CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / ... / Cinta Indonesiaku /
Tata Cara Adat/Upacara/Ritual - Video [Part 2]
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000003672925/tata-cara-adat-upacara-ritual---video-part-2

Tata Cara Adat/Upacara/Ritual - Video [Part 2]

Thread sudah digembok
Kaskus ID : xexax
Kategori : Tata Cara Adat/Upacara/Ritual
Bentuk Karya : Lopis Raksasa Pekalongan
Sumber : SCTV n ane upload ke youtube


Keterangan :
-Lopis Raksasa Pekalongan adalah acara adat yg dilaksanakan setelah acara adat Syawalan ( habis ini mw bikin post ttg syawalan )
-Acara ini telah diselenggarakan sejak tahu 1855
-Menjadi Rekor MURI kategori Lopis Terberat

Spoiler for vid:
Kaskus id : gideonjack
Kategori : Tata acara adat/upacara/ritual
Bentuk karya : Upacara ngaben - Bali
Sumber : http://www.youtube.com/watch?v=Vc8lmQMY70c
Keterangan : Upacara ngaben (kremasi mayat) di Bali

Spoiler for VIDEO:
Kaskus id : gideonjack
Kategori : Tata acara adat/upacara/ritual
Bentuk karya : Upacara Rambu Solo
Sumber : http://www.youtube.com/watch?v=8Pwijk269dY
Keterangan : Upacara kematian/kedukaan dari masyarakat Toraja.
Spoiler for VIDEO:
Kaskus id : gideonjack
Kategori : Tata acara adat/upacara/ritual
Bentuk karya : Upacara Kasodo
Sumber : http://www.youtube.com/watch?v=Kt1r-esf3kc
Keterangan : Upacara untuk Gunung Bromo dari masyarakat suku Tengger.
Spoiler for Video:
Kaskus id : ee_bebeq
Kategori : Tata acara adat/upacara/ritual

Bentuk karya : Pasola Sumba - Sumba Barat

Sumber : http://www.youtube.com/watch?v=jWlOSDR4Nuw
Keterangan : Ritual adat Pasola Sumba adalah bagian dari serangkaian upacara tradisionil yang dilakukan oleh orang Sumba yang masih menganut agama asli yang disebut Marapu.

Spoiler for Video:
Kaskus id : ee_bebeq
Kategori : Tata acara adat/upacara/ritual

Bentuk karya : Adu Kerbau dan Penyembelihan Kerbau - Tana Toraja

Sumber : http://www.youtube.com/watch?v=v8gV4SVbevc
Keterangan : Upacara adu kerbau dan penyembelihan kerbau dilaksanakan setiap tahun di Tana Toraja dan merupakan bagian dari adat dan ritual Masyarakat Tana Toraja

Spoiler for Video:
Kaskus id : ee_bebeq
Kategori : Tata acara adat/upacara/ritual

Bentuk karya : Tabuik - Sumatera Barat

Sumber : http://www.youtube.com/watch?v=JP7JlT08NRI
Keterangan : Upacara Tabuik merupakan sebuah tradisi masyarakat di Pantai Barat Sumatera Barat

Spoiler for Video:
Post ini telah dihapus oleh
Kaskus id : hanansuwardheni
Kategori : Tata acara adat/upacara/ritual

Bentuk karya : Cap Go Meh - Singkawang, Kalimantan Barat

Sumber : http://www.youtube.com/watch?v=mv2hdtsDwUs
Keterangan : Ritual masyarakat Tionghoa di Kalbar



Spoiler for ..::

Tradisi Makan Pinang Di Papua

Kaskus id : aska72
Kategori : Tata acara adat/upacara/ritual
Bentuk karya : Tradisi Makan Pinang Di Papua
Sumber :
http://www.infopapua.com/modules.php...ticle&sid=2007
http://www.kaskus.co.id/showpost.php...73&postcount=8
Keterangan : Tradisi Masyarakat Papua


Tata Cara Adat/Upacara/Ritual - Video [Part 2]


Dilarang makan pinang. Stiker seperti itu sudah umum ditemukan di Bandara Sentani Jayapura, Papua. Larangan seperti itu diperlukan karena kegemaran saudara-saudara kita di Papua mengonsumsi pinang yang menghasilkan air ludah berwarna merah itu bisa membuat lingkungan Bandara Sentani menjadi sangat jorok.

Mereka yang makan pinang ditambah campuran lainnya, sama seperti orang makan sirih yang menghasilkan air ludah berwarna merah. Biasanya air ludah itu dimuntahkan begitu saja di jalan, atau di mana saja. Bisa dibayangkan kalau air ludah itu dibuang di terminal Bandara Sentani maka semua lantai akan berwarna merah, dinding-dinding juga berwarna merah akibat air ludah yang berwarna merah itu.

Jalan-jalan di sekitar terminal Bandara, atau di Kota Jayapura sendiri sebagian memang berwarna merah karena masyarakat dengan seenaknya membuang ludah di jalan atau tempat-tempat lainnya. Kesan jorok pasti terasa, dan kalau tahu penyebab warna merah itu adalah air ludah, maka kita akan hati-hati melangkah agar tidak menginjaknya.

Ada yang mengatakan, ludah berwarna merah itu tidak hanya dibuang di jalan, tapi kadang-kadang dengan sengaja dibuang ke bangunan yang baru dicat, atau lantai yang baru dibangun di sebuah bangunan baru. Yang bisa dilakukan hanyalah menempel stiker seperti larangan makan pinang itu. Dan itu pun rasanya belum tepat karena yang dilarang seharusnya membuang air ludah sembarangan, bukan tradisi makan pinang itu.

Kebiasaan membuang ludah hasil makan pinang itu sama seperti yang terjadi di Myanmar. Penduduk di sana juga terbiasa makan sirih yang dijual di pinggir jalan. Seperti merokok, setiap orang dapat membeli sirih untuk sekali makan. Karena itu, jangan heran di Myanmar jalan-jalan penuh dengan warna merah karena ludah berwarna merah dibuang sembarangan di jalan-jalan.

Kesan yang timbul mengunjungi Bandara Sentani memang sangat tidak nyaman. Semua toilet yang ada di Bandara itu dalam keadaan rusak, walau kata petugasnya sedang direnovasi. Toilet yang ada di terminal kedatangan, dan kebarangkatan semuanya tergenang air. Apalagi yang berada di luar terminal, semua toiletnya sedang ditutup karena alasan sedang dalam perbaikan. Kita khawatir genangan air yang ada di toilet itu selain air kencing dan air lainnya, pasti di dalamnya juga tercampur dengan air ludah yang berwarna merah dari pemakan pinang tersebut.

Dan lebih tidak menarik lagi di hampir semua Bandara di Papua, banyak anggota masyarakat yang bisa masuk sampai ke pinggir landasan tempat pesawat parkir, seperti di Bandara Sentani. Petugas memang berusaha untuk mencegah mereka masuk dan menghalau mereka untuk keluar dari daerah yang sebenarnya tertutup tersebut. Tapi mereka tetap tidak mau keluar dari lingkungan yang terbatas tersebut. Bagaimana faktor keselamatan penerbangan dengan adanya kelonggaran seperti itu.

Pemerintah memang telah berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat, dan masyarakat juga sebenarnya harus menjaga dan memelihara apa yang telah dibangun oleh pemerintah tersebut. Kita juga harus menjaga kebersihan lingkungan kita, apalagi Papua merupakan salah satu tujuan wisatawan mancanegara, sehingga harus kita jaga kebersihannya dengan tidak membuang ludah sembarangan.

Festival Budaya Lembah Baliem

Kaskus id : aska72
Kategori : Tata acara adat/upacara/ritual
Bentuk karya : Festival Budaya Lembah Baliem
Sumber :
http://youtu.be/gitx4Cx4KQ0
http://www.wisatamelayu.com/id/objec...UdS9P=&nav=geo
http://www.kaskus.co.id/showpost.php...3&postcount=11
Keterangan : Tradisi Masyarakat Papua


Tata Cara Adat/Upacara/Ritual - Video [Part 2]

A. Selayang Pandang

Lembah Baliem, yang terletak di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, merupakan salah satu kawasan yang memiliki daya tarik bagi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Satu hal yang membuat Lembah Baliem terkenal adalah diselenggarakannya Festival Budaya Lembah Baliem, atau yang lebih dikenal dengan nama Festival Lembah Baliem.

Dalam catatan harian Kompas (8/8/2007), Festival Lembah Baliem pertama kali digelar pada tahun 1989. Sebelum adanya festival ini, masyarakat di sekitar Lembah Baliem, yang terdiri dari Suku Dani, Suku Lani, dan Suku Yali, masih sering melakukan perang antarsuku. Bagi mereka, selain sudah menjadi tradisi turun temurun, perang juga memiliki makna yang dalam. Perang bukan sekadar ajang adu kekuatan antarsuku, namun juga merupakan lambang kesuburan dan kesejahteraan. Menurut kepercayaan mereka, jika tidak dilakukan perang, jangan harap panen dan ternak babi akan berhasil.

Untuk menghindari jatuhnya korban dan dendam yang berlarut, sejak dua puluh tahun silam pemerintah memberlakukan larangan atas perang antarsuku. Untuk mewadahi tradisi suku-suku di Papua ini, dibuatlah Festival Lembah Baliem oleh pemerintah, yang menyertakan pesta perang di dalamnya. Festival Lembah Baliem, berlangsung sekitar tiga hari dan diselenggarakan pada bulan Agustus. Salah satu alasan pesta ini diselenggarakan pada bulan tersebut adalah untuk memperingati hari raya kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada perkembangannya, tidak hanya ketiga suku penghuni Lembah Baliem saja yang mengikuti Festival Lembah Baliem, namun juga suku-suku lainnya yang tinggal di Kabupaten Jayawijaya dan sekitarnya. Kompas (8/8/2007) menyebutkan bahwa pada tahun 2007 terdapat sekitar 40 suku yang mengikuti festival ini. Masing-masing suku ini menggunakan pakaian tradisional, lengkap dengan lukisan di wajah. Di samping itu, mereka juga membawa senjata perang seperti tombak, parang, panah, dan juga pernak pernik perang lainnya.

B. Keistimewaan

Pada Festival Lembah Baliem, atraksi perang antarsuku dimulai dengan penentuan skenario pemicu perang. Pemicu perang ini dapat berupa penculikan warga, pembunuhan anak warga, maupun penyerbuan ladang yang baru dibuka. Adanya pemicu ini, menyebabkan suku lainnya harus ‘membalas dendam‘, sehingga penyerbuan pun dilakukan. Sementara, pihak lawan akan bertahan, sehingga pertempuran pun berlangsung dengan seru.

Uniknya, dalam [url]www.cybertravel.cbn.net[/url] disebutkan bahwa atraksi perang ini tidak menjadikan balas dendam atau permusuhan sebagai tema. Tema yang diusung justru ungkapan yang bernilai positif, yakni Yogotak Hubuluk Motog Hanorogo (harapan akan hari esok yang harus lebih baik dari hari ini).

Atraksi tari perang antarsuku ini memang menjadi atraksi utama dalam setiap penyelenggaraan Festival Lembah Baliem. Kendati demikian, banyak atraksi lain yang juga sangat menarik untuk ditonton para wisatawan, seperti pertunjukan Pikon atau alat musik tradisional. Lagu-lagu yang dimainkan dengan Pikon ini, biasanya mengisahkan tentang kehidupan manusia. Ada pula Karapan Babi yang juga menjadi salah satu atraksi menarik dan kerap menimbulkan keriuhan para pengunjung.

Selain atraksi-atraksi di atas, wisatawan juga dapat menyaksikan perlombaan memanah, melempar sege (melempar tongkat ke target yang telah ditentukan), puradan (permainan menggulirkan roda dari anyaman rotan), dan sikoko (permainan melempar pion ke sasaran yang telah ditentukan). Perlombaan-perlombaan tersebut, selain diikuti oleh para peserta dari berbagai suku di Kabupaten Jayawiya, juga dapat diikuti oleh para wisatawan yang hadir saat festival.

C. Lokasi

Festival Lembah Baliem dielenggarakan di Lembah Baliem, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, Indonesia.

D. Akses

Untuk dapat sampai ke Lembah Baliem, pengunjung harus melewati bandara utama Provinsi Papua, yakni Bandara Sentani. Untuk mencapai Bandara Sentani, pengunjung dapat mengaksesnya dengan menggunakan maspakai penerbangan dari Jakarta, Surabaya, ataupun Manado. Setibanya di Bandara Sentani, pengunjung dapat meneruskan perjalanan dengan pesawat jenis Hercules ataupun Twin Otter menuju Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya.

E. Harga Tiket

Untuk menyaksikan festival ini, wisatawan tidak dipungut biaya apapun.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Di sekitar Distrik Wamena, terdapat beberapa penginapan, bahkan di antaranya ada yang sudah berkelas internasional. Hal ini dikarenakan banyaknya turis mancanegara yang sangat tertarik menyaksikan Festival Lembah Baliem, serta menikmati keindahan alam Lembah Baliem sendiri.

Spoiler for vid:
Post ini telah dihapus oleh
Post ini telah dihapus oleh
Post ini telah dihapus oleh
Post ini telah dihapus oleh mbahpaijo
Post ini telah dihapus oleh e-New
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di