alexa-tracking

Pertanyaan2 yang belum ada thread-nya, boleh disimpan di sini

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000011276912/pertanyaan2-yang-belum-ada-thread-nya-boleh-disimpan-di-sini
Gan ane mau nanya tentang pencemaran nama baik boleh ya...
1. Dalam kasus pencemaran nama baik, apakah secara default semua orang mempunyai nama baik gan?
2. Apakah ada kriteria nama seseorang itu baik atau tidak?
3. Dalam kasus penghinaan tengtang kehormatan seseorang, apakah secara default semua orang itu terhormat gan?

Itu dulu aja gan yg ane mau tanyain, makasih gan...
Permisi Agan2 sekalian mau tanya
Jadi gini, saya punya tanah :
1. Tanah dengan status hak milik seluas 5Ha (dengan sertifikat) bukan tanah pertanian
2. Tanah dengan status hak milik (tanah pertanian) seluas 2Ha (dengan sertifikat)

Nah tanah No 1 dan 2 ini bersebelahan, rencananya mau bikin pabrik tekstil nih di tanah no 1 dan 2 itu, tapi katanya gk bisa bikin pabrik di tanah pertanian jadi saya tetap bisa bikin pabrik cuma di tanaha no 1 saja atau bisa di keduanya? Dan kalo bisa dasar hukumnya apa ya menurut hukum agraria dan UUPA

Dan satu lagi saya punya sumber air di tanah tersebut di atas, rencananya mau saya jual airnya dari sumber air itu kira2 boleh gk ya? Terus dasar hukumnya apa kalo boleh dan tidak boleh sekian terimakasih.
Quote:Original Posted By rocco.rocco
Gan ane mau nanya tentang pencemaran nama baik boleh ya...
1. Dalam kasus pencemaran nama baik, apakah secara default semua orang mempunyai nama baik gan?
2. Apakah ada kriteria nama seseorang itu baik atau tidak?
3. Dalam kasus penghinaan tengtang kehormatan seseorang, apakah secara default semua orang itu terhormat gan?

Itu dulu aja gan yg ane mau tanyain, makasih gan...


1 dan 2. Yoi semua orang punya nama baik, kecuali orang yang memang benar melakukan perbuatan yg dituduhkan. Misalnya lo bilang seseorang bernama A itu koruptor, dan jika memang si A pernah diputus bersalah oleh Pengadilan melakukan tindak pidana korupsi, maka perbuatan lo mengatakan si A koruptor bukan mencemarkan nama baik. Tapi sebaliknya, perbuatan lo merupakan pencemaran nama baik jika si A tidak pernah dapat dibuktikan melakukan korupsi.

3. Sama aja dengan nomor 1 dan 2.
Quote:Original Posted By thefotonyellow
Permisi Agan2 sekalian mau tanya
Jadi gini, saya punya tanah :
1. Tanah dengan status hak milik seluas 5Ha (dengan sertifikat) bukan tanah pertanian
2. Tanah dengan status hak milik (tanah pertanian) seluas 2Ha (dengan sertifikat)

Nah tanah No 1 dan 2 ini bersebelahan, rencananya mau bikin pabrik tekstil nih di tanah no 1 dan 2 itu, tapi katanya gk bisa bikin pabrik di tanah pertanian jadi saya tetap bisa bikin pabrik cuma di tanaha no 1 saja atau bisa di keduanya? Dan kalo bisa dasar hukumnya apa ya menurut hukum agraria dan UUPA

Dan satu lagi saya punya sumber air di tanah tersebut di atas, rencananya mau saya jual airnya dari sumber air itu kira2 boleh gk ya? Terus dasar hukumnya apa kalo boleh dan tidak boleh sekian terimakasih.


Google aja larangan ahli fungsi lahan pertanian, kalau tidak salah uu no 41 tahun 2009.

Belum tentu jg boleh mendirikan pabrik di tanah no 1. Coba aja urus IMBnya, keluar gak. Kalau keluar, ya tinggal dibangun. Kalau gak keluar, ya gimana mau dibangun. Soalnya tiap daerah kan ada Perda yg mengatur Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), itu termasuk kawasan industri atau pabrik bukan?
Quote:Original Posted By roamroyen


Google aja larangan ahli fungsi lahan pertanian, kalau tidak salah uu no 41 tahun 2009.


gan sori banget nih ane ada pertanyaan penting. pertama2 agan ngerti banyak gak soal UU ITE? atau ada kenalan yang ngerti soal UU ITE? ane sebetulnya rada gak enak ceritanya, boleh by PM aja? karena ini lumayan serius urusannya
gan mau tanya nih kalo hukum terhadap penyedia jasa parkiran di mall itu seperti apa ya?
kasusnya motor ane jatuh di parkiran dan ketawannya ya pas ane mau pulang footstep ane ada yang patah tapi ane tanya ke petugas dia bilang gatau alesannya karena parkiran lagi rame banget saat itu
mohon pencerahannya gan emoticon-Bingung
Ane Nyubi hukum mau tanya gan, (bantu teman ane) mulai dr kronologi ; sekitar th 2009 tmn ane nitip legalisir ijasah dikampus ke adik iparnya, sampai adiknya bercerai (keluarga antar besan akhirnya bermusuhan) ijasah blm sempat diambil dr adik iparnya. Sdh sempat ditanyakan katanya hilang, namun pd bln agustus 2017 ini adik iparnya yg sdh bercerai mengatakan mau mengembalikan ijazah dgn syarat hrs membayar sejumlah uang (nominal tdk tau). Apakah ini termasuk pemerasan, bs dilaporkan ke polisi? Info temen ane selama adiknya berkeluarga tdk pernah sepeser pun kasih uang ke orgtua mau pun teman ane dan adik temen ane pun bercerai hanya bawa pakean yg melekat di badan. mohon arahannya juragan, thx

Mojon petunjuk

Gan mo nanya nih,,
Saya kan jual pakaian(pakaian bergambar karakter macam frozen),n pakaian itu ada dari suplier yg beli putus.
blom lama ini saya dapet surat dari kantor pengacara yg memegang kuasa hukum dari karakter produk tersebut(gambar,karakter),,yg meminta penghentian penjualan produk bergambar tersebut n minta di hubungi untuk membicarakan ganti rugi.
Dan saya sudah lama tidak menjual pakaian dengan gambar berlisensi seperti itu,,
Yg masi ada disaya sisa pembelian terakhir sekitar 3-4 bulan yg lalu.
Itu sebaiknya bagaimana ya gan?

Thx sebelumnya
Quote:Original Posted By kidalz
Gan mo nanya nih,,
Saya kan jual pakaian(pakaian bergambar karakter macam frozen),n pakaian itu ada dari suplier yg beli putus.
blom lama ini saya dapet surat dari kantor pengacara yg memegang kuasa hukum dari karakter produk tersebut(gambar,karakter),,yg meminta penghentian penjualan produk bergambar tersebut n minta di hubungi untuk membicarakan ganti rugi.
Dan saya sudah lama tidak menjual pakaian dengan gambar berlisensi seperti itu,,
Yg masi ada disaya sisa pembelian terakhir sekitar 3-4 bulan yg lalu.
Itu sebaiknya bagaimana ya gan?

Thx sebelumnya

ganti rugi bagaimana ? perhitungannya bagaimana? ini harus jelas, anda kan sudah tidak jualan. saya rasa tidak perlu diambil pusing
Quote:Original Posted By kidalz
Gan mo nanya nih,,
Saya kan jual pakaian(pakaian bergambar karakter macam frozen),n pakaian itu ada dari suplier yg beli putus.
blom lama ini saya dapet surat dari kantor pengacara yg memegang kuasa hukum dari karakter produk tersebut(gambar,karakter),,yg meminta penghentian penjualan produk bergambar tersebut n minta di hubungi untuk membicarakan ganti rugi.
Dan saya sudah lama tidak menjual pakaian dengan gambar berlisensi seperti itu,,
Yg masi ada disaya sisa pembelian terakhir sekitar 3-4 bulan yg lalu.
Itu sebaiknya bagaimana ya gan?

Thx sebelumnya


Gimana gan? Sudah menghubungi Pengacaranya?

Kalau sudah dihubungi, ya memang sebaiknya seperti itu. Dengan menghubunginya kan agan jd lebih tahu apakah benar mereka pemegan lisensi atau hak cipta untuk penyebaran gambar karakter tersebut di Indonesia.

Kalau belum dihubungi, ya terserah jika mau langsung dihubungi ya bagus seperti penjelasan di atas. Atau dicuekin dulu sampe ada surat kedua gapapa, sapa tau dengan begitu emang tidak ada tindak lanjutnya.

Kalau dari segi hukum, berdasarkan cerita agan, agan telah melanggar hak cipta. Dan tentu saja pemegang hak ciptanya punya hak gugat.
Maaf gan ada yg mau ane tanyain semoga bisa di bantu:
https://m.kaskus.co.id/post/59ba27ee96bde6a01c8b4569#post59ba27ee96bde6a01c8b4569


"Curhat ya gan"

Ane punya saudara dia punya masalah ttg warisan keluarga.

Secara garis besar ceritanya spt ini:
1. Kakeknya punya warisan berupa uang,emas, usaha & tanah, 10 tahun yg lalu kakek meninggal dunia. Kakek punya 5 org anak. 3 laki, dan 2 perempuan.

2. Di dlm keluarga ada konflik yaitu, Anak laki ke-1 merasa warisan itu semua milik dia dan mengklaim bahwa kakek sudah memberikan semua utk dia (walaupun tidak ada bukti dan kakek tidak pernah bilang ke anak2 nya spt itu). Anak laki ke-2 yg memegang semua jenis usaha, aset tanah dan hasil sewa aset tanah tsb. Anak perempuan ke-3 hidup mandiri di luar kota dan menjadi org sukses. Anak perempuan ke-4 (mamanya saudara ane) hidup kurang layak dan tidak diperhatikan saudara yg lain padahal masih 1 kota dg anak laki ke-2 (pemegang semua usaha, aset tanah, dan hasilnya). Anak laki ke-5 hidup pas2an dan sering di fitnah dari anak laki ke-2 krn dulu yg mengendalikan usaha adalah anak laki ke-5, tp krn suatu hal istri dari anak laki ke-2 memfitnah anak laki ke-5 telah korupsi sehingga kakek memecatnya.

3. Akhirnya 2 tahun yg lalu anak laki ke-5 dg bantuan dari anak perempuan ke-3 mengambil langkah hukum utk menyelesaikan warisan yg blm di bagi. Putusan Pengadilan negri memutuskan utk di bagi rata, namun anak laki ke-1 & ke-2 tidak setuju. Naik banding, pengadilan tinggi pun memutuskan utk di bagi rata uang & emas secara detil tp tidak menjelaskan scr detil ttg pembagian tanah, mereka ber 5 pun setuju utk membagi uang dan emas dahulu.

Nah, skg yg jadi masalah adalah:
A. 3 org anak (anak perempuan ke 3 , ke-4 & anak laki ke-5) menginginkan agar warisan berupa tanah supaya dpt di bagi, bulan kemarin mereka sudah mencoba bertemu secara kekeluargaan ber 5 tp hasilnya nihil, krn anak laki ke-1 dan anak laki ke-2 tidak ingin menuangkan hasil perjanjian kedalam surat notaris dan hanya ingin tanda tangan materai saja, dan terkesan menunda / kalau bisa tidak dibagi saja, sehingga kesepakatan tidak tercapai.

B. Langkah apa selanjutnya yg perlu di ambil agar mereka dpt menyelesaikan warisan tanah, apakah melanjutkan surat putusan pengadilan tinggi? Atau membuat laporan dan memulai kembali dari pengadilan negri?
Makasi jawabannya gan.
Mau tanya gan
Yang dimaksud sama perolehan kecakapan hukum itu apa ya ?
syarat memperoleh kecekapan hukum kah atau apa ?
mau nanya tentang software. apakah membuat software sendiri yang memiliki fungsi dan fitur hampir serupa dengan software yang sudah ada termasuk melanggar hak cipta atau tidak? contoh : photoshop => gimp. ms.office => libre office
sebelumnya saya sudah baca ini namun kurang paham link
terimakasih
Quote:Original Posted By hadi270
mau nanya tentang software. apakah membuat software sendiri yang memiliki fungsi dan fitur hampir serupa dengan software yang sudah ada termasuk melanggar hak cipta atau tidak? contoh : photoshop => gimp. ms.office => libre office
sebelumnya saya sudah baca ini namun kurang paham link
terimakasih


Kurang pahamnya dimana gan, mungkin bisa langsung difokuskan ke bagian kurang pahamnya, agar bisa didiskusikan di sini.

Kalau masalah pertanyaannya, menurut gw tidak melanggar hak cipta.

Membuat software yg punya fungsi dan fitur hampir serupa itu boleh saja gan. Seperti software2 yg agan sebutkan tadi, pasti antara satu software dan yg lainnya yg menyerupai fungsinya pasti ada pembedanya, pasti ada plus minusnya masing2 software.

Artinya selagi agan bisa menunjukkan orisinalitas karya agan, ya aman, kecuali emang beneran mencontek.
Quote:Original Posted By dinarprasetiyo
Mau tanya gan
Yang dimaksud sama perolehan kecakapan hukum itu apa ya ?
syarat memperoleh kecekapan hukum kah atau apa ?


Kemampuan untuk melakukan perbuatan hukum mungkin gan. Seperti dalam asas perjanjian (1320 KUHPer), yg salah satunya para pihak yg cakap.
Quote:Original Posted By roamroyen


Kurang pahamnya dimana gan, mungkin bisa langsung difokuskan ke bagian kurang pahamnya, agar bisa didiskusikan di sini.

Kalau masalah pertanyaannya, menurut gw tidak melanggar hak cipta.

Membuat software yg punya fungsi dan fitur hampir serupa itu boleh saja gan. Seperti software2 yg agan sebutkan tadi, pasti antara satu software dan yg lainnya yg menyerupai fungsinya pasti ada pembedanya, pasti ada plus minusnya masing2 software.

Artinya selagi agan bisa menunjukkan orisinalitas karya agan, ya aman, kecuali emang beneran mencontek.


bagian yang saya kurang paham (saya bold) sumber:
Quote:
Suatu tindakan pelanggaran program komputer terjadi apabila dipenuhi unsur-unsur berikut:

1. Melakukan perbanyakan perangkat lunak (menggandakan atau menyalin program komputer dalam bentuk source code atau pun program aplikasinya);

2. Perbanyakan perangkat lunak dilakukan dengan sengaja dan tanpa hak (artinya tidak memiliki hak ciptaan atau lisensi hak cipta untuk menggunakan atau memperbanyak perangkat lunak);

3. Perbanyakan perangkat lunak dilakukan untuk kepentingan komersial (kepentingan komersial diterjemahkan secara praktek adalah perangkat lunak tersebut digunakan untuk kepentingan komersial, diperjualbelikan, disewakan atau cara-cara lain yang menguntungkan pelaku perbanyakan secara komersial).

Jadi, dapat dilihat bahwa yang dilindungi hak cipta mengenai software adalah program komputernya. Penerjemahan dari hasil pemrosesan data oleh software tersebut tidak bisa dikatakan melanggar hak cipta terhadap software tersebut, karena yang dilindungi oleh hak cipta adalah penggunaan program komputernya, bukan hasil dari program komputer tersebut.



contoh study kasus : membuat program baru yang mirip dengan program yang sudah ada sebagai referensi, baik secara alur program ataupun secara fungsi. namun tidak 100% sama. perbedaannya mungkin secara tampilan, bahasa pemrograman yang digunakan, ataupun fitur2 ada yang kurang atau lebih.

pertanyaan : dengan referensi dari kutipan tersebut, apakah dengan melakukan ATM (amati, tiru, modifikasi) selama tidak melanggar no.1-3 diatas, tidak termasuk melanggar hak cipta software? terimakasih emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By hadi270
bagian yang saya kurang paham (saya bold) sumber:


contoh study kasus : membuat program baru yang mirip dengan program yang sudah ada sebagai referensi, baik secara alur program ataupun secara fungsi. namun tidak 100% sama. perbedaannya mungkin secara tampilan, bahasa pemrograman yang digunakan, ataupun fitur2 ada yang kurang atau lebih.

pertanyaan : dengan referensi dari kutipan tersebut, apakah dengan melakukan ATM (amati, tiru, modifikasi) selama tidak melanggar no.1-3 diatas, tidak termasuk melanggar hak cipta software? terimakasih emoticon-Smilie


Artikel itu kan soal yg menanyakan bahwa menterjemahkan sesuatu hasil dari program komputer pelanggaran hak cipta atau bukan.

Bagian yg agan bold, itu bagian kesimpulannya. Sebenernya masalahnya agak beda dengan masalah agan tanyakan.

Poin 1-3 itu terkait pelanggaran terhadap hak ekonomi pemegang hak cipta, yaitu tentang hak untuk menyebarluaskan ciptaannya dll.

Menjawab pertanyaannya dengan yg Agan sampaikan. Agan bisa disebut sebagai pencipta jika apa yg agan ciptakan merupakan hal yang baru, artinya ada pembeda dari yg sudah ada sebelumnya.

Saya agak susah memberikan penilaian dengan istilah ATM. Karena dalam uu hakcipta, untuk seni pertunjukan tidak boleh asal modifikasi gan, modifikasi harus tetap mencantumkan nama pencipta sebelumnya.

Saya tidak tahu apakah agan dapat disebut pencipta atau hanya sebatas modifikator.

Note;
Dalam artikel itu masih pake dasar hukum UU Hakcipta yg lama, sekarang sudah ada UU yg baru tahun 2014.
Permisi gan mau sedikit bertanya sekalian bercerita. Kasusnya penipuan dan kambing hitam. Jadi ceritanya sy punya teman lama. Sangking lamanya sampai sy anggap ibu sy sendiri. Nah waktu dlu sy susah, sy sering di bantuin material lah gan. Nah skrg posisinya terbalik. Satu hari ybs mintol ke sy. Mintol nya pinjem rek sy buat transferan dari ex suaminya di mksr. Sy tidak sempat curiga lgsg sy kasihkan aja. Sy kasih norek sy gan. Ternyata memang benar ada uang masuk. Nah dari situ sy di suruh transfer ke rek temannya ybs. Disini sy sempat curiga kok gak lgsg trf ke rekening temannya itu. Ybs beralibi kalau si ex suaminya ini maunya ke rek sy dan beralasan mau ngasih sy uang buat adik2 sy ya amal lah gan. Ada banyak transaksi yg masuk ke rek sy. Dan sy percaya aja kalo itu semua dari ex suaminya. Lah salahnya sy, sy tidak pernah ngecek mutasi masuk keluar transaksi. Jd begitu ada uang masuk lgsg sy trf ke rek tememnya ybs. Dan di setiap transaksi itu sy di kasih buat adik2 sy nominal 500-sejuta. Sy lupa ada brp kali uang masuk ke rek sy. Nah kemarin ini sy di tuduh melakukan penipuan. Lewat olshop di IG. Sy bantah sy tidak pernah menipu orang. Bahkan tau akun IG itu aja ngga. Awalnya sy marah dan sy tantang. Ternyata setelah sy refresh ini kayaknya ada yg janggal. Ya benar ternyata ada orang lain transfer ke sy dg nominal sama persis yg di katakan teman sy td itu. Dan teman sy itu ngakunya dari ex suami. Sy mau cetak RK keburu di blokir. Sy coba jelaskan ke korban kalau sy juga tertipu dan jadi kambing hitam. Dan uang yg selama ini di kasih ke sy masih tersimpan rapi. Maaf agan adakah solusinya? Trims dan maaf kalo salah kamar gan.
Tanya dong gan..

Dalam akta pendirian suatu badan hukum yayasan yang sudah mendapat pengesahan Kemenkumham mempunyai beberapa bidang kegiatan, salah satunya dibidang sosial yaitu mendirikan LBH/PBH dalam rangka pemberian bantuan hukum secara cuma2 kepada masyarakat. Pertanyaannya bagaimana mekanisme yg harus ditempuh untuk mendirikan LBH/PBH tersebut? Apakah cukup dengan dibuat berita acara rapatnya saja, atau perlu dilaporkan kembali kepada Kementerian terkait melalui Notaris?

Terimakasih..