CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Debate Club /
[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 8
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000012754125/clean-debatedebate-eksistensi-tuhan---part--8

[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 4

ARGUMEN PENUTUP KETIADAAN TUHAN
Argument ini akan saya gunakan untuk membuktikan bahwa tuhan tidak ada. Saya akan membunuh tuhan. Pendekatan yang saya gunakan adalah pendekatan logika. Bukan pendekatan iman, bukan pula pendekatan agama.

Argumen ini adalah tantangan dan serangan. Argumen ini tidak ambil posisi netral. Silahkan ditanggapi, dihajar, diserang balik.

Argumen ini saya bagi menjadi beberapa runtutan logika. Yang mesti dibaca satu persatu dari atas ke bawah untuk dipahami. Argumen ini tersusun dalam tiga bagian yang saya sebut major argument. Dua bagian awal akan menunjukkan kepada anda bahwa tuhan tidak mungkin ada. Dan argumen penutup akan menutup celah logika yang tertinggal pada dua argumen sebelumnya. Tiga major arguments ini mesti dibaca berurutan dan dipahami sebagai satu kesatuan menuju kesimpulan penutup BAHWASANYA MENURUT LOGIKA DAN AKAL SEHAT TUHAN TIDAK MUNGKIN ADA DAN JELAS TIDAK ADA.

Pertama kita akan berangkat dari asumsi kaum theist tradisional bahwa tuhan adalah pencipta berpribadi dan berkehendak. Tuhan yang dalam eksistensinya adalah berinisiatif dan aktif dalam relasi dengan manusia dan semesta alam. Yang akan kita bedah dengan pisau logika menuju major argument pertama.

[QUOTE=]MAJOR ARGUMENT #1 TO KILL THE PERSONAL GOD
TUHAN, JIKA DIA MEMANG ADA, ADALAH TUHAN YANG PASIF DAN INAKTIF.
Argumen ini bertujuan untuk menolak konsep Personal God. Tuhan yang melibatkan diri secara terus menerus dalam kehidupan manusia. Berinisiatif, berpikir dan berkendak. Berfirman dan bermukjizat. Tuhan para kreasionis yang aktif menciptakan, mengadakan, menjaga, dan memelihara alam sekehendaknya. Tuhan agama-agama Semitik, Dewa-Dewi Hindu, Romawi, dan Yunani. Ada dua minor arguments yang disusun untuk mendukung major argument ini.

PROBLEMATIKA A
TUHAN PRIMA CAUSA
Konsep pertama yang saya sorot adalah konsep Prima Causa. Kenapa? Karena konsep inilah yang seringkali menjadi argument yang menjelaskan keberadaan tuhan. Tidak, bukan berarti Prima Causa tidak dapat digunakan membuktikan keberadaan tuhan. Namun Prima Causa memiliki kelemahan yang dapat kita sorot. Pertanyaan utamanya, tuhan mana dulu yang ingin dibuktikan oleh argument Prima Causa?

Sebelumnya, mari kita pahami apa itu argument Prima Causa. Mengutip seorang teman:
-----------------------------
"Aristoteles mencoba membuktikan keberadaan Tuhan(yakni sekedar membuktikan bahwa Tuhan itu ada, bukan bermaksud mendefinisikan Tuhan itu apa, Dzat-Nya terbuat dari apa dsb...) dengan argumen sebagai berikut...
Menurut Aristoteles, dengan asas berpikir prinsip "kausalitas", yakni bahwa setiap akibat pasti memerlukan sebab, maka dapat kita lihat bahwa setiap sesuatu yang kita ketahui itu memerlukan sesuatu yang lain supaya dirinya bisa terwujud. Dari sini kita peroleh 2 hal;
1. Realitas yang bergantung pada sesuatu yang lain (disebut akibat),
2. Realitas yang digantungi oleh sesuatu yang lain (disebut sebab).
Bila ternyata realitas sebab itu memerlukan sesuatu yang lain juga, maka dapat dikatakan dia juga sebagai akibat bagi sesuatu yang digantungi itu.... dst.
Maka, kausalitas atau sebab-akibat ini pun membentuk suatu rantai sebab-akibat.
Nah, rantai sebab-akibat ini memiliki beberapa kemungkinan sbb:
1. Tidak berujung ( A disebabkan B, B disebabkan C, C disebabkan D, D disebabkan E, dst.--- tak berujung)
2. Berujung pada sebab yang tidak lagi disebabkan (A disebabkan B, B disebabkan C, C disebabkan D, D disebabkan X, X tidak lagi disebabkan oleh apapun --- berujung pada X sebagai sebab awal)
3. Berputar atau daur.(A disebabkan B, B disebabkan C, C disebabkan A.)

Nah, kemungkinan ke-3 adalah mustahil. Mengapa? Karena berdasarkan kaidah "Setiap Sebab tentu lebih sempurna daripada akibatnya", maka kemungkinan ketiga adalah mustahil adanya. Yakni mustahil C disebabkan oleh A, padahal A tidak lebih sempurna daripada C, sehingga tidaklah mungkin mengakibatkan C.

Beralih kepada kemungkinan ke-1, itupun mustahil. Mengapa? karena bila rantai sebab-akibat ini tidak berujung, artinya semua yang ada ialah akibat. Bila semuanya adalah akibat, bagaimana mungkin ia bisa terwujud..??
(Ibaratnya katakanlah ada 15 orang pelari yang tidak akan mulai berlari sebelum salah satu di antara mereka ada yang berlari terlebih dahulu. Maka, agar mereka sungguh-sungguh mulai berlari, harus ada setidaknya salah satu diantara mereka yang mau berlari tanpa syarat.)
Nah, bila kenyataannya kini akibat itu memang ada (dalam analogi tadi 15 orang pelari itu memang berlari) itu berarti memang ada Sebab awal yang tidak memerlukan sebab lain bagi keberadaannya (Alias Sebab Primer/ prima causa, dalam analogi tadi adalah pelari yang berlari tanpa syarat).
Maka, kemungkinan ke-2 lah yang benar.
Nah dengan demikian, keberadaan Sebab awal yang tidak lagi disebabkan itu terbukti kebenarannya.
Dan, dengan kaidah, setiap sebab pasti lebih sempurna daripada akibatnya, maka sebab awal ini pastilah yang paling sempurna dari segala yang ada, yang karenanya, dikatakanlah bahwa itulah yang disebut dengan "Tuhan".
Demikian argumen Aristoteles..."
----------------------------

Pada dasarnya argumen ini berangkat dari pemahaman bahwa:
1.\tSegala sesuatu yang terjadi disebabkan oleh sesuatu yang lain... selayaknya B menyebabkan C dan B disebabkan oleh A.
2.\tMereka bergerak dalam rangkaian sebab akibat dalam artian bahwa tanpa B tidak akan ada C dan tanpa A tidak akan ada B
3.\tRangkaian sebab akibat itu bukanlah tanpa titik, sebaliknya, rantai itu memiliki titik awal dimana segalanya diawali, titik penyebab itulah yang kita sebut Prima Causa (T), The First Mover.

Kalo pingin digambar, kira-kira kayak gini:

(T)==>A==>B==>C==>Dst...
Atau ilustrasi sederhananya:
Saya mengambil batu>saya melempar batu ke kaca>kaca pecah

Argumen inilah yang menjadi religious stance kebanyakan Theist...

Tapi PROBLEMNYA, argument ini TIDAK MEMBERI RUANG BAGI TUHAN YANG BERPRIBADI, BERINISIATIF DAN BERKEHENDAK. Tuhan hanya akan jadi The FIRST MOVER, detonator, pemicu pertama....TUHAN YANG INAKTIF DAN PASIF.

Logikanya, dia hanya berkuasa atas SEBAB PERTAMA, tapi dia tidak berkuasa atas SEBAB KEDUA dan SETERUSNYA.

Pertanyaan saya:
Apakah Tuhan bisa mengubah B menjadi Y secara langsung? Jika saya melempar batu kearah kaca, dapatkah lemparan itu menyebabkan pintu di sebelah ruang terbuka? TIDAK BISA! Inilah konsekuensi dunia dalam kausalitas, dimana sebab akibat bekerja. Tidak ada ruang buat Tuhan yang Berpribadi dan Berinisiatif. Mau-tidak mau Tuhan harus mengubah A untuk mengubah B. Hingga satu-satunya cara yang mungkin adalah menjadi seperti ini:

(T)==>(A=)X==>Y==>Z

Coba lihat, disini berlaku hukum bahwa A menghasilkan B dan B sebagai turunan dari A menghasilkan C. Apakah Tuhan mampu memanipulasi ini?
Tidak bisa! Jawabnya, untuk mengubah B jadi Y kita tidak bisa main sulap dalam jagad kausalitas. Sebab dengan sendirinya keteraturan akan runtuh. Jika mendadak setelah A muncul Ymaka otomatis C tidak dapat muncul. Dan A sendiri kehilangan keterlanjutannya. Satu-satunya konsekuensi logis adalah untuk mengubah B jadi Y, kita harus mengubah A terlebih dahulu. Untuk membuka pintu, saya tidak perlu melempar batu tapi saya harus berjalan kearah pintu dan membukanya.

LIHAT DILEMANYA?
SEKARANG, KALO KITA DEFINISIKAN MAHA KUASA SEBAGAI PLAYING ABOVE THE RULES, BUKAN PLAYING BY THE RULES. ADAKAH TUHAN YANG MAHA KUASA KETIKA KEKUASAAN TUHAN DIBATASI OLEH HUKUM CIPTAANNYA SENDIRI?

Oke, sedikit tambahan untuk lebih jelas. Saya ambil satu contoh. Mukjizat!
Mukjizat adalah salah satu ciri khas dalam kisah keagamaan. Mukjizat adalah tema sentral yang menunjukkan Tuhan yang aktif. Turut ambil bagian dan berperan serta dalam pergulatan hidup hambanya. Tapi Argumen Prima Causa tidak memberi ruang bagi Tuhan yang bermukjizat. Kenapa?

Urutan logikanya seperti ini:
1. bahwa tuhan maha berkehendak
2. bahwa tuhan mahakuasa
3. maka tuhan bermukjizat
4. bahwa semesta adalah ada
5. terdapat pola dimana semesta bekerja secara teratur dalam suatu kausalitas
6. maka semesta didasarkan pada hukum dan keteraturan alam

Anggaplah kalau kita berandai-andai bahwa tuhan membuat salah satu rasulnya terbang seperti superman wussss….

Maka kita akan masuk kedalam alur logika kenapa mukjizat itu adalah tidak logis, karena:
1. TUHAN, kalau memang ada, tidak hanya menciptakan eksistensi ALAM SEMESTA, tapi juga MEKANISME yang menjalankannya

2. Mekanisme itu terdiri atas hukum alam (misal: gravitasi, orbit planet, manusia bernafas dengan oksigen, dll.)

3. Mekanisme itu membentuk satu rangkaian dari hukum-hukum alam yang saling bergantung dengan teratur satu sama lain dengan keseimbangan yang sempurna.

4. Mukjizat dapat kita maknai sebagai pelanggaran terhadap mekanisme. (mukjizat terbang berarti melanggar hukum gravitasi)

5. Pelanggaran terhadap hukum alam ini, sekecil apapun, dapat merusak keseluruhan mekanisme alam yang telah seimbang dan dapat menimbulkan efek tak terbayangkan (gaya gravitasi berpengaruh kuat terhadap peredaran orbit planet, jika gaya gravitasi diutak atik seenaknya hanya agar ada MUKJIZAT biar MANUSIA percaya, maka akan menimbulkan masalah besar)

6. Therefore, dari sudut logika, mukjizat itu TIDAK ADA

7. Kalau kita masih pingin berandai-andai untuk melakukan itu, maka tuhan harus memberi manusia sayap atau mengubah hokum alam itu sendiri, misalkan mengubah gravitasi jadi 0. ingat. Untuk mengubah B jadi Y, maka kita harus mengubah A terlebih dahulu.

Sekarang alur logika ini akan membawa kita ke misteri-misteri yang membingungkan:
DARI SUDUT MOTIF DAN TUJUAN, APA YANG INGIN TUHAN BUKTIKAN LEWAT MUKJIZAT DAN INTERVENSI ILAHINYA? AGAR MANUSIA PERCAYA?
SUNGGUH BODOHKAH TUHAN MELANGGAR MEKANISMENYA SENDIRI DAN MEMBAHAYAKAN KESELURUHAN KESEIMBANGAN SEMESTA HANYA AGAR MANUSIA PERCAYA?
Jadi akhirnya, kira-kira bandingkan saja seperti ini, TUHAN yang berusaha membuktikan dirinya TUHAN kepada manusia sama bodohnya dengan gw yang berusaha membuktikan kalo gw MANUSIA kepada ANJING gw sendiri.

INTI DARI SELURUH PROBLEMATIKA INI SEDERHANA:
TUHAN PRIMA CAUSA DALAM JAGAT KAUSALITAS ADALAH TUHAN YANG PASIF DAN INAKTIF, BUKAN TUHAN YANG PERSONAL, BERPRIBADI, BERINISIATIF DAN BERKEHENDAK.

PROBLEMATIKA B
ANTARA BAIK DAN JAHAT

Urutan logikanya seperti ini:
1. Bahwa tuhan adalah mahabaik
2. Bahwa tuhan adalah mahakuasa
3. Bahwa dunia terdapat derita dan sengsara

Bahwa tuhan mahabaik dan mahakuasa tidak perlu saya jelaskan. Sebab kalau tidak mahabaik dan mahakuasa tentu bukan tuhan. Sama seperti yang tidak berpikir dan bernafas tentu bukan manusia.

Tapi pertanyaannya, apa itu sengsara dan derita?
Pertama saya tidak memaknai sengsara dan derita sebagai ketiadaan dari bahagia dan sejahtera. Mungkin ada yang akan berkata: “Bung, darimana anda tahu anda bahagia kalau anda tak pernah menderita, darimana anda tahu anda susah kalau anda tak pernah senang.” Kita tidak perlu menjebak diri dalam dualitas itu.

Pertama, tentu ketika kita ngomong soal definisi kebahagiaan sebagai rush of emotions, kita bakal terjebak dalam konsep "kebahagiaan" dan "penderitaan" sebagai KONSEP YANG ABSTRAK. Kenapa? Karena pada hakikatnya manusia adalah mahluk berhasrat. dari titik ini kita dapat maknai bahwa kebahagiaan adalah ketika hasrat manusia terpenuhi dan penderitaan adalah ketika hasrat manusia tidak terpenuhi.

HASILNYA TENTULAH SUBYEKTIF SEKALI! Karena pada dasarnya hasrat semua orang berbeda. hasilnya apa yang kita maknai "kebahagiaan" dan "penderitaan" bakal menjadi sesuatu yang semu dan sangat personal. Kalo sudah begini bagaimana kita bisa membawa diskusi kita?

Dalam pemahaman saya (dan dalam argumen saya), "penderitaan" dan "kebahagiaan" adalah sesuatu yang obyektif. Bagaimana bisa? karena saya TIDAK MENGANGGAP "kebahagiaan" dan "penderitaan" HANYA SEKEDAR rush of emotions. saya melihat "kebahagiaan" dan "penderitaan" sebagai "WELLNESS OF BEING". dalam artian "kebahagiaan" ada ketika terpenuhinya hakikat seseorang sebagai manusia, hakikat kemanusiaannya, secara obyektif, baik dalam artian fisik maupun mental, dan ketidak bahagiaan adalah ketika WELLNESS OF BEING itu tak terpenuhi.

Saya persingkat dengan analogi seperti ini: buat saya "Hidup susah dan tidak makan kenyang berhari-hari." itu BUKAN PENDERITAAN!

PENDERITAAN ADALAH ketika seorang janin di aborsi sebelum dia sempat lahir. Hingga dia tidak pernah menjadi manusia. Bukan karena dia tidak punya kesempatan, tapi karena tidak diberi kesempatan. Sama seperti balita kecil di Darfur yang mengais-ngais bak sampah dan berebut makanan dengan segerombolan anjing hanya untuk hidup. Itulah PENDERITAAN. PENDERITAAN terjadi ketika seorang terjebak dalam keadaan dimana seluruh eksistensinya sebagai manusia turun hingga dia gagal menjadi manusia yang utuh. Keadaan yang tidak manusiawi dan mengingkari hakikatnya sebagai manusia.

Dititik ini kita akan masuk dalam dua kontradiksi:
Kontradiksi #1 tuhan adalah mahakuasa tapi dia tidak mahabaik, sebab dia tahu bahwa ada sengsara dan derita namun dia tak melakukan apapun untuk meniadakannya. Hingga derita dan sengsara tetap ada di dunia.
Kontradiksi #2 tuhan adalah mahabaik tapi dia tidak mahakuasa, sebab dia tahu bahwa ada derita dan sengsara dan berkehendak menghentikannya sebab dia mahabaik, namun dia tak mampu melakukan apa-apa sebab dia tidak mahakuasa. Hingga derita dan sengsara tetap ada di dunia.
Dua paradoks ini akan membawa kita pada satu paradoks puncak:

BAGAIMANA MUNGKIN TUHAN YANG MAHA SEMPURNA MENGADAKAN DUNIA YANG TAK SEMPURNA? BAGAIMANA MUNGKIN SESUATU YANG SEMPURNA MENGADAKAN SESUATU YANG CELA? BUKANKAH MENGADAKAN SESUATU YANG CELA ITU MELANGGAR HAKIKAT KESEMPURNAANNYA SENDIRI DAN MEMPERLIHATKAN BAHWA WALAU DENGAN ATRIBUT KEMAHA-SEMPURNAANNYA SEBENARNYA DIA TAK SEMPURNA??[/QUOTE]
Selamat, sampai dititik ini kita baru saja membunuh tuhan yang berpribadi dan berkehendak. Sebab hakikat tuhan berpribadi dan berkehendak gagal dipertanggung jawabkan di depan logika dan akal sehat. Sekarang kita akan masuk ke kemungkinan kedua yang tidak dapat kita tiadakan, yaitu tuhan kaum deist. Tuhan yang hidup dalam watchmaker theory, tuhan intelligence design. Tuhan yang hanya merancang dan mendesain. Tapi tidak bertindak dan berinisiatif dan bergulat dengan rancangannya. Sama seperti pembuat jam yang hanya membuat jam dan lalu membiarkan jam itu berjalan sendiri lepas dari campur tangannya. Bukan tuhan yang aktif dan berinisiatif, sebab dia sudah kita bunuh. Tapi tuhan yang pasif dan inaktif.
[QUOTE=]MAJOR ARGUMENT #2 TO KILL THE IMPERSONAL GOD
APA BEDANYA TUHAN YANG PASIF DAN INAKTIF DENGAN TIADA TUHAN?
Argumen ini bertujuan untuk menolak konsep impersonal god. Tuhan yang menjauh dari eksistensi ciptaannya, serta hanya melihat saja dari jauh sana. Konsep tuhan sebagai si pembuat jam (the watchmaker theory). Tuhan yang mendesain dan menciptakan jam, lalu membiarkan jam bekerja dengan sendirinya tanpa campur tangan dia. Tuhan yang tidak menampakkan eksistensinya secara ajaib lewat wahyu, mukjizat dan intervensi ilahi. Tuhan dibalik intelligence design. Tuhan yang bersembunyi dibalik evolusi dan kerja fenomena alam. Tuhan kaum deist.

Saya akan memulai argumen ini dengan ilustrasi kecil:
Dua orang penjelajah bernama A dan B menelusuri rimba belantara Afrika menemukan taman yang indah ditengah belantara. Namun mereka tidak menemukan siapa pun disitu. Otomotis keduanya bertanya-tanya, lalu siapa yang membuat dan merawat taman ini? A mengeluarkan teori: “oh, pastilah ada seorang tukang kebun yang bekerja di taman ini!” B menyangkal dan berdebat bahwa hal itu tidak mungkin, sebab bila memang ada, maka siapa dan untuk apa membuat taman di tengah rimba belantara.

Maka keduanya memutuskan berkemah untuk memuaskan rasa penasaran. Sepanjang malam mereka berjaga dan mengamat-amati untuk menemukan si tukang kebun. Berhari-hari lamanya dan sang tukang kebun tak muncul-muncul-muncul juga. Akhirnya A berkata: “oh pastilah si tukang kebun datang dan bekerja dengan bersembunyi-sembunyi!” maka keduanya memutuskan memasang pagar berduri mengelilingi taman itu. Hingga tidak ada satupun orang yang bisa masuk tanpa merusaknya. Kembali mereka menunggu, berjaga dan mengamat-amati berhari-hari lamanya. Namun tak ada satupun orang muncul dan tak ada pula tanda pagar dirusak.

A pun bingung. Lalu dia menyimpulkan: “tidaklah mungkin bahwasanya taman seindah ini ada tanpa ada yang merawatnya, pastilah ada tukang kebun! walau tak-terlihat, tak-terasa, tak-terdengar, tak-teraba, dan tak-terasa oleh panca indra kita!” B yang lebih bingung lalu bertanya: “kalau begitu apakah bedanya tukang kebun yang tak-terlihat, tak-terasa, tak-terdengar, tak-teraba dengan tukang kebun yang tak ada?”

Sekarang kita akan membawa pertanyaan ini kedalam ranah teologis.
1. JIKA TUHAN TAK BERPRIBADI DAN BERKEHENDAK LALU BAGAIMANA CARANYA DIA MENGADAKAN SEMESTA ALAM? SEBAB BUKANKAH SEBELUM MENCIPTA TUHAN HARUS BERENCANA, DAN SEBELUM BERENCANA TUHAN HARUS BERKEHENDAK, SERTA UNTUK BERKEHENDAK TUHAN HARUS BERPRIBADI? MOHON PENCERAHANNYA!
2. APA BEDANYA TUHAN TAK BERPRIBADI DAN BERKEHENDAK DENGAN BATU? BUKANKAH BATU JUGA TAK BERKEHENDAK DAN BERPRIBADI?
3. JIKA TUHAN TAK BERPRIBADI LALU BAGAIMANA KITA MEMPERTANGGUNG JAWABKAN PILIHAN PRIBADI KITA? ADAKAH DOSA DAN PAHALA? ADAKAH SURGA DAN NERAKA? ADAKAH KEPUTUSAN ILAHI YANG MAHAADIL DAN MAHA BENAR? UNTUK APA KITA BERTANGGUNG JAWAB PADA SESUATU YANG TIDAK ADA SANGKUT PAUT DENGAN KITA?
4. MAKA APA BEDANYA TUHAN YANG PASIF DAN INAKTIF DENGAN TIADA TUHAN? APA BEDANYA TUHAN YANG HANYA MELIHAT SAJA TANPA ADA CAMPUR TANGAN DALAM RELASI DENGAN SEGALA EKSISTENSI CIPTAANNYA DENGAN TUHAN YANG TAK ADA?

Saya akan membiarkan pertanyaan itu tak terjawab sebagai bentuk tantangan. Dititik ini kita telah membunuh tuhan yang impersonal dan personal. Kita telah membunuh tuhan, apapun jenis dan bentuknya. Kita telah menunjukkan bahwa tuhan tidak mungkin ada.[/QUOTE]
Sampai dititik ini anda bukan lagi seorang theist atau deist, tapi seorang agnostik.

Namun serta merta mengatakan tuhan tidak ada tidak memecahkan masalah. Sebab jika kita berusaha objektif dan mempertanggungjawabkan akal sehat kita maka kita harus mampu menunjukkan bahwa tuhan harus benar-benar tidak ada. Bukan sekedar menunjukkan bahwa tuhan tidak mungkin ada. Tapi bagaimana caranya kita dapat membuktikan sesuatu yang tidak dapat kita buktikan keberadaannya adalah tidak ada?

Sekarang mari kita meloncat ke argumen ketiga, argumen penutup.
[QUOTE=]MAJOR ARGUMENT #3 PRESUMPTION OF ATHEISM
Ada orang yang pernah ditanya kenapa dia percaya pada sesuatu yang tidak dapat dibuktikan? Kenapa dia percaya pada tuhan? Jawabnya sederhana, apa ruginya. Kalau dia beragama dan tuhan memang ada maka dia punya kesempatan masuk surga. Kalau dia beragama dan tuhan tak ada maka anggap saja dia sudah beramal demi sesama walau akhirnya binasa juga. Mentalitas ini berprinsip kalau tidak percaya tuhan dan ternyata tuhan ada, maka binasa dan jika tak percaya tuhan dan ternyata tuhan tak ada maka juga binasa. Jadi kenapa tidak percaya tuhan kalo percaya tuhan ternyata lebih berguna?

Ini mentalitas konyol, mentalitas “Kalo benar ya syukur”. Ini bukan mentalitas yang masuk akal dan logis. Sebab logika dan akal sehat selalu menuntut skeptisme dan meragukan. Bukan mentalitas untung-untungan macam ini.

Jadi skeptisme macam apa yang dapat kita rengkuh untuk menalar tuhan? Inilah inti dari major argument ketiga kita. Apa yang dapat kita adopsi dari asas dalam ilmu hukum. Praduga tak bersalah atau presumption of innocence. Asas ini menyatakan bahwa ketika belum dapat dibuktikan bahwa seseorang bersalah atau tidak bersalah maka satu-satunya posisi yang boleh kita ambil adalah bahwa si orang adalah tidak bersalah, hingga dia tidak boleh dihukum dan ditindak seakan dia bersalah.

Demikian pula dalam menalar tuhan:
SELAMA KEBERADAAN TUHAN TAK DAPAT DIBUKTIKAN BAHWA ADA ATAU TIDAK ADA MAKA SATU-SATUNYA POSISI YANG DAPAT KITA AMBIL ADALAH PRADUGA TIADA (PRESUMPTION OF ATHEISM) yaitu,
JADI, SELAMA TIDAK ADA SATUPUN YANG DAPAT MEMBUKTIKAN BAHWA TUHAN TIDAK ADA DAN TIDAK PULA ADA SATUPUN YANG DAPAT MEMBUKTIKAN BAHWA TUHAN ADA, MAKA SATU-SATUNYA POSISI YANG DAPAT KITA AMBIL DAN MASUK AKAL ADALAH POSISI BAHWA TUHAN TIDAK ADA. HINGGA DIBUKTIKAN SEBALIKNYA.

Mengenai pembuktian keberadaan tuhan, kita akan bebankan sesuai asas hukum perdata yang dapat kita adopsi sekali lagi disini, yang berbunyi DIA YANG MENDALILKAN DIA YANG MEMBUKTIKAN yaitu BAHWA DIA YANG MENDALILKAN BAHWA TUHAN ADA MAKA DIALAH YANG MEMBUKTIKAN TUHAN ADA. Sama seperti jaksa yang membuktikan bahwa tersangka BERSALAH dan PRADUGA TAK BERSALAH yang diatributkan pada tersangka adalah KELIRU.
[/QUOTE]

================KESIMPULAN AKHIR===========
jadi menilik dari alur argumen diatas, yaitu bahwa:
(i) tuhan yang berpribadi tidak mungkin ada
(ii) tuhan yang tak berpribadi tidak dapat dapat dibedakan dengan tidak ada tuhan
kesimpulan dari 2 argumen pertama (i)+(ii) adalah kesimpulan minor yaitu TUHAN ADALAH TIDAK MUNGKIN ADA
berangkat dari kesimpulan minor tersebut maka kita meletakkan argumen (iii) yaitu:
(iii) ketika tuhan tidak mungkin ada (kesimpulan minor) maka satu-satunya asumsi paling logis dan masuk akal yang bisa kita tarik adalah tuhan tidak ada.

Hingga kita sampai pada KESIMPULAN PENUTUP yaitu:
BAHWASANYA MENURUT LOGIKA DAN AKAL SEHAT TUHAN TIDAK MUNGKIN ADA DAN JELAS TIDAK ADA.


TANGGAPAN-TANGGAPAN
Buat Bang Menyan soal regressus ad infinitum
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=544

Buat SilverMask untuk Argumen Pembuka Keberadaan Tuhan
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=546

Buat Barcon tentang Prima Causa dan teori big bang
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=629

Buat Barcon tentang kebenaran sains dan Harun Yahya
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=630

Tanggapan dari Sadhanaputra
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=639
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=640

Basa-basi bareng Sadha
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=794

Buat Sadha tentang Tanggapan atas tanggapan Sadha
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=796

Buat Velnous tentang argumen pembuktian Tuhan I (Sekali lagi GOD OF THE GAPS)
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=798

Buat Velnous tentang argumen pembuktian Tuhan II
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=799

Definisi dari "ada"
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=810

Sadhanaputra vs. Barcon
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=810
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=834
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=837
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=843
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=845
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=847
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=851
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=865
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=866
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=872
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=873

Say Hi
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=868

Buat Sadha tentang tanggapan dari tanggapan atas tanggapan Sadha
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=892

Buat Velnous tentang tanggapan atas tanggapan velnous (Argumen pembuktian Tidak ada Tuhan V.2.0)
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=892

Tom Corleone tentang Surga dan Neraka
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...&postcount=885

Hmmm... Rada malas gw update... gw lama gak online soalnya, sibuk ngurus kelulusan. Ngaskus pun cuman nyempatin pake hape doang. cuman sekedar catatan antara page 48 sampai 68 ada debat antara Sadha, Barcon, e=mc2, Velnous, Tom Corleone. Buka sendiri...

Tanggapan buat Sadha
http://kaskus.co.id/showpost.php?p=6...postcount=1345

Btw. sudah 68 halaman dan hampir dua bulan kok gak ada yang secara mutlak matahin argumen gw ya? Atau ada yg gw lewatin?

Mungkin lebih seru kalau gw yang jadi Theis... tapi masak gw matahin argumen gw sendiri....:P
Thread sudah digembok
Halaman 1 dari 526

Autolock Thread by Hansip

Thread ini adalah thread lanjutan dari http://kask.us/10658842 yang sudah melebihi batas reply.
\t\t\t\t\t\t\t\t\t
\t\t\t\t\t\t\t\t\tTerima kasih.

Autolock Thread by Hansip

Thread ini adalah thread lanjutan dari http://kask.us/8925063 yang sudah melebihi batas reply.
\t\t\t\t\t\t\t\t\t
\t\t\t\t\t\t\t\t\tTerima kasih.

Argumen Pembuka Keberadaan Tuhan

Affirmative
Argumen Pembuka Keberadaan Tuhan
Quote:



---
panjang bgt.. emoticon-Nohope

btw emang Tuhan ga ada kok gan.. emoticon-Smilie
Kepada semua DEBATERS di thread DET :

Menimbang bahwa pembahasan thread ini relatif [CLEAN] dan pembahasan mengenai Tuhan dan keTuhanan jg memiliki kedekatan dengan pembahasan mengenai Agama dan golongan maka saya akan edit judul thread ini menjadi [CLEAN DEBATE].

Dengan digantinya judul menjadi [CLEAN DEBATE] maka peraturan dibawah ini menjadi berlaku.

Quote:


Segala macam makian/sarkasme tidak diperkenankan di thread ini. Sudah ada beberapa laporan masuk dari pelapor yang mengatasnamakan dirinya sendiri dan juga mengatasnamakan kelompok Theis.

Saya harap kedepannya tidak ada lagi laporan2x sejenis. Harap hormati pandangan / opini dari para debaters yang lain. Melihat thread ini saya yakin kemampuan intelektual kalian cukup untuk mengerti apa yang saya maksudkan dalam pengumuman ini.

Terima kasih atas kerja samanya dan selamat berdebat.
Quote:


Ane pertamax sama keduax emoticon-Embarrassment..
:maho:maho:maho
Jadi pertanyaan sesungguhnya adalah, darimana singularitas itu berasal?
Apakah itu hanya muncul begitu saja menjadi ada dari ketiadaan?
Theist mengklaim bahwa Tuhan menciptakan singularitas awal dan
dengan demikian menyebabkan alam semesta menjadi ada.


Tapi sekarang masalahnya adalah bahwa tidak ada bukti apapun
bahwa singularitas awal memiliki sifat yang luar biasa tersebut (adanya Pencipta).
Tidak ada dalam kosmologi klasik atau kuantum yg menunjukkan bahwa singularitas itu diperlukan dalam metafisika.
Artinya, singularitas itu bahkan tidak diperlukan sesuai dengan hukum alam.
Hukum alam mengizinkan segala macam model kosmologi non-singular.
Dengan demikian, singularitas itu tidak diperlukan dalam metafisika.
reserved

saya dapat pertamax bukan?
keduax

@prop1000, udah lunas utang elo ke wariman? last post tuh..
Pos ane selalu nongol di halaman pertama.. emoticon-Malu
Setidak2nya gw dpt page one.. Balik ke bahasan #1 kah??? Atau ada bahasan lainkah
[CLEAN DEBATE]Debate: Eksistensi Tuhan - Part 8
profile-picture
galonaire memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh
Gw nggak mau membuktikan keberadaan Tuhan di trit ini, gw cuma mau menyanggah argumen2 yg dibawa TS ajah.. emoticon-Embarrassment
Yuk mulai… emoticon-army:

Quote:


Kelemahan dari argumen ini adalah alur proses dibatasi dari satu alur saja, tidak membuka kemungkinan adanya alur lain. Dengan kata lain, manipulasi alur proses tidak bisa dilakukan. Saya ambil contoh (yg dibawa TS aja):
Saya mengambil batu > batu saya lempar ke kaca > kaca pecah
Dalam alur proses yg anda sebut diatas, anda harus mengambil batu agar kaca pecah. Tapi bila dibalik alur prosesnya, akan timbul pertanyaan: apakah bila kaca pecah, maka saya harus mengambil batu?
Bila dipikirkan kembali, kaca yang pecah tidak melulu mesti disebabkan oleh “saya mengambil batu” sebagai prima kausa. Bisa jadi karena ada orang lain yg mengambil batu, atau ada anak kecil diluar yg menendang bola, kemudian bola kena kaca, kaca pecah.. Inilah yg disebut dengan manipulasi. Nilai 6 tidak mesti didapat HANYA dari ekuasi 3+3, tapi bisa juga 4+2, 5+1, 2x3, 12/2 dsb.
Itulah yg dilakukan Tuhan dalam mukzizat. Fenomena alam yg disebut mukzizat sebenernya akan biasa saja (bukan mukzizat) kalau manipulasi hukum alur prosesnya sudah diketahui.. Hal ini tidak membatasi kekuasaan Tuhan, malah justru membuktikan bahwa Tuhan Maha Kuasa atas segala proses yg ada di alam ini emoticon-Big Grin
Apakah Tuhan yg membuktikan dirinya Tuhan kepada makhluk ciptaan-Nya sama seperti gw yg membuktikan ke anjing gw bahwa gw ini manusia? Terlalu sarkastik. Gw nggak menciptakan anjing gw.. dan lagipula, apa salahnya Tuhan menunjukkan tanda2 kuasa-Nya (bukan berarti langsung menunjukkan kalo Tuhan adalah Tuhan) kepada orang2 yg tidak percaya pada-Nya? Toh meskipun kuasa-Nya sudah diperlihatkan, masih aja ada yg menyangkal keberadaan Tuhan.. Yang bego siapa kalo gitu? emoticon-Big Grin

Quote:


Kalau argumen pengandaian taman dan petualang ini dibawa ke ranah alam semesta, maka argumen ini gagal.
Kenapa gagal?
Dalam cerita tsb, si petualang melakukan berbagai cara untuk membentengi taman dari si pengurus taman, dan faktanya taman tetap terurus meski si pengurus taman tidak ada. Kalau dibawa ke ranah alam semesta, apa yg terjadi?
Yang terjadi adalah kemustahilan. Karena tidak ada satupun manusia yg mampu membentengi alam semesta ini dari Si Pengurus Alam Semesta (misalnya Tuhan) seperti si petualang membentengi taman tsb dari pengurusnya. Dengan kata lain, tidak ada bukti bahwa alam semesta ini mampu mengatur dengan sendirinya. Gimana caranya alam semesta ini dibentengi sehingga tidak tersentuh oleh si pembuat alam semesta (misalnya pun ada) dan diperhatikan 24 jam di setiap titik di alam ini tanpa ada loss pengawasan sama sekali untuk membuktikan bahwa alam semesta ini mampu berdiri sendiri tanpa perlu campur tangan energi diluar sistem alam semesta ini? Ckckck.. Manusia memang sombong. emoticon-Big Grin
Asumsi yg paling masuk akal dari argumen TS ini adalah: ALAM SEMESTA INI (SANGAT MUNGKIN) DIATUR OLEH ENERGI LEBIH BESAR YANG ADA DI LUAR ALAM SEMESTA ITU SENDIRI.

1. JIKA TUHAN TAK BERPRIBADI DAN BERKEHENDAK LALU BAGAIMANA CARANYA DIA MENGADAKAN SEMESTA ALAM? SEBAB BUKANKAH SEBELUM MENCIPTA TUHAN HARUS BERENCANA, DAN SEBELUM BERENCANA TUHAN HARUS BERKEHENDAK, SERTA UNTUK BERKEHENDAK TUHAN HARUS BERPRIBADI? MOHON PENCERAHANNYA!

Sok atuh dijawab sama teis2 disini… biar ada bahan buat dibahas emoticon-Big Grin

2. APA BEDANYA TUHAN TAK BERPRIBADI DAN BERKEHENDAK DENGAN BATU? BUKANKAH BATU JUGA TAK BERKEHENDAK DAN BERPRIBADI?

Iya bener juga sih emoticon-Embarrassment ya silakan aja dijawab sama yg lain.. emoticon-Embarrassment

3. JIKA TUHAN TAK BERPRIBADI LALU BAGAIMANA KITA MEMPERTANGGUNG JAWABKAN PILIHAN PRIBADI KITA? ADAKAH DOSA DAN PAHALA? ADAKAH SURGA DAN NERAKA? ADAKAH KEPUTUSAN ILAHI YANG MAHAADIL DAN MAHA BENAR? UNTUK APA KITA BERTANGGUNG JAWAB PADA SESUATU YANG TIDAK ADA SANGKUT PAUT DENGAN KITA?

Tak tau.. bukan urusan gw. Urusan teis sama agamanya masing2 lah.

4. MAKA APA BEDANYA TUHAN YANG PASIF DAN INAKTIF DENGAN TIADA TUHAN? APA BEDANYA TUHAN YANG HANYA MELIHAT SAJA TANPA ADA CAMPUR TANGAN DALAM RELASI DENGAN SEGALA EKSISTENSI CIPTAANNYA DENGAN TUHAN YANG TAK ADA?

Ya beda lah! Biarpun Tuhan tidak berkehendak dsb, tetap aja Tuhan itu eksis.. Eksistensi kok bisa2nya dihubung2kan dengan kepribadian? emoticon-Nohope
wah kudu direserved dulu nih ama gueee
mantab dapet pejwan
semoga tuhan masih eksis di dunia dan di akherat....aminemoticon-Cendol (S)
1x lagi reserved untuk update di post ini yah emoticon-Malu (S)

jangan diapus vbot

bawah gw maho tulen emoticon-Ngacir
ikut reserved yah, meski dah mau pensiun di trit ini. emoticon-Embarrassment
-1
Post ini telah dihapus oleh
Quote:


Argumen ini hanya berupa presumsi,
bukan membuktikan kalau Tuhan itu tidak ada... emoticon-Embarrassment

Nah, buat ngelawan presumsi kaya gini, bawa aja presumsi God of the Gaps (presumsi teisme)

Setiap akibat pasti ada sebabnya!
Setiap ada pembunuhan, pasti ada pembunuhnya sampai bisa dibuktikan sebaliknya!

God of the Gaps (GotG) itu memang tidak membuktikan Tuhan eksis, sama aja kaya argumen TS diatas yg tidak membuktikan Tuhan tidak eksis...

Jadi intinya sama2 perang presumsi vs presumsi.

udah ah emoticon-Ngacir
semoga di pej ini debat terselesaikan emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:


alhamdulillah
terimakasih rikues saya dikabulkan mod
semoga dengan begini, ngak akan ada lg atheis yg mengaktualisasikan keatheisannya secara berlebihan sampai2 menghina Tuhan
silakan jd atheis, tp ngak usah berlebihan yaa...
saya pamit
Halaman 1 dari 526
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di