alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Alasan bayi bisa mengerti bahasa
4.67 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000008166923/alasan-bayi-bisa-mengerti-bahasa

Alasan bayi bisa mengerti bahasa

Agan-agan semua ane cuman pengen sekedar share saja,, Semoga bermanfaat bagi kaskuser

Spoiler for :


Alasan bayi bisa mengerti bahasa

Ketika bayi dilahirkan, dia tidak tahu apa-apa tentang diri dan lingkungannya. Walau begitu, bayi tersebut memiliki potensi untuk mempelajari diri dan lingkungannya. Apa dan bagaimana dia belajar, banyak sekali dipengaruhi oleh lingkungan sosial di mana dia dilahirkan. Bayi bisa mengerti bahasa karena dipengaruhi lingkungan sosialnya. Untuk pertama kalinya, bayi akan mengerti bahasa ibunya sendiri.

Tahap Perkembangan Bahasa Anak

Pada awal kelahirannya, anak belum dapat membalas stimulus yang berasal dari manusia. Seiring dengan berfungsinya alat artikulasi, yakni ketika anak sudah mulai berceloteh dengan bunyi bilabial seperti [m] untuk ma-ma dan [p] untuk pa-pa atau untuk ba-ba, orangtua sudah bisa melakukan interaksi bahasa dengan anak. Satu hal yang perlu diingat, ma-ma dan pa-pa sebagai celotehan anak bukan merujuk pada makna kata secara harfiah yang berarti ibu dan ayah, melainkan karena semata-mata bunyi konsonan bilabial dan vokal [a] adalah bunyi yang mudah dikuasai pada saat permulaan berujar. Dari keterampilan ini bisa terjalin suasana yang lebih komunikatif antara orangtua dan anak yang berdampak pada perkembangan selanjutnya. Dampaknya bisa positif bisa juga negatif. Semakin baik stimulus yang diberikan orangtua, semakin positif respon yang dimunculkan anak.

Berikut ini akan disajikan informasi seputar tahapan perkembangan bahasa dan bicara seorang anak. Namun perlu diperhatikan, bahwa batasan-batasan yang tertera juga bukan merupakan batasan yang kaku mengingat keunikan setiap anak berbeda satu dengan yang lain. Menurut Dr. Miriam Stoppard (1995) tahapan perkembangan kemampuan bicara dan berbahasa dapat dibagi sebagai berikut:

[B]0 - 8 Minggu


Pada masa awal, seorang bayi akan mendengarkan dan mencoba mengikuti suara yang didengarnya. Sebenarnya tidak hanya itu, sejak lahir ia sudah belajar mengamati dan mengikuti gerak tubuh serta ekspresi wajah orang yang dilihatnya dari jarak tertentu. Meskipun masih bayi, seorang anak akan mampu memahami dan merasakan adanya komunikasi dua arah dengan memberikan respon lewat gerak tubuh dan suara. Sejak dua minggu pertama, ia sudah mulai terlibat dengan percakapan, dan pada minggu ke-6 ia akan mengenali suara sang ibu, dan pada usia 8 minggu, ia mulai mampu memberikan respon terhadap suara yang dikenalinya.

8 - 24 Minggu

Tidak lama setelah seorang bayi tersenyum, ia mulai belajar mengekspresikan dirinya melalui suara-suara yang sangat lucu dan sederhana, seperti “eh”, “ah”, “uh”, “oh” dan tidak lama kemudian ia akan mulai mengucapkan konsonan seperti “m”, “p”, “b”, “j” dan “k”. Pada usia 12 minggu, seorang bayi sudah mulai terlibat pada percakapan “tunggal” dengan menyuarakan “gaga”, “ah goo”, dan pada usia 16 minggu, ia makin mampu mengeluarkan suara seperti tertawa atau teriakan riang, dan bublling. Pada usia 24 minggu, seorang bayi akan mulai bisa menyuarakan “ma”, “ka”, “da” dan sejenisnya. Sebenarnya banyak tanda-tanda yang menunjukkan bahwa seorang anak sudah mulai memahami apa yang orang tuanya atau orang lain katakan. Lucunya, anak-anak itu akan bermain dengan suaranya sendiri dan terus mengulang apa yang didengar dari suaranya sendiri.

28 Minggu – 1 Tahun

Usia 28 minggu seorang anak mulai bisa mengucapkan “ba”, “da”, “ka” secara jelas sekali. Bahkan waktu menangis pun vokal suaranya sangat lantang dan dengan penuh intonasi. Pada usia 32 minggu, ia akan mampu mengulang beberapa suku kata yang sebelumnya sudah mampu diucapkannya. Pada usia 48 minggu, seorang anak mulai mampu sedikit demi sedikit mengucapkan sepatah kata yang sarat dengan arti. Selain itu, ia mulai mengerti kata “tidak” dan mengikuti instruksi sederhana seperti “bye-bye” atau main “ciluk-baa”. Ia juga mulai bisa meniru bunyi binatang seperti “guk”, “kuk”, “ck”.

1 Tahun – 18 Bulan

Pada usia setahun, seorang anak akan mampu mengucapkan dua atau tiga patah kata yang punya makna. Sebenarnya, ia juga sudah mampu memahami sebuah obyek sederhana yang diperlihatkan padanya. Pada usia 15 bulan, anak mulai bisa mengucapkan dan meniru kata yang sederhana dan sering didengarnya untuk kemudian mengekspresikannya pada porsi / situasi yang tepat. Usia 18 bulan, ia sudah mampu menunjuk obyek-obyek yang dilihatnya di buku dan dijumpainya setiap hari. Selain itu ia juga mampu menghasilkan kurang lebih 10 kata yang bermakna.

18 Bulan – 2 Tahun

Pada rentang usia ini, kemampuan bicara anak semakin tinggi dan kompleks. Perbendaharaan katanya pun bisa mencapai 30 kata dan mulai sering mengutarakan pertanyaan sederhana, seperti “mana ?”, “dimana?” dan memberikan jawaban singkat, seperti “tidak”, “disana”, “disitu”, “mau”. Pada usia ini mereka juga mulai menggunakan kata-kata yang menunjukkan kepemilikan, seperti “punya ani”, “punyaku”. Bagaimana pun juga, sebuah percakapan melibatkan komunikasi dua belah pihak, sehingga anak juga akan belajar merespon setelah mendapatkan stimulus. Semakin hari ia semakin luwes dalam menggunakan kata-kata dan bahasa sesuai dengan situasi yang sedang dihadapinya dan mengutarakan kebutuhannya. Namun perlu diingat, oleh karena perkembangan koordinasi motoriknya juga belum terlalu sempurna, maka kata-kata yang diucapkannya masih sering kabur, misalnya “balon” jadi “aon”, “roti” jadi “oti”.

2 – 3 Tahun

Seorang anak mulai menguasai 200 – 300 kata dan senang bicara sendiri (monolog). Sekali waktu ia akan memperhatikan kata-kata yang baru didengarnya untuk dipelajari secara diam-diam. Mereka mulai mendengarkan pesan-pesan yang penuh makna, yang memerlukan perhatian dengan penuh minat dan perhatian. Perhatian mereka juga semakin luas dan semakin bervariasi. Mereka juga semakin lancar dalam bercakap-cakap, meski pengucapannya juga belum sempurna. Anak seusia ini juga semakin tertarik mendengarkan cerita yang lebih panjang dan kompleks. Jika diajak bercakap-cakap, mudah bagi mereka untuk loncat dari satu topik pembicaraan ke yang lainnya. Selain itu, mereka sudah mampu menggunakan kata sambung “sama”, misalnya “ani pergi ke pasar sama ibu”, untuk menggambarkan dan menyambung dua situasi yang berbeda. Pada usia ini mereka juga bisa menggunakan kata “aku”, “saya” “kamu” dengan baik dan benar. Dengan banyaknya kata-kata yang mereka pahami, mereka semakin mengerti perbedaan antara yang terjadi di masa lalu, masa kini dan masa sekarang.

3 – 4 Tahun

Anak mulai mampu menggunakan kata-kata yang bersifat perintah; hal ini juga menunjukkan adanya rasa percaya diri yang kuat dalam menggunakan kata-kata dan menguasai keadaan. Mereka senang sekali mengenali kata-kata baru dan terus berlatih untuk menguasainya. Mereka menyadari, bahwa dengan kata-kata mereka bisa mengendalikan situasi seperti yang diinginkannya, bisa mempengaruhi orang lain, bisa mengajak teman-temannya atau ibunya. Mereka juga mulai mengenali konsep-konsep tentang kemungkinan, kesempatan, dengan “andaikan”, “mungkin”, “misalnya”, “kalau”. Perbendaharaan katanya makin banyak dan bervariasi seiring dengan peningkatan penggunaan kalimat yang utuh. Anak-anak itu juga makin sering bertanya sebagai ungkapan rasa keingintahuan mereka, seperti “kenapa dia Ma ?”, “sedang apa dia Ma?”, “mau ke mana ?”

Jadi intinya gan, walaupun agan-agan misalnya mau ngadopsi bayi bule, negro ataupun yang lain yang lahir di luar negeri terus agan-agan ajarin pake bahasa Indonesia dia pasti bisa bahasa Indonesia dengan sendirinya walaupun dia bukan dari Indonesia,,

Quote:
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
keren ya gan,, itulah ciptaan Tuhan gan,,
manusia memang.... emoticon-Belo
klo dari kecil diajak interaksi pake bahasa inggris, secara otomatis dia mengerti bhasa inggris... sayang ane ga lancar bahasa inggrisnya.. diajarin pake bahasa indonesia aja. emoticon-I Love Indonesia
waduh bener juga nih ... nice thrad gan ... gw rate ya ...
adaptasi sama lingkungan gan emoticon-Big Grin
nice share om emoticon-Big Grin
emoticon-Rate 5 Star datang ... emoticon-Big Grin
kebesaran allah emoticon-Belo
panjang penejelasan nya....
emoticon-Matabelo
Alasan bayi bisa mengerti bahasa
thanx infonya gan,,
emoticon-2 Jempol
Nice info Gan emoticon-2 Jempol
kita galileo aja gan????tp bgus juga tread na...
emoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-2 Jempolemoticon-Baby Boyemoticon-Baby Boyemoticon-Baby Boyemoticon-Baby Boyemoticon-Baby Boy 1emoticon-Baby Boy 1emoticon-Baby Boy 1emoticon-Baby Boy 1
emoticon-Matabelo keren banget tuh kakak
Alasan bayi bisa mengerti bahasa
Quote:



Ngemeng - ngemeng ente da iso gaaan,,,
cendol gaaaan,,, emoticon-Malu
ane rate gaaaan,,,,,

emoticon-Rate 5 Star

itulah keajaiban ciptaan sang kuasa gaan...!!!!!!
lanjutkan thread yg bermutu lain nya ya gan,,,
jngn thread BB++ mlu gaaaan,,,,,, emoticon-Ngakak

emoticon-I Love Kaskusemoticon-I Love Indonesia
ane kpengen pnya ank d ajar segala bahasa
emoticon-Big Grin
biar bisa pergi kmn pun
emoticon-Malu
ooo,, baru tau ane gan,,
itulah sbabny buat para ortu msti ati2 kalo ngucapin ssuatu d dpn ank kcil ntar bs dtiru sm anak2 kecil
hebat boneng TS nich emoticon-2 Jempol
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di