting, semua jenis rokok haruslah dihindari karena dapat menimbulkan risiko penyakit.
"Semuanya memang buruk, semuanya sudah dikatakan. Dari perspektif reduksi bahaya, studi ini menyarankan untuk menghindari rokok setidaknya jenis mentol," kata Nicholas Vozoris, petugas klinik di St. Michael’s Hospital di Toronto, Kanada.
Dalam studinya, Vozoris menggunakan informasi yang diambil dari survei gaya hidup dan kesehatan yang mencakup 5.028 perokok dewasa. Survei itu dilakukan antara 2001 sampai 2008.
Secara keseluruhan, sebanyak 26 persen responden menyatakan mereka biasa menghisap rokok mentol, dan sisanya menghisap rokok non-mentol.
Beberapa ahli berpendapat, mentol mempermudah orang untuk mulai belajar merokok dan lebih sulit untuk berhenti, sebab rasanya menyamarkan kerasnya aroma tembakau.
Di antara penghisap rokok mentol, sebanyak 3,4 persen mengatakan mereka pernah menderita stroke. Sementara itu, sebanyak 2,7 persen perokok tanpa mentol terserang stroke.
Setelah memperhitungkan beberapa faktor seperti jenis kelamin, suku dan usia perokok serta jumlah rokok yang dihisap, Vozoris menyimpulkan bahwa penghisap rokok mentol berisiko dua kali lipat terkena stroke dibandingkan dengan mereka yang merokok non-mentol. Perbedaan tersebut sangat jelas pada kaum perempuan dan perokok dari suku selain Afro-Amerika.
Di antara peserta studi, stroke tiga kali lebih umum ditemukan di kalangan penghisap rokok mentol. Walau begitu, Vozoris mengatakan studi tersebut tak bisa membuktikan bahwa hanya rokok mentol saja yang mengakibatkan peningkatan resiko stroke, karena ada perbedaan lain yang tak terukur antara penghisap rokok mentol dan tanpa mentol.
Studi tersebut juga menyatakan, rokok mentol tidak berkaitan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi, penyakit paru-paru kronis atau pun serangan jantung dibandingkan dengan rokok standar.
Presiden American Heart Association (AHA) dan Direktur Bagian Kardiologi di Johns Hopkins University School of Medicine Gordon Tomaselli berpendapat, studi tersebut telah memperlihatkan keterkaitan antara kebiasaan merokok mentol dan risiko stroke, tetapi tidak berhubungan dengan tekanan darah tinggi.
Menurut Vozoris, mungkin saja kandungan mentol pada asap rokok memiliki efek yang lebih buruk pada pembuluh darah, terutama pembuluh yang memasok oksigen ke otak.


Spoiler for ***TOP COMMENTS***:
ane paling suka rokok putih gan,
kalau kretek ane juga suka tpi berhubungan gak ada busa ane malas takut bibir ane hitam,..

oh yaa masalah kita yg hobi rokok belum tentu jga kena pernyakit

contoh ada temen we baru 2 tahun dia merokok tiupun sehari paling2 setengah bungkus dia udah kena penyakit paru2,
tpi temen we yg satunya udh lama merokok dan itupun juga sehari bisa sebungkus atau 2 bungkus sehari tpi gak terlalu penyakitan kyk temen we yg satuu,
TANYA KENAPA???
menurut ane
rokok boleh asal jgn terlalu banyak dan diimbangi dgn olahraga emoticon-Big Grin
Nice thread gan, sampe pegel bacanya..
Dulu ane penikmat kretek, tapi belakangan beralih kerokok putih.
Alasannya bukan karena rasa, tapi gara-gara baju sering bolong kena percikan rokok kretek. emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By ichigo1990
ane paling suka rokok putih gan,
kalau kretek ane juga suka tpi berhubungan gak ada busa ane malas takut bibir ane hitam,..

oh yaa masalah kita yg hobi rokok belum tentu jga kena pernyakit

contoh ada temen we baru 2 tahun dia merokok tiupun sehari paling2 setengah bungkus dia udah kena penyakit paru2,
tpi temen we yg satunya udh lama merokok dan itupun juga sehari bisa sebungkus atau 2 bungkus sehari tpi gak terlalu penyakitan kyk temen we yg satuu,
TANYA KENAPA???
menurut ane
rokok boleh asal jgn terlalu banyak dan diimbangi dgn olahraga emoticon-Big Grin


beda orang beda imun atau daya tahan tubuh gan, misalkan orang minum kopi, yang satu jd betah begadang, yg satu g ngaruh,,,,, bgt jg dg rokok, rokok bkn penyebab penyakit, tapi pemicu. seperti halnya petasan, korek adalah pemicu petasan bisa meledak, krn tanpa korekpun petasan bisa meledak. yg jelas makin sering ngrokok, maka akan semakin memicu berbagai penyakit, krn racun yang dihisap akan tersimpan dalam tubuh sampai bbrp waktu.... maaf sumbernya saya lupa. tp rokok adalah tema skripsi ane gan.
TS, seperti halnya narkoba, kl pemakaiannya secara medis, barang tersebut akan sangat bermanfaat, tp kl makainya semau gue,,,, tntu g bisa jd barang yang bermanfaat gan....
Quote:Original Posted By ichigo1990
ane paling suka rokok putih gan,
kalau kretek ane juga suka tpi berhubungan gak ada busa ane malas takut bibir ane hitam,..

oh yaa masalah kita yg hobi rokok belum tentu jga kena pernyakit

contoh ada temen we baru 2 tahun dia merokok tiupun sehari paling2 setengah bungkus dia udah kena penyakit paru2,
tpi temen we yg satunya udh lama merokok dan itupun juga sehari bisa sebungkus atau 2 bungkus sehari tpi gak terlalu penyakitan kyk temen we yg satuu,
TANYA KENAPA???
menurut ane
rokok boleh asal jgn terlalu banyak dan diimbangi dgn olahraga emoticon-Big Grin


nah ini dia gan.. perlu ane informasikan..

rokok kretek itu adalah rokok dengan campuran cengkeh dan tembakau. campuran cengkehnya bila terbakar akan berbunyi kretek kretek. itulah kenapa pada akhirnya disebut rokok "kretek". Namun, banyak yg men-salah persepsikan bahwa rokok kretek hanya rokok cengkeh yg tanpa filter atau busa. pada dasarnya, setiap rokok dengan atau tanpa busa-pun bila ada campuran cengkeh-nya maka itu adalah disebut rokok kretek. gitu loooh gaann.. hehehee.. emoticon-army:
Quote:Original Posted By a84n6
Nice thread gan, sampe pegel bacanya..
Dulu ane penikmat kretek, tapi belakangan beralih kerokok putih.
Alasannya bukan karena rasa, tapi gara-gara baju sering bolong kena percikan rokok kretek. emoticon-Big Grin


wahahaha.. baju bolong krn percikan rokok.. masalah klasik setiap perokok emoticon-Ngakak (S)

sama gan ane juga sering tuh kasus kayak gt.. emoticon-Stick Out Tongue tp jangan salah loh gan, ane pernah matahin mitos kl rokok putih ga pernah meletek2.. krn ane pernah ngalamin 2x.. (mungkin ada biji "genji"nya kali ya?)
Quote:Original Posted By magabathanga
beda orang beda imun atau daya tahan tubuh gan, misalkan orang minum kopi, yang satu jd betah begadang, yg satu g ngaruh,,,,, bgt jg dg rokok, rokok bkn penyebab penyakit, tapi pemicu. seperti halnya petasan, korek adalah pemicu petasan bisa meledak, krn tanpa korekpun petasan bisa meledak. yg jelas makin sering ngrokok, maka akan semakin memicu berbagai penyakit, krn racun yang dihisap akan tersimpan dalam tubuh sampai bbrp waktu.... maaf sumbernya saya lupa. tp rokok adalah tema skripsi ane gan.

Quote:Original Posted By magabathanga
TS, seperti halnya narkoba, kl pemakaiannya secara medis, barang tersebut akan sangat bermanfaat, tp kl makainya semau gue,,,, tntu g bisa jd barang yang bermanfaat gan....


wuiihh.. komentar yg smart!! emoticon-Angkat Beer
ane jg sempet tuh mikir kayak gt.. beda orang beda pula ketahanan tubuh.
Dan ada satu lagi, ane pernah denger dr sumber yg ane lupa, kalo rokok atau penggunaan zat2 yg bisa memicu penyakit adalah tidak terlalu berpengaruh bagi seseorang. Menurut sebuah penelitian, faktor genetik-lah yg lebih punya peranan terhadap daya tahan tubuh manusia itu sendiri termasuk usia. Bila dalam satu keluarga ada yg berumur panjang, maka keturunan-nya memiliki peluang hidup lbh lama walau ia perokok berat sekalipun.
thanks inpo gan emoticon-thumbsup
Ane suka rokok kretek gan,cita rasanya ngalahin rokok putih,rokok kretek ini setia nemenin ane kalo pas ngerjain tugas kuliah sama kopi juga. emoticon-shakehand

pesen ane :
"yang ngrokok silahkan merokok,kalau yang gak merokok jangan mencoba merokok"
agan-agan pasti tau maksudnya emoticon-Big Grin
KWkwk kalo kyak Djarum Super itu masuk roko putih ato apa ni gan ?
Ane si ga tau knpa ane lebih suka sama Super soalnya lebih enak di banding yang laen wkwwk
Berarti ane pengguna apa ni emoticon-Hammer2
Tapi ane ga tau knpa brasa banget , ane roko baru mulai Januari kemaren .
Pas belom ngeroko ane rasanya kalo lari sgala macem kuat , tapi ga tau knpa abis ane roko tb tb pas ane olah raga ane napasnya kyk sempit gitu gan kyk orang punya sinus
nih gan, ane kumpulin beberapa cerita menarik dr temen2 ane tentang betapa orang luar negeri ternyata doyan rokok kretek emoticon-Big Grin

Quote:"setiap kali gua merapat di tanjung priok, bos dan staf kapal gua yg kebanyakan orang2 korea pasti nyuruh gua belanja rokok. sebagian besar mereka minta gua beli samsoe, sampoerna mild, sama filter. 2 KARUNG!!"


Quote:"waktu gua ke jerman beberapa tahun lalu gua bawa 2 slop rokok filter. gua taro di lipatan baju2 didalam koper dan gua taro secara ngacak. pas pengecekan di bandara lolos man!

nah sesampainya di jerman gua stay di sebuah guesthouse disana untuk 2 minggu kedepan. sekali waktu dpt momen dimana kita seluruh penghuni guesthouse ngumpul bareng. kita ngobrol, tukar cerita, dll. and then, gua keluarin deh tuh rokok filter gua sebungkus. gua bagi2in ke tuh bule-bule jerman.

besok paginya seorang temen yg tinggal di guesthouse yg sama ngetok2 pintu kamar gua dan berkata "bro gua mau beli rokok yg kemaren lo bagi2in itu dong. gua beli 10 euro boleh ga?" doi liat di ebay katanya harganya 20 euro. *kl 1 euro 13ribuan berarti 130ribu gan emoticon-Belo tapi pada akhirnya gua kasi aja ke tuh bule. doi girang bgt emoticon-Big Grin

malemnya nyebar deh tuh berita ke seantero guesthouse. koki guesthouse-nya jg gua kasih atu. soalnya doi mau beli tp gua kasi aja."
Quote:Original Posted By slamet45
Ane suka rokok kretek gan,cita rasanya ngalahin rokok putih,rokok kretek ini setia nemenin ane kalo pas ngerjain tugas kuliah sama kopi juga. emoticon-shakehand

pesen ane :
"yang ngrokok silahkan merokok,kalau yang gak merokok jangan mencoba merokok"
agan-agan pasti tau maksudnya emoticon-Big Grin


beuuuh.. bener bgt gan.. rokok+kopi.. mood booster ane tuh..
gw perokok putih gan, ikutan menyimak di trid ini deh, bikin tambah pengalaman emoticon-linux2
Quote:Original Posted By AlessandroII
KWkwk kalo kyak Djarum Super itu masuk roko putih ato apa ni gan ?
Ane si ga tau knpa ane lebih suka sama Super soalnya lebih enak di banding yang laen wkwwk
Berarti ane pengguna apa ni emoticon-Hammer2
Tapi ane ga tau knpa brasa banget , ane roko baru mulai Januari kemaren .
Pas belom ngeroko ane rasanya kalo lari sgala macem kuat , tapi ga tau knpa abis ane roko tb tb pas ane olah raga ane napasnya kyk sempit gitu gan kyk orang punya sinus


wah gan.. kl agan msh baru mulai ngeroko mending jgn diterusin deh gan.. nih ane kasi simulasinya ya.. ini mungkin simulasi berlaku setelah agan merokok selama sekitar 2-3tahun.

sehari ane ngerokok +- 2 bungkus sehari.
satu bungkus rokok harganya 10.000

2 bungkus x 10.000 x 1 hari = 20.000
20.000 x 7 hari = 140.000
140.000 x 4 minggu = 560.000
560.000 x 12 bulan = 6.720.000

naahh.. kira2 agan bisa beli apa tuh dr uang segitu dalam waktu satu tahun? kl dikali 2 tahun agan udah bisa beli motor tuuhh.. emoticon-Frown
kretek gan
lebih khas baunya
Quote:Original Posted By budzzer
gw perokok putih gan, ikutan menyimak di trid ini deh, bikin tambah pengalaman emoticon-linux2


siap gan.. mari2.. emoticon-Angkat Beer
Quote:Original Posted By Dear.Anjas
kretek gan
lebih khas baunya


setuju gan.. khas Indonesia bgt emoticon-I Love Indonesia (S)
- dipindahin ke atas -