alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000003214306/fakta-di-balik-klaim-sesat-produk-suplemen
Fakta di Balik Klaim Sesat Produk Suplemen
“Kesehatan itu mahal harganya.”

Fakta di Balik Klaim Sesat Produk Suplemen

Kalimat ini semakin diamini oleh segenap lapisan masyarakat di zaman sekarang ini. Bagaimana tidak? Anda bisa saja punya uang milyaran rupiah, namun bila anda tidak dalam keadaan sehat bisakah anda menikmati kekayaan anda tersebut?

Kesadaran masyarakat yang meningkat ini berdampak pada tumbuh pesatnya industri kesehatan sekunder. Industri kesehatan semacam ini menawarkan berbagai macam produk mulai dari produk relaksasi, produk penyaring air, produk pembersih udara dan juga produk-produk suplemen. Di antara industri-industri tersebut yang paling diiklankan secara gencar adalah produk suplemen.

Tak ada hari tanpa kita melihat iklan televisi maupun media cetak menayangkan produk suplemen ini. Beberapa memang merupakan khasiat yang sudah diakui dunia medis, seperti minyak ikan Cod yang membantu pertumbuhan dan vitamin C yang membantu menjaga imunitas tubuh.

Namun tak jarang pula beberapa suplemen diiklankan dengan sangat berlebihan dengan fakta medis yang sangat lemah, seperti suplemen kalsium yang bisa menyembuhkan kanker, cairan imun yang diteteskan di balik lidah yang bisa mengobati Hepatitis B, maupun sirup ekstrak tumbuhan yang bisa mengobati penyakit ini dan itu. Biasanya golongan kedua ini tidak menggunakan televisi ataupun media cetak sebagai media promosi mereka, mereka lebih memilih promosi mulut ke mulut demi mengurangi kemungkinan tuntutan yang mungkin terjadi.

Kita tentunya harus waspada pada golongan kedua ini. Bila kita termakan janji-janji akan “keajaiban” suplemen ini bisa saja bukannya tambah sehat malah akan berdampak buruk bagi kantong dan kesehatan kita.

Berikut ini akan penulis berikan rambu-rambu mengkonsumsi konsumen ini
a. Suplemen adalah sesuatu yang sebenarnya terdapat dalam makanan kita
= Suplemen sebenarnya adalah sesuatu yang terkandung dalam makanan kita, anda dapat menemukan vitamin C dalam jus jeruk segar, anda juga dapat menemukan serat sehat dalam sayur-sayuran anda, zat besi terdapat dalam sayuran dan hati ayam maupun sapi. Suplemen sebenarnya adalah suatu cara darurat untuk mengatasi kemungkinan pola makan anda yang kurang seimbang.
Bila anda bisa mencukupi kebutuhan nutrisi anda dari makanan sehari-hari anda maka sesungguhnya suplemen ini tidak diperlukan

b. Terdaftar di BPOM dan FDA

= Seringkali ini merupakan senjata utama iklan produk-produk suplemen ini. Mari kita cermati kepanjangan dari masing-masing lembaga berikut. BPOM = Badan Pengawas Obat dan Makanan, FDA = Food and Drug Administration. Lembaga-lembaga ini akan memberikan ijin asal produk mereka aman dikonsumsi. Jelaslah sudah suplemen ini digolongkan sebagai “makanan”, maka sebenarnya klaim untuk menyembuhkan penyakit-penyakit tidak bisa diterima.

c. Suplemen yang baik mempunyai penelitian yang bisa dipertanggungjawabkan

= Suplemen yang baik pasti telah melalui serangkaian penelitian dengan metodologi yang baik sebelum dilepaskan ke pasaran. Suplemen kelas “abal-abal” biasanya hanya menyertakan testimoni dari pengguna produk mereka (yang kadang juga merupakan member penjual suplemen tersebut). Kadang mereka mencantumkan penelitian yang mengklaim khasiat suplemen mereka, namun penelitian ini ternyata tidak terdaftar di jurnal-jurnal terpercaya semacam NEJM (New England Journal of Medicine), AJCN (american journal of clinical nutrition)AMJMED, dsb. Klaim penelitian mereka hanya dipublish di media-media di mana semua orang bisa mengungkapkan pendapat mereka seperti wordpress maupun website produk mereka sendiri.

Bukankah bila produk mereka benar-benar bisa menyembuhkan penyakit-penyakit yang selama ini masih merupakan momok di dunia medis mereka akan mendapatkan perhatian khusus dan bahkan mungkin hadiah Nobel? Mengapa kita sulit sekali menemukan jurnal medisnya? Kita patut curiga!!!

Note : Anda sebaiknya tidak mempercayai begitu saja sebuah testimoni, apalagi testimoni dari seseorang yang mendapatkan keuntungan dari testimoni tersebut.

Anda bisa mengecek keabsahan klaim mereka di web-web medis seperti http://content.nejm.org/ ataupun [url]www.freemedicaljournals.com[/url] bila anda merasa bahasa yang digunakan dalam web tersebut terlalu rumit, anda bisa mencari di Wikipedia. Jangan menggunakan google karena klaim yang masuk google tidak disaring sehingga siapapun bisa memposting pendapatnya, walaupun tanpa dasar medis yang memadai.

d. Berhati-hatilah pada suplemen yang tidak berani mengiklankan produknya di media massa
= Dengan memasukkan iklan anda ke media massa, berarti produk anda akan diawasi oleh Depkominfo, YLKI, dan kalangan medis dan professional. Produsen suplemen “abal-abal” seringkali menghindari iklan di media massa ini, mereka lebih memilih promosi dari mulut ke mulut ataupun melalui website atau brosur.


e. Tidak semua orang aman mengkonsumsi suplemen

= Suplemen yang mendapat registrasi dari BPOM dan FDA tentu saja aman dikonsumsi orang sehat. Namun terdapat beberapa penyakit tertentu seperti penyakit ginjal, kanker, dsb yang mempunyai banyak sekali pantangan. Bahkan pisang pun dapat membunuh seorang penderita penyakit ginjal yang sudah parah. Jadi ada baiknya sebelum mengkonsumsi suplemen anda berkonsultasi dengan dokter anda.


Semoga bermanfaat


Sumber : http://www.medicalera.com/index.php?...tml&Itemid=314

Beberapa web resmi yang juga mengingatkan bahayanya HOAX kesehatan ini
http://www.fda.gov/ForConsumers/Prot...ud/default.htm
http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/h...althfraud.html
http://www.fda.gov/Drugs/EmergencyPr.../ucm137284.htm


Halo gan... Terima kasih atas commentnya.
Mohon maaf bila thread ini menyinggung para produsen menengah, sungguh saya tidak punya maksud seperti itu. Kecaman ini sebenarnya ditujukan pada perusahaan yang sengaja membiarkan para distributornya menyebarkan klaim-klaim tanpa bukti medis yang memadai.

Ada baiknya anda sebagai produsen juga memiliki brosur atau web resmi agar para distributor dan konsumen anda bisa memperoleh informasi yang benar.

Tambahan dari darkzeta

Quote:Original Posted By darkzeta
Mo nambahin bwt ts
Krn bhsan dsini kesehatan yg lbh k arah gizi nya maka ane nyaranin ke website ini
Ajcn (american journal of clinical nutrition), itu adalah website yg sering kita pakai sbg rujukan untuk membuat skripsi, thesis maupun untk program doktoral kita sbg seorang dietitien ato ahli gizi.

Btw for your info: Nah skrg mslhnya adlh suplemen sdh dkategorikan sbg makanan yg oleh masyarakat dtafsirkan blh dmakan spt makn pokok laennya tnpa dosis dan takaran tertentu. Inilah yg membahayakan bg kesehatan. Alami? Memang bnr itu alami, krn obat2 yg djual resmi pun sbenarnya dr bhn alami, mis jamur. Namun d dunia farmasi sbenarnya obat itu adlh racun yg dgunakan untuk melawan penyakit dlm tubuh, maka dbuatlah tata cara n aturan pemakaian spt dosis dll.
Waktu ane pkl, pasien dgn riwayat minum suplemen sbg penambah energi akhirnya terkena gagal ginjal, sama spt org yg minum obat scr berlebihan (overdosis).

Darkzeta







Tulisan ane yang lain
Quote:
Fakta Di Balik Klaim Sesat Produk Suplemen [HOT THREAD]

[Ga terharu silahkan Bata] 3 Cerita Paling Mengharukan 2009

7 Alasan gua amat sangan benci MLM (Lounge)
Pengakuan Dosa : Kemesuman semasa sekolah part 2
[100% Berhasil] Cara menambah tinggi badan
[motivational story] Petarung bertangan satu
Benarkah Kemerdekaan Indonesia direbut dan bukan diberikan?
5 Trik Cerdik Pengelola Pasar Swalayan Menguras Habis Uang Anda
7 Maksud Buruk di Balik Kebiasaan Manis Kucing Anda
Mewaspadai Health Fraud di Sekitar Kita

Kata “Terbaru” dan “Terobosan” sungguh menarik siapa saja yang mendengarnya, terlebih bila produk tersebut mengklaim dapat menyembuhkan penyakit-penyakit yang sampai sekarang masih menjadi tantangan bagi dunia medis. Kata-kata ini mampu membius ratusan bahkan ribuan orang membelanjakan uang mereka demi suatu produk maupun metode yang belum terbukti khasiatnya, dan bahkan pada beberapa kasus, belum terbukti keamanannya. Tidak hanya sampai di situ, klaim-klaim yang sering disebut sebagai “Health Fraud” kadang membuat orang menunda bahkan menghentikan perawatan medis yang mereka perlukan.



Sebelum anda termakan ucapan ini, ingatlah suatu hal, bila anda merasa sesuatu “too good to be true”, maka mungkin memang yang anda dengar itu sesuatu yang “too good to be true”. FDA, BPOM, dan lembaga-lembaga kesehatan lain sudah berulangkali mengingatkan agar masyarakat mewaspadai “Health Fraud” ini



Berikut ini akan saya berikan beberapa Tips ciri-ciri produk “Health Fraud” tersebut :



1. Berkhasiat untuk semua penyakit


= Waspadalah akan produk-produk yang mengklaim mampu menyembuhkan segala penyakit, terutama produk yang mengklaim dapat menyembuhkan penyakit-penyakit serius semacam kanker dan Diabetes. Sesungguhnya tidak pernah ada suatu obat yang mampu menyembuhkan semua penyakit. Bahkan pada beberapa kasus, yang dapat kita lakukan adalah perawatan dan pengendalian tersebut.



2. Testimoni


= Suatu produk kesehatan yang baik didasarkan pada metodologi penelitian yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan. Para pengedar produk “Health Fraud” mengutamakan testimoni dalam pemasaran mereka karena hal tersebut memang sulit dibuktikan dan sulit dibantah. Beberapa testimony dikeluarkan oleh orang yang mendapatkan keuntungan dari testimoni tersebut. Beberapa testimoni lain berasal dari orang yang merasa keluhannya berkurang, namun belum tentu karena produk tersebut.



3. Alami

= Inilah kata-kata andalan untuk menciptakan kesan bahwa produk mereka lebih aman dari produk-produk kesehatan yang sudah terbukti. Cobalah anda baca sejarah dan buku pengetahuan alam anda, 60% obat yang ada sekarang juga berasal dari bahan alami, Penisilin untuk antibiotik berasal dari jamur, Primakuin untuk pengobatan Malaria berasal dari pohon Kina. Produk-produk “alami” ini pun harus menjalani serangkaian penelitian sebelum mendapatkan predikat sebagai “obat”. Bukankah beberapa jamur “alami” juga dapat membunuh anda?



Berikut beberapa tips agar anda terhindar dari Health Fraud ini

1. Cari info tentang klaim mereka

= Carilah info di sumber yang terpercaya, bukan dari iklan mereka, sesungguhnya sangat mudah mengetahui mana yang benar dan mana yang meragukan, anda tinggal membuka [url]www.wikipedia.com[/url] dan anda akan mendapatkan jawaban yang objektif

2. Konsultasikan dengan dokter anda

= Hal ini yang paling ditakutkan oleh para produsen produk “Health Fraud”, Biasanya sebelum calon korban mereka bertanya ke dokter mereka, mereka sudah mengantisipasinya dengan berkata “Ibu A yang sudah divonis tidak bisa sembuh oleh dokter ternyata sembuh oleh produk kami.”

3. Selidiki Track record perusahaannya

= Produk Health Fraud pada umumnya bukan diproduksi oleh perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan. Kebanyakan produk Health Fraud dibuat oleh perusahaan yang tidak jelas track recordnya, bahkan beberapa perusahaan produsen health fraud ini tidak fokus pada produk kesehatan, mereka juga menjual bantal, guling, kasur, dan bahkan pupuk.



Semoga bermanfaat



Sumber :
Medicalera
http://www.medicalera.com/index.php?...tml&Itemid=314

FDA

http://www.fda.gov/ForConsumers/Prot...ud/default.htm

http://www.fda.gov/Drugs/EmergencyPr.../ucm137284.htm

http://www.fda.gov/ForConsumers/Cons.../ucm194727.htm



NLM :

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/h...althfraud.html
emoticon-I Love Indonesia
numpang ngeramein...
thread kaya gini memang selalu sepi kok
jarang jadi rame

kalo mau rame, ke lounge aja emoticon-Stick Out Tongue
kalo mau lebih rame, langsung aja ke sarang penyamunnya emoticon-Big Grin emoticon-Hammer
Quote:Original Posted By grukk
thread kaya gini memang selalu sepi kok
jarang jadi rame

kalo mau rame, ke lounge aja emoticon-Stick Out Tongue
kalo mau lebih rame, langsung aja ke sarang penyamunnya emoticon-Big Grin emoticon-Hammer


setuju ama yg terakhir... emoticon-Big Grin

angkat lagi lah. ni thread mungkin sebaiknya disticky ajah...
balik2 langsung disticky beneran emoticon-Big Grin

mejeng page one

*ngejunk ah sekali-kali emoticon-Hammer
Tambahan dari temen Kaskuser yang lain

Quote:Original Posted By medicalsherry
ada artikel menarik dari Media Aesculapius UI Juli-Agustus 2010 nih..baca di kampusemoticon-Embarrassment

Waspada Buaian Iklan Suplemen Makanan
Dengan mengkonsumsi produk "X", tubuh Anda akan terasa lebih bugar, daya tahan tubuh meningkat sehingga tahan terhadap berbagai penyakit.

Laurentius Johan
Mahasiswa Tingkat II FKUI

Tagline iklan suplemen makanan di atas semakin marak saja akhir-akhir ini. Benarkah suplemen makanan dapat memberikan efek sehebat itu? tentu saja tidak. Alih-alih lebih sehat, beberapa suplemen makanan justru dapat menimbulkan efek samping yang berbahaya. Namun, bagi masyarakat, iklan dengan padu padan warna yang apik, artic cantik dan janji menarik mengaburkan semuanya.

Tak ayal, membelanjakan uang untuk membeli suplemen telah menjadi tren di kalangan masyarakat urban. Survei Ekonomi Nasional (Susenas) 1999 menunjukkan sebanyak 0,3 persen penghasilan penduduk perkotaan disisihkan untuk belanja kebutuhan tersebut. Para konsumen itu rata-rata berusia produktif, dengan rentang usia 21-40 tahun.

Adapun yang dimaksud dengan suplemen makanan menurut SK BPOM No. HK. 00.05.23.3644 tahun 2004 tentang Ketentuan Pokkok Pengawasan Suplemen Makanan ialah produk yang dimaksudkan untuk melengkapi kebutuhan zat gizi makanan, mengandung satu atau lebih bahan berupa vitamin, mineral, asam amino, atau bahan lain (berasal dari tumbuhan atau bukan tumbuhan) yang mempunyai nilai gizi atau efek fisiologis dalam jumlah yang terkonsentrasi. Permenks No. 329/MenKes/Per/XII/76 juga ikut menegaskan bahwa suplemen makanan adalah makanan sebagai barang untuk dimakan dan diminum, bukan obat.

Kedua peraturan terseut jelas menempatkan suplemen makanan sebagai penyuplai kekurangan zat gizi dalam tubuh tanpa menggantikannya secara utuh. Adapun kekurangan zat gizi memang perlu diperbaiki untuk menjamin vitalitas dan produktivitas tubuh.

Sayangnya, fungsi suplemen yang sebenarnya baik tersebut dikaburkan oleh iklan yang bombastis. Bukannya ditampilkan sebagai pelengkap kebutuhan gizi, suplemen justru diserukan sebagai zat penyehat ajaib. Padahal, klaim seperti itu sangat bertentangan dengan ketetapan Dietary Supplement Health Education Act DSHEA 1994. Dalam klausul tersebut, industri makanan hanya dibenarkan untuk membuat function claim atau health claim, misalnya memperbaiki kesehatan,menyegarkan tubuh, atau menggantikan zat dalam makanan, bukan menyembuhkan apalagi mencegah berbagai penyakit.

Para pengembang suplemen sadar betul bahwa iklan semacam itu dapat membuai dan mendorong masyarakat untuk berprilaku konsumtif. Iklan pun lantas dijadikan sebagai modalitas utama untuk memasarkan aneka suplemen makanan. Dalam hal ini, pihak produsen tak dapat digugat karena keuntungan komersial memang menjadi target utama mereka. Bila demikian, konsumenlah yang harus dicerdaskan dalam memilah suplemen yang dibutuhkan. Sebagai community leader, sudah sepantasnya dokter terlibat dalam masalah ini.

Ketika seorang pasien atau kerabat datang mempertanyakan daya guna suatu suplemen, dokter harus mengidentifikasi dengan jelas alasan penggunaannya, tidak boleh hanya sekadar mengikuti tren. Selain itu, kandungan gizi dari produk yang dikonsumsi juga perlu dipahami untuk mencegah timbulnya reaksi yang tidak diinginkan.

Sebagai makanan tambahan atau pelengkap, suplemen makanan juga harus dikonsumsi pada saat yang tepat sesuai kondisi tubuh saat itu. Bila tubuh berada dalam kondisi yang tidak seimbang, suplemen makanan dalam dosis tertentu memang diperlukan. Ketika homeostasis sudah tercapai suplemen makanan jelas tidak diperlukan lagi. Bila konsumsi diteruskan, kelebihan zat gizi justru akan bersifat toksik bagi tubuh. Menurut Food and Drug Administration Amerika Serikat 2003, terdapat hampir 62 ribu laporan kasus keracunan suplemen makanan dengan seribu diantaranya cukup parah dan tujuh orang meninggal. Lebih lanjut, suplemen makanan yang digunakan sebaiknya mengandung satu macam zat gizi saja agar mudah dideteksi bila terjadi efek samping yang membahayakan tubuh.

Pada intinya, dokter harus selalu mengingatkan bahwa suplemen makanan bukan satu-satunya cara untuk menjaga kondisi tubuh. Daripada menghabiskan uang untuk membeli suplemen makanan yang masih dipertanyakan khasiatnya, lebih baik mencukupi keseimbangan zat gizi dalam asupan makanan sehari-hari, olahraga yang cukup dan tak lupa beristirahat. Satu hal yang pasti, jangan mudah terkecoh iklan!
klo penting masukin depan dongemoticon-Peace

ttd
emoticon-Paw
yantyagustina


Quote:Original Posted By mikefusey
Berikut adalah klaim manfaat multivitamin yang diperbolehkan dan yang dilarang dalam iklan, sesuai surat Badan POM RI, No. KS. 01.04.4.41.010 tertanggal 5 Januari 2007, kepada Ketua Badan Pengawas Periklanan.

Klaim klaim dalam periklanan multivitamin

Klaim yang diperbolehkan:
- Klaim yang disetujui dalam pendaftaran produk
- Sebagai suplementasi vitamin
- Antioksidan dengan kadar yang sesuai
- Memelihara kesehatan kulit
- Mencegah gangguan karena defisiensi vitamin
- Membantu metabolisme tubuh
- Membantu memelihara daya tahan tubuh
- Membantu pertumbuhan tulang yang sehat dan kuat
- Menjaga kesehatan dan kesegaran kulit


Klaim yang tidak diperbolehkan:
- Membantu metabolisme menghasilkan energi dan tenaga
- Untuk pertumbuhan tinggi badan dan meningkatkan nafsu makan
- Untuk awet muda, kecantikan dan peremajaan kulit
- Untuk kecerdasan anak
- Untuk mencegah sakit yang penyebabnya bukan defisiensi vitamin
- Menimbulkan kebugaran dan mengatasi capek
- Untuk konsentrasi
- Untuk mengatasi stress
- Memberi perlindungan dari gejala flu
- Meningkatkan vitalitas
- Untuk performa mental optimum
- Untuk mencegah penuaan dini
- Meningkatkan kemampuan sex

Untuk mencegah dampak negatif dari pemakaian yang tidak tepat dosis, produk suplemen makanan termasuk multivitamin berkewajiban mencantumkan “Baca Aturan Pakai”, untuk iklan di media televisi, media radio dan media cetak serta media luar ruang.

Semoga bermanfaat.

http://www.pppi.or.id/121.html
mantabh nih trit, walau repost dari forum sebelah...
Quote:Original Posted By irvavri
mantabh nih trit, walau repost dari forum sebelah...


Yang buat ni thread di sana juga ane kok Gan. Jadi gpp kan ane repsol di sini... emoticon-I Love Indonesia
wah.. setubuh aneh gan... ane lbh percaya ma sayur2an dan buah2an segar sebagai suplemen utk tubuh qta....

lapak ane gan... keren lho..
[HOT] Seorang Pria Mengubah Dirinya Menjadi Avatar...
12 Peralatan Portable Paling Aneh
[HOT]Gambar Salinan Asli Naskah Para Ilmuwan...
Hutanku Menyeka Pantatmu

thx gan infonya.
Ga usah yg aneh2, terima aja deh ap yg dah adFakta di Balik Klaim Sesat Produk Suplemen
pa itu juga berlaku buat obat yang beredar di pasaran gan?
Quote:Original Posted By goblick
pa itu juga berlaku buat obat yang beredar di pasaran gan?


obat tidak sama dengan suplement
itu yang perlu kamu ketahui

suplemen itu adalah pelengkap makanan
obat itu definisinya lebih ke penyakit

kalo obat bebas yang di apotek/warung
itu memang OBAT, bukan suplemen
Quote:Original Posted By goblick
pa itu juga berlaku buat obat yang beredar di pasaran gan?


Quote:Original Posted By grukkChan
obat tidak sama dengan suplement
itu yang perlu kamu ketahui

suplemen itu adalah pelengkap makanan
obat itu definisinya lebih ke penyakit

kalo obat bebas yang di apotek/warung
itu memang OBAT, bukan suplemen


Thx Gan udah dibantuin njawab....

Memang benar kata abang drukk. Suplemen tidak sama dengan obat. Suplemen dapat diklaim menyembuhkan. Untuk itu hati-hatilah pada produsen suplemen abal-abal
suplemen ngga bisa diklaim gan, kan bukan obat emoticon-Hammer2
Sial banget

To Leehongkyun

emang bener, suplemen seperti vitamin itu dibuat /dijadi jadikan. seharusnya ada di makanan itu sendiri.
dan efeknya dari suplemenmultivitamin yang ada malah ada side effect.
gak boleh makan kebanykan vitamin a [bisa kena gangguan liver] dan e [kangker] danlain sebagainya.
berbeda dengan herbal seperti madu,lidah buaya, sari bunga dan lain sebagaina, yang memang dipatenkan bukan dalam bentuk vitamin atau dipaksakan jadi vitamin[sintetis], tapi emang dari dari masing masing herbal atau tumbuhan tersebut menghasilkan vitamin setelah diproses ditubuh. bukanlah berupa vitamin saat di bentuk.
sekrang ini banyak mlm yang membuat khusus multivitamin.
yang dikatakan sebagai kesehatan.
tapi apa mereka tahu bahwa vitamin memiliki efek samping.?
vitamin sintetis maksud saya.
oops bukan saya antipati sama mlm.
tidak. tapi mlm yang jual vitamin yang saya harus jaga jarak.
kalo mlm yang jual makanan atau buah buahan sih ok.
karena itu nutrisi alami.

kalau obat obatan memang jelas itu sintetis dan mengandung bahan kimia.
jadi para konsumer antibiotika, harus hati hati dengan livenya. atau obat tertentu juga berbahaya bagi jantung dan ginjal. harus sesuai dengan anjurandokter.
tapi kalo kaya madu maduan, lidah buaya, ataupun sari bunga bungaan [yang dijadikan teh atau jamu] wahhh itu asik sekali tuh dan menyehatkan.
gue aja kalo kerestoran pasti minum salah satu diantaranya. heheheheh krn menyehatkan.

ok gitu aja respon nya.
Nice share, kita2 dari kaum medis biasanya yg malah kerepotan ama kehadiran suplemen2 or obat2 yg gag jelas itu...

Salah2 bukan nyembuhin malah bikin sakit...Fakta di Balik Klaim Sesat Produk Suplemen
Quote:Original Posted By lukasosterhagen
emang bener, suplemen seperti vitamin itu dibuat /dijadi jadikan. seharusnya ada di makanan itu sendiri.
dan efeknya dari suplemenmultivitamin yang ada malah ada side effect.
gak boleh makan kebanykan vitamin a [bisa kena gangguan liver] dan e [kangker] danlain sebagainya.
berbeda dengan herbal seperti madu,lidah buaya, sari bunga dan lain sebagaina, yang memang dipatenkan bukan dalam bentuk vitamin atau dipaksakan jadi vitamin[sintetis], tapi emang dari dari masing masing herbal atau tumbuhan tersebut menghasilkan vitamin setelah diproses ditubuh. bukanlah berupa vitamin saat di bentuk.
sekrang ini banyak mlm yang membuat khusus multivitamin.
yang dikatakan sebagai kesehatan.
tapi apa mereka tahu bahwa vitamin memiliki efek samping.?
vitamin sintetis maksud saya.
oops bukan saya antipati sama mlm.
tidak. tapi mlm yang jual vitamin yang saya harus jaga jarak.
kalo mlm yang jual makanan atau buah buahan sih ok.
karena itu nutrisi alami.

kalau obat obatan memang jelas itu sintetis dan mengandung bahan kimia.
jadi para konsumer antibiotika, harus hati hati dengan livenya. atau obat tertentu juga berbahaya bagi jantung dan ginjal. harus sesuai dengan anjurandokter.
tapi kalo kaya madu maduan, lidah buaya, ataupun sari bunga bungaan [yang dijadikan teh atau jamu] wahhh itu asik sekali tuh dan menyehatkan.
gue aja kalo kerestoran pasti minum salah satu diantaranya. heheheheh krn menyehatkan.

ok gitu aja respon nya.



bahkan suplemen dan gizi , diberi berlebih pun , akan merusak...

dan perlu anda tau, suplemen2 itu rata2 gelonjorin mega dosis
kalo minum 1 jenis, rata2 masyarakat minum beberapa jenis skaligus

super berlebihan

sedangkan obat
bila dipakai
1. sesuai indikasi
2. tepat dosis

akan baik sekali hasilnya krn terukur baik...
btulemoticon-Kissemoticon-Kiss
@luka

semua yang berlebihan itu tidak baik
kata siapa yang alami kalo berlebihan tetap baik?

wortel contohnya
overdosis wortel buat kulit kekuningan
dan efek samping yang tidak terlihat