alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Hobby / ... / Muscle Building /
The Truths About Steroids
4.8 stars - based on 55 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000011095240/the-truths-about-steroids

The Truths About Steroids

The Truths About Steroids
The Truths About Steroids


Pemakaian drugs / obat-obat doping dalam fitness dan binaraga semakin marak. Artikel ini bukan untuk mengutuk tindakan tersebut. Tetapi artikel ini dibuat untuk memberikan reportase FAKTA tentang apa yang selama ini sudah terjadi di lapangan, dan edukasi ilmiah tentang konsekuensi nyata yang harus dihadapi apabila menggunakan obat-obat doping tersebut.

Drug-dealers kerap menampilkan argumen-argumen dalam tulisan tebal di bawah. Mohon diingat bahwa ulasan dalam artikel ini memuat fakta-fakta yang tidak ingin mereka beberkan karena motif yang kita sama-sama ketahui.





1. “Yang sakit dari pakai steroids sedikit banget! Itupun karena mereka bego memakai steroids tidak sesuai aturan. Kalau sesuai aturan pasti ga akan kenapa-napa.”

Ironi 1: Pemakaian steroids sendiri sudah merupakan pelanggaran aturan. Karena secara fisiologi, tubuh manusia terutama di usia muda dengan kadar hormon yang masih optimal, TIDAK MEMBUTUHKAN steroids sama sekali. Selain itu, dalam ajang kompetisi olahraga, pemakaian steroids juga melanggar peraturan.

Ironi 2: Penentuan apakah seseorang perlu mendapatkan steroids secara legal, adalah melalui prosedur diagnosa oleh dokter spesialis hormon (endokrinologis) melalui cek darah yang menyeluruh. Dan apabila terjadi kekurangan dari normal (yang biasasnya adalah pasien di atas 45 tahun), dokter akan menentukan dosis steroids yang sesuai untuk membawa ke level normal.
Dosis yang diberikan dokter tergantung seberapa jauh level hasil tes dari level normal. Prosedur / aturan medis seperti ini dapat dipastikan tidak pernah dijalankan oleh drug-dealers dari proses perkenalan sampai proses transaksi terjadi. Di samping itu, dosis yang diberikan dari satu konsumen ke konsumen lain umumnya adalah sama… yaitu minimal 5-10 x di atas dosis yang diberikan dokter, pada pemakai yang kadar hormonnya sedang optimal.

Ironi 3: “Aturan” yang diberikan oleh drug-dealers adalah untuk menggunakan lebih banyak ragam obat lagi. Secara fisiologi, peningkatan 1 jenis hormon akan memicu serangkaian respons di dalam sistem hormonal tubuh. Seperti 1 gerbong kereta api yang keluar jalur, maka akan mempengaruhi gerbong lainnya.

Untuk “mengatur” atau lebih tepatnya memaksa gerbong-gerbong (hormon-hormon) lain untuk tidak keluar jalur, maka diperlukan beragam obat lain untuk mengendalikannya. Contoh, tubuh menjaga rasio yang seimbang antara hormon testosteron (hormon pria) dan hormon estrogen (hormon wanita) pada tubuh setiap orang.

Masuknya steroids yang notabene adalah testosteron buatan, mengisyaratkan tubuh bahwa rasio keseimbangan hormon tersebut sudah terganggu (karena hormon testosteron meningkat drastis), sehingga memicu tubuh untuk meningkatkan produksi hormon estrogen untuk menjaga rasio seimbang tersebut.
Berhubung estrogen adalah hormon wanita yang tidak diinginkan dalam proses pertumbuhan otot (selain memunculkan dampak samping pembesaran kelenjar payudara pada pria), maka logikanya adalah estrogen perlu ditekan / kendalikan dengan 2 upaya, yaitu: menggunakan obat yang menekan produksi / konversi estrogen (anti-aromatase), dan menggunakan obat lain untuk melemahkan aktivitas / sinyal estrogen yang sudah ada (estrogen blocker). Di mana obat-obat tersebut adalah obat untuk wanita penderita kanker payudara, kini dipakai oleh pria muda sehat jasmani yang ingin menaikkan ototnya.

Ironi 4: Bahwa steroids bersifat racun bagi tubuh. Ada teori yang mengatakan steroids dalam bentuk tablet lebih beracun daripada steroids dalam bentuk suntikan. Mengingat suntikan memerlukan tehnik / ahli khusus (dokter), maka selain berupaya mencari dokter yang mau menyuntikkan (yang berarti melibatkan dokter tersebut dalam malpraktek), juga berusaha mempelajari tehnik suntikan sendiri. Pun setelah semua itu bisa dilakukan, steroids dalam bentuk suntikan harganya jauh lebih mahal daripada steroids dalam bentuk tablet.

Atlet binaraga yang biasanya memiliki budget terbatas akan cenderung memilih menggunakan tablet karena harganya yang lebih murah. Jadi ditambahkanlah “aturan” baru lagi yaitu:

* PCT (Post cycle therapy) penghentian pemakaian untuk “menormalkan” kembali sistem endokrin (produksi hormon) dalam tubuh, dengan serangkaian obat yang berbeda.
* Penggunaan suplemen, herbal / jamu untuk menjaga organ hati (liver) yang terkena dampak paling keras dari racun-racun dosis tinggi tersebut.

Ironi 5: 80% steroids yang diedarkan dengan cara seperti ini adalah steroids black market, yang meskipun adalah steroids, tetapi:

* Diproduksi dalam industri rumahan, tidak mengikuti ATURAN produksi obat berstandar GMP (good manufacturing practices) pabrik obat.
* Jadi intinya, dari kadar steril (hygiene) hingga standarisasi kandungan per butir / mililiter sangat dipertanyakan.
* Merupakan versi palsu dari aslinya. Teknologi pemalsuan juga sudah melibatkan peniruan label stiker, kotak kemasan, bentuk botol, hingga ke hologram yang identik dengan aslinya. Sehingga sulit sekali untuk membedakan mana yang asli dan yang palsu.





2. “Umur 25-30 tahun hormon kita juga sudah turun.”
Menggunakan klaim para dokter anti-aging, bahwa hormon kita mulai turun di usia 25-30 tahun (yang kebetulan adalah kelompok target market terbesar dari penggunaan steroids), maka adalah wajar menggunakan steroids. Klaim dokter anti-aging tersebut adalah berdasarkan studi terhadap orang-orang yang sedenter (tidak berolahraga / mengatur pola makan).

Ironinya: Member fitness center yang dirayu para drug-dealers ini adalah orang-orang yang minimal berolahraga teratur, sehingga tidak masuk dalam kategori studi di atas. Lagipula lebih banyak studi yang mendukung fakta bahwa selama kita berolahraga dan memiliki pola makan baik yang teratur, maka kondisi hormonal kita tidak akan mengalami penurunan yang signifikan, dan selama kita menjaga rutinitas berolahraga dan pola makan yang sehat, kadar hormon kita akan terus berada dalam rentang normal untuk puluhan tahun mendatang.





3. “Kalau mau natural, mau sampai kapan? Kamu percaya semua yang claim juara natural benar-benar natural?”

Tehnik menciptakan keraguan ini juga cukup berhasil, dan menjadi salah satu rayuan dengan tingkat keberhasilan yang tertinggi. Ditambahkan dengan beberapa point penguat mereka:

* “Yang mengkampanyekan agar atlet tidak menggunakan drugs adalah orang yang menggunakan drugs paling banyak. Ia tidak ingin dikalahkan oleh pendatang baru.”
* “Saya tau stack (ragam obat) yang digunakan oleh si-ini dan si-itu yang mengaku natural. Bahkan selama ini dia / mereka sering beli dari saya.”
* “Kalau mengaku natural mah gampang, karena drug-test bisa ditipu pakai tehnik tertentu. Itu yang namanya munafik, make tapi ga mau ngaku.”
* “Lagian kita semua sudah dewasa, kita yang ambil keputusan masing-masing. Itu hak azasi kita, bukan orang lain yang nentuin kamu boleh pakai atau tidak. Saya cuma nawarin sudut pandang baru, jadi ga cuma dengar dari 1 pihak. Setelah dengar dari 2 sisi dan menimbang, kamu sendiri ambil keputusan.”
* “Sekarang semua sudah pake. Kalau kamu ga pakai, lupain aja mau jadi juara. Jangan naif!”
* “Di Amerika aja pemakaian steroids ga bisa dicegah dan ga bisa dihentikan! Jadi jangan sok hentikan pemakaian dan penyebaran steroids di Indonesia.”

Ironinya: Seluruh pernyataan ini mengarahkan obyek untuk terprovokasi mencoba. Tidak ada fakta yang ditampilkan di sini untuk mendukung apa yang mereka ucapkan. Padahal merupakan fakta bahwa nama-nama atlet drug-free yang dituduhkan seringkali ditunjuk dalam random drug-test di mana tidak mungkina ada persiapan apapun yang bisa dilakukan untuk menipu test tersebut, karena dipanggil mendadak pada hari itu atau didatangi oleh tim pengoleksi urine. Dan atlet-atlet drug-free tersebut selalu terbukti lulus tes.

Dan pada saat si obyek telah menjadi pelanggan setia, suatu hari nanti si obyek terkena masalah kesehatan, dealers tersebut mudah berkelit (cuci tangan) mengatakan “Kan dari dulu saya sudah bilang, kamu sendiri looo yang pilih untuk mau pakai dan sudah saya kasih tau konsekuensinya (padahal mungkin tidak pernah dikasih tau). Kalau mau pakai harus sesuai aturan.”

Dan saat seorang pelanggannya tewas (seperti yang terjadi pada salah satu juara binaraga yang langsung koma 9 hari dan tewas kurang dari 8 bulan yang lalu), maka dengan mudah disalahkan ke pelanggan itu sendiri dengan pernyataan-pernyataan (melalui thread di forum maupun diskusi langsung dengan keluarga saat atlet tersebut koma di UGD):

* “Ooo….itu mungkin faktor keturunan.”
* “Lagian dia habis tanding langsung makan kambing dan pesta miras. Matinya karena makan sate kambing dan pesta miras. Bukan karena drugs.”
* “Dia memang 2 bulan yang lalu pernah kecelakaan di kepala, jatuh dari motor. Jadi itu mungkin penyebabnya.”

Mulailah dengan komunikasi diri yang lebih baik, bahwa kita memiliki mental “YES, I CAN” dengan cara drug-free. Bahwa hasil binaraga tubuh yang terlihat sehat kuat di luar, seyogyanya selaras sehat dan kuat juga di dalamnya, secara organ internal, maupun secara rohani dan tanggung-jawab moral.

Seorang sahabat yang baik tidak akan menawarkan obat doping kepada kita sebagai solusi meraih otot secara instant. Hindari perdebatan, dan kokohkan prinsip mengutamakan kesehatan daripada penampilan instant. Sebaliknya, ia akan peduli pada kebaikan kita dengan menasehati agar tidak mendekati obat doping tersebut.
Quote:
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 282
Quote:



Quote:
dibuat trid nya

emoticon-Belo

ok lah klo bgtu
Artikel ini seharusnya lebih tepat dalam menggunakan istilah "steroid" karena bisa menimbulkan kesalahpahaman. Dalam pembahasan seperti ini biasanya dibedakan antara endogenous (yg diproduksi oleh tubuh) steroid hormones dgn exogenous (tambahan dari luar tubuh) steroid hormones dan PED (performance enhancing drugs, yang didalamnya termasuk AAS/androgenic anabolic steroids).

Quote:


Sepanjang pengetahuan saya ini ngga benar. Tubuh ngga meningkatkan produksi estrogen sebagai respons dari exogenous testo tapi peningkatan estrogen (lebih tepatnya adalah e2 atau estradiol) yg terjadi adalah karena konversi dari testo oleh enzim aromatase.

BTW exogenous steroids itu bukan hanya testosterone buatan.

Quote:


Walaupun pernyataan ini cuma untuk megalihkan perhatian, tapi sebenarnya SERM (selective estrogen receptor modulator) juga bisa dipakai oleh pria yg menderita "secondary hypogonadism" (penurunan fungsi gonad/testis bagi pria karena faktor diluar gonad itu sendiri) untuk mengembalikan produksi LH (dan mungkin FSH) oleh hypothalamus-pituitary sehingga produksi testo oleh testis diharapkan bisa normal kembali. Juga bisa dipakai untuk melawan kadar estrogen yg dianggap berlebihan.

Quote:

Yg kaya gini ini yg kata sy sebelumnya bisa menimbulkan kesalahpahaman. Tubuh sendiri memproduksi dan membutuhkan steroid dan exogenous steroid bersifat racun atau ngga tergantung dari bagaimana bentuknya.

Quote:


"Steroid suntik" tidak perlu dimodifikasi senyawa aktifnya karena dia tidak perlu melewati hati karena metode pemakaiannya. "Steroid suntik" yg hanya berupa versi cairan/injection dari "steroid oral" tetap memiliki hepatotoxicity "steroid oralnya".

Quote:


Nyuntik gak butuh tenaga ahli/profesional cuma butuh pengetahuan (dan juga tentu saja alat suntiknya hehe).

Quote:


Ngga benar.

Quote:


Terapi untuk restorasi HPTA (hypothalamic-pituitary-testicle axis) ngga berlaku hanya untuk oral AAS.

Quote:


UGL ngga perlu membuat "steroid versi palsu dari aslinya".

Quote:


Aktivitas fisik rutin membuat orang sehat di usia lanjut bukan karena kadar hormon mereka tetap spt di kala muda, tetapi karena massa otot tinggi, strength level tinggi, kadar lemak rendah, good blood profile, dan struktur tulang dan persendian yg kuat membuat mereka bisa tetap aktif, menikmati hidup, dan tidak rentan terhadap cedera.

Quote:


Untuk mencapai tubuh sehat tentu saja ngga butuh AAS, kecuali bagi penderita hypogonadism (penurunan fungsi gonad/testis untuk pria). Tapi artikel ini menurut saya lebih ke arah menakut-nakuti publik tentang "steroid" dan penggunaan "steroid".
^^
penulis aslinya udh sy PM dikaskus & via twitter, semoga cepat direspon.
bakal seru nih thread
emoticon-Big Grin



untuk sementara sy sendiri gak akan komentar apapun dlm thread ini, biar netral
sori buat bang ade rai yang iklan2 esianya saya kagumi.....

Quote:


saya agak kecewa karena sebagai bapak fitness lifestyle di indonesia bang ade bisa2nya menempatkan kalimat fatal tsb sebagai kalimat pertama pada artikel di atas.

sebagai orang yg paham dengan nutrisi, fisiologi badan manusia, dan olahraga secara umum seharusnya bang ade tahu dong kalau nggak bisa semata2 menggabungkan "drugs", "anabolic androgenic steroids", dan "doping" sebagai satu kesatuan universal.

to cut my point short, selama bang ade masih minum kopi atau pre WO supplements (yg ada kafeinnya, yg pada beberapa cabang olahraga juga dianggap sebagai banned substance) dan merasa bahwa konsumsi kafein tsb ada kontribusi terhadap performa bang ade saat latihan........ maka in general bang ade juga masih doping.

nggak ada maksud diskredit siapapun juga, just making a point here.
emoticon-shakehand
asoooyy ada trit beginih.. makin nambah wawasan perbesian..

jadi sebenernya 'doping', 'drugs', dan 'anabolic androgenic steroids' beda kualifikasinya gitu ya?
konteks bahasan trit ini tuh berarti tentang steroid yang bagaimana?

aduh maaf ya pertanyaan saya culun.. asli beneran ga ngerti..
newbie duduk menyimak aja ...mau tambah ilmu
ikutan nyimak ya,
soalnya jg marak ni di "pesbuknya pitnes" emoticon-Malu
Quote:


Bro, doping itu istilah berkonotasi negatif yg memayungi semua tindakan yg dilakukan oleh seorang atlet yg melibatkan pengonsumsian substansi yg dapat meningkatkan performa. Substansi ini dapat berupa apa saja termasuk drugs/obat2an (biasa disebut sbg PED/performance enhancing drugs), yang didalamnya termasuk AAS/anabolic-androgenic steroids (atau biasa disebut sbg "steroids").

Artikel di atas membahas tentang AAS.
Quote:


Pesbuknya pitnes maksudnya apa gan? emoticon-Big Grin
Wah sangar juga nih bahasannya..

Numpang duduk sambil baca2 emoticon-linux2

Btw utk pemakaian Steroid di tubuh efek postif dan negatifnya tdk bisa diambil satu-satu.Harus sepaket seperti anda memilih Istri, gak bisa semoknya dan cantiknya doank yg diambil,
bawel,cerewet,sampe nganter2 shopping yg bikin kantong bolong pun wajib dijabanin emoticon-shakehand:
Maaf ya, saya coba jawab di sini... Pertama-tama, saya mewakili diri saya bukan Ade Rai.

Quote:


I have made my point juga. TERIMA KASIH atas kesempatannya.emoticon-Blue Guy Peace
Quote:


lha sudah om halim....emoticon-Bingung (S)
scope saya emang masih terbatas nggak seluas bang ade tapi soal sharing dan diskusi saya merasa sudah banyak sekali.

perkara saya pakai ID yg bukan nama saya.....well, ternyata Dante Trudel nggak ada masalah membangun bisnisnya dengan nick ID.
nggak semua kaskuser adalah "orang nggak jelas di dunia maya", om...

jadi saya nggak bileh kritik nih?
ok fine, saya masukkan anda ke list "jangan dikritik, nanti marah" saya deh.

dan makasih soal update caffeine-nya, ternyata resource saya sudah out dated.

emoticon-shakehand
Quote:

postingannya bro sinn556 (yg notabene lebih substansial) di tanggapi juga donk om...
walopun saya juga trmasuk "orang2 ga jelas" krn pake "ID nama samaran", saya berharap mendapat pencerahan info yg jelas ttg topik pembahasan thread ini "The Truths About Steroids"...
Quote:




yuk..., kembali ke topik. mungkin ada tanggapan terhadap postingan bro sin:
http://www.kaskus.co.id/showpost.php...95&postcount=4
Nice share guyz. Mau nanya juga disini apakah suplementasi testosterone enhancer yg kalimnya berasal dari herbal) seperti produk2x dari MHP,UN,Nutrex, dan lain2x yg sejenisnya itu juga termasuk banned substance? terima kasih
Quote:

kalo sampai dicekal FDA, kasus umumnya biasanya krn beneran ada substance yg terlarang (prekusor testo, stimulan kuat, dsb) tp gak disebut atau sudah jujur menyebut dari awal tp verdict bhw substance tsb terlarang baru muncul setelah produk tsb keluar.

Itu sebabnya hampir nggak ada produk2 prohormon yg benar2 poten dari produsen nama besar sekarang ini. Beda dengan 10-15 th yg lalu.

Kalau cuma testo booster berbasis tribulus doang sih nggak bakal kena cekal.
The Truths About Steroids
gw berharap ada informasi yang berimbang about roid emoticon-Smilie
Quote:

Idem bang bennq,
Semoga banyak informasi yang bisa diperoleh dengan thread ini. Nongkrong dulu sambil baca-baca informasi di sini
Halaman 1 dari 282


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di