CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Sains & Teknologi /
[DISKUSI] Quark & Particle, String Theory, M-Theory, Brane-worlds, dsb
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000012908019/diskusi-quark-amp-particle-string-theory-m-theory-brane-worlds-dsb

[DISKUSI] Quark & Particle, String Theory, M-Theory, Brane-worlds, dsb

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 17
Quote:


emoticon-Bata (S)

Quote:


Yah maksudnya ngebahas konsep2nya gitu.. Namanya juga diskusi.. emoticon-Blue Guy Bata (S)
Quote:

ok, ini rumus siapa bro? jadi titik yg diam dalam ruang dan waktu, bahasa matematikanya begini?

Quote:

kok dimensi berapapun bro? rumus ini maksudnya berlaku tidak hanya untuk titik yg diam tapi juga titik yg bergerak atau bagaimana?

Quote:

mu sebagai penanda dimensi, maksudnya apa bro? emoticon-Malu (S): dimensi itu sendiri dalam rumus ini didefinisikan sebagai apa? emoticon-Big Grin

Quote:

woh persamaan stringnya yah, mmm, kira-kira hubungannya dengan persamaan gelombang apa nih?

Quote:

jelasin dikit ruang waktu minkowski sama kartesian bro emoticon-Big Grin

Quote:

kok dinamain persamaan Nambu-Goto Action kenapa bro? sejarahnya gimana ?emoticon-Big Grin

Sebentar, kalau string dalam rumus-rumus ini, didefinisikan sebagai apa nih?
Quote:


Quote:


hmm sebenerny tujuan taro persamaan itu supaya pemahaman kita ke guide. Soalny dari pengalaman pribadi, ketika ane pengen memahami konsepny dari bacaan2 popular, in the end malah jadi salah dalam memahami konsep emoticon-Hammer
misalny pertanyaan kyk "apa makna dari n-dimensi?". dulu ketika denger konsep ini, gara2 keseringan nonton film star trek dll emoticon-Big Grin jadi kepikiran "wah ada makhluk apa ya di dimensi ke n? bisa ga ya kita ke dimensi tersebut?" ato lebih liar lagi "jangan2 makhluk gaib tinggal di dimensi yang lebih tinggi ini emoticon-Ngakak" padahal ternyata pertanyaan ini ga relevan terhadap konsep n-dimensi yang dimaksud dalam teori string.
contoh lain, ane paling sering denger istilah 'menggabungkan gaya fundamental'. dulu ga ngerti sama sekali sm makna dari 'menggabungkan', kebayangny dulu rumus2ny digabung jadi 1 persamaan. eeh ternyata sekarang paham maknany ga seperti itu hahaha. Paham konsep2 kyk gini setelah ngeliat persamaan matematikny.
contoh terakhir, kalo pernah denger schrodinger's cat, pasti pernah denger yang namany superposition of state, ato 'kucing yang hidup dan mati sekaligus'. Klo ini ane dulu puyeng stengah mati ngertiin ini maksudny apa. Setelah melihat persamaan schrodingerny, oow justru secara matematik, persamaanny ga berkata seperti itu emoticon-Big Grin
Nah disini tadiny maksudny kita sama2 coba menyelami konsep dalam bahasa matematikny pelan2 sambil ane bantu sesuai yang ane tahu (dan ane tau cuman debuny doang, jadi yg ud lebih ngerti bantuin/lurusin ane emoticon-Hammer) supaya mencegah salah konsep, sehingga bisa bedain mana sih yang bener2 diceritain dalam teoriny, dan mana yang ternyata merupakan pendapat.
Jadi pesan moralny, berhati2lah dalam membaca bacaan populer. bukan berarti yang ditulis salah, tapi bisa jadi apa yang kita pahami ternyata tidak seperti itu hehehe. emoticon-Smilie

mengutip niels bohr emoticon-Big Grin
Quote:
Quote:

weh ada relativistic ama classical yah emoticon-Big Grin
kek rumus gravitasi emoticon-Big Grin
kira-kira batasannya relativistic dengan classical, seperti apa nih bro?

Quote:

makin penasaran, langsung bro, contoh kasus persamaan string dalam string theory emoticon-Big Grin
Quote:


ane paham, membahas teori string tanpa matematika, ibarat gak mungkin emoticon-Big Grin karena teori string itu full sama bahasa matematika, Apalagi M-Teori yg menggabungkan persamaan-persamaan string teori itu emoticon-Big Grin

Tapi rumus-rumus matematika itu pada hakekatnya penjabaran diatas kertas terhadap intuisi penemunya. Contoh yang lain Einstein, einstein itu gak jago matematika, tapi instingnya untuk memahami mikrokosmos dan makrokosmos, sangat tajam. Makanya untuk mengembangkan postulat-postulat teori relativitasnya. Dia meminta bantuan kepada beberapa sahabatnya yang jago matematika.

Jadi yang pertama POSTULAT, baru setelah itu dibuktikan dengan matematika emoticon-Big Grin
Quote:


Tapi di buku2 popular science dijelaskan cukup detail kok tanpa harus ngutak ngatik persamaan matematikanya.. emoticon-Malu Kalo menurut ane malah lebih susah ngertiin secara langsung arti fisik dari persamaan matematika..
naah ini yg ane maksud, coba ane jelasin yaa. Kalo ada salah mohon koreksiny emoticon-Big Grin

Quote:

maksud bengong disitu, partikel yang ga berusaha bergerak. duh bahasany ribet yak emoticon-Big Grin
jadi maksudny, titik yang diam atau titik yang bergerak dengan kecepatan konstan. klo diem Δx ny bakal nol deh karena titikny ga kemana2 emoticon-Big Grin

Quote:


nah kalo persamaan diatas:
[DISKUSI] Quark & Particle, String Theory, M-Theory, Brane-worlds, dsb
kan baru 1 dimensi tuh, dia jalan kearah sumbu x aja. kalo kita pengen tau untuk titik yang dalam ruang 2D, kita juga harus jabarkan persamaan diatas ke sumbu dimensi yang baru, katakanlah sumbu baruny Y, jadi:

[DISKUSI] Quark & Particle, String Theory, M-Theory, Brane-worlds, dsb

trus kalo untuk titik di 3D? jadiny

[DISKUSI] Quark & Particle, String Theory, M-Theory, Brane-worlds, dsb
trus kalo titik di 4D? 5D? nah....

Quote:


biar ga ribet kita bikin notasi baru ajah, μ sebagai penanda dimensinya. ato vektor klo bahasa matematik, ato 'panjang lebar tinggi'ny klo dalam bahasa sehari2 kita. jika Δ kita perkecil, jadilah dia notasi turunan, sehingga kita bisa nulis dalam bentuk yang lebih umum:

[DISKUSI] Quark & Particle, String Theory, M-Theory, Brane-worlds, dsb

Quote:

hehe disini jadi keliatan, ternyata perilaku string itu merupakan perilaku gelombang. emoticon-Smilie

Quote:


naah ini menarik emoticon-Big Grin
kalo kartesian kita dah tiap hari ketemu ya, apalagi klo liat google maps. koordinat ini menggambarkan ruang. bisa 1D, 2D, ato 3D. naah problemnya, setelah kita ngerti relativitas, ternyata koordinat ruang dan waktu itu ga bisa terpisah. kita ga bisa bayangin dimensi ruang dan dimensi waktu sebagai hal yang kepisah. ada quote yang agak nyentil emoticon-Big Grin
Quote:


naah sementara dalam koordinat kartesian, faktor waktu dianggap sebagai dimensi yang terpisah. Terpisah disini dalam artian, ruang mo diapa2in ga akan ngepek sm waktu. Disinilah koordinat minkowski berperan untuk membikin sistem koordinat yang mengaitkan antara ruang dan waktu. Terkaitny sama apa? kecepatan cahaya! ada hal yang menariik banget disni, koordinat ruang waktu minkowski menyatakan kalo ternyata, satu2ny kecepatan yang diizinkan untuk setiap benda adalah kecepatan cahaya! emoticon-Belo kita ga bisa bergerak lebih ato kurang dari kecepatan cahaya. lho trus kalo titik diatas tadi yang lagi diem? oow ternyata titik tersebut bergerak dengan 'kecepatan cahaya' pada domain waktu. ketika titik tersebut bergerak, maka kecepatan dalam domain waktu dialihkan ke domain ruang, karena itu kita mendapat efek 'waktu yang melambat' emoticon-Smilie
Nanti coba ane bikin post khusus deh tentang ini, seruu emoticon-Big Grin

Quote:


karena yang nemuin persamaan ini om Yoichiru Nambu n Tetsuo Goto emoticon-Big Grin
hmm pertama2 kita harus pahamin apa itu action dulu. action kalo liat di dimensiny (bukan dimensi dalam string y emoticon-Big Grin) itu energi x waktu. (J.s) ato energi yang diberikan pada sistem dalam rentang waktu tertentu.
nah ketika kita pengen ngertiin perilaku dari titik, tentuny kita coba bikin persamaan geraknya. Sementara buat string, ga bisa sesederhana itu (dalam kata lain, susaahh emoticon-Hammer ). Oleh karena itu pendekatanny, kita definisikan action ny, trus dari action ini kita turunin deh persamaan geraknya.
wah ane kekny nulis kelamaan nih hahaha.

Quote:

kalo classical maksudny efek relativistic diabaikan. repotnya, teori string ini kan mau menggabungkan gravitasi dengan kuantum. gravitasi = general relativity, jadi mau ga mau stringny harus melibatkan fenomena relativistikny juga deeh emoticon-Big Grin

Quote:

hahaha ane sendiri masih puyeng gan, pelan2 yak hahaha.

Quote:


Quote:


iya beneer, cuma itu untuk kasus yang masih dekat dengan analogi sehari2. Dari fisika dasar sampe relativitas khusus ato umum. Naah teori kuantum yang berusaha dijelaskan sama teori string aja udah bener2 jauh dari apa yang biasa kita amati sehari2. contoh gampangnya, coba dengan imajinasi, bayangin warna selain range dari merah ke ungu dari mejikuhibiniu emoticon-Big Grin atoo bayangin ruang 4D, hal yg kyk gini yang penulis buku populerny berusaha jelasin. Jadi tentuny dia akan coba melibatkan imajinasiny ato pendapat sesuai pemahamannya ke dalam bukuny itu. Padahal, sejauh ini, ga ada satupun orang yang bener2 bisa memahami secara utuh makna2 dari sifat2 kuantum ini. Dari Niels Bohr sampee skarang.
Naah ketika kita coba untuk mengerti, kita berangkat dari pemahaman ato imajinasi si penulisny, yang bisa jadi pas masuk otak kita jadi ga sesuai dengan apa yg dimaksud dengan seharusny. Jadi intiny hati2 aja sih. Keuntungan berangkat dari matematik, kita bakal bisa punya imajinasi sendiri2. Pas kembali baca buku populerny, kita kyk dapet feel "ooowww maksudny gituuuu" hehe.
Quote:


Memang kalo udah melibatkan dimensi lebih dari 3, udah susah buat dikonseptualisasikan, makanya para pengarang buku popular science biasanya mengurangin jumlah dimensinya sebanyak 1 supaya masih bisa ditangkap sama nalar kita. Tapi tentunya mereka juga harus menjelaskan, apa kekurangan2 dari penyederhanaan ini.. Begitu juga konsep2 lainnya yang susah dimengerti, mereka biasanya make analogi, tapi tentunya sekali lagi, mereka harus menjelaskan apa yang di analogi ini kurang tepat atau tidak tepat terhadap yang teori/rumusan matematik yang aslinya.. Dan menurut ane, Briang Greene udah melakukan semua itu dengan sangat amat baik, tanpa melibatkan rumus matematikanya sama sekali.. Permasalahnya, orang alay kemungkinan besar gak bisa ngebaca rumus matematika yang gak ada sangkutpautnya sama bidang keahlian mereka sendiri.. Memang kalo lagi baca buku2 popular science, kita harus konsentrasi juga, gak kayak baca novel2 pada umumnya, supaya bener2 bisa nangkep apa yang diomongin oleh si penulis, apalagi ada kendala bahasa yang bukan native untuk kita.. emoticon-Cendol (S)

Monggo dilanjut pembahasannya.. Mana nih si TS..? emoticon-Kemana TSnya?emoticon-Kemana TSnya?
Quote:


Gw abis dari puskesmas, beli aspirin..
ngeliat rumus2nya agan sparrowhawk bikin gw sakit kepala emoticon-Frown

butuh 10 menit buat ngebaca, 20 menit buat mengerti.. hasilnya > tetep kagak ngerti emoticon-Hammer

Quote:


iya nih gan, bacanya juling gw, tulisan semua isinya emoticon-Mad:

emoticon-Hammer2

Quote:


wkwkwkwkw

iya nih, buat agan Sparrowhawk, sebelum jauh ngasih postingan yg mendalam mengenai rumusan2 matematiknya, mending dijabarin dulu satu2 n pelan2, soalnya nggak semua anak disini ngerti fisika banget... apalagi gw backgroundnya fisheries n marine science.. kagak nyambung emoticon-Hammer

Quote:


soal popular reading, yaaa buat kite2 yg nggak familiar sama rumus2 gituan emang berguna banget.... emoticon-Embarrassment

gw sendiri tertarik sama string ini karena baca sains2 popular, mengenai teori lanjutan dari string ini seperti holographic universe, adanya dimensi hingga dimensi ke 10, bahan dasar waktu dan ruang, serta cyclic universe..

rencananya ane pengen ngebahas secara pelan2 aja, dan langsung ke aplikasinya, kaya holographic universe itu. Nanti secara matematikanya yaaa ngikut belakangan, jangan langsung ditaro di awal pembahasan.. gw ngeliat rumus2nya aja udah juling kwkwkwkwkw.. sorry kang Sparrowhawk.. emoticon-Peace

Btw, ada yg mau membuka bahasan tentang ke 11 dimensi itu nggak?
Siapa nih yg mau ngepost?
Postingannya yg gampang dibaca n nggak terlalu full-text banget ya.. ada gambar2 lah dikit.. emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
kaya postingannya sparrowhawk tuh.. dari segi tulisan, lumayan efektif n gampang dibaca (tp buat gw susah dimengerti emoticon-Hammer)
Quote:

maksudnya mungkin, diam terhadap dirinya sendiri yah emoticon-Hammer Karena kalau tergantung kerangga acuan, semua titik itu gak ada yg diam emoticon-Big Grin



Quote:

Ok, jadi maksudnya dimensi berapapun itu adalah dimensi (1,2,3,.... 11). emoticon-Smilie



Quote:

Ok emoticon-Smilie


Quote:

Ok emoticon-Wink



Quote:

Fenomena dalam world sheet kita emang fenomena cahaya bro. Mungkin titik yang lo maksud tadi itu string yah. Jadi matrix 1 dimensi.
Dan maksudnya diijinkan itu mungkin adalah bahwa karena fenomena itu adalah fenomena cahaya. Biar bisa kita ukur dalam dunia fisik kita ya sesuai sama kecepatan cahaya itu.
Terus terang ini adalah ide einstein pada awalnya emoticon-Smilie



Quote:


Ok. jadi gini, realita yang disajikan oleh teori string dan M-Teori ini adalah, kesatuan 3 dimensi ruang dan 1 dimensi waktu = 4 dimensi.

Nah dalam rumus-rumus dan hitungan teori-teori ini, bahwa ada banyak World Sheet atau Paralell universe dalam dunia kita.

Biar gampang memahami coba kita nonton Film Matrix. Hipotesa dan penjabaran dari teori ini dalam generalnya adalah seperti film matrix tersebut.

Jadi ada banyak universe atau paralell universe atau world sheet yang belum atau tidak kita ketahui. Dunia yang terdiri dari 3 dimensi ruang dan 1 dimensi waktu=4 dimensi. Dengan hukum fisika yang kemungkinan berbeda antara masing-masing paralel universe tersebut, bahkan dengan dunia kita. Tapi antar parelel universe tersebut dihubungkan oleh 7 dimensi sub atomik. emoticon-Big Grin

Oleh karena itu pentingnya pembahasan gravitasi disini. Karena hanya force gravitasi yang bisa bekerja di sebelas dimensi itu, sesuatu yang oelh einstein belum terpecahkan hingga dia meninggal emoticon-Smilie
Quote:


hahaha santai ajaa, justru ini untuk yg backgroundny non fisika, supaya bisa kebayang. Klo diliat2 sebenerny penurunan persamaan2 diatas itu make matematik tingkat SMA kok hehehe. yang lebih dari itu dah sengaja di skip emoticon-Big Grin
naah kalo ada yang ga ngerti, di quote aja bagian mana, biar diperjelas ulang emoticon-Big Grin
santai aja kok hehehe emoticon-Big Grin

oh iya ada dokumenter menarik nih, yang bisa memperjelas maksud ane mengapa menggunakan matematik dan bisa ngasih gambaran kalo ternyata pengembangan teori fisika yang berdasar intuisi, analogi, imajinasi itu sudah hampir ga berlaku dalam zona kuantum dan string. jaman ketika kita masih bisa melakukan pendekatan imajinasi dalam membangun postulat itu berakhir di classical theory seperti general relativity emoticon-Big Grin

http://www.cosmolearning.com/documentaries/atom/1/

disitu diceritain gimana debat besar2an antara kubu einstein yang berusaha mencari penyelesaian melalui pendekatan2 yang bisa diterima sehari2, dengan niels bohr yang menyatakan imajinasi dan analogi sehari2 tidak beraku dalam zona kuantum, sehingga pendekatan matematislah yang bisa menolong. Sehingga Niels Bohr, heisenberg, pauli, dst hingga fisikawan hingga skarang ga ada yg bener2 punya pemahaman terhadap kuantum seperti halny pemahaman terhadap teori2 classical seperti general relativity. emoticon-Smilie
seakan2 alam mo bilang, "makin ente berusaha mengerti, makin bertambah ketidakmengertian ente" emoticon-Hammer

Quote:

hehe maksudny diam terhadap suatu kerangka acuan. kalo terhadap diriny sendiri pasti diem dong emoticon-Big Grin

Quote:

hmmmm.. kykny ane kurang nangkep maksudny nih. maksudny fenomena cahaya itu apa ya?
untuk bagian yang diijinkan itu maksudny, semua benda, partikel, manusia, hewan, benda apapun itu selalu bergerak dengan kecepatan cahaya jika dijabarkan dalam ruang waktu minkowski. ga bisa lebih cepat, ga bisa lebih lambat.



Quote:


ane lurusin dikit yah, world sheet dalam string theory itu tidak bercerita tentang parallel universe, melainkan area penyapuan dari string yg 'bergetar' dalam ruang waktu minkowski. dan dimensi dalam world sheet itu 2D. emoticon-Smilie
seperti halny dalam gitar yang senarny 1D (bisa diliat di gambar pas penurunan Nambu-Goto Action), getarannya ternyata menyapu area 2D (yang kotak warna oranye). nah area penyapuan inilah yang disebut world sheet. emoticon-Smilie
oke, karena ini tagnya [DISKUSI] ane mau tanya nih. Nggak apa2 kan ya TS nanya.. emoticon-Malu

Kang sparrowhawk/makaribi/siapapun yg bisa jawab...

Bisa jelasin nggak:

1. Kenapa string itu bergetar?
2. dampak dari getaran string > adanya resonansi. Kenapa resonansi string ini mampu menjadi dasar dari seluruh unsur di alam semesta ini?
maksudnya, kenapa string yg bergetar ini bisa jadi quarks, lepton, dsb sampe molekul dst...
Quote:


Kayaknya alasan kenapa string bergetar itu semua balik lagi ke persamaan matematika-nya deh.. Persamaan matematika-nya mengharuskan sebuah string untuk bergetar, cmiiw. Sesuatu yang bergetar itu pasti nyimpen energi, jadi sepertinya energi dan frekuensi dari getaran ini yang trus diasosiasikan dengan karakteristik dari bermacam2 partikel yang ada, macem massa-nya ato spin-nya..
Quote:


hehe gpp dong TS nanya.. ane jg boleh nanya emoticon-Big Grin

wah karena pertanyaanny nyambung, disatuin yah jawabanny. Supaya kebayang, coba dijelasin gimana sudut pandang fisikawan ya.
Misalnya gravitasi. Mula2 newton bingung ini gravitasi kok bisa mempengaruhi benda, padahal bendanya jauh. Newton ga bisa jawab ini, tapi dia merumuskan gimana sih gravitasi bekerja.
Begitu juga untuk kasus magnet ato listrik, magnet bisa tarik menarik ato tolak menolak padahal ga saling bersentuhan. Naah, ketika berusaha memahami perilaku listrik dan magnet, fisikawan membangun sebuah teori yang namany field theory. Dari teori ini ditunjukan kalo ternyata listrik dan magnet membuat sebuah medan. Teori medan ini menjelaskan kalo makin jauh, kerapatan garis medanny juga mengecil, sehingga gayany melemah. Jadi teori ini bisa menjelaskan hubungan jarak terhadap kekuatan gayany.
Spoiler for "medan magnet":

teori medan ini bisa digeneralisasikan ke gravitasi juga! jadi gravitasipun bisa digambarkan dalam bentuk medan sama seperti listrik ato magnet. Disini semua oke, fisikawan berbahagia. emoticon-Big Grin
hingga akhirnya masuklah era kuantum. Dalam kuantum, semua hal itu terkuantisasi, kepotong2, sedangkan medan ini kan sifatnya kontinu. Nah lhoo gimana nih. Karena model medan ini dah ga bisa dipake untuk menjelaskan, akhirny fisikawan nyari cara gimana sih model yang bisa menceritakan perilaku listrik magnet, sekaligus dalam skala makroskopiknya. Akhirnya, munculah konsep partikel maya, dimana sebenerny interaksi listrik dan magnet itu merupakan pertukaran partikel! Konsep ini juga bisa menjelaskan mengapa jarak makin jauh, gaya makin lemah. Menurut konsep ini, kalo jarakny makin jauh, interaksi partikelnya juga semakin sedikit. Jadi semua hal yang bisa dijelaskan dalam teori medan bisa dijelaskan juga dengan konsep ini ditambah penjelasan mengenai bagaimana gaya bekerja secara diskrit.
beda banget kan sudut pandang antara medan sama pertukaran partikel maya emoticon-Big Grin
Jadi sekarang konsep medan dah diganti dengan interaksi ini.

Problemnya ketika masuk zona kuantum, mulai muncul masalah. Pengalaman yang kita hadapi sehari2 sering kali ga sesuai dengan yang terjadi di kuantum. Misalnya nih yaa, pernah denger tentang spin partikel kan? fisikawan menemukan kalo ternyata partikel itu memiliki momentum sudut.
Sekarang coba bayangin gasing. Gasing bisa berdiri diatas paku tumpuan, trus kalo kita tempelin batu kecil, batuny mental. Semua itu bisa terjadi gara2 gasing memiliki momentum sudut. Sekarang, bayangin gasing ini dengan segala sifatnya yang tadi itu, tapi gasingny ga muter! aneh kan? kalo ga muter ya harusny gasing akan jatoh, batu ditempelin ya ga akan mental. Nah ini ternyata yang kejadian sama partikel. Secara matematis partikel memiliki momentum sudut, punya sifat2 akibat adany momentum sudut tersebut, tapi partikelny ga muter emoticon-Hammer
Nah inilah yang terjadi ketika fisikawan membangun pemahaman atas fenomena kuantum. Dalam skala makro, kita bikin sebuah konsep, lalu dijelaskan secara matematik. Dalam kuantum jadi kebalik, kita bangun model yang konsisten secara matematik, lalu coba menjelaskan konsep apa yang kira2 bisa cocok dengan model tersebut. Kalo contoh medan diatas, kita bisa gabungin gravitasi, listrik dan magnet dalam sebuah konsep medan, dalam kuantum analogi sehari2nya campur2. De Broglie, schrodinger melakukan pendekatan melalui perilaku gelombang, ternyata cocok. Niels Bohr pake pendekatan kulit2 energi, cocok. trus kalo digabung semua? konsepny jadi aneh bin ajaib emoticon-Big Grin
Begitu juga dalam teori string. Teori ini melakukan pendekatanny melalui objek yang punya properties dari string ato gelombang (yg ane kasi liat di penurunan diatas, pas bagian yang ditanya sama makaribi). Dan ternyata, secara matematis, pendekatan ini bisa menunjukan bagaimana sifat spin, bagaimana gaya2 bisa saling terkait, memprediksi jenis partikel, dll.
lalu apakah sesuatu yang punya properties string, maka benda tersebut berupa string? klo ngeliat contoh spin tadi ternyata ga bisa yaa emoticon-Hammer
jadi menjawab pertanyaan diatas, belum tentu dia bergetar seperti pemahaman kita akan benda yang bergetar. Dan untuk pertanyaan kedua, penjelasan bagaimana string bisa menjadi partikel yang kita kenal itu ga lebih dari konsep matematis seperti yang dibilang brentie emoticon-Smilie konsep fisisny? ga ada fisikawan yang tau pasti. Kebanyakan hanya dugaan ajah, hasil interpretasi dari model matematikny.
Quote:

kalau ane masih lebih setuju ke einstein, prinsip ketidakpastian heisenberg (menurut ane), ketidakteraturan itu bisa jadi keteraturan dalam orde yang lebih tinggi emoticon-Big Grin


Quote:

kalau selalu bergetar, mana ada yg diam emoticon-Stick Out Tongue
mungkin kalau mau masukin ke rumus ya diam terhadap pengamat emoticon-Big Grin


Quote:

coba kamu jelaskan, maksudnya bergerak dengan kecepatan cahaya terhadap kerangka acuan apa? emoticon-Big Grin
kalau maksudku, itu C, konstanta cahaya. Dimasukin ke rumus biar hitungannya mendekati kenyataan.
Kalau dijelaskan menurut insting einstein, mengandung banyak filosofi, yang salah satunya aku katakan tadi emoticon-Smilie





Quote:


ya ya ya. Coba kamu turunin persamaan kamu itu sampai ke dimensi ke 11. Kira-kira world sheet definisi kamu ini, masih berlaku nggak emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
Quote:


ya kalau mau jawaban yg tanpa penafsiran lebih lanjut, seperti jawaban brentie ini emoticon-Big Grin
Quote:

makanya ane bilang membahas teori string tanpa bahasa matematika adalah ibarat tidak mungkin, dengan mikroskop seperti apa coba untuk mengamati perilaku string emoticon-Big Grin

Quote:


nih ada sebuah tulisan tentang Efek Meissner

Meissner effect ini adalah fenomena yang, sejauh ini, hanya berlaku di superkonduktor dimana eksternal medan magnet itu hanya dapat menembus superkonduktor untuk jarak yang sangat pendek, tidak seperti konduktor-konduktor yang biasa. Jarak ini, dinamakan London Penetration Depth, mempunyai inisial lambda(λemoticon-Wink dan untuk kebanyakan superkonduktor, jarak ini berukur sekitar 100nm. Dari penjelasan diatas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa semakin dalam eksternal medan magnet mencoba untuk “menembus” superkonduktor, kekuatan medan magnet tersebut akan berkurang secara eksponensial. Jadi, apakah bukti bahwa Meissner Effect ini benar-benar ada? Salah satunya adalah, kita bisa menaruh magnet diatas superkonduktor dan magnet itu akan melayang (kalau magnet itu tidak melayang, itu menunjukkan bahwa medan dari magnet tersebut menembus superkonduktor). Tentu saja kalau magnet itu terlalu berat, gaya gravitasi dari magnet tersebut akan lebih besar dan magnet itu tidak melayang.

Tetapi, fenomena ini tidak akan terjadi kalau medan magnet disekitar superkonduktor itu terlalu besar dan superkonduktor ini akan menjadi konduktor biasa. Karena ini, superkonduktor bisa dibedakan menjadi dua kategori. Katergori pertama, medan magnet akan dapat menembus superkonduktor jika eksternal medan magnet ini mencapai nilai tertentu yang dinamakan, critical field. Bukan hanya itu, superkonduktor ini akan mempunyai hambatan setelah ini. Tetapi, untuk superkonduktor dari kategori kedua, yang biasanya merupakan material-material kompleks seperti Vanadium, Niobium ataupun Technetium, mereka mempunyai dua critical field. Setelah kekuatan eksternal medan magnet telah mencapai critical field yang pertama, medan magnet akan dapat menembus superkonduktor itu meskipun superkonduktor itu tidak mempunyai hambatan sama sekali. Setelah medan magnet ini mencapai critical field yang kedua, barulah superkonduktor ini mempunyai hambatan.
[DISKUSI] Quark & Particle, String Theory, M-Theory, Brane-worlds, dsb

Spoiler for meissner:

Braneworlds

M-theory mengemukakan bahwa:

1. String merupakan tali super kecil yang memiliki panjang saja (1 dimensi) dengan kedua ujungnya terbuka (open loop).
2. Terdapat string yang melar hinga memiliki panjang dan lebar (2-dimensi), membentuk membrane (disingkat, “brane”) atau sebuah lembaran super tipis. Kita sebut ini sebagai 2-brane. Sedangkan string 1 dimensi disebut dengan 1-brane.
3. Kedua ujung string 1-brane harus melekat / bertumpu pada 2-brane.

Perbedaan signifikan terjadi setelah hadirnya M-Theory adalah bahwa orang mulai meninggalkan gambaran dimensi extra yang terpilin sangat kecil itu. M-Theory memberi gambaran pada kemungkinan yang berlawanan, yaitu bahwa dimensi-ruang extra itu berukuran sangat besar. Kita mungkin hidup di alam semesta 3 diemensi-ruang yang berada di dalam sebuah dimensi-ruang yang lebih besar lagi. Bahwa alam semesta kita berupa membrane 3 dimensi ruang atau 3-brane, dan alam 3-brane kita berada di dalam alam berdimensi lebih tinggi – yaitu alam 4 dimensi-ruang atau 4-brane.

Agar lebih mudah mengerti konsep membrane ini, bayangkanlah bahwa layar televisi anda adalah sebuah dunia dua dimensi. Pemain film di dalam televisi hidup di alam dengan 2 dimensi-ruang saja (hanya memiliki dimensi panjang dan lebar) mereka tidak memiliki dimensi ruang ke-tiga. Mereka tidak tau dan tidak menyadarinya. Jarak antara mata anda ke layar televisi adalah sebuah dimensi-ruang ke-tiga yang tidak dimiliki alam dalam televisi itu. Atau boleh saya dikatakan bahwa untuk menemukan dimensi extra, maka makhluk yang hidup di dimensi layar televisi harus keluar dari layar televisi tersebut.

Sampai tahap ini apakah anda sudah bisa membayangkannya? Sekarang coba bayangkan alam semesta kita adalah layar televisi tersebut. Televisi dengan 3 dimensi ruang. Maka jarak antara pengamat lain di luar televisi ke layar televisi itu adalah dimensi ruang ke-empat yang tidak dimiliki oleh alam kita. Alam di luar alam kita adalah sebuah alam semesta yang memiliki 4 dimensi-ruang.

Sekarang bayangkan bila alam semesta dengan 4 dimensi-ruang itu adalah sebuah layar televisi. Maka jarak antara pengamat lain di luar televisi ke layar televisi itu adalah dimensi ruang ke-lima yang tidak dimiliki oleh alam 4 dimensi-ruang.

Demikian seterusnya.

Marilah kita lanjutkan membayangkan dengan cara yang sama ke alam semesta kita.

Alam semesta kita yaitu 3-brane berada di membrane yang lebih tinggi; 4 brane. Atau boleh saya katakan alam 3-brane kita dibungkus oleh alam 4-brane. M-Theory mengatakan bahwa alam 3-brane kita memiliki kemungkinan exist berdampingan dengan alam 3-brane lainnya (parallel universe). Ada berapa banyak parallel universe? Tidak ada yang tau.

Lalu dimana dimensi 5, 6, 7, 8, 9, dan 10?
Mari kita lanjutkan lagi membayangkannya. Bila alam 3-brane dibungkus alam 4-brane, maka:
Alam 3-brane dibungkus oleh alam 4-brane (lapis 1)
Alam 4-brane dibungkus oleh alam 5-brane (lapis 2)
Alam 5-brane dibungkus oleh alam 6-brane (lapis 3)
Alam 6-brane dibungkus oleh alam 7-brane (lapis 4)
Alam 7-brane dibungkus oleh alam 8-brane (lapis 5)
Alam 8-brane dibungkus oleh alam 9-brane (lapis 6)
Alam 9-brane dibungkus oleh alam 10-brane (lapis 7)

Alam semesta kita dibungkus oleh alam lainnya yang berdimensi-ruang lebih tinggi. Dan di setiap membrane terdapat parallel universe.

Lalu dimana dimensi waktu? Dimensi waktu dimiliki semua alam itu. Kekal dan konstan adanya.

Strings Theory

Teori string (dan Teori-M sebagai perluasannya) menganggap bahwa fenomena partikel dapat dijelaskan dari string, dimana frekuensi harmoniknya adalah energi partikel. Teori string merupakan salah satu kandidat utama dari theory of everityhing, yaitu sebuah teori unifikasi yang dapat memadukan seluruh interaksi di alam semesta. Kedua teori ini konsisten hanya jika dirumuskan pada ruangwaktu yang berdimensi tinggi (10 dimensi untuk teori string dan 11 dimensi untuk teori-M).

Teori relativitas umum membahas penerapan geometri diferensial untuk menjelaskan fenomena interaksi gravitasi. Teori ini pertama kali diusulkan oleh Albert Einstein pada 1916. Teori ini berusaha menjelaskan fenomena fisis mulai dari gerak partikel dalam medan gravitasi hingga kosmologi, yaitu ilmu tentang asal-usul dan perkembangan alam semesta.

Komputasi kuantum adalah teori komputasi yang dibangun berdasarkan prinsip-prinsip mekanika kuantum. Algoritma kuantum memiliki efisiensi yang jauh lebih baik dibanding algoritma klasik yang dipakai pada komputer saat ini. Sebuah komputer kuantum juga diyakini memiliki kemampuan proses yang jauh lebih baik dibanding komputer klasik. Riset bidang komputasi kuantum masih terus berkembang.

Strings Theory

Agak kembali sedikit ke masa lampau, saat hampir semua fisikawan berbondong-bondong menyelidiki fisika quantum, ada sebagian kecil, mungkin boleh dikatakan, satu atau dua orang saja yang tersisa dari seluruh ilmuwan yang ada di dunia ini yang tidak mengikuti jejak rekan-rekan yang lainnya.

Saat semua orang beranggapan bahwa wujud atom dan partikel berbentuk menyerupai titik atau bola, maka sebagian kecil ilmuwan ini menemukan kemungkinan lain dari persamaan matematis yang membawa mereka pada ide liar bahwa kesalahan fisika selama ini terletak pada ‘bentuk’. Kita telah keliru memandang partikel berbentuk bola. Mereka menemukan bahwa pertikel berbentuk tali atau string.

Lalu apa implikasinya jika pertikel fundamental berbentuk string?

String berukuran sangat kecil, yaitu berjuta-juta kali lebih kecil dari quark. Untuk membayangkan ukuran string yang sangat kecil ini, bayangkanlah bila sebuah atom adalah tata surya kita, maka sebuah string berukuran sebuah pohon di bumi. String super kecil ini yang saking kecilnya dianggap hanya memiliki panjang saja (satu dimensi-ruang) bergetar dan variasi getarannya itulah yang menghasilkan apa yang kita amati sebagai partikel-partikel. Para pengusung teori string ini mengatakan bahwa string adalah satu-satu nya bahan dasar pembentuk ruang dan waktu. Yang kita amati sebagai beraneka ragam partikel itu sebenarnya adalah hasil variasi getar string-string yang sama.

Dengan demikian maka perhitungan atau persamaan matematikanya menjadi berubah sama sekali. Alam fisika quantum yang tadinya mengabaikan forsa gravitasi sekarang dapat menerima forsa gravitasi tersebut sebagai bagian dari persamaan matematisnya. Atau boleh dikatakan telah ditemukan forsa gravitasi di alam quantum. Fisika relativitas dan fisika quantum berhasil disatukan. Teori string diduga kuat sebagai teori pamungkas yang dicari, sebuah teori tunggal yang mampu menjelaskan perilaku alam semesta ini; sebuah teori segala hal.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Bagaimana forsa gravitasi ditemukan dalam persamaan matematika fisika quantum? Untuk menyinggung ini, perlu kita kilas balik sedikit sekelumit sejarah panjang perkembangan teori string.

Teori string tidak terjadi dalam semalam saja. Diawali di tahun 1968, oleh seorang fisikawan muda asal Italy, Gabriele Veneziano, sekarang bekerja untuk CERN, yang mempelajari persamaan matematis yang menjelaskan forsa nuklir kuat. Ditemukannya persamaan ini membuka jalan pada penelitian forsa tersembunyi di inti atom. Kemudian penelitian menggugah ilmuwan lainnya, Leonard Suskind dari Stanford University yang melihat bahwa persamaan tersebut mengindikasikan sesuatu yang tersembunyi, sebuah partikel yang memiliki struktur internal yang bisa melendut dan meragang. Partikel ini bukan berbentuk titik atau bola, namun berbentuk string yang secara alami bergerak lentur. Temuannya ini sempat tidak mendapat tanggapan dari fisikawan lainnya.

Adalah seorang fisikawan yang melanjutkan penelitian mengenai string ini, di tahun 1973, yaitu John H. Schwarz dari California Institute of Technology, mengemukakan bahwa jika string ini benar, maka string akan mampu menjelaskan banyak misteri alam ini. Schwarz berhasil menarik perhatian para ilmuwan dunia dan orang mulai banyak bergabung mendalami teori radikal ini.

Namun teori string mengalami kendala besar. Yaitu terdapat beberapa anomali pada perhitungan atau persamaan matematisnya. Pertama, teori string melibatkan sebuah partikel bermassa nol dan partikel tachyon, yaitu partikel yang bergerak lebih cepat dari kecepatan cahaya. Telah disinggung sebelumnya bahwa Teori Relativitas tidak membenarkan adanya obyek yang bergerak melebihi kecepatan cahaya. Teori string sekali lagi nyaris turun pamor.

Michael B. Green dari Cambridge University bergabung dengan Schwarz untuk mengkaji dan membedah persamaan matematis teori string ini lebih dalam. Di tahun 1984 Mereka berhasil meniadakan anomali tersebut. Mereka menemukan bahwa partikel aneh yang menjadi momok teori ini sebenarnya adalah “graviton” yaitu partikel untuk forsa gravitasi. Peristiwa sangat bersejarah ini dikenal sebagai salah satu yang menggemparkan dunia. Schwarz dan Green menemukan forsa gravitasi dalam persamaan mereka. Mereka berhasil gemilang meniadakan anomali.

Lebih banyak lagi orang ikut bergabung melanjutkan perjuangan Schwarz dan Green hingga kemudian sebuah kendala besar dihadapi mereka kembali, yaitu:

1. Teori string melibatkan dimensi extra.

Seperti yang kita kenali bersama bahwa kita hidup di alam dengan 3 dimensi-ruang yaitu panjang, lebar, dan tinggi ditambah 1 dimensi waktu menjadikan total = 4 dimensi ruang-waktu. Namun string harus bergerak di lebih dari 3 dimensi ruang itu. String harus bergerak di 9 dimensi ruang. Sehingga menurut teori string, alam yang kita tempati ini sebenarnya memiliki 10 dimensi ruang waktu.

Lalu dimana ke-enam dimensi ruang lainnya? Mengapa kita tidak bisa melihat atau merasakannya? Sekali lagi Kaluza dan Klein mengajukan bahwa 6 dimensi ruang ini berukuran sangat kecil sehingga tidak bisa teramati.

Namun kemudian orang mulai menerima kehadiran dimensi ektra ini karena memang HARUS ada dimensi extra di alam ini bagi string untuk wujud. Dimensi extra adalah sebuah temuan fenomenal.

2. Terdapat 5 teori string.

Ini merupakan masalah besar. Bagaimana sebuah teori segala hal hadir dalam 5 variasi? Setiap teori sama-sama benar namun memiliki perbedaan mendasar pada persamaan matematisnya.

Strings / M-Theory

Barulah Pada tahun 1995, pada konvensi fisika sedunia, seorang fisikawan yang kemudian menjadi sangat terkenal, yaitu Edward Witten, dari Institute for Advance Study, mempublikasikan papernya. Edward Witten dijuluki sebagai orang tercerdas di planet bumi ini dan mendapat julukan “the true successor of Einstein”, ia berhasil menggabungkan ke-lima teori string menjadi sebuah teori tunggal yaitu M-Theory.

Witten mengemukakan bahwa kelima teori string itu sebenarnya hanyalah ragam cara melihat suatu hal yang sama. Kita bagaikan berada dalam ruangan gelap gulita dan saling meraba seekor gajah yang sama di depan kita. Sebagian meraba kepalanya, sebagian meraba kakinya, sebagian meraba belalainya dan sebagian meraba badannya, begitu Edward Witten memberikan penerangan di dalam ruangan, barulah orang menyadari bahwa sebenarnya mereka semua meraba seekor gajah yang sama.

Penerangan yang dibawa oleh Witten dalam M-Theory nya ini adalah dengan menghadirkan sebuah dimensi ruang tambahan ke dalam hitungan matematis teori string. Seluruh persamaan menjadi klop dan semuanya mejadi masuk akal. Kini alam kita diyakini oleh string/M-theory memiliki 10 dimensi ruang menjadikannya total 11 dimensi ruang-waktu.

Edward Witten tidak menyebutkan kepanjangan dari “M” itu.
Quote:


Bukan gak mungkin, tapi tergantung seberapa detail orang mau tau informasi tentang teori ini. Dan menurut gw, kalo sebagai orang awam, gak perlu tau ttg rumusan matematikanya, karena levelnya udah gak sesuai.. Kalo emang mau mendalami sejauh itu, mending sekalian aja belajar string theory secara formal dan menjadi seorang saintis. Kalo menurut gw, kita sebagai orang awam cukup tau aja kulitnya, gak perlu masuk2 terlalu dalem.. Toh ahli-nya yang bener2 ahli di sini juga gak ada.. Siapa yang ngoreksi bener salah kalo udah masuk matematikanya?
Halaman 2 dari 17


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di