alexa-tracking
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000011135411/subneting-pada-ipv4

Subneting pada IPv4

thread ini hanya penulisan ulang dari thread agar lebih mudah dipahami [url]www.kaskus.co.id/showthread.php?p=535162989[/url] dan akan saya tambahi pengertian lainnya yg berhubungan...

selamat belajar...
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4

Definisi IP Address dan Subnet Mask

IP Address
Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antara 32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap peralatan jaringan yang menggunakan Protocol TCP/IP. Panjang dari angka ini adalah 32-bit (untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang menunjukkan alamat dari komputer.

IP address terdiri atas dua bagian yaitu Network ID dan Host ID, dimana Network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan Host ID menentukan alamat host (komputer, router, switch). Oleh sebab itu IP address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan di mana host itu berada.

Fungsi IP Address sebagai pengalamatan computer agar transfer data tidak salah tujuan; mempermudah pemahaman, selayaknya Pak Pos mengirimkan surat harus ada alamat tujuan dan pengirim dengan lengkap agar surat sampai jika alamat tidak ditemukan maka surat bisa dikembalikan ke pengirim dengan benar.


Subnet Mask
Subnet adalah istilah yang mengacu kepada angka biner baik 32bit (IPv4) maupun 128bit (Ipv6) yang digunakan untuk membedakan Network ID dengan Host ID, menunjukkan letak suatu Host disuatu jaringan, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar, bisa sebagai pengelompokan beberapa Host dalam satu Network.

Mempermudah pemahaman tentang Subnet Mask; Setiap RT terdiri dari beberapa KK (Kepala Keluarga) dan RT ini adalah merupakan Network ID sedangkan KK ini merupakan Host ID, proses pengelompokan ini bisa kita sebut Subnet Mask.

Ada dua metode yang dapat digunakan untuk merepresentasikan subnet mask, yakni:
•\tDotted Decimal Notation
Sebuah subnet mask biasanya diekspresikan di dalam dotted decimal notation (notasi desimal bertitik), seperti halnya alamat IP. Setelah semua bit diset sebagai bagian network identifier dan host identifier, hasil nilai 32-bit tersebut akan dikonversikan ke notasi desimal bertitik.

•\tPrefix Length Notation
Karena bit-bit network identifier harus selalu dipilih di dalam sebuah bentuk yang berdekatan dari bit-bit ordo tinggi, maka ada sebuah cara yang digunakan untuk merepresentasikan sebuah subnet mask dengan menggunakan bit yang mendefinisikan network identifier sebagai sebuah network prefix dengan menggunakan notasi network prefix.
HTML Code:
Subnet Mask                          Subnet Mask              Prefix Length
(Dotted Binary Notation)              (Dotted Decimal Notation)
--------------------------------------------------------------------------
11111111.00000000.00000000.00000000  255.0.0.0                  /8
11111111.10000000.00000000.00000000  255.128.0.0                /9
11111111.11000000.00000000.00000000  255.192.0.0                /10
11111111.11100000.00000000.00000000  255.224.0.0                /11
11111111.11110000.00000000.00000000  255.240.0.0                /12
11111111.11111000.00000000.00000000  255.248.0.0                /13
11111111.11111100.00000000.00000000  255.252.0.0                /14
11111111.11111110.00000000.00000000  255.254.0.0                /15
11111111.11111111.00000000.00000000  255.255.0.0                /16
11111111.11111111.10000000.00000000  255.255.128.0              /17
11111111.11111111.11000000.00000000  255.255.192.0              /18
11111111.11111111.11100000.00000000  255.255.224.0              /19
11111111.11111111.11110000.00000000  255.255.240.0              /20
11111111.11111111.11111000.00000000  255.255.248.0              /21
11111111.11111111.11111100.00000000  255.255.252.0              /22
11111111.11111111.11111110.00000000  255.255.254.0              /23
11111111.11111111.11111111.00000000  255.255.255.0              /24
11111111.11111111.11111111.10000000  255.255.255.128            /25
11111111.11111111.11111111.11000000  255.255.255.192            /26
11111111.11111111.11111111.11100000  255.255.255.224            /27
11111111.11111111.11111111.11110000  255.255.255.240            /28
11111111.11111111.11111111.11111000  255.255.255.248            /29
11111111.11111111.11111111.11111100  255.255.255.252            /30



Subneting
Fungsi dari Subneting bisa diambil dari definisi diatas, adalah :

1. Fungsi paling utama dari subnetting adalah untuk mengurangi tingkat kongesti (gangguan/ tabrakan) lalulintas data dalam suatu network. Agar Throughput suatu jaringan tetap tinggi tanpa adanya bottleneck

2. Untuk menentukan batas Network ID dalam suatu subnet akhirnya bisa mengurangi jumlah Host dalam Network ID tetapi tetap bisa memperbanyak jumlah Network. Dipakai karena keterbatasab IPv4.


Penentuan Jumlah Host/Node dalam Subneting
Untuk mencari jumlah host-nya tinggal pakai rumus (2^(32-n))-2 dimana n adalah prefix-nya, contoh....

1. jumlah host dari prefix /20 adalah
=> (2^(32-20))-2
=> (2^12)-2
=> 4.096 - 2
=> 4.094 host diluar network-id dan broadcast...

2. jumlah host dari subnet mask 255.240.0.0 adalah
=> subnet mask 255.240.0.0 adalah prefix /12
=> (2^(32-12))-2
=> (2^20)-2
=> 1.048.576 - 2
=> 1.048.574 host diluar network-id dan broadcast...

Merubah format Dotted Binary Notation ke Dotted Decimal Notation dan sebaliknya...

Merubah Dotted Binary Notation ke Dotted Decimal Notation.
Ditiap octet (dipisahkan dot/titik) dan tiap bit/deret dengan melihat table dibawah ini dapat diketahui nilainya kemudian dijumlahkan yang dimana hasilnya adalah nilai decimalnya di tiap octet.

HTML Code:
Bit Position  |  8  |  7  |  6  |  5  |  4  |  3  |  2  |  1  |
--------------+-------+-------+-------+-------+-------+-------+-------+-------|
Decimal Value |      |      |      |      |      |      |      |      |
Untuk        |  128  |  64  |  32  |  16  |  8  |  4  |  2  |  1  |
Bit Value “1” |      |      |      |      |      |      |      |      |
(2^n)        |      |      |      |      |      |      |      |      |


saya membuat rumus sendiri di tarik dari nilai decimal ditiap baris bit-nya ketika bit-nya dalam kondisi "1"...

HTML Code:
nilai total decimal per octet =
{128 x n1} +  {64 x n2} +  {32 x n3} +  {16 x vn4} +  {8 x n5} +  {4 x n6} +  {2 x n7} +  {1 x n8}

Keterangan : n1-n8\tnilai binary deret pertama sampai ke delapan di tiap octet

Contoh:
Prefix Length diketahui /20 berapakah Subnet Mask-nya?

langkah pertama, rubah dahulu menjadi Dotted Binary -nya
agar mudahnya pengertian maka angka satunya ada 20 biji dari deret paling depan kebelakang dan sisanya adalah bilangan bit 0...
HTML Code:
/20 => 11111111.11111111.11110000.00000000


Baris octet pertama:
n1 = 1; n2 =1; n3 = 1; n4 = 1; n5 = 1; n6 = 1; n7 = 1; n8 = 1;
HTML Code:
= {128 x 1} + {64 x 1} + {32 x 1} + {16 x 1} + {8 x 1} + {4 x 1} +  {2 x 1} + {1 x 1}
= 128 + 64 + 32 + 16 + 8 + 4 + 2 + 1
= 255


Baris octect kedua:
n1 = 1; n2 =1; n3 = 1; n4 = 1; n5 = 1; n6 = 1; n7 = 1; n8 = 1;
HTML Code:
= {128 x 1} + {64 x 1} + {32 x 1} + {16 x 1} + {8 x 1} + {4 x 1} +  {2 x 1} + {1 x 1}
= 128 + 64 + 32 + 16 + 8 + 4 + 2 + 1
= 255


Baris octet ketiga:
n1 = 1; n2 = 1; n3 = 1; n4 = 1; n5 = 0; n6 = 0; n7 = 0; n8 = 0;
HTML Code:
= {128 x 1} + {64 x 1} + {32 x 1} + {16 x 1} + {8 x 0} + {4 x 0} +  {2 x 0} + {1 x 0}
= 128 + 64 + 32 + 16 + 0 + 0 + 0 + 0
= 240


Baris octet keempat:
n1 = 0; n2 = 0; n3 = 0; n4 =0; n5 = 0; n6 = 0; n7 = 0; n8 = 0;
HTML Code:
= {128 x 0} + {64 x 0} + {32 x 0} + {16 x 0} + {8 x 0} + {4 x 0} + {2 x 0} + {1 x 0}
= 0 + 0 + 0 + 0 + 0 + 0 + 0 + 0
= 0


Jadi Subnet Mask dari prefix /20 adalah adalah 255.255.240.0



Merubah Dotted Decimal Notation ke Dotted Binary Notation.
Pada prinsipnya dari nilai Decimal ditiap octet dikurangi decimal value dari bit ke 8 dan sisanya dikurangi lagi dengan decimal value dari bit selanjutnya dan seterusnya, jika hasilnya bisa dikurangi (tidak minus) atau nol maka nilai bit value adalah 1 dan jika tidak bisa dikurangi (nilainya negatif) maka bit value adalah 0. Perlu diperhatikan jika dari sebelumnya hasilnya tidak bisa dikurangi (negative) maka hasil terakhir yang belum dikurangi akan dipakai oleh Bit selanjutnya.

sebelumnya ketahui dahulu nilai value dari bit baris pertama (n=1) sampai bit terakhir (n=8) dengan rumus 2^n.... bisa ditabelkan sebagai berikut....

mari menghitung...

Contoh:
Subnet Mask diketahui 255.255.240.0 maka susunan binary-nya bagaimana?!

Baris octet pertama
HTML Code:
255 =>
255 – 128 = 127\t=> hasilnya positif maka Bit Value adalah 1
127 – 64 = 63\t=> Bit Value adalah 1
63 – 32 = 31\t=> Bit Value adalah 1
31 – 16 = 15\t=> Bit Value adalah 1
15 – 8 = 7\t=> Bit Value adalah 1
7 – 4 = 3\t=> Bit Value adalah 1
3 – 2 = 1\t=> Bit Value adalah 1
1 – 1 = 0\t=> hasilnya nol maka Bit Value adalah 1

Maka binary-nya 11111111

Baris octet kedua
HTML Code:
255 =>
255 – 128 = 127\t=> hasilnya positif maka Bit Value adalah 1
127 – 64 = 63\t=> Bit Value adalah 1
63 – 32 = 31\t=> Bit Value adalah 1
31 – 16 = 15\t=> Bit Value adalah 1
15 – 8 = 7\t=> Bit Value adalah 1
7 – 4 = 3\t=> Bit Value adalah 1
3 – 2 = 1\t=> Bit Value adalah 1
1 – 1 = 0\t=> hasilnya nol maka Bit Value adalah 1

Maka binary-nya 11111111

Baris octet ketiga
HTML Code:
240 =>
240 – 128 = 112\t=> hasilnya positif maka Bit Value adalah 1
112 – 64 = 48\t=> Bit Value adalah 1
48 – 32 = 16\t=> Bit Value adalah 1
16 – 16 = 0\t=> hasilnya nol maka Bit Value adalah 1
0 – 8 = -8\t=> hasilnya negative atau tidak bisa dikurangi maka Bit Value adalah 0
-8  – 4 = -12\t=> Bit Value adalah 0
-8 –2 = -6\t=> Bit Value adalah 0
-8 – 1 = -7\t=> Bit Value adalah 0

Maka binary-nya 11110000

Baris octet keempat
HTML Code:
0 =>
0 – 128 = -128 => hasilnya negative atau tidak bisa dikurangi maka Bit Value adalah 0

dari sini sudah dapat dipastikan karena tidak ada sisa maka Bit Value selanjutnya dapat pasti 0
Maka binary-nya 00000000

Jadi Subnet Mask 255.255.240.0, Binary-nya adalah 11111111.11111111.11110000.00000000
dan prefix-nya bisa dihitung berapa banyak angka satunya yaitu /20




KESIMPULAN
1. Untuk mencari Subnet Mask berbentuk baik decimal maupun binary dari prefix length tertentu dan berlaku kebalikannya seperti diatas.... tetapi saya lebih mudah menghafalkan tabelnya di posting sebelumnya.

2. Cara ini berlaku juga untuk mencari format binary dari IP yg berbentuk decimal.

Hubungan Subnet dengan Network ID dan Broadcast

Network Identifier/Network ID & Host ID
Dalam suatu jaringan, sebuah network/LAN dapat saling terhubung jika Network ID –nya sama. Seperti yang disebutkan diatas dalam Definisi IP Address dan Subnet Mask dimana IP Address bisa menunjukkan Network ID dan Host ID dengan bantuan Subnet Mask.

Menentukan Network ID dari sebuah alamat IP Address dengan sebuah Subnet Mask tertentu, dilakukan dengan menggunakan operasi “bitwise logical AND comparison”. Di dalam sebuah AND comparison, hanya mengenal angka 1 dan 0, nilai 1 dinyatakan “true” dan nilai 0 dinyatakan “false”. Kedua nilai dari IP Address dan Subnet Mask dinyatakan 1 atau “true” maka hasilnya akan 1 atau “true”, dan sebaliknya jika salah satu bernila 0 atau “false” maka hasilnya 0 atau “false”.

Dengan mengaplikasikan prinsip tersebut ke dalam bilangan bit-bit, nilai 1 akan didapat jika kedua bit yang diperbandingkan bernilai 1, dan nilai 0 jika ada salah satu di antara nilai yang diperbandingkan bernilai 0. Hasil dari operasi bitwise IP Address dengan Subnet Mask yang disebut dengan Network Identifier.


Broadcast IP Address
Broadcast IP Address yang mewakili seluruh anggota Network. Pengiriman paket datagram ke alamat ini akan menyebabkan paket ini didengarkan oleh seluruh host anggota network tersebut. Jadi menyampaikan satu datagram kepada semua host masih dalam anggota network.

Cara mencari Broadcast IP Address pada suatu Network ID dan Subnet Mask dengan cara “bitwise logical XOR comparison”


Contoh....
IP 192.168.150.200 dengan subnet mask 255.255.192.0 tentukan Network ID dan Broadcast-nya?! kemudian tentukan IP Range-nya...

langkah2-nya adalah merubah IP dan Subnet Mask dari format decimal ke dormat binary terlebih dahulu seperti posting sebelumnya...

IP Address: 192.168.150.200
=>11000000.10101000.10010111.11001000

Subnet Mask: 255.255.192.0
=> 11111111.11111111.11000000.00000000

kemudian lakukan operasi AND comparison untuk menemukan Network-ID-nya...
HTML Code:
IP Address :\t11000000.10101000.10010111.11001000
Subnet Mask:\t11111111.11111111.11000000.00000000
\t\t------------------------------------- (AND comparison)
Network ID:\t11000000.10101000.10000000.00000000

dari format binary 11000000.10101000.10000000.00000000 tersebut bisa dirubah ke format decimal yaitu 192.168.128.0

Maka Network ID-nya adalah 192.168.128.0

selanjutnya lakukan operasi XOR comparison dari subnet mask dengan network-id untuk menemukan broadcast-nya...
HTML Code:
Subnet Mask:\t11111111.11111111.11000000.00000000
Network ID:\t11000000.10101000.10000000.00000000
\t\t-------------------------------------  (XOR comparison)
Broadcast:\t11000000.10101000.10111111.11111111


broadcast dalam format binary 11000000.10101000.10111111.11111111 kembali dirubah ke format decimal yaitu 192.168.191.255

Maka Broadcast-nya adalah 192.168.191.255

ketika Network-ID dan Broadcast diketahui maka bisa diambil IP Range-nya yaitu IP yg diantara Network-ID dan Broadcast...

Maka IP Range-nya adalah 192.168.128.1 - 192.168.191.254

Bersambung...

Bersambung.....
NICE THREAD, GAN.
lumayan bahan belajar. emoticon-Big Grin
emoticon-Rate 5 Star dah.
wadohh...emoticon-Mewek liat rumus`y

tpi thanks bang opick tk share ilmu`y

step bye step bljar`y nich emoticon-Big Grin
very important gan sangat membantu lagi butuh nih belajar subnetting
klo thread ini sangat membantu segera saya update deh...
dan yg bisa kasih cendol, lempar dong ke kulkas ane...
mantap bang teorinya kapan2 di update lg ya biar ane bisa belajar networking

emoticon-Blue Guy Cendol (S) +1 buat abang yg dah cape bikin thread kaya gini emoticon-thumbsup:
masih rada susah di cerna ama otak ane emoticon-Frown


nice thread emoticon-2 Jempol

cek kulkas deh emoticon-Cendol (S)
Quote:



sama gan maklum ane otak tua, but very nice info Subneting pada IPv4 pada prakteknya ane lebih sering pake subnet calculator Subneting pada IPv4
ALL:
maaf masih belum sempat update belum ada waktu nulis...

Quote:


terima kasih cendolnya...
klo mo tanya2 silahkan yang kurang jelas

Quote:


klo ujian pengambilan sertifikasi cisco gak boleh pakai calculator IP, sebenernya gak perlu pakai IP Calculator dan tanda dihitung2 begini bisa dihitung dikepala soalnya patokannya prefix-nya aja, menghafalin prefix bit dengan jumlah host-nya....

-------------------------------------------
Tutorial Ubuntu Server...
Tutorial Failover Mikrotik dan External Proxy
Belajar IPv4 dan Subneting
Tutorial: Memisahkan Bandwidth Local (IIX) dan International (INTL) di Linux
Buat Kabel Console Null-Modem
Reset RB Mikrotik lewat Kabel Console

-------------------------------------------
Numpang Lapak:
Jasa Seting Mikrotik-External Server u/ warnet & Networking Engineering kelas Company
berbagi ilmu itu memang indah rasanya
:beer makasih banyak2 gan.
gan kalo alamat ip yang didapet dari telepon gsm, itu pake subneting juga ?
operator seluler apa menggunakan dns sama dhcp server juga nggak, buat mengalokasikan ip ke clientnya, soalnya beda setingan apn suka beda2 alamat ip yang didapatnya emoticon-Big Grin, berarti di dhcp tersebut ada setingan buat apnnya juga ya ? hehe emoticon-Big Grin ane penasaran
nice share gan
wuih, ada juga nich threat, setelah nyari2 susah soal ini di kaskus
gan, maaf newbie nich mau nanya, sesuai contoh soal diatas
misal:
AP dengan IP 192.168.150.200 dengan Subnet 255.255.192.0 atau /18
maka IP rangenya 192.168.128.1 - 192.168.191.254
gitu y gan?
Quote:


iya.... bener gan...


-------------------------------------------
Tutorial Ubuntu Server...
Tutorial Failover Mikrotik dan External Proxy
Belajar IPv4 dan Subneting
Tutorial: Memisahkan Bandwidth Local (IIX) dan International (INTL) di Linux
Buat Kabel Console Null-Modem
Reset RB Mikrotik lewat Kabel Console

-------------------------------------------
Numpang Lapak:
Jasa Seting Mikrotik-External Server u/ warnet & Networking Engineering kelas Company
Quote:


Maksudnya tidak diperlukan subnetting gmn tuh gan?
Ipv6 kan dasar subnetting binernya sama kaya ipv4. Tentunya bs disubnetting.

Apa maksudnya krn ada fitur eui-64?
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di