Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000011955746/kak-seto-quotsistem-pendidikan-nasional-picu-kekerasan-pada-anak-anakquot
Peringatan! Kak Seto "Sistem Pendidikan Nasional Picu Kekerasan Pada Anak-anak"
Kak Seto "Sistem Pendidikan Nasional Picu Kekerasan Pada Anak-anak"



Tokoh pendidik dan pemerhati masalah anak-anak, Seto Mulyadi mengritik sistem pendidikan nasional. Tokoh yang juga Ketua Umum Komisi Perlindungan Anak Indonesia tersebut menilai bahwa salah satu pemicu kekerasan yang terjadi pada anak-anak ialah karena salahnya sistem pendidikan di Indonesia.

“Anak-anak kita masuk sekolah seperti hidup dalam penjara. Mereka dibebani padatnya materi pelajaran, setiap hari dibebani PR (pekerjaan rumah-red), dipaksa mengerjakan ujian nasional (UN), dan kalau tak bisa mengerjakan soal, dihukum,” katanya di hadapan 1.500-an peserta Seminar Nasional Mengasah Berbagai Kecerdasan Anak Sejak Dini di Gedung Al Mabrur Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten.

Kondisi tersebut, jelas pria yang akrab disapa Kak Seto ini, lama-lama menjadi bom waktu yang membuat tak sedikit anak bangsa terjerembab pada perilaku menyimpang atau aksi nekad bunuh diri. Hal itu disebabkan karena sekolah dan peran orangtua di rumah tak mampu memberikan rasa damai bagi anak-anak.

“Inilah bentuk kekerasan pada anak-anak. Ketika nilai pelajarannya bagus diacungi jempol, namun ketika jeblok langsung dibodoh-bodohkan,” terangnya.

Anak, urai Kak Seto, pada dasarnya dilahirkan memiliki kecerdasan. Baik itu kecerdasan intelegensi, kecerdasan sosial, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, kecerdasan oral, kecerdasan nada, kecerdasan tubuh, atau kecerdasan seni. Sayang, sistem pendidikan nasional di Nusantara masih banyak yang berorientasi dalam mengejar kecerdasan kognitif.

Akibatnya, anak yang memiliki kecerdasan selain kognitif dipingirkan dan dianggap tak berprestasi. “Inilah semestinya peran guru dan orangtua dalam menemukan potensi anak. Bukannya diserahkan kepada pemerintah pusat,” terangnya.

Dalam acara yang digelar Klub Belajar Metode Cepat (MBC) itu, Kak Seto juga banyak menyindir perilaku berlebihan para orangtua serta guru dalam mendidik anak. Misalkan menyekolahkan anak-anak ketika usia masih belum cukup umur, memaksa anak-anak untuk menguasai pelajaran tanpa memberi ruang bermain, serta minimnya kreativitas pengajar dalam menyampaikan ilmu.

“Padahal, sekolah itu merupakan hak anak, bukan kewajiban anak. Sedangkan, yang berkewajiban itu adalah pemerintah serta orangtua dalam menyediakan ruang berkreativitas bagi anak-anak dalam mengejar ilmu.”

Sumber :http://www.solopos.com/2011/klaten/s...nak-anak-84754




Quote:Original Posted By anak.lelebamb

Sangat teramat benar! Itulah sistem pendidikan yang menyixa anak!

Gw pernah sekolah di US, di UK dan di Indonesia semasa SD dan di Indonesia lah gw mengalami degradasi otak karena materi yang luar biasa sulit!

Selain itu, orang tuanya juga bangga kalo anaknya sekolah bawa banyak buku dan bisa bikin PR sebanyak2nya...BELOM LAGI HARUS IKUT LES INI ITU YANG GA BERGUNA supaya APA???

SUPAYA DIA BISA PAMER DAN NYOMBONG KE TETANGGA DAN SANAKNYA KALO ANAKNYA HEBAT!!!!!

ITULAH orang tua yang dzalim kepada anak!


Quote:Original Posted By banyubiru66

Ane punya tetangga, dia pinter gan ,sama ortuny dia disuruh belajar terus, kalo pulang sekolah ampe sore,blum les private.
semua itu karna UN gan
dia jarang bergaul, jarang bermain,jarang bersosialisasi,gk tau pengetahuan umum ,bahkan bahasa daerah aja gatau
Sepertinya anak* jaman skarang juga ngrasain seperti itu ya..??
Ane kasian gan waktu bermainya jadi tersita


Quote:Original Posted By Bleido

Ane engga setuju sama kak Seto.

Tidak ada itu yg namanya, orang dilahirkan cerdas. Yang ada kecerdasan itu diasah melalui proses belajar mengajar yang panjang dan bertingkat. Di sekolah kita diajarkan untuk menghargai yg namanya 'proses'. Jika ingin pintar, ya rajin belajar. Kalo ingin mengejar prestasi juara, ya belajar lebih rajin.

Orang yg rajin belajar akan mengerti betapa pentingnya yg namanya kerja keras untuk mengejar cita2 ato sesuatu yg diinginkannya. Kalo dia malas belajar maka nilainya akan hancur.

Orang yg nilai rapor atau grade IPKnya kecil, mungkin tidak bodoh tapi sudah pasti malas belajar. Jadi y wajar pemalas kok pengen digaji gede.


Quote:Original Posted By cekdot

ane sangat setuju gan... tapi permasalahannya adalah setiap kita melamar pekerjaan di Indonesia yang ditanyakan nilai kamu berapa?
IPK kamu berapa?
coba ditanya kamu bisa apa?
terbukti pada saudara ane umur diatas kepala 50th, nggak punya ijasah di Indonesia mana ada yang mau gaji sampai 10jt perbulan.
Tapi berkat keahliannya dia melamar ke Amerika, eh malah ditrima n dikirim ke Irak dengan gaji diatas 15jt. tiap 2 bulan bisa pulang lagi.... sapa yang nggak ngiler.
Orang Indonesia diciptakan untuk jadi robot, yang hidupnya diujung telunjuk jari orang. Coba kalo dididik untuk menciptakan robot... pasti Indonesia akan maju
taruh pejwan kalo berkenan
yang tidak kalah pentingnya adalah pendidikan dalam keluarga dan di lingkungan dimana anak-anak itu tinggal, ...

kalau orang tuanya begitu, hasil pendidikannya juga begitu dong kak, ....
Quote:
“Padahal, sekolah itu merupakan hak anak, bukan kewajiban anak. Sedangkan, yang berkewajiban itu adalah pemerintah serta orangtua dalam menyediakan ruang berkreativitas bagi anak-anak dalam mengejar ilmu.”


saya juga bingung sekarang materi pelajaran untuk anak SD aja sudah cukup sulit dan banyak sekali
kita yang menjadi orang tuanya pun kadang agak sulit untuk memahaminya
pendidikan keberatan materi, kehidupan kebanyakan godaan, punyeng dobel deh
orang tua juga ketinggalan informasi kok...harus diakui anak lebih cepat adaptasi dengan kondisi sekitar..
dengan banyaknya dan mudahnya akses ke media (internet) jadi anak2 dewasa sebelum waktunya

lha kemaren lewat deket rumah bocah2 pada nyeret kedebong pisang dan lari2 layaknya mahasiswa tawuran kok

pendidikan itu faktor ke-sekian dalam perilaku menyimpang bocah2 ababil..
kekerasan fisik yg gak sedikit kasusnya...soalnya semasa ane sekolah ane jg pernah ngrasain kekerasan macem gitu...
itu juga hanya gara2 ane lupa dg jadwal kegiatan wajib di sekolah,,
klo cew aj gurunya baru dahh ngelus2...kayak ngelus kucing..

Kesel 

ane sangat setuju gan... tapi permasalahannya adalah setiap kita melamar pekerjaan di Indonesia yang ditanyakan nilai kamu berapa?
IPK kamu berapa?
coba ditanya kamu bisa apa?
terbukti pada saudara ane umur diatas kepala 50th, nggak punya ijasah di Indonesia mana ada yang mau gaji sampai 10jt perbulan.
Tapi berkat keahliannya dia melamar ke Amerika, eh malah ditrima n dikirim ke Irak dengan gaji diatas 15jt. tiap 2 bulan bisa pulang lagi.... sapa yang nggak ngiler.
Orang Indonesia diciptakan untuk jadi robot, yang hidupnya diujung telunjuk jari orang. Coba kalo dididik untuk menciptakan robot... pasti Indonesia akan maju

taruh pejwan kalo berkenan

Quote:mampir di trheat ane gan
[CENTER]- Asal Mula Warung Angkringan -[/CENTER]
Ane engga setuju sama kak Seto.

Tidak ada itu yg namanya, orang dilahirkan cerdas. Yang ada kecerdasan itu diasah melalui proses belajar mengajar yang panjang dan bertingkat. Di sekolah kita diajarkan untuk menghargai yg namanya 'proses'. Jika ingin pintar, ya rajin belajar. Kalo ingin mengejar prestasi juara, ya belajar lebih rajin.

Orang yg rajin belajar akan mengerti betapa pentingnya yg namanya kerja keras untuk mengejar cita2 ato sesuatu yg diinginkannya. Kalo dia malas belajar maka nilainya akan hancur.

Orang yg nilai rapor atau grade IPKnya kecil, mungkin tidak bodoh tapi sudah pasti malas belajar. Jadi y wajar pemalas kok pengen digaji gede.
Quote:Original Posted By cekdot
ane sangat setuju gan... tapi permasalahannya adalah setiap kita melamar pekerjaan di Indonesia yang ditanyakan nilai kamu berapa?
IPK kamu berapa?
coba ditanya kamu bisa apa?
terbukti pada saudara ane umur diatas kepala 50th, nggak punya ijasah di Indonesia mana ada yang mau gaji sampai 10jt perbulan.
Tapi berkat keahliannya dia melamar ke Amerika, eh malah ditrima n dikirim ke Irak dengan gaji diatas 15jt. tiap 2 bulan bisa pulang lagi.... sapa yang nggak ngiler.
Orang Indonesia diciptakan untuk jadi robot, yang hidupnya diujung telunjuk jari orang. Coba kalo dididik untuk menciptakan robot... pasti Indonesia akan maju

taruh pejwan kalo berkenan



Ya setuju gan. Memang masalahnya terletak pada paradigma masyarakat kita secara keseluruhan yang menilai kualitas sesorang itu hanya pada yang tampak. Jadi, sekolah pun hanya dilihat yg kelihatan aja seperti nilai rapor, IPK, dsb.

Padahal, para ahli berpendapat manusia itu kecerdasannya macem2.

yg ane bold itu ane setuju banget. Manusia Indonesia selalu dipaksa untuk menjadi apa yang orang lain perintahkan. jadi kalo belajar kita dipaksa untuk menerima apa yang ada di buku atau diajarkan.. tidak bisa men-generate jawaban sendiri... akibatnya ketika lulus tidak ada inovasi.
Quote:Original Posted By banyubiru66

“Anak-anak kita masuk sekolah seperti hidup dalam penjara. Mereka dibebani padatnya materi pelajaran, setiap hari dibebani PR (pekerjaan rumah-red), dipaksa mengerjakan ujian nasional (UN), dan kalau tak bisa mengerjakan soal, dihukum,” katanya di hadapan 1.500-an peserta Seminar Nasional Mengasah Berbagai Kecerdasan Anak Sejak Dini di Gedung Al Mabrur Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten, Kamis (3/2).


Sangat teramat benar! Itulah sistem pendidikan yang menyixa anak!
Gw pernah sekolah di US, di UK dan di Indonesia semasa SD dan di Indonesia lah gw mengalami degradasi otak karena materi yang luar biasa sulit!

Selain itu, orang tuanya juga bangga kalo anaknya sekolah bawa banyak buku dan bisa bikin PR sebanyak2nya...BELOM LAGI HARUS IKUT LES INI ITU YANG GA BERGUNA supaya APA???
SUPAYA DIA BISA PAMER DAN NYOMBONG KE TETANGGA DAN SANAKNYA KALO ANAKNYA HEBAT!!!!!

ITULAH orang tua yang dzalim kepada anak!

Kesel 

Ane punya tetangga, dia pinter gan ,sama ortuny dia disuruh belajar terus, kalo pulang sekolah ampe sore,blum les private.
semua itu karna UN gan
dia jarang bergaul, jarang bermain,jarang bersosialisasi,gk tau pengetahuan umum ,bahkan bahasa daerah aja gatau
Sepertinya anak* jaman skarang juga ngrasain seperti itu ya..??
Ane kasian gan waktu bermainya jadi tersita
Klo di Indo gak pinter gak berguna,,, jadi ortu pada ketakutan anaknya gak pinter..........
UN mah enggak usah diadain lagi banyak bocoran/leak kasian mereka(termasuk ane) yang murni
Quote:Original Posted By Bleido
Ane engga setuju sama kak Seto.

Tidak ada itu yg namanya, orang dilahirkan cerdas. Yang ada kecerdasan itu diasah melalui proses belajar mengajar yang panjang dan bertingkat. Di sekolah kita diajarkan untuk menghargai yg namanya 'proses'. Jika ingin pintar, ya rajin belajar. Kalo ingin mengejar prestasi juara, ya belajar lebih rajin.

Orang yg rajin belajar akan mengerti betapa pentingnya yg namanya kerja keras untuk mengejar cita2 ato sesuatu yg diinginkannya. Kalo dia malas belajar maka nilainya akan hancur.

Orang yg nilai rapor atau grade IPKnya kecil, mungkin tidak bodoh tapi sudah pasti malas belajar. Jadi y wajar pemalas kok pengen digaji gede.



SETUJU JURAGAN.......

SETON OM DO........ bisanya menyalahkan dari dulu. Solusi dari SETON ngga pernah ada. DIA YANG MENJADIKAN GENERASI PENERUS BANGSA MENJADI CENGENG, BODOH, DAN BERSIFAT AROGAN. Maari kita lebih membuka wawasan
slese sekolah balapan jadi pengangguran karena tidak ada lapangan kerja, ujung ujung nya lari jadi TKI dan TKW
benar juga sih apa yang disampaikan kak seto juragan, padatnya jadwal seorang anak, sekolah sampai sore, harus les inggris dan bimbel.
membuat seorang anak dapat tertekan, bahkan tidak ada waktu main bagi anak
tekanan seperti ini lah yang dapat membuat seorang anak menjadi agresif, bahkan terkadang berbuat diluar yang bisa kita bayangkan, seperti menyakiti teman, dan tidak jarang ada kasus bunuh diri, semoga bisa menjadi perhatian bagi pengatur kurikulum
ingat Kak Seto jadi ingat si Komo dulu gan waktu ane masih kecil







TIDAK ADA YANG BISA KELUAR HIDUP-HIDUP DARI HIDUP INI
kalo menurut ane sih...sistim pendidikan sekarang juga menimbulkan anak yg suka kekerasan....liat aja tawuran dimana2....ga cuma anak smu, smp juga ada.
tata bahasa yg kasar, sumpah serapah, ketidak hormatan bahkan pada orang yg lebih tua, tidak menghargai sesama, banyak lagi negatif2 lain. kalo pun ada yg berprestasi itu cuma sebagian kecil.....
kekerasan mah skrg juga kaadang2 masih suka ada kok
Numpang mejeng di page one gan