Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000008847505/di-negara-ini-orang-miskin-dilarang-kuliah
Di negara ini orang miskin dilarang kuliah !!!
KOMPAS.com — "Maafkan aku, Nak, ya. Urungkan niatmu untuk menjadi sarjana. Ayah tidak sanggup menyediakan uang sebesar itu dalam waktu sekejap."

Kata itu mungkin yang sering muncul dari seorang ayah yang anaknya diterima menjadi mahasiswa jalur undangan perguruan tinggi negeri (PTN). Dulu, jalur ini dikenal dengan penelusuran minat dan kemampuan, atau kerap disingkat PMDK.

Bagaimana tidak, seorang teman di Facebook, Coen Husain Pontoh, menuliskan keluh kesahnya di statusnya. "Keponakan saya keterima di salah satu universitas terkemuka di Pulau Jawa melalui jalur "undangan". Tapi, untuk bisa masuk kuliah, ia pertama kali harus bayar Rp 40 juta kontan," tulisnya.

"Kampusnya terkenal sebagai kampus rakyat, namanya: Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta," tulisnya di http://www.facebook.com/home.php#!/c...50185073318500.

Bayangkan, orangtua yang gajinya di atas upah minimum, katakanlah Rp 2,5 juta per bulan, belum tentu bisa menyediakan uang sebesar itu dalam waktu singkat. Kecuali, kalau orangtua itu nyambi korupsi tentunya. Padahal, upah minimum seorang buruh atau karyawan/karyawati di Jakarta berkisar Rp 1,2 juta.

Pada situs Pemprov DKI Jakarta tertanggal 29 November 2010 diberitakan bahwa upah minimum DKI Jakarta (UMP/UMR DKI Jakarta) tahun 2011 ditetapkan sebesar Rp 1.290.000 per bulan per orang. Apa ini artinya? Artinya, jika kita anak seorang buruh yang gajinya sesuai dengan upah minimum atau dua kalinya upah minimum yang ditetapkan pemerintah, kita dilarang untuk menjadi mahasiswa.

Kampus hanya untuk orang kaya. Orang miskin dilarang masuk kampus untuk belajar. Yang boleh belajar di kampus adalah orang-orang kaya. Sementara jika pendidikan tinggi adalah salah satu pintu masuk untuk mengubah kehidupan agar lebih baik, pintu itu sekarang sudah perlahan-lahan ditutup.

Yang kaya makin kaya dan yang miskin tetaplah miskin. Tak peduli di negeri yang mengklaim berdasarkan Pancasila, yang berdasarkan Ketuhanan, Kemanusiaan, dan Keadilan Sosial. Yang jelas di negeri ini anak orang miskin silakan minggir dari pendidikan tinggi.

"Salah sendiri lu miskin, orang miskin, enyah aja lu".

Mungkin, itu kata-kata yang muncul di pikiran, hati, dan lisan para petinggi negeri ini, yang membiarkan komersialisasi pendidikan semakin menggila.

Nak, urungkan niatmu jadi sarjana ya….

Sudah jangan menangis terus, Nak….

Mungkin kita hidup di negeri yang salah.…

Di negeri yang menganggap orang-orang miskin hanya sekadar angka, bukan warga negara….

Penulis adalah anggota Kompasiana

Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2011...u.Jadi.Sarjana


Quote: maaf gan ane pagi2 baca koran udah emosi aja bacanya, pengen post di lounge malah ke post di jokes maaf ya agan2 semua
salah kamar ya gan???

Tapi, emang sih harusnya org2 pinter pergi aja keluar negri,. ane yakin bisa :
emang parah indonesia zaman sekarang...
banyak banget GAYUS GAYUS TERSELUBUNG DIBALIK Penerimaan Mahasiswa/i Baru...
:maho
atas ane :maho ^
Ada bener jg sih agan tp skrg kan banyak alternatif kampus yg murmer
Dengan kualitas yg ga kalah sama yg mahal nya selangit..
Jd menurut ane kejar aje trus cita2 kite jangan pantang nyerah karna ekonomi..


tulisan TOP gan!! Tp kayanya salahkamar ya gan???Di negara ini orang miskin dilarang kuliah !!!
salah kamar gan
mas gan....
emang parah indonesia zaman sekarang
salah kamar gan...
masih banyak kampus yg laen Gannn...

cari aja yg akreditasinya setara

di

http://ban-pt.kemdiknas.go.id
ngakak dah gan wkwkwk
wah ,ane niat bgt kuliah taun kemaren,,,
tp karna tau biaya masukny 15jt ane mlintir gan.....
gila emang
Quote:Original Posted By aaopik
salah kamar ya gan???

Tapi, emang sih harusnya org2 pinter pergi aja keluar negri,. ane yakin bisa :


Quote:Original Posted By agus.gurniwa
KOMPAS.com — "Maafkan aku, Nak, ya. Urungkan niatmu untuk menjadi sarjana. Ayah tidak sanggup menyediakan uang sebesar itu dalam waktu sekejap."

Kata itu mungkin yang sering muncul dari seorang ayah yang anaknya diterima menjadi mahasiswa jalur undangan perguruan tinggi negeri (PTN). Dulu, jalur ini dikenal dengan penelusuran minat dan kemampuan, atau kerap disingkat PMDK.

Bagaimana tidak, seorang teman di Facebook, Coen Husain Pontoh, menuliskan keluh kesahnya di statusnya. "Keponakan saya keterima di salah satu universitas terkemuka di Pulau Jawa melalui jalur "undangan". Tapi, untuk bisa masuk kuliah, ia pertama kali harus bayar Rp 40 juta kontan," tulisnya.

"Kampusnya terkenal sebagai kampus rakyat, namanya: Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta," tulisnya di http://www.facebook.com/home.php#!/c...50185073318500.

Bayangkan, orangtua yang gajinya di atas upah minimum, katakanlah Rp 2,5 juta per bulan, belum tentu bisa menyediakan uang sebesar itu dalam waktu singkat. Kecuali, kalau orangtua itu nyambi korupsi tentunya. Padahal, upah minimum seorang buruh atau karyawan/karyawati di Jakarta berkisar Rp 1,2 juta.

Pada situs Pemprov DKI Jakarta tertanggal 29 November 2010 diberitakan bahwa upah minimum DKI Jakarta (UMP/UMR DKI Jakarta) tahun 2011 ditetapkan sebesar Rp 1.290.000 per bulan per orang. Apa ini artinya? Artinya, jika kita anak seorang buruh yang gajinya sesuai dengan upah minimum atau dua kalinya upah minimum yang ditetapkan pemerintah, kita dilarang untuk menjadi mahasiswa.

Kampus hanya untuk orang kaya. Orang miskin dilarang masuk kampus untuk belajar. Yang boleh belajar di kampus adalah orang-orang kaya. Sementara jika pendidikan tinggi adalah salah satu pintu masuk untuk mengubah kehidupan agar lebih baik, pintu itu sekarang sudah perlahan-lahan ditutup.

Yang kaya makin kaya dan yang miskin tetaplah miskin. Tak peduli di negeri yang mengklaim berdasarkan Pancasila, yang berdasarkan Ketuhanan, Kemanusiaan, dan Keadilan Sosial. Yang jelas di negeri ini anak orang miskin silakan minggir dari pendidikan tinggi.

"Salah sendiri lu miskin, orang miskin, enyah aja lu".

Mungkin, itu kata-kata yang muncul di pikiran, hati, dan lisan para petinggi negeri ini, yang membiarkan komersialisasi pendidikan semakin menggila.

Nak, urungkan niatmu jadi sarjana ya….

Sudah jangan menangis terus, Nak….

Mungkin kita hidup di negeri yang salah.…

Di negeri yang menganggap orang-orang miskin hanya sekadar angka, bukan warga negara….

Penulis adalah anggota Kompasiana

Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2011...u.Jadi.Sarjana


Memang mahal sekarang Gan, apa lagi untuk program master gan
Inilah Zaman Kalabendu gan
zaman yang seolah paling indah tapi sebenarnya paling busuk
Kasihan ya..

Sehrsnya pemerintah bisa bantu warga spt ini..
wahh salah kamar y gan
tpi infonya bagus gan
tpi gag afdol kalo gag posting di forJokes
salah kamar kayaknya gan,but nice tread gan....
Iy salah kamar nih tapi bgs beritany.
salah kamar gan ,
mungkin pemerintah bisa ngasi beasiswa
pagi2 uda posting aja..
keep posting gan